Sunday, 9 December 2018

[Liputan] Wisuda Sarjana ke-13 STT Bandung

Liputan wisuda sarjana STT Bandung

Bandung-Alhamdulillah wa Syukurillah, prosesi wisuda ke-13 Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) berhasil dan sukses dilaksanakan pada 8 Desember 2018. Acara yang digelar di Harris Hotel and Conventions Festival Citylink, Bandung sabtu lalu diikuti oleh 183 wisudawan dari 2 program studi, yaitu 106 orang lulusan Teknik Industri dan 77 orang lainnya lulusan Teknik Informatika. Sejak berdirinya tahun 1991 hingga kini, STTB telah melahirkan 1.335 orang sarjana. 

Dalam sambutannya, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T. selaku ketua STT Bandung menuturkan beberapa prestasi yang diraih para mahasiswa maupun para dosennya. Beberapa di antara mereka juga ada yang mengikuti program internship selama 6 bulan di perusahaan teknologi di Taiwan dan rata-rata mereka dapat mengantungi gaji sebesar 4-6kali UMR Bandung. Tidak hanya itu, mahasiswa juga berkesempatan melanjutkan ke jenjang S2 di Jepang atau Taiwan dengan pengalaman yang telah mereka miliki selama internship.

Masih menurut Naseer ada salah satu produk inovasi teknologi yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa bernama Smart Kitchen System yang berhasil lolos dalam calon perusahaan pemula berbasis teknologi Perguruan Tinggi pada tahun 2018. Produk inovasi ini sukses dipamerkan dalam Inovator Inovasi Indonesia Expo Jogjakarta Oktober 2018 bersama 261 perusahaan start up inovasi teknologi lainnya. Rata-rata alumni mahasiswa STTB hanya memerlukan waktu masa tunggu 45 hari untuk segera masuk ke dunia kerja maupun wirausaha. Hal ini karena tingginya permintaan dari berbagai industri dan instansi baik wilayah Jawa Barat maupun luar daerah.

Sekolah Tinggi Teknologi Bandung yang berlokasi di jalan Soekarno-Hatta nomor 368 Bandung saat ini memiliki 120 dosen, di mana 96% telah bergelar S2 dan di tahun 2019 ditargetkan ada 70% dosen yang akan menempuh studi doktoral (S3) di Perancis, Jepang, dan Taiwan. 

Sementara ketua yayasan Bapak Dadang menuturkan bahwa prosesi wisuda ini bukanlah momentum akhir melainkan momen awal untuk belajar lagi dari mana saja kapan saja dan dengan siapa saja baik menempuh kembali pendidikan formal hingga strata Magister maupun pendidikan non-formal. 

Masih dalam acara wisuda STT Bandung XIII, juga digelar MOU antara STTB dengan beberapa pihak, yakni PT Pos Indonesia, Bank Sampah Bersinar, Universitas Nasional PASIM, PT SLU, CMYK dan HUNGCHI Taiwan demi mempermudah operasional kerja bersama.
MOU antara STT Bandung dengan PT Pos, Bank Sampah
Acara puncak pun dimulai, wisudawan secara bergiliran menuju panggung utama untuk prosesi penyerahan ijazah dan pemindahan tali toga. Wisudawan terbaik untuk Teknik Informatika diraih oleh Iin Indrayani, S.Kom, sementara untuk Teknik Industri diraih oleh Srikanti Astutik, ST. Sementara prestasi lainnya yang turut mengharumkan nama STT Bandung diraih oleh Tina Sri Handayani, yang dalam acara Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V tahun 2018 berhasil menyabet medali emas di cabang olah raga lari 200 m, medali perak di cabang olahraga lompat jauh serta medali perunggu di cabang olahraga lari 100 m. 

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 pagi ini begitu berkesan bagi seluruh civitas akademika termasuk orang tua wisudawan juga beberapa peliput blogger dari Joeragan Artikel. Tidak hanya itu hadir pula untuk mengisi orasi ilmiah DR. Cyrille SCHWOB, APAC Head of Research & Technology Development at Airbus yang berkantor di Singapura. 
Drr. Cryille orasi ilmiah di STT Bandung


Liputan wisuda STT Bandung ke-13

Usai sudah rangkaian acara wisuda Sarjana ke-13 STT Bandung. Selamat berjuang untuk para wisudawan/wati semoga ilmu yang didapat bisa menjadi bekal untuk berjuang di kawah candradimuka... Sukses STTB!!!

Sunday, 2 December 2018

Taman Tabebuya Ciganjur; Antara Edukasi, Rekreasi, dan Healthy Living


Tabebuya Jagakarsa

Menikmati kesejukan udara, memandang tanaman nan terawat, makan di taman, bermain bersama anak, hingga yoga dan berjalan santai, Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?

Sudah dua minggu ini, saya dan keluarga menikmati pagi akhir pekan di Taman Tabebuya. Malam yang ditemani hujan telah berlalu, mentari pun seolah enggan menampakkan sinarnya. Pagi itu tak begitu cerah, namun kerinduan akan suasana pagi di Taman Tabebuya seolah memanggil kami.

Sebetulnya secara lokasi taman ini tidak terlalu dekat dari rumah, butuh waktu sekitar 20 menit dengan kendaraan roda empat. Namun beberapa kali kami mengantar anak sekolah melewati taman ini, keelokannya seolah menyihir hingga membuat kami tak kuasa menolak keberadaannya. 

Taman Tabebuya ini berlokasi di Jl. Moh. Kafi 1, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kadang orang menyebutnya sebagai Taman Turunan Herman Soesilo, karena memang lokasinya di turunan dan terdapat sebuah rumah megah milik Dr. Herman Soesilo di sampingnya. Kalau kalian pernah ingat Dr. Herman Soesilo di TVRI dulu, nah itu rumah dokter yang melegenda di acara tersebut. Namun entah siapa pemilik aslinya, saya juga tidak tahu. Patokannya untuk ke Taman Tabebuya ini adalah pertigaan antara Jl. Moh Kafi 1 dan Jagakarsa Raya. 

Kalau hari biasa tempat ini tak begitu ramai, tetapi bila akhir pekan seperti sabtu, minggu, dan hari libur jangankan pengunjung, penjajak makanan pun banyak di luar taman. Mulai dari aneka kue hingga makanan berat seperti lontong dan pecel. Aaah sebetulnya saya tidak mau bicara makanan dulu, tapi apa daya keberadaanya di luar mesti terlihat oleh siapapun yang datang. Dan anak saya selalu suka dengan kue pancong dan kue bulannya, sementara saya sangat suka dengan lontong dan pecel sayuran yang segar banget. Jadi, tentu saja kami harus sediakan kocek untuk jajanan-jajanan ini belum lagi tukang balon, yang bikin saya harus memberi pengertian ekstra ke anak. 

Taman Tabebuya ini kalau hari biasa mungkin mobil bisa parkir di dalam, namun kalau akhir pekan atau hari libur kendaraan roda empat harus parkir di lahan kosong seberang jalan, karena parkiran dalam penuh dengan motor.

Saya selalu suka dan ikut sangat bahagia melihat keluarga-keluarga lain bercengkerama satu sama lain. Mengejar anaknya berlari, berfoto bersama, makan di taman, hingga berjalan santai mengelilingi taman adalah sebuah kedamaian hidup yang sangat mahal. Saya perhatikan hampir tidak ada yang memegang gadgetnya di tangan, kecuali saya. Saya suka dengan ini, mengingtkan saya saat di Perth, di mana semua keluarga sibuk berinteraksi, membangun komunikasi yang hangat dan penuh keramahan. Saya merasa energi positif berkumpul di sini. Mereka yang sadar akan kesehatan, mengerti arti kebahagiaan, serta sebuah kehidupan kebersamaan. Melihat ini kita harus banyak bersyukur. Orang-orang di sini agaknya sudah sadar akan kebersihan. Meski pengunjung diperbolehkan makan di taman namun saya tak melihat sampah bungkus atau sisa makanan berserakan, melainkan sampah dedaunan kering dan tanah terutama setelah hujan.
Kolam Teratai
Kolam Teratai
Taman di Jagakarsa
Taman yang terawat

Pohon Tabebuya 
Sesuai namanya, katanya penamaan tempat ini karena memang ada pohon Tabebuya di dalamnya. Ini merupakan pohon cantik serupa pohon sakura Jepang. Namun sayangnya saat saya ke taman ini, si pohon Tabebuya sedang tak berkembang. Pohon Tabebuya ini tergolong pohon peneduh, sehingga akan berbunga kala musim kemarau hingga masuk mulai penghujan. Oya, katanya selain sebagai peneduh dan penyejuk mata, manfaat lain pohon ini adalah ia mampu menyerap limbah yang bertebaran di udara.
Tabebuya Ciganjur
Dugaan saya sih ini Pohon Tabebuya

Warna-warni aktivitas
Selain pemandangan taman yang cantik nan menawan, beragam aktivitas pengunjung pun mewarnai tiap sudut taman ini. Berjalan santai dan berlari ringan menyusuri jogging track menjadi aktivitas yang banyak dilakukan. Di sisi lain di mana terdapat hamparan rumput yang luas tampak sekumpulan ibu melakukan yoga. Di tengah taman terdapat aneka permainan anak seperti ayunan, perosotan, dan lainnya. Anak-anak pun terlihat sangat menikmati dan asyik bermain di playground. Beberapa orang juga memilih duduk-duduk santai, beristirahat sambil melihat-lihat pemandangan yang ada. Pernah saya jumpai sebuah komunitas menggelar acara di taman, membawakan beberapa buku bacaan anak, islami, dan motivasi serta permainan edukatif untuk anak-anak di sana, termasuk kegiatan mewarnai. Saya rinduuuu ada tempat semacam ini yang tak jauh dari rumah.
Taman sebagai paru-paru kota
Aktivitas yoga di salah satu sudut Taman Tabebuya 
Taman tempat rekreasi, hiburan, dan gaya hidup sehat
Bersantai bersama keluarga

Fasilitas
Taman ini cukup luas, untuk anak-anak ada beberapa permainan yang bisa digunakan seperti ayunan, perosotan, dan lainnya. Hanya saja kemarin saat becek, permainan tersebut diangkat sementara. Di sisi taman lain ada semacam gazebo kecil yang bisa dimanfaatkan untuk kumpul-kumpul sederhana. 

Fasilitas umum seperti tempat sampah sangat mudah kita jumpai. Ada satu toilet umum di dekat parkiran, sayang tempatnya gelap dan agak bau. Beda sekali dengan toilet umum yang pernah saya jumpai di salah satu taman di Perth. Saya bahkan tak melihat tukang kebunnya, namun toilet di sana bersih, terang, dan tidak ada baunya. Memang rerata di sana WC kering namun bisa kita siasati dengan membawa botol minum. Whuaa, sebetulnya saya tidak ingin membandingkan, ini hanya sekadar harapan semoga fasilitas umum di Indonesia bisa tetap terawat dan terjaga dengan baik fungsinya. Di sisi luar toilet ada wastafel untuk sekadar mencuci tangan.
Taman sebagai sarana rekreasi dan resapan air yang baik
Cuci tangan dulu sehabis main

Di dalam taman tidak diizinkan orang berjualan baik makanan, tikar, dan lainnya. Oleh karena itu mereka para pedagang makanan berjualan di luar taman. Demikian juga mereka yang ingin makan di rumput-rumput ada baiknya membawa lampit sendiri. Hal ini sangat baik menurut saya pengunjung jadi bisa menikmati suasana taman yang menyenangkan.

Tabebuya sebagai salah satu taman kota memiliki perananan besar bagi kita. Keberadaanya mampu mengurangi dampak-dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan kota. Apa saja sih manfaat taman kota itu sebenanrnya:
1. Sebagai paru-paru kota yang menghasilkan banyak oksigen.
2. Pepohonannya mampu menyerap karbondioksida yang dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor, debu, dan polusi udara lainnya.
3. Tempat resapan air hujan yang sangat baik. Jadi diharapkan tidak ada lagi cerita banjir di kala hujan.
4. Tempat pelestarian ekosistem yang baik; jarang lho saya jumpai kupu-kupu yang cantik serta suara jangkrik di tengah kota, tapi di taman seperti di Tabebuya ini mudah kita jumpai.
5. Tempat yang asyik untuk berolahraga, bermain, dan berekreasi.
6. Menambah nilai estetika suatu kota.
Dan pasti masih banyak manfaat lainnya yang bisa kita rasakan dari sebuah taman kota. Saya pribadi merasakan orang-orang umumnya jadi lebih toleran pada lingkungan, pada tanaman yang ada, pada hewan yang berkeliaran ya kucing, kupu-kupu, ikan, juga antar manusia yang biasa indivualitistis menjadi lebih komunikatif.
Taman adalah perekat antar jiwa yang mendambakan kedamaian dan kasih sayang.


Thursday, 29 November 2018

Belanja Kebutuhan dengan Cashback Buddy; Rumah Rapi, Keuangan Happy


Rumah berantakan karena mainan anak? Hmm ... Itu biasa. Kadang pengen ya meski punya anak kecil tapi rumah rapi kaya gambar di atas. Cumaaa, kayanya nggak mungkin juga karena fitrahnya anak balita ya bermain. Nih saking banyaknya mainan di rumah, rasa-rasanya lemari mainan si anak lebih besar dan lebih banyak dari pada ruang untuk menyimpan bajunya. Bagi saya dan suami, memang prinsip no-gadget pada anak itu berlaku banget. Makanya sebagai kompensasinya, bisa dibilang kami lebih royal dalam hal mainan anak. Mulai dari yang harga seribuan macam parasut-parasutan yang beli di abang-abang sampai Lego beraneka ukuran juga ada. Tapiiii ya itu, efeknya rumah gampang berantakan. 

Apalagi sekarang urusan belanja-belanji termasuk beli mainan mudah banget. Tingal klak-klik klak-klik, jempol digoyang pesanan langsung datang diantar. Alhasil mainan makin numpuk aja di rumah. Hidup di zaman serba digital ini memang penuh kemudahan. Namun bagaimanapun kita harus tetap bijak memanfaatkan segala kecanggihan teknologi. terutama buat ibu-ibu sebagai manager keuangan rumah tangga. 

Siapa sih yang nggak doyan sama gratisan, diskonan, bonus, cashback, dan semacamnya? Belanja di onlineshop itu solusi banget buat saya yang susah keluar-keluar rumah kalau bukan karena urusan yang jadi prioritas. Kebayang nggak sih asyiknya kalau ada mall online yang bisa menghadirkan seluruh marketplace dalam satu tempat? Dan terus nyatanya mall online itu benar adanya lho, Shopback namanya. Sudah pernah dengar kan? 

Belanja di Shopback ini asyik banget. Selain banyak marketplace yang tergabung kaya La**da, b*ib*I, Toko**dia, dan lainnya juga ada fitur cashback yang bikin belanjaan jadi tambah murah. Misalnya kita belanja 240ribu, lalu kita dapatkan cashback 50.000 dari Shopback, jadi ibaratnya kita cuma bayar 190ribu. Buat ibu-ibu sih ini lumayan banget. Dan cashbacknya itu nantinya bisa diredeem masuk ke rekening kita, asyik kan? Jadi di manapun belanja, mau di La**da, toko**dia, b*ib*i, pokoknya pastikan masuknya dari Shopback supaya dapatin cashbacknya. 

Daaaan, supaya mudah cari tahu serta dapatin cashbacknya, jangan lupa tambahkan extention cashback buddy di chrome/firefox/safari kalian. Bagaimana caranya? Gampang banget, tinggal klik di sini. Di zaman serba digital gini, kita harus pintar-pintar manfaatkan teknologi. Sayang banget kalau punya perangkat canggih tapi tidak maksimal dan masih mengandalkan cara konvensional dalam pemanfaatannya. 

Wah jadi panjang deh kalau sudah bahas urusan potongan harga. Hihi … Lanjut. Kemudian teringatlah saya tulisan beberapa teman tentang review bukunya Marie Kondo yang berjudul “The Life Changing Magic of Tidying Up” isinya seputar seni merapikan barang. Soalnya mainan yang berserakan di mana-mana itu selain bikin berantakan juga menimbulkan kesulitan ketika suatu saat anak membutuhkan mainan yang diinginkan. Saya pun sedikit banyak mulai menerapkan prinsip-prinsip yang beliau tuangkan dalam bukunya. Nah berikut adalah beberapa tips yang mungkin bisa kita terapkan agar ruangan tetap tertata rapi dan anak happy dalam bermain: 

1. Berbagi mainan itu indah 

Anak-anak kalau lihat mainan itu bawaannya kaya Emak-Emak lihat baju atau kerudung baru. Pengennya beliiii aja, padahal sudah pernah punya. Alhasil di rumah numpuk. Padahal dari sekian banyak, anak-anak juga tidak memainkan semuanya, kadang untuk beberapa hari belakangan itu-itu terus yang dimainkan. Yang sudah lalu, ya teronggok begitu saja. Nah dari pada semakin menumpuk sementara tempat terbatas ada baiknya kan diberikan kepada yang membutuhkan, bisa kepada tetangga, rumah yatim, atau para korban bencana. Ini sekaligus mengajarkan kepada si anak gemar bersedekah. Namun sebelum melakukannya, pastikan anak paham arti berbagi dan jangan lupa tanyakan mana yang boleh dan tidak untuk diberikan kepada yang lain. Biarkan anak yang memilih dan memilah mana yang masih ingin dimainkan. Namun begitu, kita tetap bantu sortir ya, jangan sampai mainan rusak atau sudah jelek kita bagikan, kalau begini sih mending diperbaiki dulu atau dibuang saja. 

“Wahai orang orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji. (Q.S al Baqarah 267). 

Baca juga : Give More Expect Less

2. Libatkan anak dalam merapikan mainan 

Kadang orang tua enggan melibatkan anak dalam merapikan mainan, karena apa? Menjadi lebih lama rapi karena ada pekerjaan tambahan mengajak, membujuk, dan mendidik. Padahal melibatkan anak dalam hal ini memiliki manfaat yang besar. Selain melatih tanggung jawab anak juga lebih yakin dan percaya diri karena ia tahu di mana ia menyimpan barangnya. Coba saja kita pura-pura lupa di mana menaruh mainan katakan saja Barbie, maka anak yang menyimpan sendiri akan mantap menjawab. Bisa saja dia mengatakan "di lemari paling bawah, aku tau kok, kan tadi aku yang naro". 

Kadang merapikan bersama anak memang memakan waktu lebih lama dan bisa saja Emak jadi makin geregetan karena banyak kerjaan menanti. Menurut salah satu pakar parenting, jawabannya adalah Sabar, namanya juga proses. Di mana ada proses, di situ ada progress. Kita sama-sama tengah menuju itu kok, kemandirian dan tanggung jawab. 

3. Manfaatkan sudut ruang yang kosong 

Adakah ruang-ruang tanggung di rumah yang mengisi sudut ruangan? Biasanya area bawah tangga atau sisi dinding yang asimetris menyisakan sedikit ruangan kosong. Hal ini bisa kita manfaatkan untuk menaruh mainan anak atau mungkin juga sepeda dan mobil-mobilannya. Agar terlihat tetap indah, ada baiknya diberikan penutup pada sisi ruang sisa ini. 

4. Kelompokkan mainan si anak 

Tujuan pengelompokkan ini agar anak lebih mudah mencari mainan yang diinginkan dan sekaligus menjadi media belajar baginya. Baiknya gunakan storage tertutup agar anak tidak mudah tergoda setiap kali melihat mainananya. Storage yang terbuka juga membuat mainan mudah tercecer dan pindah letak. Soal storage mainan ini jadi PR saya banget. Sudah beberapa kali beli namun masih merasa kurang efektif dalam penggunaanya karena ya itu tidak benar-benar disesuaikan dengan mainan yang ada. Kadang selagi ada diskon ya beli saja padahal tidak sesuai ukuran ruangan juga mainan. 

Namun, yang terpenting dari itu semua, ada baiknya kita turunkan sedikit standar ekspektasi terhadap kerapian rumah bila memang memiliki anak kecil yang lagi aktif-aktifnya. Bila memang sudah lelah, istirahat sejenak pun tak masalah. Biarkan si kecil mengeksplorasi lebih rasa ingin tahunya. Prinsip saya, dari pada kecanduan gadget, sibuk dengan mainan jauh lebih baik. Mainan yang berantakan bisa dirapikan, tapi bila hati anak? Tentu kita semua harapkan anak-anak tumbuh dengan jiwa yang sehat dan kuat. 

Tulisan ini tentu menjadi catatan juga buat kita dan saya khususnya, bagaimana menghadirkan kenyamanan dan sekaligus membentuk karakter anak yang bertanggung jawab ke depannya.❤

Thursday, 22 November 2018

Xtreme Park BSD; Tempat Asyik Salurkan Energi Aktif Anak

Jam operasional Extreme Park BSD

Xtreme Park? Mendengar nama ini tuh yang terbayang dalam benak saya ya suatu tempat yang terdapat beragam fasilitas untuk kegiatan-kegiatan ekstrim buat orang dewasa, misalnya Parkour, Wall Climbing, dan semacamnya. Sama sekali nggak menyangka kalau ada satu tempat di Xtreme Park ini yang bisa digunakan untuk anak-anak usia 5 tahunan. 

Xtreme Park ini berlokasi di BSD tepatnya di Jalan Damai Foresta, Desa Sampora, BSD City. Merupakan sebuah taman terbuka yang sangat luas berisi aneka wahana olahraga extreme, mulai yang paling ringan ada jogging track dan bike track. Kemudian ada juga Skate Park, Gokart, Rock and Rope, Paint Ball, Archery, dan Bike Park.
Wahana Rock and rope di extreme park bsd
Rock and Rope; Si anak juga pengen naik ini. "Duuh, Nduuk!"

Waktu itu kami ke sini minggu siang, suasana sepi jadi berasa milik sendiri. #ahseek, hihi ... Tapi memang di ruang terbuka begini enaknya kalau tidak pagi ya sore sekalian sih biar nggak terlalu panas. Kalau kami saat itu meski siang namun cuaca sedikit mendung dan berangin sejuk, sangat nyaman untuk menikmati ruang terbuka ini di tengah hari. Ternyata kalau hari sabtu dan minggu Extreme Park ini buka sejak pukul 06.30 pagi hingga 19.30, namun kalau hari kerja bukanya sore mulai jam 15.00 hingga pukul 20.00 wib. Tadinya kami ingin ke sana sore sih, cuma mengingat cuaca saat ini yang sering hujan di sore hari jadi kami putuskan ke sana selepas makan siang. 

Kesan pertama saya melihat tempat ini tuh, lakik banget. Sempet mikir duh saltum nggak sih ke sini pakai rok, tapi buru-buru kutepislah kan tujuannya nganter anak. Dan ternyata ada keluarga lain juga, malah sang ibu gamisan syari mengantar anaknya latihan. #nggakpenting hehe ...

Baiklah, yang pertama kali kami tuju tentu loket. Kami bilang kalau ingin ke Bike Park. Biaya yang dikeluarkan sebesar 90.000. Nanti kita medapatkan wristband atau gelang berisi saldo 60.000. Gelangnya jangan hilang ya karena bisa digunakan lagi untuk gaya main ke Extreme Park lagi.
harga tiket masuk Extreme Park BSD
Kalau siang ternyata sepi, jadi asyik banget serasa punya sendiri.
Teruuus, hmm nggak usah diceritain kali ya yang kami nyasar, niat ke Bike Park malah menyusuri Bike Track which is kami jalan sudah hampir setengah lapangan extreme park sendiri. Whehee inilah efek kurang memperhatikan petunjuk arah. Pegelnya nggak usah ditanya, anggap aja pemanasan. Heuheuu... Moral of the story-nya adalah penting nih untuk membaca papan petunjuk. Bike Park itu berlawanan arah baget sama Bike Track. 
Naik sepeda di Extreme PArk BSD
Ini dia tempatnya
Fiuuuh... Akhirnya tiba juga dengan cuaca yang semakin mendung. Karena knami tidak membawa sepeda sendiri, jadi kami sewa sepeda anak seharga 20.000 dan masuk Bike Park buat si anak sebesar 40.000, so total dengan pajak 60.000. Ternyata kita diperbolehkan membawa sepeda sendiri. Jadi nanti tinggal bayar tempat Bike Park aja buat latihan anak. Sepeda yang kami sewa memang ukurannya anak-anak banget tapi sayang tidak ada pedalnya atau istilahnya pushback; jadi kaki si anak seperti mendayung jalanan lalu sesekali angkat dan sepeda akan berjalan sendiri. Si anak pasti canggung banget dan sekaligus gregetan karena maunya ngayuh aja. Duuh apalagi lihat kontur jalanannya yang udah menggoda banget untuk dijajahi. Awalnya canggung memang tapi kelamaan mulai menikmati. Dan ternyata ada kompetisinya juga lho pushback ini buat anak-anak.
Taman terluas dengan wahana olahraga extreme
Hwaah, gimana nggak lelah emaknya, si anak minta ditemenin lagiiih..
Bike Park di Extreme Park BSD
Kejar, ayaaaaah!

Alhamdulillah udah main 15 menitan hujan mulai turun rintik-rintik, jadilah kami sudahi dulu dari jatah waktu 2 jam menikmati fasilitas ini. Ngerti banget dengan perasaanya, sebetulnya masih ingin main, namun cuaca kurang mendukung. Atau memang kami harus menyudahi toh masih ada acara lain setelah dari sini. 

Setidaknya sekarang jadi tahu bahwa kita boleh membawa sepeda sendiri demi kenyamanan si anak. Tempat ini cocok banget untuk menyalurkan energi anak yang katanya nggak ada habisnya. Atau mungkin buat kalian sendiri yang mau memacu adrenalin, melepas kepenatan, dan sekaligus menjadi hiburan bersama teman atau keluarga? Whuaa pasti seru banget ya menikmati ini dengan mereka yang juga punya hobi sama.

Buat yang punya anak aktif dan tinggal di sekitaran Tangsel, sesekali perlu dicoba. Tempatnya bersih, kelihatan barunya, dan ada musholla serta food court juga. Soal keamanan, Extreme Park sudah memenuhi standar internasional serta para profesional yang siap mengawasi dan membimbing kita para pengunjung untuk memaksimalkan pengalaman bermain yang aman, nyaman, dan menyenangkan. 

BSD ini bisa dibilang memang banyak tempat hiburan bersama keluarga atau teman. Seperti beberapa waktu lalu ketika kami makan pasta dan pizza di Abuella HQ BSD

Aaah, hujan semakin deras. Kami berlari menuju parkiran. Alhamdulillah seorang satpam berseragam hitam pun berlari menghampiri kami memberikan payung. Terima kasih. Kami meneduh di sebuah lorong yang terbuat dari container yang juga menjadi jalan masuk dan keluar dari Extreme Park BSD. 
"Bun, mau lagi"
"Iya, sabar ya. Lain kali lagi"
Pengalaman singkat namun berkesan banget buat si anak. Sepeda tanpa pedal di jalan yang bergelombang adalah pengalaman baru buatnya. 

Wednesday, 7 November 2018

Menikmati Kelezatan Pasta dan Pizza di Abuella HQ BSD


pasta dan pizza di Abuella HQ BSD

Kamu pecinta aneka pasta? Kalau iya apalagi lokasi kamu nggak jauh-jauh dari Tangerang Selatan, nah wajib banget cobain beragam pasta enak di Abuella HQ BSD. Sebelumnya saya sudah beberapa kali nyobain pizza dan pastanya Abuella yang di BXC. Awalnya sih nggak sengaja karena saat lebaran si solihah ini minta pizza, sementara pizza legendaris berinisial PH yang kami lewati semuanya tutup termasuk yang di BXC. Karena kami juga bosan santan-santanan terus, akhirnya niat nyari juga sampai ke lantai atas mencari pizza dan ketemulah Abuella ini.

Aseliiii, biasanya saya sudah menurunkan standar ekspektasi untuk sebuah rasa makanan di resto pada saat lebaran, tetapi baik pasta maupun pizza di Abuella ini beda, resto ini tetap mampu menjaga kualitas baik rasa maupun kesegaran produknya. Kepincut? Iya lah dan untuk kesekian kali kami mampir ke sini lagi. Waktu itu kami datang setelah anak selesai Rockstar, and you know what di sore itu kesempatan langka banget bisa ketemu owner-nya langsung mba Sandrina Malakiano, yang asli cerdas, baik, dan cantik banget.
pasta di Abuella Halal
cuma 3 kata: Brain, beauty, behaviour 👍
Singkat cerita beliau memberitahu bahwa sudah dibuka juga cabang lainnya di BSD namanya Abuella HQ. Setelah sebelumnya tutup cabang yang di Citos (hiks, padahal lebih dekat ke sini).

Hingga suatu ketika, anak saya ceritanya lagi bagus banget moodnya buat ke dokter gigi. Karena sudah punya langganan drg di BSD kami pun membuat janji dengan dokternya. Alhamdulillah si anak ini benar-benar berani saking beraninya terus saya nggak boleh ikut lihat, hiks. Jadilah dapet kiriman foto sama video aja dari ayahnya. Selama di klinik si ayah ini googling Abuella HQ yang katanya bisa walking distance dari klink gigi ini, whuattt? Ya sudah sebagai kompensasi dan menjunjung tinggi sportifitas kami mengajaknya ke Abuella HQ. 

Ternyata benar tidak jauh. Heran juga tadi kok pas datang nggak lihat tulisannya ya, padahal gede banget, mungkin karena fokusnya ke pintu masuk ruko deh maklum udah janjian, haha ... Abuella HQ ini letaknya persis di seberang pasar modern BSD, tepatnya di Ruko Golden Madrid I No A2-A3, Jl. Letnan Sutopo, Serpong, BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310.

Kesan pertama melihat tampak luar bangunan ini sih "wah", jelas ya karena memakai dua ruko sekaligus. Parkirannya tidak begitu banyak, sepertinya bisa muat sekitar 6 mobil. Teras depannya ada beberapa bangku dan meja kecil, mungkin buat yang merokok tapi nggak mau ke lantai atas. 

Lantai 1
Saat masuk, beberapa staf menyambut hangat kedatangan kami. Di lantai ini ada meja kasir, dapur, dan beberapa meja bundar dengan posisi rendah lengkap bangkunya. Desainnya modern, warnanya cerah, penerangan juga cukup, so ... bisa bikin semangat karena rasanya tempat ini juga cocok untuk bertemu klien. Mata saya tertuju pada sebuah tulisan di dinding stair way to heaven. Saya masih belum mengerti maksudnya. Awalnya saya pikir, lantai 2 atau mungkin roof top adalah tempat yang sangat bagus dan menjadi andalan di Abuella HQ, ternyata .... lanjut yuk ke lantai 2.
Suasana lantai 1.

Lantai 2
Ini area non-smoking, cocok untuk kalian yang membawa anak seperti kami karena ada kids-corner serta ayunan besar di tengah ruangan. Di lantai 2 ini desainnya lebih ke shabby chic. Ada kaca besar menghadap jalanan utama. Sudut lain di ruangan ini juga termanfaatkan dengan baik. Ada bangku panjang berundak-undak dengan dua buah meja bundar kecil di depannya, plus ada beberapa colokan listrik yang kayanya tempat ini cocok juga untuk meeting singkat yang sifatnya informal.
Pemandangan saat pertama kali kaki menginjak lantai 2.
Ada kids-corner, ayunan sebagai pemanis, dan kaca besar melihat traffic
Eaaaa, mau boboan yaaa???

Daaaan saya akhirnya tahu apa yang dimaksud heaven saat di lantai 1 tadi, yaitu musholla. Jadi di lantai 2 ini juga ada tempat solat yang sangat bersih, rapi, luas, dan terpisah tempat wudhu wanita dan pria. Bahkan tempat wudhu wanita juga ada tirainya jadi nyaman banget deh. Oiya jadi ingat, sang pemilik pernah bercerita, beliau nggak mau karyawannya lalai solat karena kerjaan. So, tante Sandrina ini memang sengaja memfasilitasi ibadah karyawannya dengan musholla di restorannya termasuk yang BXC.
Tempat wudhu wanita,bersih dan ada tirainya.
Tempat solatnya luas

Lantai 3
Sorry no pic. Ini merupakan smoking-area. Tidak lama saya di sini karena bau dan asap rokok cukup menggangu bagi pernafasan saya. Segera saya ke lantai yang di atasnya. Masih ada?

Roof Top
Seorang staff menemani saya hingga ke roof top beliau bercerita tempat ini terbuka untuk umum kapan saja selama tidak sedang direservasi. Beberapa komunitas juga pernah memakai tempat ini, salah satunya yang asus tempo hari ya. Desainnya sangat cantik dan feminin.
Salah satu sudut di roof top
Roof Top

Soal fisik bangunan sudah terkonsep banget, seperti toilet yang tersedia di tiap lantainya. 

Cita Rasa
Setelah melihat secara fisik bangunan ini, sekarang soal rasa. Apakah sama ciamiknya dengan desain bangunannya? Kami saat itu memesan Sphagetti Tuna Aglio Olio, Fettucini Carbonara, Pizza Margeritha, Taro frappe, Es Lemon Tea , One scoop ice cream. Overall semuanya uenaaak dan kerasa banget kesegaran bahan-bahannya. Oiya menu di sini nggak cuma pasta dan pizza saja, ada juga sup buntut, nasi goreng, salad, dan lainnya.
Sphagetti Aglio Olio, uenyaaak...
Pesanan si ayah, Fettucini Carbonara
Pas buat rame-rame, cocok untuk anak karena tidak pedas.
Dominan rasa tomat dan keju. 

Untuk pasta Aglio Olio saja kalau biasanya memakai cabe kering di sini memakai cabai rawit segar. Rasa creamy pada fettucini carbonaranya juga lezat dan pas, sementara pizza margarithanya sangat tipis dengan pinggiran yang kriuk dan ini kesukaan anak saya banget. Bagi saya soal rasa 4.8 dari 5. Satu lagi, Taro Frappenya juara, ada tambahan krim sebagai toppingnya, dan manisnya pas.
Mantuuuul Taro Frapenya...
Pricey?
Kalau melihat angka mungkin memang di atas rata-rata, tetapi kalau bicara kualitas rasa dan kesegaran bahan, agaknya Abuella HQ memasang harga yang wajar apalagi dengan tempat yang senyaman ini. Untuk seporsi Sphagetti Tuna Aglio Olio dibanderol dengan harga  IDR 65.000, Fettucini Carbonara IDR 65.000, Pizza Margherita IDR 68.000, Taro Frappe IDR 40.000, Es Lemon Tea IDR 28.000, SIngle scoop ice cream IDR 10.000. Harga-harga tersebut exclude pajak dan service charge.

Halal?
Saat bertemu ownernya langsung ketika di BXC, saya sempat tanyakan ke beliau, jawabannya adalah halal. Dengan tegas beliau mengatakan bahwa semua produknya menggunakan bahan-bahan yang halal. Saat ini Abuella tengah mengurus sertifikasi halal MUI. Kita doakan saja yuks semoga segera terbit sertifikasi halalnya.

So far kami merasa puas makan di Abuella baik yang di BXC maupun Abuella HQ di BSD and we definitely would come back again.