Thursday, 7 March 2019

Celoteh Anak; Dari Yang Gemesin Hingga Bikin Melting


Percakapan ibu dan anak

A'ooooo buibu ... #gayateletubbies 

Apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat ya ... Tiba-tiba saya merasa rindu untuk menulis hal-hal ringan seperti yang pernah saya lakukan saat awal nge-blog dulu. Tulisan receh tapi bisa mendamaikan hati karena tulisannya murni ungkapan hati yang terdalam alis tjurhat! 

Sejak bergabung di beberapa komunitas pengembangan jiwa saya mulai hati-hati dalam memilih kata, karena kata-kata itu kan doa. Jadi, begitu pun ketika menulis saya berusaha menghindari kata yang tidak positif. Alhasil hati pun sungkan menulis hal yang tidak baik meski yang kita alami, pun demikian adanya. Intinya saya mau curhat yang menyenangkan saja sih. 

Baik ketika bangun tidur maupun sebelum tidur, kadang saya suka melakukan cheap talk sama anak. Meski cheap tapi harus berbobot supaya apa yang dia terima dalam otaknya dan terbawa dalam alam bawah sadarnya adalah hal yang baik. 

Biasanya sih sebelum tidur setelah membaca doa dan beberapa surat pendek, saya suka menanyakan bagaimana hari-harinya, bahagia tidak di sekolah? Sayang ayah bunda nggak? Maafin Bunda ya kalau sempat bikin sedih, kalau galak, dan sebagainya. Terus kalau sudah begini dia pun ikut minta maaf, nggak jarang juga matanya berkaca-kaca dan lalu bilang, "aku nggak mau mimpi buruk". Kalau dia bilang begitu, saya langsung jawab, "Makanya Alin nurut Bunda ya, rajin solat, ngaji, sayang Ayah Bunda." Dia pun manggut-manggut sambil kita pelukan. Cocuitt... 

Tapi kadang juga dia suka berceloteh yang kita nggak duga-duga. Antara anak ini tuh ya memang semakin pintar artinya logika berpikir kritisnya makin terasah atau ya mau ngerjain bundanya aja. Dan ini yang bikin gemesh ... Kaya misal dalam suatu perjalanan di dalam mobil saya sedang menyuapi anak saya, kami berbincang-bincang santai ...

#jangandipaksa

Anak : "Bun, kan kalau nggak mau jangan dipaksa ya?"

Bunda : "Iya dong sayang, nggak boleh kita memaksa-maksa orang ya".

Anak : "Bun, aku nggak mau makan sayur, jangan dipaksa ya?" Dengan ekspresi nyengirnya yang tahu Emaknya bakal teriak.

Bunda : "Whuaaat? Kalau itu harus dipaksa. No No No! Arrrrghh, gemesssh!"

Wkwkwk langsung Emaknya nggak tahan mau cubit pipinya. Mungkin dalam hati dia bingung juga, ini Emak gw kok gak konsisten sih, katanya nggak boleh maksa, tapi giliran gw nggak mau kok dipaksa. Wew! #kidsjamannow 

Ada lagi satu cerita yang gemesin juga. Jadi saya emang suka bilang "iiiiih" kalau dia minta pipis saat saya lagi repot, misal: lagi makan atau bersihin udang, atau packing paketan, atau baru rebahan. Dalam suatu kesempatan di sebuah swalayan middle low, dia bilang begini:

#janganbilangiih

Anak : Bun, sini aku bisikin. Tapi janji jangan bilang iiih ya.

Bunda : Iyah, apa?

Anak : Aku mau pipis, heee ...

Bunda : iiiih .... (Kan kelepasan juga) sambil pasang muka sebel karena biasalah wc swalayan itu kan nggak nyaman banget. Sementara dia nyengir-nyengir karena tahu Emaknya nggak akan marah. Karena ya emang sih saya pernah bilang, kalau mau pipis jangan ditahan ya, meski lagi main!

Anak : Kan janji nggak pake iiihh Bundaaaa...

Oke 1-0! Kamu menang! Hakhakhaaaak. Okeskip! 

Saya rasa anak ini memiliki sifat campuran ayah bundanya, buangettt. Ada sisi melankolis dari saya dan plegmatis dari ayahnya. 

Ini ada salah satu adegan di mana sisi melankolisnya dia muncul. Waku itu saya baru saja selesai bebersih.

#celotehsimelankolis

Bunda : Brrrr .... Liiiiin, Bunda kedinginan nih.

Anak : Oh, iya sebentar ...

Tiba-tiba dia mencari bangku, geser ke tembok, dia naik bangku, daaan mengambil remote AC.

Bunda : Kamu mau ngapain, Sayang?

Anak: Mau matiin AC biar Bunda nggak kedinginan.

Ya Allah, solehah ya neng... Emak terharu banget punya anak cewe perhatian gini. Terus kita pelukan deh, hihi ... Tapi nggak jarang juga, kalau isengnya muncul nih bukannya dimatiin tapi tambah diturunin suhunya, aseliiiiik demen banget bikin Emaknya teriak-teriak... Heuheuuu receh banget kadang hal kaya gini aja udah bisa bikin dia ketawa cekikikan nggak berhenti-berhenti.

Dan ini salah satu adegan lagi di mana sisi plegmatisnya muncul. Orang plegmatis itu cinta damai, makanya disukai banyak orang dan bisa masuk atau bergaul ke mana saja. Sayangnya kalau belum menjelang deadline belum dikerjain tugasnya. Wew!

#celotehsiplegmatis

Ayah : Yah, Bun. Maaf, ayah tadi lupa, makan daging paha.

Bunda: Iiih, Ayaaaah. Udah tahu Bunda nggak suka daging dada! Kenapa dimakan siiih? 

Ayah : Maaf, ayah lupa. Maaf yaa, Bundaaa.

Anak : Nggak apa-apa Bunda, kan nanti bisa beli lagi. Ini sama aja kok.

Ya Allah, antara masih kesel sama ayahnya, tapi ini anak udah cakep banget sikapnya. Oke ya, Yah! Saved by Alin ini sih. Dan akhirnya saya belajar arti menerima. Huwaaah... Antara malu dan terharu ini anak belajar dari siapa sih? 

Satu lagi ya, ini adegan yang bikin Emaknya GR ruarbiasaah... 

#celotehpagi

Srat srot srat srot .. suatu pagi, anak ini bangun pagi banget. Jam 4 dia sudah gelisah, akhirnya terbangun dan gak bisa tidur lagi. 
Saat itu saya dalam posisi duduk dan si anak sedang tiduran, kami bercakap-cakap saling menatap satu sama lain. Beginilah percakapannya. 

Bunda: Alin mampet ya hidungnya?

Anak : iya sambil mengangguk dan tetep srat srot srat srot

Bunda : yang mana yang mampet? Kanan/kiri? 

Anak: yang ini, sambil nunjuk lubang hidung kiri

Bunda : Ya udah bobonya madep kanan biar ga mampet (sambil saya ngebantu dia miring kanan)
Tiba-tiba si anak bilang begini ...

Anak: Yang kanan yang mampet.

Bunda : Ya sudah kalo gitu madep kiri biar gak mampet. Sambil mencoba bantu miring kiri

Anak : tiba-tiba dia bilang lagi, kalau yang madep Bunda yang mana?

Bunda : 😍😘😬

Sumpah speechless. Saya geer buibuu, kesenengan, mau terbang... Wkwwk.. akhirnya saya ikut tiduran lagi supaya kita tetap bisa berhadapan. Hahaha mungkin dia bingung ini kok nggak ada pose yang madep Bunda gw sih. 

Dunia anak-anak memang lucu dan menggemaskan ya, dia kadang bisa lebih bijak dari kita yang dewasa. Saat kita marah, dia diam bahkan tetap bisa bersikap baik ke kita, nggak jarang malah dia yang minta maaf. Kalau sudah begini jadi merasa bersalah sudah ngomel-ngomel apalagi kalau pas lihat dia tidur. Heuheuuu ... 

Anak-anak itu nggak ada yang nakal sebetulnya, bisa jadi orangtua yang kurang sabar menangani anak yang aktif dan kreatif, atau bisa jadi kita yang memberi contoh hal-hal yang dilakukannya tersebut? Heuheuuu ... Jangan deh ya! 

Sama juga halnya, tak ada anak yang ingin show-off. Anak-anak kecil mengenalnya konsep enak-tidak enak, bahagia-tidak bahagia. Jadi saat anak-anak usia 4-5 tahun bercerita aku punya ini dan itu sebetulnya anak hanya ingin berbagi kebahagiaan pada temannya. Hargai saja keberaniannya bercerita dan mengungkapkan pendapat. Dan dari situlah anak-anak kita juga bisa belajar bagaimana ikut senang ketika orang lain atau temannya senang. Namun seiring waktu perlu juga bagi kita menanamkan dalam dirinya mana hal-hal yang layak dishare, mana yang tidak. 

Membangun karakter akhlakul karimah itu memang nggak bisa instan. Tak bisa dikejar dengan les-les tambahan, beda dengan kecerdasan kognitif. Dan kini di tengah kemajuan teknologi yang semakin liar, kita butuh banget support dari lingkungan termasuk sekolah untuk mewujudkan ini (akhlakul karimah). 

Harapan saya sih sederhana, ingin anak bahagia dan penuh kesadaran mengimani Allah Swt sebagai Rabbnya, Rasululloh Saw sebagai utusanNya, hormat kepada ayah bundanya, dan baik budi pekertinya. Adakah sekolah yang sejalan dengan prinsip saya? Kalau ada sekalian info dong buibu sekolah SD yang bagus wilayah Jakarta Selatan khususnya Lebak Bulus, Ciganjur, dan sekitarnya #seriusnanya 




Tuesday, 26 February 2019

Peran Ibu dalam Membangun Peradaban Disarikan dari Kajian bersama Ayah Irwan Rinaldi


Jujur awalnya saya menuliskan ini sebagai ladang membagikan ilmu dan mengisi blog. Lantas seorang teman dalam suatu postingannya mengingatkan begini, kalau kita bertanya ke anak, "tadi di sekolah belajar apa?" dan ia menjawab "tidak tahu", respon kita biasanya gimana? Gemes gemes gimana gitu kan?

Seandainya pertanyaan yang sama dilontarkan oleh anak kepada kita, "Bunda, tadi apa isi kajiannya?" Terus kita jawab, "tidak tahu". Kira-kira gimana ya reaksi anak? @$&#?/! 

Okelah intermezzo aja sih, intinya semoga kita bisa menangkap ilmu dengan baik setiap yang mengalir pada kita ya. 

Alhamdulillah wa syukurillah, bisa kembali hadir di kajian bulanan Sekolah Citra Alam Ciganjur Jumat (22/02) lalu, bersama ayah Irwan Rinaldi yang mengangkat tema "Peran Ibu dalam Membangun Peradaban". 

Acara yang berlangsung pukul 09.00 pagi ini cukup ramai dihadiri para orangtua murid, khususnya ibu-ibu. Seperti biasa, selain mengisi lembar kehadiran tidak lupa membawa beberapa snack sumbangan dari beberapa kelas untuk menemani menyimak kajian. Jujur saja, ini salah satu hal yang membuat semangat karena makanannya enak-enak, humm... yummy!
Kajian bulanan
Pakai potluck gini memang lebih enak dan meringankan.

Tak lama kemudian, acara pun dimulai. Dibuka oleh MC, lalu pembacaan ayat suci Alquran kemudian sambutan dari Ibu Roisantunnisak selaku ketua yayasan, barulah selanjutnya memasuki acara inti. 

Ayah Irwan yang enggan dipanggil ustadz ini tampak begitu santai membuka kajian ini. Beliau bercerita bahwa kalau punya anak laki-laki rujukan kita adalah kepada keluarga Nabi Ibrahim as. Kalau kita mau masukan sekolah untuk si anak laki-laki, patokannya adalah bukan fasilitas, namun mampukah sekolah bantu mendidik anak laki-laki kita menjadi "Ismail" kita. 

Penting bagi orang tua untuk memiliki pola pendidikan terutama sesuai tuntunan agama. Misalnya saja ketika membangunkan anak tidur, tidak boleh ada yang terdengar pertama kali ketika anak bangun tidur, selain kalimat thayyibah. 
Pastikan ketika anak bangun tidur pertama kali yang ia dengar adalah kalimat thayyibah.

Ayah Irwan menuturkan bahwa menurut penelitian, kalimat thayyibah mampu mempercepat gerak synaps pada otak kanan dan kiri menjadi 1.8juta/detik. Masya Allah! Jadi, kalau bangunkan anak jangan dari jarak jauh ya. Meski Bunda sedang masak, ketika waktunya bangun solat subuh bangunkan dengan kalimat-kalimat yang baik. 

Kalau tadi anak laki-laki rujukannya adalah keluarga Ibrahim, yakni menjadi "Ismail", maka kalau anak perempuan rujukannya adalah ayahnya. Strong father, strong daughter. Bagi Bunda-Bunda, cek bagaimana hubungan suami dengan Allah, karena parenting semuanya bergantung pada ayah. Dalam sebuah keluarga ayah adalah tiangnya, jadi harus kuat untuk bersandar. Tugas Bunda adalah mengingatkan suami pada Allah. 

Pengasuhan usia 0-7/8 Tahun 


Dalam rentang usia 0-7/8 tahun, usia terbaiknya adalah usia sapih 0-2.5/3 tahun. Di usia ini anak bisa menyimpan hingga 6000 kata perharinya. Maka, prioritas utamanya bagi Bunda adalah memperbaiki bacaan Alquran. Ketika kita tanamkan ayat-ayat Quran berapa banyak ayat yang tertanam dalam subconsciousnya (alam bawah sadar). Khatamkanlah Alquran banyak-banyak dalam telinganya. Penelitian menjelaskan ingatan ini bisa bertahan hingga 10 tahun. 

Di usia ini juga sebisa mungkin pertahankan menggendong anak dalam keadaan berwudhu. Wudhu adalah kondisi suci. Kalau ingat cerita Nabi Yusuf as ketika dia dalam kondisi terdesak digoda oleh wanita lalu ia menoleh ke dinding, maka wajah siapa yang kemudian terbayang? Ya, wajah ayahnya. 

Ayah dan Bunda sering-seringlah ajak anak berkomunikasi. Jangan kebanyakan diem, karena anak butuh banyak kosakata. Bicaralah dengan bahasa yang baik dan benar, bukan "atit, "mamam", piyut". Misal: "Adik, mengapa menangis?" Orang lain bilang, anak kecil kok diajak bicara sesuai EYD gitu. Nggak apa-apa. Kalau Allah saja memberikan yang terbaik pada kita, mengapa kita tidak memberikan yang terbaik pada amanah (anak) yang sudah diberikanNya. 

Inilah ibu sebagai mujahidah. Bersungguh-sungguh dalam merawat, mengasuh, dan mendidik anak-anaknya dalam ketaatan pada Allah Swt. 

Pengasuhan usia 7-15 tahun 


Pada anak laki-laki reverse pengasuhan pada ayah. Lihat bagaimana khawatirnya, takutnya, serta bahagianya ayah. Jangan sampai ayah ada secara fisik namun ayah tiada secara batin. Di usia ini anak sedang melihat bagaimana reaksi ayah menghadapi sesuatu. Anak akan mengcopy-paste apa yang ayah lakukan. Berhati-hatilah dengan apa yang ayah pertontonkan pada anaknya , karena nanti kelamaan bisa menjadi perilaku, kemudian menjadi kebiasaan, lalu menjadi akhlak, dan lebih dari 18 tahun menjadi kepribadian. 

Di sekolah juga penting memiliki guru laki-laki, ada 4 guru yang harus ada laki-lakinya, yaitu guru olahraga, guru agama, guru kesenian, dan satu lagi maaf lupa, heuheu ... 

Mengapa penting ada guru laki-laki? Karena di usia ini "full of fathering moment". Setidaknya kalau di rumah kurang fatheringnya jadi agak tertolong ketika di sekolah memiliki guru-guru ini. 

Guru laki-laki pun periksa bagaimana dia bersikap. Ketika anak ikut futsal, kemudian menendang bola tidak masuk dan anak mundur karena sedih, maka tugas guru olahraga di sini bukan sekadar membetulkan teknik. Guru olahraga ini harus mampu melihat kalau anak bermain bola proses apa yang membuat anak jadi dewasa. Dalam hal ini katakan, "keberhasilan itu tak pernah datang dalam sekali coba, maka terus lakukan, terus berusaha." 

Kalau anak perempuan di usia ini dia mengcopas bagaimana ayah memperlakukan ibunya. Kalau ayahnya baik, bertanggung jawab, insya Allah tidak ada masalah dalam rumah tangganya ke depan. Bilang pada suami ajarkan kelaki-lakian, bagaimana khawatir, takut, dan bahagianya ayah. 

Anak perempuan harus diakrabkan pada 4 keterampilan yang ada di 4 perempuan hebat, yakni: Khadijah binti Khuwailid, Asiyah (istri Firaun), Fatimah binti Muhammad SAW, dan Maryam binti Imran. 

Maryam binti Imran : Ajarkan anak agar kelak mengerti bagaimana ia menghebatkan anaknya. Kalau pagi-pagi tanya, " Adek sudah siap belum untuk sekolah? Bentonya mana? Botol minumnya mana? Tasnya mana?" 

Fatimah binti Muhammad SAW: Ajarkan anak agar kelak ia mengerti bagaimana menghebatkan orangtuanya. Pada usia SD biarkan anak-anak yang mencuci piring supaya motorik halusnya terlatih agar kemudian kelak ketika ayah bundanya sakit tangan anak luwes, bisa mijit bundanya. Ajari anak menyiram bunga, ajak anak memberi makan kucing sambil dielus-elus. 

Khadijah binti Khuwailid: Ajarkan anak agar kelak ia tahu bagaimana menghebatkan suaminya. Ayah Irwan menuturkan kalau di sekolahnya anak laki-laki dan perempuan masuknya beda. Yang laki masuk lebih dulu memeriksa pagar, setelah itu anak perempuan baru datang. Yang anak laki-laki bilang, "Wahai anak perempuan, aku dan teman-teman sudah memeriksa pagar, insya Allah kalian aman." Yang anak perempuan menjawab, "Terima kasih rijalku". Perempuan diajarkan untuk menghormati laki-laki. Kalau kecilnya terlatih, kelak ketika menjadi istri pun insya Allah patuh pada suami. Meski penghasilan istri 30 juta dan suami 10 juta, kalau punya jiwa menghormati maka istri pun akan menurut ketika diminta katakanlah membuat teh dan bukan menjawab yang menunjukkan dirinya juga sibuk dengan pekerjaanya. 

Asiyah (istri Firaun): Ajarkan anak agar kelak ia tahu bagaimana menghebatkan orang lain. Bukan jadi follower tapi jadi leader. Ketika ada yg ngajak nonton "yuk!", "nggak!" Bisa mengatakan tidak untuk sesuatu yang tidak baik. Hal ini tidak instan setidaknya butuh waktu 7 tahun untuk menerapkan ilmu ini.

Loving; Cintai Diri Sendiri, Cintai Ibunya Anak-Anak 


Hutang pengasuhan --> deposit 0-15/18tahun.
Jadi begini, usia 0-15 tahun anak butuh cinta yang banyak, ketika ia tidak mendapati ini di usianya, artinya ia memiliki hutang pengasuhan dari orangtuanya. Ciri anak yang memiliki hutang pengasuhan adalah anak tumbuh sulit peduli pada orang lain, termasuk sulit mengatakan terima kasih. Itulah sebabnya jangan main-main dengan anak usia 0-15 tahun. Contoh lain, ada istri sudah nyiapin makanan dengan beragam makanan, komplit banget, sampai itu makan habis suami diam saja, setelah itu istri bilang, "Bang kamu gak mau bilang apa gitu ke aku?" Qiqiqi... Nah ini jangan sampai kita memiliki hutang pengasukan lagi ke anak ya. 

Coaching; Amanah Pertumbuhan 

Ini adalah amanah untuk pertumbuhannya. Jangan sampai ayah bunda membawa harta haram ke rumah, termasuk jaga makanan yang masuk, pastikan itu halal.

Demikianlah kajian kali ini. Jadi intinya didiklah anak-anak kita dengan pola pendidikan dan pengasuhan yang tepat. Mohon maaf untuk yang tidak tersampaikan, wassalamualaikum wr wb.

Tuesday, 19 February 2019

10 Hal yang Perlu Diketahui Saat Demam

Penanganan Demam pada anak

Selama saya bekerja di Puskesmas (((dulu))), demam adalah salah satu keluhan tersering yang saya terima dari sekian buanyak pasien yang datang. Ada yang baru sehari, ada yang sudah seminggu, ada yang sudah kejang baru datang. Sebetulnya bagaimana sih penanganan demam yang tepat pada anak? 

Demam itu apa ya?

Dalam dunia kedokteran demam dikenal juga dengan istilah febris. Demam atau febris adalah peningkatan suhu tubuh manusia di atas normal. Normalnya suhu tubuh manusia berkisar antara 36.5-37.5 Derajat Celcius (DC). Nah di atas 37.5 DC ini sudah masuk kategori demam. 

Di mana mengukur suhunya?

Jadi tentu saja kita harus memiliki termometer agar tahu dengan persis berapa suhunya. Jangan andalkan pemeriksaan dengan perabaan tangan untuk mengukur suhu ya, tetap harus kita kroscek dengan termometer. Ada empat lokasi pengukuran suhu tubuh manusia yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Oral/mulut

Pengukuran dilakukan di dalam mulut tepatnya di bawah lidah karena daerah ini banyak terdapat mukosa.

2. Rektal/anus

Hasil pengukuran suhu di rektal memang lebih reliable namun kurang nyaman dilakukan. 

3. Aksila/ketiak 

Pengukuran suhu di aksila memiliki beberapa keuntungan, antara lain: aman, bersih dan mudah dilakukan. Namun juga memiliki beberapa kekurangan yaitu kurang akurat karena diletakkan di luar tubuh. Pastikan saat mengukur suhu di aksila, termometer langsung dihimpit pada lipatan ketiak dan tidak terhalang oleh baju.

4. Otik/telinga. 

Kalau ini cara yang sering saya lakukan karena cepat dan mudah. 

Kebanyakan masyarakat kita memilih area oral, aksila, dan otik karena memang mudah pengerjaannya dan hasilnya pun cukup akurat. Ada beberapa termometer yang bisa kita gunakan, mulai dari:
1. Termometer raksa; namun kini sudah mulai dilarang penggunaannya mengingat efek dari merkuri yang membahayakan
2. Termometer digital; jenis ini umum digunakan karena selain mudah, harganya juga terjangkau. Ingat, jangan gunakan temometer ini pada mulut dan anus bersamaan. Sebaiknya miliki dua termometer dan beri label mana yang untung mulut dan anus.
3. Termometer telinga; jenis ini menggunakan infrared pada ujungnya, harganya di atas rata-rata. Cara penggunaannya mudah, tekan tombol on/off dan arahkan ujung termometer pada permukaan lubang telinga, jangan terlalu dalam ataupun terlalu jauh. Pastikan telinga anak sedang tidak infeksi.
4. Termometer dahi; cara kerjanya mirip dengan termometer telinga yaitu menggunakan sinar infrared.
5. Termometer empeng; biasanya untuk bayi namun hasilnya juga tak begitu akurat karena biasanya anak/bayi sulit menahan posisi untuk beberapa saat.

Mengapa bisa demam?

Salah satu tanda kebesaran Allah Swt dalam penciptaan tubuh manusia adalah sistem termoregulasi (pengaturan suhu). Suhu tubuh kita diatur oleh mekanisme susunan saraf, biokimia, dan hormonal dengan pusat pengaturannya yang berada di otak tepatnya di hipotalamus anterior. 

Suhu tubuh yang normal sangat diperlukan demi kelancaran aliran darah dan menjaga agar reaksi kimia tubuh dapat berjalan dengan baik. Namun adakalanya tubuh perlu meningkatkan suhu sebagai respon dan bentuk pertahanan tubuh dari mikroorganisme yang masuk. Jadi sebetulnya demam bukanlah penyakit melainkan gejala yang menyertai suatu penyakit. 

Berawal dari adanya mikroorganisme patogen (virus, bakteri, parasit) yang masuk dalam tubuh dan menginvasi jaringan. Mikroorganisme tersebut kemudian mengeluarkan toksin yang mengakibat kan jaringan meradang sehingga timbullah inflamasi. Akibatnya tubuh pun mengeluarkan alat-alat pertahanannya yaitu monosit, makrofag, dan sel kuppfer untuk melawan/memakan (fagositosis) mikroorganisme serta jaringan yang telah terinflamasi tersebut. Dan si alat-alat pertahanan tersebut juga akan mengeluarkan toksin atau Pirogen Endogen (IL-1, IL-6, TNF alfa dan IFN) yang bekerja pada termoregulasi hipotalamus untuk meningkatkan pasokan termostat.
Penyebab demam

Hipotalamus telah memiliki set point untuk suhu tubuh kita yaitu di kisaran 37 DC. Sebetulnya demam ini menguntungkan karena tubuh tengah berupaya melawan infeksi dengan caranya sendiri. Namun, kenaikan suhu yang terlalu tinggi (di atas 38.5 DC) dapat menyebabkan seseorang merasa tak nyaman, aliran darah cepat, jumlah darah untuk mengaliri organ vital (jantung, paru-paru, otak) bertambah sehingga aliran darah ke ekstremitas (kaki dan tangan) dikurangi, akibatnya ujung kaki/tangan teraba dingin. 

Nah supaya tubuh tidak semakin panas, maka kita harus mengeluarkan panas ini, bagaimana caranya? Dulu waktu kecil saya suka menyerupt teh manis panas kala pagi. Kata ibu saya, kalau mau cepat adem, tuang di pisin. Saya pun melakukannya dan yeap tidak butuh waktu lama teh yang semula panas berangsur mulai hangat dan kemudian menjadi adem. Mengapa? Karena permukaan penguapan menjadi lebih lebar sehingga derajat panas teh bisa cepat turun.  Begitu pun dengan tubuh kita, namun tubuh kita kan tidak bisa melebar jadi apa yang bisa dilakukan? 

Yang bisa kita lakukan adalah berdoa... hehe ya lah... berdoa saat sakit itu insya Allah mustajab. Oke-oke setelah berdoa lalu apa? Jangan lupa afirmasi positif supaya tubuh mengaktifkan sel-sel agar pulih dan bekerja optimal. Setelah itu kita upayakan tubuh untuk mendinginkan dirinya dengan cara bantu lebarkan pori-pori serta otot pembuluh darah atau istilahnya vasodilatasi. Makanya saya kalau anak lagi demam dan sudah keringetan rasanya lebih tenang karena panas tubunya sedang keluar. Namun begitu supaya tidak dehidrasi kita harus banyak minum air putih. Air putih ini juga bermanfaat untuk menurunkan panas tubuh. 

Tak hanya itu bantu kondisi eksternal agar tercipta suasana hangat, mengapa? Susana yang dingin akan membuat pori-pori dan pembuluh darah mengecil akibatnya panas tertahan di dalam tubuh dan timbullah menggigil. Maka matikan AC/kipas angin, pakaikan selimut, kaos kaki, serta baju longgar yang menyerap keringat.

Selanjutnya, minumkan obat penurun panas, boleh paracetamol, boleh ibuprofen namun ibuprofen kurang baik untuk penderita maag, jadi bila ingin berikan ibuprofen baiknya setelah makan. 

Berikut saya berikan dosis paracetamol dan ibuprofen agar ibu-ibu bisa berikan sendiri obatnya ya:

Parasetamol : 10 mg/kgbb (kilogram berat badan) berikan tiap 6 jam.

Contoh: Ada seorang anak berusia 6 tahun dengan berat badan 20 kg, mengalami demam sejak 1 hari yang lalu. Maka dosis paracetamol yang bisa diberikan padanya adalah 10 mgx20kg yaitu 200mg. Biasanya dalam sebuah obat sirup sediaan yang tersedia adalah 120mg/5ml setara dengan 1 sendok obat. Maka kalau yang dibutuhkan 200mg, jangan berikan 1 sendok obat karena kurang. Jadi berikan saja 1.5 sendok obat, kan kelebihan? Gak apa apa kalau cuma sedikit karena paracetamol ini range dosis terapetiknya cukup lebar. 

Jadi penting untuk memperhatikan kemasan berapa mg kandungan paracetamol tiap sendok obatnya. 

Kapan harus menemui dokter?

Apakah demam kondisi yang membahayakan? Bisa ya bisa juga tidak. Saya akan bahas dulu kondisi-kondisi di mana orang tua harus meminta perhatian medis kala anaknya demam:

1. Bayi di bawah 6 bulan
2. Demam di atas 40 DC
3. Kejang 
4. Tampak sangat sakit, lemah, dan sulit bangun
5. Leher kaku, sakit kepala, ruam kemerahan, muntah-muntah, atau diare
6. Demam tidak berubah lebih dari 2 hari
7. Nyeri perut
8. Sulit bernafas
9. Menangis terus-menerus atau lebih rewel dari biasanya.

Bila orangtua, menemui anak atau juga orang dewasa dengan salah satu atau beberapa kondisi di atas baiknya segera temui dokter. 

Apakah perlu antibiotik? 


Demam yang disebabkan oleh virus biasanya bersifat self-limiting disease atau dapat sembuh sendiri, meski begitu tetap berikan banyak cairan serta banyak istirahat. Jangan terburu-buru memberikan antibiotik! Penggunaan antibiotik yang tak rasional/serampangan dapat menyebabkan resistensi. Maksudnya serampangan? Tidak melihat penyebab dan tidak menuntaskan pemakaian antibiotik.

Antibiotik biasanya tidak diperlukan bila demam baru berlangsung bahkan hingga 2 atau 3 hari. Namun bila sudah lebih dari 3 hari dan demam tak kunjung turun, carilah pertolongan medis. Dokter biasanya menyarankan pemeriksaan laboratorium atau bila sudah jelas penyebabnya misal bakteri, maka dokter akan memberikan antibiotik. 


10 Hal tentang Demam

Ingat, yang penting jangan panik ketika anak atau anggota keluarga yang lain demam. Demam adalah bukti tubuh sedang berusaha melawan "benda asing". Selalu sedia termometer di rumah, demam adalah bila suhu tubuh di atas 37.5 DC. Awasi tanda-tanda dehidrasi, mulut dan kulit kering, lemah, rasa melayang, urine sedikit atau berwana kuning tua. Ketika demam berikan banyak cairan terutama air putih. Bila masih bayi, maka susui sesering mungkin. Beri kenyamanan pada anak, misal anak tidak mau makan nasi dan minta roti, berikan roti. Anak yang demam boleh mandi, mandilah dengan air hangat, jaga ruangan agar tidak terlalu dingin maupun panas, kenakan baju yang longgar. Obat penurun panas seperti paracetamol bisa diberikan untuk memberi kenyamanan pada anak saat suhu di atas 38 DC. Awasi tanda darurat, yaitu demam tinggi lebih dari 3 hari, demam di atas 40 DC yang tidak turun dengan obat, ada tanda dehidrasi, serta demam dengan gejala penyakit lain. Jika ada salah satu tanda darurat, segera temui dokter.
Demam perlu banyak cairan


Semoga pembahasan seputar demam ini mencerahkan ya. Bila ada pertanyaan dan atau request artikel selanjutnya seputar kesehatan boleh di kolom komen yaaa ...  Stay healthy stay happy!

Wednesday, 6 February 2019

Mendidik Anak di Era Milenial; Disarikan dari Kajian Bersama Ust. Bendri Jaisyurrahman

Bagaimana menjadi orangtua zaman now


Alhamdulillah wa syukurillah, kamis (24/01) lalu saya bersama para orang tua murid Sekolah Citra Alam  Ciganjur berkesempatan menghadiri kajian seputar parenting bersama Ust. Bendri Jaisyurrahman. 

Acara yang dimulai pukul 09.00 pagi ini mengangkat tema "Mendidik Anak di Era Milenial." Meski cuaca sedikit mendung dan sempat dihiasi rintik hujan namun tak menyurutkan langkah para jamaah untuk menghadiri kajian. Seperti halnya saya yang datang tak lama setelah dilakukan pembukaan oleh MC dan doa oleh ibu Roisantunnisak selaku ketua Yayasan Sekolah Citra Alam. 

Di era yang semakin maju ini, banyak sekali tantangan yang dihadapi baik oleh anak maupun orang tua. Nah oleh karenanya penting bagi kita terus menimba ilmu seputar parenting, karena sesuai sabda Rasululloh SAW: 
"Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian". 
Dalam kesempatan ini Ust. Bendri menuturkan tidak sedikit anak yang mulai menjaga jarak dari orang tua. Meski rumahnya sudah nyaman, mewah, banyak hiasan, tanaman, namun sayangnya anak justru tak betah di rumah. Kalaupun betah cenderung menghindar dari orangtua, hanya spot tertentu yang disukainya yaitu (((kamar))). Nah inilah, ketika mulai memasuki rimba alam raya dengan segala macam godaan nafsu syahwat dan duniawi di masanya yang merusak moral seperti: peredaran narkoba juga seks bebas yang semuanya itu masuk melalui sosial media. Sosial media??? Kok bisa?

Ust. Bendri memaparkan bagaimana cara kerja pelaku melalui media sosial mengintai para calon korban yang kebanyakan adalah usia remaja. Kalau di luar negeri para pelaku kejahatan terhadap anak dan remaja, mereka justru diwajibkan mengikuti workshop parenting selama minimal 3 hari. Agar apa? Agar mereka mengerti bagaimana menaklukan korban. Kalau dalam istilah hewan peliharaan disebut grooming, nah ini sama seperti itu, bagaimana menaklukan anak agar jinak dan menurut seperti hewan peliharaan. Mereka masuk ke media sosial dengan memasukkan hashtag. Apa hashtagnya? #galau, #kzl, #gj, #bete, dan semacamnya.

Mulailah si pelaku membuat akun palsu yang disukai anak muda, yaitu fun, asik, tapi baik. Kalau targetnya anak perempuan, maka mereka membuat akun palsu dengan profil picture cowok ganteng, status quote, motivasi, hadist, seolah ingin mengesankan tampang Korea hati Mekkah. Ketika sudah dirasa cukup dengan postingan yang ada, maka si laki-laki mulai aksi request pertemanan yang menjadi pintu masuk segala modusnya. Kira-kira kalau melihat feed seperti itu akan ditolak tidak ya? Rasa-rasanya kecil kemungkinan menolaknya. Dan saat sewaktu-waktu si calon korban update status, "#kzl, #galau, dan sebagainya" mulailah si pelaku merespon, "Innallaha ma'ashobirin". Berlanjutlah menjadi sebuah komunikasi yang terjalin secara intens.

Begitu si calon korban sudah masuk perangkap maka mulailah si pelaku menjalankan segala aksinya. Karena salah satu buah pengasuhan adalah trust yang merupakan bagian dari safe, secure, and trust. Dan ciri sebuah trust/rasa percaya adalah curhat. Mengapa ini bisa terjadi? Ya, ini semua bermula dari ketidakmampuan bagaimana menjadi orangtua di era milenial. 

Generasi Milenial

Generasi milenial menurut para ahli merupakan mereka yang lahir pada awal tahun 1980an dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahirannya. Generasi ini identik dengan internet bahkan saking akrabnya, internet bukan lagi menjadi gaya hidup melainkan bagian dari hidup. 

Orangtua zaman now kadang menjadikan gawai sebagai penyelamat sekaligus perusak, apa pasal? Kalau orangtua zaman dulu meski tak paham ilmu parenting namun dengan segala keterbatasan yang ada bila mengetahui anaknya menangis, respon utamanya adalah menggendong, memeluk, timang-timang, hingga bermain cilukba. Meski tangisan tidak serta-merta terhenti, namun anak merasa nyaman, bonding ibu dan anak pun semakin erat dan kuat.

Beda dengan orangtua zaman now kebanyakan, yang biasanya mengandalkan gawai untuk mengalihkan tangisan serta kebosanan anak. Akhirnya lama-lama anak memahami bahwa ketika aku sedih ada handphone yang menemani, ketika aku menangis ada upin-ipin yang menghiburku, ketika aku bosan ada games di tab yang menghalau rasa bosanku. 

Hingga kemudian banyak orangtua yang kemudian stres ketika anaknya sudah besar, karena apa? Karena saat anaknya masih kecil tidak mau repot, sehingga ada kerepotan yang harus dibayar ketika anaknya sudah besar. Itulah yang menjadi PR orangtua zaman now, "tidak mau repot!" Repot adalah bagian yang tidak mungkin kita hindari. Allah kasih tahu, silakan engkau repot saat anak kecil agar engkau ongkang-ongkang kaki saat anak besar. Atau silakan ongkang-ongkang kaki saat anak masih kecil, maka tanggung repotnya saat anak sudah besar. Repot adalah karunia Allah. Mengasuh anak memang repot maka hadiahnya surga. Maka repotlah seperti hajar yang bolak-balik mencari air.
Seminar parenting mendidik anak

Ciri Generasi Milenial

1. Fasih teknologi

Kita merasa sudah melek teknologi? Jangan GR ya buibu, anak zaman now jauh lebih pintar kalau soal teknologi. Ibu mungkin sudah menerapkan hal ini: cara biar anak tidak nonton film porno maka kita protect dengan password, cara agar kita bisa men-detect perilaku anak selama online maka kita cek histrory. Namun itu semua anak sudah mengerti bagaimana mengatasinya. Maka peran orangtua di era cyber ini bukan mengakal-akali, namun bicara dari hati ke hati dan menjadi teman dekatnya.

2. Jaringan sosial media

Tidak cuma anak bahkan kita yang hidup di era milenial ini umumnya juga banyak memiliki akun sosial media, baik facebook, instagram, twitter, youtube, dan lainnya. Sosial media ini bahayanya adalah memberi efek candu, contohnya saja ketika memposting kemudian mendapat respon berupa like, comment, and share maka otak akan mengeluarkan zat yang namanya dopamine dan endorfin sehingga anak bisa kecanduan untuk memposting, melihat lagi dan lagi. Salah satu yang mungkin bisa kita lakukan untuk meredam efek ini adalah dengan mematikan sumber bunyi dari gawait, baik ringtone maupun notifikasi, karena bunyi-bunyian membuat otak terus bekerja dengan cara merespon.

3. Multitasking

Salah satu ciri generasi milenial adalah terlatih untuk menggerakan seluruh indera untuk melakukan banyak aktivitas. Contohnya saja sambil menyetir mobil seseorang bisa membalas pesan wa dan bisa membetulkan kerah baju secara bersamaan. 

4. Instan

Derasnya informasi membuat kita bergerak lebih cepat dalam melakukan segala hal, maunya cepat dan serba instan! Kalau ada orang melihat poster workshop parenting mendidik anak di era milenial, agaknya akan lebih laku keras ketika judulnya berupa "Ubah anak jadi baik dan penurut dalam sekejap." 

Waspadalah Perilaku  Negatif Generasi Cyber

1. Asosial

Coba dicek yuk, kenal nggak kira-kira anak-anak bahkan kita sendiri dengan para tetangga? Gadget nyatanya berperan mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Ketika kita tengah berkumpul bersama keluarga di sebuah tempat makan, ternyata semua asyik dengan gadgetnya. Sungguh disayangkan, padahal bisa menjadi quality time yang baik.

2. Tidak tangguh dalam proses, gampang putus asa

Sebelum ada gadget, orang-orang dulu terbiasa melakukan sesuatu step by step, sabar melalui setiap prosesnya. Anak zaman now terlalu mengandalkan gadget, banyak video-video tutorial, kemudahan pesan-antar secara online, sehingga ketika gadget off mereka bingung, tidak tahu harus apa, problem -solvingnya rendah. 

3. Konsumtif

Yang paling kentara adalah untuk keperluan pulsa dan kuota. Intensitas internetan, chattingan, hingga streaming menyita budget financial tersendiri. Tidak hanya itu maraknya online shop hingga kemudahan pesan-antar membuat orang beralih dari sebuah kerepotan menjadi kemudahan tiada tara. 

4. Terburu-buru dan tidak teliti

"Pernikahan tidak suka, cerai?" 
Padahal kalau kita berkaca dari kisah Nabi Nuh as yang diberi istri kafir, serta Asiyah dengan suaminya Firaun, mungkin mereka lebih kuat alasan untuk bercerai. Tapi nyatanya tidak. Mereka tidak meminta cerai dari pasangannya. Bersabar dan berdoa.

5. Techno Junkies

Bangun tidur cek handphone, tidak lupa update status. Habis makan, update status. Sebentar-sebentar mengecek handphone, hidupnya lekat dengan gadget.

6. Ikut-ikutan dan mudah dipengaruhi.

Hiks, kalau melihat bagian profesi saya sebagai blogger dan influencer kayanya ini benar adanya. Saya memang kerap melakukan review baik penginapan, skincare, fashion, dan lainnya, untuk apa? Agar orang bisa tahu bagaimana keadaan sesungguhnya. Namun saya berusaha dan memohon pada Allah Swt agar apa yang saya sampaikan adalah kebaikan bahkan syukur-syukur juga bisa mengajak melakukan kebaikan.

Anak Tangguh adalah Tanggung Jawab Orangtua 

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. QS. 4:9
Anak-anak yang lemah adalah salah satu PR orang tua. Oleh karena itu kita harus mendidik anak yang patuh. 3 indikator anak patuh terhadap orangtua adalah:

Tangguh melewati ujian kesulitan

Cerdas melewati kesulitan. Hidup di rumah ber-AC senang namun camping banyak nyamuk juga bisa bersabar. 

Tangguh melewati ujian syahwat

Tidak mudah tergoda, berani mengatakan tidak. Berani mengatakan tidak adalah setengah dari potensi kebaikan. Karena tauhid bermula dari La Ilaha Illallah. Bukan sekadar taat tapi berani mengatakan tidak. Tidak cukup anak kita dibilang soleh karena rajin solat tapi diajak merokok tak bisa menolak

Tangguh melewati ujian marah.

Tidak mudah emosi, tidak dendam, tidak sebentar-sebentar lempar piring, tidak ejek-ejekan. Ini semua bemula dari kemampuan mengendalikan emosi. Belajarlah dari kisah Nabi Yusuf as.

Bermula dari iman (14:24) 

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. 
Dahulukan iman sebelum mempelajari ilmu. Iman pada setiap manusia sudah tertanam, siapa yang menanam? Ialah Allah Swt. Maka tugas kita para orangtua adalah menumbuhkan iman. Sebelum ajak anak menghapal quran, ajari anak tentang iman. Buah dari iman adalah akhlak. Mengapa harus berbuat baik kepada orangtua? Bagaimanapun asas berbuat baik pada orangtua adalah wajib. Orangtua berbuat baik anak harus baik, orangtua berlaku kurang baik anak tetap harus baik pada orangtua. Karena itulah iman. Dan Quran adalah pupuk bagi iman, ketika iman sudah ditumbuhkan. 

Jundub bin Junadah –radhiyallahu ‘anhu– berkata, “Kami telah bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika kami masih sangat muda. Kami mempelajari iman sebelum belajar al-Quran, kemudian barulah kami mempelajari al-Quran hingga bertambahlah keimanan kami karenanya.” (HR. Ibn Majah dan disahihkan oleh al-Albani)


Menguatkan ikatan hati

Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya. ” (Majmu’ Al Fatawa, 11/208).

Kalau ingin anak menurut dan baik hati, taklukan hatinya. Jangan banyak debat, ngomel, adu argumen. Yang membuat anak tumbuh adalah cukup airmata dan diamnya ibu. Ikat hati sebelum kasih tau dan kasih tau dulu sebelum kasih tugas. Maka ketika anak curhat sediakan hati dan telinga, bukan sediakan ayat. 

Sosok ayah sebagai penyelamat

Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Abusy Syekh meriwayatkan dari Muhammad bin Sirin radhiallahu anhu pada firmanNya: {لَوْلا أَنْ رَأى بُرْهَانَ رَبِّهِ } berkata: Ya’qub alaihis salam terlihat sedang menggigit kedua jarinya sambil berkata: Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilur Rahman (Kekasih Allah yang Maha Rahman), namamu tercatat di antara para Nabi, sementara kamu sekarang melakukan perbuatan orang-orang bodoh!”

Bangunlah keakraban anak dan orangtua termasuk dengan ayahnya. Buat agar anak tidak lagi menyimpan rahasia kepada orang tuanya. Bersyukurlah ketika anak ingin bercerita pada orangtuanya. dan waspadalah ketika anak sudah mem-protect handphone, mengunci lemari, apalagi sampai berkata "That's my privacy!" atau semacamnya. Bisa jadi anak tidak memiliki trust atau rasa nyaman dengan orangtua. Nikmatilah setiap hari dengan cerita-ceritanya. 
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya:
“Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku”. 


Tugas orangtua di era cyber:

  1. Menjebol privasi anak, berbagilah cerita dengannya untuk meancing anak juga bercerita serta hindari banyak bertanya.
  2. Kuasai skill membuat anak rindu, bisa memasak, memijat, dan mendengar. Ini bisa rekomendasi para ibu bagaimana membanun keakraban dengan anak.
  3. Berikan hiburan alternatif sebagai bentuk menaklukan rasa bosan bukan dengan diberikan gadget namun manfaatkan apa yang ada untuk membangun kreatifitasnya. 
  4. Sesekali anak diajak kebersamaan yang bermakna untuk melawan gadget. Bagi para ayah bangun skill menghibur, bermain, dan berpetualang
  5. Menyibukkan anak dalam segudang aktivitas. Latih anak memiliki daily rundown.
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. QS. Al Hasyr:18

Managemen Gadget dalam Rumah

  • Waktu. Sepakati bersama waktu yang terlarang.
  • Durasi. Pada anak usia 0-2 tahun no gadget at all, anak usia 2-4 tahun maksimal 30 menit, anak usia 4-7 tahun maksimal 1 jam, dan puncaknya pada orang dewasa hanya 2 jam perharinya.
  • Isi. Banhun kesepakatan, misal hanya 1 sosial messenger yaitu whatsapp maka line uninstall, sosial media 2 facebook dan instagram maka twitter uninstall.
  • Lokasi. Sepakati lokasi yang tidak boleh menggunakan gadget, misal di kamar tidur, kamar mandi, dan meja makan. 
  • Situasi. Hindari pegang gadget saat mengaji, sekolah, menyetir, bertamu, termasuk menjadi tuan rumah.
Nah demikianlah, kita orangtua zaman now memang perlu belajar bagaimana mendidik anak di era milenial, di mana arus informasi begitu deras baik yang bermanfaat maupun mudharat. Semoga Allah Swt senantiasa menjaga iman dan takwa kita serta anak keturunan, istiqomah beribadah kepadaNya, serta diteguhkan iman islam kita semua. Aamiin.

Wallahu'alam bishawab.



Tuesday, 29 January 2019

Coba Sosiago Influencer Marketing; Kolaborasi Mutualisme Antara Blogger dan Advertiser

All in one influencer platform


Coba Sosiago Influencer Marketing, Yuk! - Dulu saya membuat blog niatnya hanya untuk menuangkan segala curahan hati. Maklum menjadi full-time-mom itu harus pandai kelola emosi. Siapa sangka ternyata dari sekadar tempat curhat, blog memberi saya banyak manfaat. Mulai dari pertemanan, emosi yang tersalurkan, hingga tawaran kerjasama yang berdatangan.

Sejak 2016 saya rutin ngeblog, kira-kira setahun kemudian barulah blog ini mulai "menghasilkan". Awalnya menang beberapa lomba blog, kebanyakan sih seputar traveling, tidak lama setelah itu datanglah job perdana tentang traveling juga. Wah jangan ditanya rasanya, senang sudah pasti! 

Kerjasama untuk blogger pun banyak macamnya, mulai dari content placement, sponsored post hingga menjadi bagian influencer marketing dengan memanfaatkan sosial media yang kita punya, seringnya sih instagram. So, jangan heran kalau feed instagram saya isinya tak melulu album pribadi, tapi juga beberapa usaha kawan dan klien yang kerjasama. 

Coba Sosiago Influencer Marketing Untuk Jalin Kolaborasi Mutualisme Blogger dan Advertiser


Nah, setelah membaca sekelumit perjalanan ngeblog saya hingga bisa "menghasilkan", saya mau bocorkan juga nih untuk teman-teman blogger dan juga para advertiser sebuah platform influencer marketing yakni Sosiago Influencer Marketing. 
Lomba Blog SEO Sosiago Influencer Marketing

Apa itu Sosiago Influencer Marketing?

Sebetulnya saya sudah bergabung sejak dulu di platform ini saat masih bernama iBlogmarket. Kini iBlogmarket telah direbranding menjadi Sosiago. Sosiago Influencer Marketing kini hadir dengan konsep dan beberapa fitur baru serta memiliki interface yang bersahabat sehingga mudah digunakan. 

Sosiago merupakan tempat untuk saling berkolaborasi antara brand (business owner) dengan influencer. Kolaborasi mutualisme dalam hubungannya dengan aktifitas influencer marketing, seperti: sponsored placement dan paid endorsement. Bahkan di Sosiago juga menyediakan beberapa aktivitas layanan terbaru, seperti: sosial media competition, event invitation (coming soon), dan meeting request with influencer (coming soon). Yang semuanya ini bisa kita lakukan hanya dalam satu platform SOSIAGO saja. Ya inilah all-in-one-influencer marketing platform pertama di Indonesia saat ini.

Oya, sebelumnya sudah paham beda influencer dan advertiser di Sosiago? Jadi ada dua tipe pengguna di Sosiago, yaitu advertiser dan influencer.

Sosiago Bagi Influencer

Ini adalah buat kita-kita yang memiliki hobi menulis dan eksis di media sosial serta ingin dapatkan tambahan pengahasilan, nah segera saja daftar ke sosiago.id. Jadi bagi seorang blogger, platform ini memudahkan kalian untuk mendapatkan penghasilan dengan cara berkolaborasi dengan ratusan brand dan SosiaGo menawarkan kesempatan mendapatkan sponsored placement dari sosial media yang kalian miliki. 

Sosiago Bagi Advertiser

Nah kalau ini buat kalian yang ingin mempromosikan produk/brand bisnis serta ingin melejitkan penjualan melalui endorsement atau sponsored review segera daftar sebagai advertiser. Sosiago ini memudahkan kalian untuk mendapat influencer yang tepat baik blogger, selebgram, twitgram, maupun youtuber untuk memasarkan produk atau jasa yang Anda miliki. Ada ribuan influencer yang telah bergabung, temukan mereka dengan sangat mudah dan instan hanya kurang dari 60 detik. 

Bagaimana Cara Bergabung dengan Sosiago Influencer Marketing?


Sebelumnya daftar atau sign up terlebih dahulu di Sosiago.id, gratis! Isi semua kolom dengan benar kemudian pilih ingin bergabung sebagai influencer atau advertiser. Kalau saya sebagai blogger tentu saja memilih influencer.
Daftar SOsiago Influencer Marketing
Isi data sesuai dengan petunjuk ya ...
Langkah 1: Buka www.sosiago.id
Langkah 2: Klik  "daftar" yang ada di sudut kanan atas
Langkah 3: Isi email, nama, dan password
Langkah 4 : Pilih ingin bergabung sebagai influencer atau advertiser
Langkah 5: Klik daftar
Setelah sign up, tunggu hingga ada email untuk konfirmasi. Dan setelah email terkonfirmasi, silakan login untuk mengisi kelengkapan data akun kalian. 

Sosiago Influencer Marketing sangat mengerti kebutuhan seorang pemula, ada fitur "tour" yang akan memandu pengguna mengisi apa saja yang diperlukan. Kalian tinggal mengikuti dan semua selesai. 

Pilih channel yang dimiliki

Sebagai influencer, silakan mengisi channel yang dimiliki, apakah itu blog, instagram, twitter, maupun youtube. 

Untuk blog, isi nama web kalian, kemudian centang Publish dan Create. Untuk publish ini sama halnya dengan content placement sementara Create artinya kita membuat artikel atau sama dengan sponsored post. Isikan harga sesuai tarif yang kalian inginkan. Saran saya jangan terlalu tinggi karena sistem akan menyeleksi sesuai harga yang kalian tawarkan juga. Sehingga bila tidak sesuai biasanya tidak akan muncul di dashboard. 

Lalu jangan lupa paste kode script ke blog ya. Caranya mudah ikuti contoh yang ada dan setelah itu tinggal klik verifikasi. 

Setelah langkah ini selesai, masuk pada dashboard campaign. Pilih campaign yang sedang berjalan atau "running". Sebelum klik join, pastikan kalian telah membaca brief dengan seksama. Bila sesuai, klik join. 

Tiga Langkah Mudah Bantu Aktivitas Promosi Bersama Sosiago Influencer Marketing

Bantu promosi bersama Sosiago
3 langkah mudah: Buat Campaign, Pilih Influencer, dan Dapatkan hasilnya.

Sebagai advertiser, kalian bisa dengan mudah menjalankan aktivitas promosi dengan bantuan para influencer andal dan teverifikasi. Tidak sulit memanfaatkan segala fitur yang ada karena Sosiago memiliki panduan yang detail dan lengkap.


Apa Saja Fitur Sosiago Influencer Marketing?


Sosiago mampu memberikan solusi terbaik untuk mencari influencer yang tepat dan memonitor performance campaign kalian. 

Campaign Dashboard
Sosiago Influencer marketing
Manage campaign kalian dengan lebih terstruktur


Ini adalah pusat dari segala akivitas kalian di Sosiago Indonesia. Di sinilah kalian dapat memulai promosi dengan membuat sebuah campaign baru sebelum memberikan pekerjaan kepada influencer. Fitur ini memudahkan kita mengontrol segala aktivitas campaign yang kalian buat dengan penyajian data yang lengkap, seperti jumlah task, spending budget yang telah digunakan, dan hasil performance tiap campaign.

Task Monitoring 

Sosiago Influencer Marketing
Manage list pekerjaan yang sudah kalian lakukan

Fitur ini membantu kalian dalam mencari sekaligus memilih channel-channel sosial media yang dimiliki influencer untuk diberikan penugasan sponsored placement sesuai campaign yang kalian jalankan. Semua aktifitas si influencer bisa kalian pantau melalui fitur ini. Tak hanya itu, di sini kalian juga bisa mendapatkan informasi dari masing-masing pekerjaan seperti brief yang sudah kalian berikan, status pekerjaan, laporan hasil placement, deadline timer respon, serta performa impression dari pekerjaan yang sudah dipublish.

Channel Filtering 

Coba SOsiago Influencer Marketing
Pilih pencarian channel influencer sesuai kebutuhan

Kalian bisa melakukan pencarian channel sosial media influencer dengan menggunakan fitur ini. Di sini kalian dapat menemukan influencer yang tepat sesuai dengan kebutuhan campaign. Beberapa informasi data juga tersaji secara transparan, mulai dari harga perchannel, lokasi, kategori, gender, dan beberapa spesifik teknis lainnya (Domain Authority, jumlah follower, dan pengunjung). No hidden free!

Brief Discussion

Coba Sosiago Influencer Marketing
Diskusikan brief pekerjaan secara langsung

Fitur ini sangat memudahkan komunikasi antara influencer dan advertiser. Kalian bisa berdiskusi secara langsung melalui chat messanger untuk membahas atau menerima feedback dari influencer. Kalian juga bisa mengirim file tambahan atau permintaan revisi jika diperlukan dengan begitu mudah dan aman.

Reporting Summary

Coba  Sosiago Influencer Marketing
Dapatkan laporan lengkap semua aktivitas kalian

Ini adalah fitur untuk melihat laporan lengkap yang kalian lakukan di Sosiago Indonesia. Semua telah direkap dan disimpan dengan sangat rapi. Kalian dapat melihat data laporan aktivitas pekerjaan (placement) dan performa hasil dari setiap pekerjaan tersebut. Tenang, semua data yang disajikan mudah dipahami. Kalian dapat mengetahui tingkat sukses aktifitas campaign termasuk mengetahui cost effective dari setiap hasil palecement yang telah kalian terima untuk evaluasi di kemudian hari. 

Apa kata mereka tentang SosiaGo Influencer Marketing?

Inilah sekilas tanggapan dari mereka yang telah menggunakan SosiaGo Influencer Makreting
LOmba blog sosiago influencer marketing
Semacam testimoni

Semakin Yakin Coba Sosiago Influencer Marketing

Kuy, Coba Sosiago Influencer Marketing! Banyak untungnya.

Bagaimana pendapat kalian setelah melihat ulasan serta feedback para pengguna platform influencer marketing yang satu ini? Semakin yakin kan untuk Coba Sosiago Influencer Marketing? Ayo tunggu apa lagi, di sinilah kita bisa menyalurkan hobi dan mendapatkan tambahan pundi-pundi.

Wednesday, 23 January 2019

10 Cara Menyusun Konten Website Berkualitas

IDwebhost-domain murah


Membeli domain murah tentunya menjadi sebuah pilihan tersendiri saat menjadi blogger. Apalagi jika yang domain murah ini adalah domain berkualitas. Bicara mengenai domain, tentu saja tidak lengkap tanpa kita mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara menyusun konten website yang berkualitas. Konten itu ibaratnya sebagai “jantung” di dalam sebuah website atau blog jadi kita harus jeli dalam menyusunnya agar artikel kita dapat menjadi konten website yang berkualitas. 

Konten artikel di dalam website sendiri tidak dibatasi dalam jumlah dan pembahasannya. Semua blogger dapat menulis dan membahas mengenai apapun serta berapa pun jumlah katanya tanpa dibatasi. Agar menarik tentu saja konten blog ini harus yang berkualitas. Untuk itu, sangat penting bagi kita agar mengetahui bagaimana menyusun website dengan kualitas yang baik. 



Inilah 10 cara menyusun konten website berkualitas: 

Jasa Domain Murah dan Cara Menyusun Konten Website Berkualitas


● Tentukan Topik Yang Tepat dan Menarik 

● Menentukan Siapa Target Pembaca 

● Pakai Nama Domain Murah dan Judul Yang Unik 

● Buatlah Isi Konten Yang Informatif dan Berkualitas 

● Menyapa pengunjung 

● Menghasilkan Konten Yang Baik Untuk Robot 

● Jangan Lupa Gunakan Deskripsi Yang Dapat Menarik Pembaca 

● Sisipkan Beberapa Link Referensi Artikel Lainnya 

● Jangan Menggunakan Keyword Yang Terlalu Berlebihan 

● Hindari Kesalahan Pengejaan Dalam Penulisan 


Tanpa berlama-lama, yuk mari kita baca selengkapnya dibawah ini. 

Jasa Domain Murah dan Cara Menyusun Konten website yang Berkualitas

Layanan domain murah bisa kalian dapatkan dengan hasil yang memuaskan hanya di IDwebhost. Di sini meskipun harganya murah tetapi mengenai kualitasnya jangan diragukan lagi. Selanjutnya, setelah kalian mempunyai domain website sendiri, kalian harus mengetahui cara menyusun konten yang berkualitas. Ini akan membuat pengunjung tertarik dan menyukai website Anda. 

Nanti saya akan bahas 10 cara menyusun konten yang berkualitas supaya kalian sebagai blogger dapat terbantu. Nantinya website kalian dijamin akan makin populer, sebab semua konten website yang dihasilkan sangat lengkap, mudah dipahami dan dapat memberikan pengetahuan baru bagi pembacanya. Terlebih lagi bagi para pembaca yang saat itu sedang mencari solusi dari suatu permasalahan, maka dengan membaca artikel di website kalian, mereka jadi terbantu. 
cara membuat konten berkualitas


Kalian mau belajar 10 cara menyusun konten website yang berkualitas? Tentu saja sesaat lagi saya akan bagikan cara membuat konten yang lebih baik terutama bagi kalian yang baru saja belajar menulis konten atau sedang membuat website dan melengkapi kontennya. Ini dia 10 cara menyusun konten yang baik dan berkualitas.

1. Tentukan Topik Yang Tepat dan Menarik

Untuk bisa menyusun konten website yang berkualitas, sebaiknya dalam menentukan topik atau tema suatu artikel, dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Kalian jangan mengangkat sebuah topik saja, mungkin dengan mengangkat berbagai topik atau tema, blog kalian akan lebih banyak disukai pengunjung. Karena selain tidak membahas satu tema juga pengunjung tidak merasa bosan dengan isi konten yang itu-itu saja. Terkecuali bila memang sudah memiliki suatu niche, itu pun tetap usahakan untuk angkat dari segala aspeknya.

2. Menentukan Siapa Target Pembaca

Dalam menyusun konten website yang berkualitas, selanjutnya kalian dapat menargetkan penikmat dari konten tersebut. Sebaiknya kalian tahu terlebih dahulu siapa yang nantinya membaca postingan tersebut. Apakah ingin membuat target bahwa pembaca nanti adalah perempuan atau laki-laki saja. Apakah pembaca adalah anak remaja atau pembaca adalah kalangan blogger juga. 

3. Pakai Nama Domain Murah dan Judul Yang Unik

Supaya mendapatkan konten website yang berkualitas, Hal pertama yang diperhatikan pengguna internet adalah nama domain dan judul artikel, karena hal tersebut biasanya akan muncul pada hasil mesin pencarian untuk pertama kalinya. Oleh karena itulah, tentukan nama domain yang murah dan juga judul yang unik untuk para pengunjung nantinya. Unik disini tentu akan membuat pengunjung semakin penasaran dan akan menarik perhatian mereka untuk berlama-lama di website kalian. 

4. Buatlah Isi Konten Yang Informatif dan Berkualitas

Cara selanjutnya untuk mendapatkan konten website yang berkualitas yaitu membuat isi konten yang berguna dan informatif. Selain memakai jasa pembuat domain murah serta menggunakan judul yang unik, kalian juga harus memikirkan konten yang layak untuk dibaca. Konten yang paling layak dibaca yaitu konten yang berisi suatu informasi yang bermanfaat serta memiliki kualitas yang baik. Dengan adanya konten yang baik tentu saja akan sangat mengedukasi masyarakat dan website kalian semakin banyak pengunjungnya. 
jasa domain murah dan konten berkualitas

5. Menyapa pengunjung

Selain kalian bisa mendapatkan layanan domain murah di IDwebhost, kalian juga harus memikirkan bagaimana supaya konten kalian dapat berkomunikasi untuk menyapa pengunjung website. Sebisa mungkin kalian harus bisa membuatnya ramah dengan pengunjung, misalnya dengan membuat kalimat tanya di dalam konten web supaya saat pengujung membaca seolah-olah mereka sedang diajak bercakap-cakap oleh kalian. 

6. Menghasilkan Konten Yang Baik Untuk Robot

Selain manusia, pengunjung blog kalian yaitu robot, tetapi bukan seperti Megatron ya. Robot di sini merupakan mesin pencari. Dengan adanya robot tersebut, maka kalian dapat sebuah konten yang berisikan kata kunci dengan tingkat kepadatan yang cukup. Ini adalah cara untuk memaksimalkan robot perayap untuk menjelajah pada blog kalian. 

7. Jangan Lupa Gunakan Deskripsi Yang Dapat Menarik Pembaca

Selain membeli domain murah jangan lupa juga pada setiap postingan artikel kalian juga disertakan deskripsinya. Dengan adanya deskripsi akan menunjukkan apa yang akan dibahas dalam link artikel tersebut. Usahakan deskripsinya mengandung kata yang dapat menarik pembaca, seperti kalimat tanya atau sebuah ajakan yang dapat membuat pembaca semakin penasaran. 

8. Sisipkan Beberapa Link Referensi Artikel Lainnya

Dalam menyisipkan beberapa link artikel lain ke dalam konten, sebaiknya dilakukan dengan baik. Jangan sembarangan dalam menyisipkan link dengan artikel yang tidak terkait. Seperti misalkan dikonten tersebut anda membahas tentang panduan lengkap server, maka anda dapat menambahkan link artikel terkait mengenai server juga. Usahakan anda hanya menyisipkan beberapa link yang benar-benar berkaitan dengan isi konten yang saat itu sedang Anda bahas supaya para pembaca bisa mendapatkan informasi apa saja yang mereka butuhkan saat itu secara lengkap. 

9. Jangan Menggunakan Keyword Yang Terlalu Berlebihan 
jasa membuat domain murah

Jika kalian menggunakan keyword dalam konten, usahakan jumlahnya mencukupi. Jangan terlalu berlebihan menyisipkan keyword ke dalam satu pembahasan. Misalnya keyword domain murah, setidaknya kalian memiliki density 1-2 saja agar terlihat natural dan tidak berlebihan. 

10. Hindari Kesalahan Pengejaan Dalam Penulisan 

Sebaiknya diteliti, apakah kata-kata yang sudah diketik sudah benar atau belum. Hindari kesalahan pengejaan kata supaya blog kalian terlihat lebih bagus dan profesional di mata para pengunjung. Selain itu, Web kalian akan mendapatkan rating yang tinggi dan berkualitas di mata para pembaca dan robot mesin telusur. 

Nah, itulah ke 10 cara menyusun konten website yang berkualitas yang sudah saya berikan. Saatnya blog kalian mempunyai domain yang resmi. IDwebhost siap membantu untuk mewujudkan domain resmi kalian dengan harga yang sangat terjangkau. Makanya, supaya dapat menghemat uang kalian, pakailah jasa domain murah yang ada di IDwebhost. 

Jika kalian bandingkan dengan beberapa provider yang lain, harga domain yang murah tidak menjamin dari segi kualitasnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda membeli domain hanya pada tempat yang telah kami rekomendasikan pada Anda supaya anda mendapatkan harga terjangkau tetapi berkualitas. 



Friday, 18 January 2019

Penulis dan Gadget; Ketika Menulis Dikira Bermain Gadget






Those who judge will never understand, and those who understand will never judge. 

Kadang kita hanya melihat sesuatu dari satu sisi. Padahal bisa jadi ketika kita mengetahui apa yang melatarbelakanginya, kita malah malu sendiri. Saya adalah penulis dan akhirnya terdengar juga di telinga saya persangkaan yang tidak baik tentang profesi ini. 

Saya rasa bukan hanya penulis sih, dulu waktu saya berada di komunitasnya para pebisnis online juga begitu. Ada yang dikira pengangguran lantaran sehari-hari di rumah terus, belum lagi outfitnya kalau yang cewek dasteran dan yang cowok sarungan, belum lagi kalau saat bertamu siang-siang ealah tuan rumah alias si pebisnis online ini bilangnya lagi tidur siang. Ini orang kerja apa nggak sih sebenarnya? 

Hidup kita ini dikelilingi frekuensi dan masing-masing diri kita juga punya frekuensi. Makanya kadang kita nyambung dengan si A tapi tidak dengan si B. Tidak mudah memang berinteraksi dengan yang tidak "klik". Termasuk juga orang-orang yang menolak kemajuan teknologi atau tahu teknologi tapi sebatas istilah internet, google, youtube, dan semacamnya. Mereka lebih menyukai cara-cara konvensional dalam mengerjakan sesuatu, walaupun lama, tidak praktis, yang penting hati tenang karena merasa aman.

Yang mereka tahu bekerja itu harus berpakaian rapi, berangkat ke kantor pagi hari, pulang dari kantor sore hari dan sampai di rumah malam hari. Padahal tidak semua pekerjaan seperti itu. Di era milenial kini sudah banyak para pekerja profesional yang bekerja by remote, so bekerja atau bisnis dari rumah bukan lagi hal yang mengada-ada.

Bekerja dari rumah itu ada, bisa, dan menghasilkan! Orang-orang yang tidak paham cara kerja virtual ini memang mengiranya si pelaku hanya makan, tidur, and repeat, tidak jarang juga dikira pemalas. Yah mungkin saking terlihat asyiknya pekerjaan yang dilakoni, misalnya saja youtuber. Banyak orang bergumam, enak banget gitu doang dapet duit. Padahal seorang youtuber meski video yang dibuatnya lebih ke konten hiburan tetap saja butuh skill untuk "mempercantik" hingga layak tayang. 

Writing

Aktivitas menulis juga sama dengan kasus di atas. Meski aktivitasnya disebut menulis tapi di zaman sekarang ini sangat jarang dijumpai menulis dengan pensil dan kertas. Saya katakan sangat jarang itu artinya kemungkinan masih ada yang menggunakan cara ini. Tetapi kebanyakan sekarang adalah menulis itu ya mengetik, bisa di smartphone tablet, atau laptop. That's why banyak orang mengira ketika para penulis sedang khusyuk menyalin ide-ide di gadget-nya, orang lain berpikir penulis sedang asyik mainan game di handphone. Bagi saya, menulis itu pekerjaan yang butuh konsentrasi apalagi kalau kita mengerjakan proyek dari klien. Sama dengan pekerjaan lainnya yang juga harus dikerjakan secara profesional. 

Belum lagi yang juga menjadi kebutuhan seorang penulis adalah membaca. Ya, seorang penulis juga perlu membaca dan aktivitas membaca ini saya akui sangat tidak nyaman bila disambi mengerjakan aktivitas lain apalagi ngobrol. Nggak percaya? Coba deh! Nah, jangan heran ketika kita membaca, lalu seseorang yang berbeda frekuensi ini mengira bahwa kita leyeh-leyeh tak produktif. Membaca itu selama yang dibacanya baik dan benar sama seperti belajar atau menuntut ilmu. Bahkan dari sebuah buku fiksi pun kita tetap dapat mengambil hikmah atau pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut. 

Untuk bisa mendapatkan tulisan yang baik apalagi yang menulis buku nih, tentu kita perlu waktu dalam arti sesungguhnya dalam mengerjakannya. Penulis bukanlah penjiplak, penulis butuh ide dan kreativitas dalam meramunya. 

Blogging

Katakan saja yang tadi adalah untuk kasus penulis buku ya, sekarang kita masuk ke dunia blogging atau pelakunya kita sebut blogger. Dalam dunia blogging itu selain mengisi konten secara berkala kita juga perlu silaturahim ke blog lain atau istilahnya blogwalking. Buat apa? Banyak! Ya buat menambah informasi, menjalin keakraban sesama blogger, meningkatkan traffic, hingga mendapatkan backlink yang bisa menaikkan Domain Autority blog kita. Apa itu Domain Authority (DA)? Gampangnya DA itu adalah nilai kepercayaan suatu situs di mata mesin pencari. 

Oya, blogwalking ini supaya terasa impactnya ke DA tidak bisa dikerjakan sehari 1, paling tidak 20 blog yang perlu dilahap, malah ada lho blogger yang menargetkan blogwalking ke 40 blog perharinya. Kebayang tidak membaca tulisan minimal 500 kata sebanyak 20 kali? Kira-kira berapa waktu yang diperlukan untuk ini? Andaikan satu blog butuh waktu 3 menit maka dengan 20 blog kita sperlu waktu 60 menit alias satu jam untuk blogwalking saja. Belum dihitung waktu yang kita gunakan untuk membalas komentar. 

Blogger dalam mengisi konten agar menarik dan pesannya tersampaikan tidak semata-mata menyajikan tulisan saja. Perlu juga yang namanya foto pendukung atau pun infografis agar lebih mudah dipahami. Belum lagi agar manfaatnya tersebar luas, perlu belajar teknik SEO agar mudah ditelusur dalam mesin pencarian google. Jadi kadang yang bikin lama draft itu hingga terpublish adalah bukan tulisannya tetapi gimmick namun penting seperti foto pendukung yang perlu diedit, dikompres, dan diberi watermark. 

Satu lagi, bagi penulis khususnya blogger, bermain sosial media itu juga perlu dilakukan. Untuk apa? Untuk menyebarkan ilmu serta meningkatkan traffic. Jadi ya ini adalah bagian dari pekerjaan juga. 

Nah sudah terbayang kan buat kalian yang belum tahu bagaimana pekerjaan penulis termasuk yang nulis buku maupun nulis diary online alias blog? Segambreng... Mereka yang pintar mungkin tahu harus menulis apa, tapi mereka yang bijak tahu perlu ditulis atau tidak. Menulis itu kegiatan yang butuh konsentrasi tinggi juga penuh tanggung jawab baik tulisan-tulisan non fiksi maupun fiksi. 

Menulis kapan saja di mana saja

Jadi paham ya pekerjaan seorang penulis? Mulai dari membaca, menulis, apalagi seorang blogger juga perlu mengisi konten secara berkala, dan blogwalking. Menulis ini memang profesi yang menyenangkan wajar saja kalau banyak yang iri pengen. Kenapa menyenangkan? Karena bisa dikerjakan kapan saja. Biasanya, saya memanfaatkan waktu anak sekolah dan tidur untuk mengerjakan semuanya. Ya semuanya! Mengisi konten, share ke media sosial, blogwalking, membalas komentar, hingga menyicil naskah-naskah untuk buku saya. Ketika anak pulang sekolah atau sudah bangun? Ya fokus saya harus sudah on kembali dengannya. 

Asyik kan? Bisa melakukan aktivitas yang dapat dikerjakan kapan saja dan di mana saja serta memperoleh income untuk sesuatu yang kita kerjakan sambil tiduran dengan penuh kegembiraan dan tetap bisa bermain dengan anak. 

Nikmatilah peran kita ...

Jadi kesimpulannya apa? Apa pun yang kita lakukan saat ini selama dalam kebaikan nikmati saja. Tak perlu iri dengan kehidupan orang lain karena kita tak tahu apa yang sudah dilaluinya. Teruslah menulis meski orang lain berkata kita pemalas, teruslah menulis meski mendapat cibiran, teruslah menulis meski mereka meragukan, teruslah menulis hingga tanpa terasa kita sudah merampungkan banyak tulisan. Intinya adalah fokus saja dengan tujuan kita. Syip yaa ... Have a nice day!