[Resensi] Takdir Sukses Untuk Si Petarung Ulung

Rabu, April 24, 2019

Lomba resesnsi Novel Yorick

Judul Novel : Yorick
Penulis : Kirana Kejora
Penerbit : PT. Nevsky Prospekt Indonesia
Tahun Terbit : 2018
Ketebalan Buku : 346 halaman
Nomor Edisi : ISBN 978-602-528-830-2
Harga : 89.000 (P. Jawa)

Kita memang tak bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan, tapi kita bisa memilih kelak keluarga yang seperti apa yang ingin kita ciptakan. Begitulah orang bijak mengatakan. 

Mungkin sekilas hidup ini tampak tak adil. Ada yang hidupnya penuh kenyamanan dan gelimang harta sebaliknya ada yang senantiasa merasa dalam penderitaan dan kesulitan. Inilah adilnya Tuhan, agar kita saling menolong, saling mengenal, dan saling belajar soal kehidupan. 

Orang-orang yang terpinggirkan memang kerap tak dianggap, seolah tak ada, hadir pun disangka benalu. Namun demikianlah realita kehidupan, nyatanya banyak yang semakin tertindas justru semakin tinggi pantulan yang diciptakan. Dan Kirana Kejora sang penulis novel yang telah menyabet beragam penghargaan bergengsi ini, secara apik mengangkat kisah nyata perjuangan hidup seorang anak laki-laki, Yorick yang berasal dari Panjalu, Camis. Yorick adalah saksi bagaimana mengubah hidup dari bak butiran debu menjadi lautan bintang kejora nan gemilang.

Novel Yorick mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang anak laki-laki bernama Yorick. Besar tanpa ayah dan ibunya, Yorick harus menghadapi kerasnya kehidupan bersama seseorang yang tak lagi kuat secara fisik. Adalah sang nenek, Mak Encum yang menemani hari-harinya. Mereka hidup dalam keterbatasan dan kesulitan.
Blog review novel Yorick
Novel Yorick dan bebatuan yang mengalasinya, seperti hidup Yorick yang keras namun menguatkan jiwanya.

Yorick kecil hanya mampu menelan ludah terhadap apa yang teman-temanya miliki. Mainan mobil-mobilan dan layang-layangan hanya bisa dinikmati sebatas memandang. Hinaan, cacian, hanya lantaran sepatu bolong yang kebesaran sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun tak mengapa, baginya bahagia itu dapat senantiasa bersama Mak Encum, meski nenek yang sekaligus menjadi orangtuanya ini kerap memberikan petuah-petuah pedas padanya. 

Begitulah, dinamika kehidupan masa kecil Yorick cukup menyakitkan. Jangankan menikmati permainan apalagi memiliki mainan sendiri bahkan untuk memiliki seragam baru pun yang telah kesempitan butuh kesabaran yang tak bertepi. 

Yorick kecil dipaksa mampu menahan segala keinginannya. "Sabar" merupakan jawaban atas seribu tanya Yorick kepada Mak Encum tentang kapan semua penderitaan ini berakhir dan berubah menjadi kebahagiaan. Bukan memenuhi keinginannya, Mak Encum justru menunjukkan jalan bagaimana Yorick kecil mendapatkan apa yang diinginkannya kelak. 

Di usianya yang menginjak 11 tahun, Mak Encum mulai sakit-sakitan. Yorick mulai tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Rasa cintanya sebagai cucu sangatlah kuat, dengan telaten ia merawat sang nenek dan tak lupa mendoakannya setiap lepas solat.

Yorick begitu sedih dan bertambah sedih ketika ia harus berpisah dengan satu-satunya orang yang peduli padanya. Tinggal dengan paman-pamannya mungkin bisa jadi pilihan, namun untuk apa bila selalu dianggap salah dan menjadi biang kekacauan. Yorick menggelandang, hidup beratapkan langit dan beralaskan jalan. Segala pekerjaan ia lakukan asalkan halal dan bisa menyambung hidupnya.

Sebuah keyakinan yang bersinergi dengan kekuatan pikiran, akan bisa membawa diri ke puncak keberhasilan". (Hal. 250)

Ya, keyakinan dan impian. Dua kata yang menjadi bahan bakar bagi Yorick untuk bisa melipat dunia. Terbang ke benua lain adalah suatu keniscayaan dalam batinnya meski saat itu kesehatan ekonominya sangat memprihatinkan. Usahanya terpuruk, ia terlilit hutang milyaran rupiah. Seluruh aset dan harta bendanya terpaksa dijual. Beruntung Yorick memiliki sahabat-sahabat yang begitu peduli, mereka adalah Iyan, Tejo, dan Rotten. Meski tak banyak bantuan finansial yang bisa diberikan oleh mereka untuk mengatasi masalahnya, setidaknya keberadaan mereka sudah cukup membuat hidup Yorick lebih bermakna. Apalagi di saat Yorick tak berdaya, berjuang di kamar ICU "sendirian".

Petuah-petuah pedas yang membangun dari Sang Nenek, terpatri dalam jiwa Yorick dan mampu ia pegang betul dalam setiap langkahnya. Yorick sangatlah bertanggung jawab. Dalam kondisi minus, ia tetap memiliki semangat juang dan keyakinan tinggi dapat melunasi seluruh hutangnya. Meski berulang kali "terpeleset" dalam bisnisnya, Yorick tak pernah patah, tak akan menyerah dan terus melangkah. 

Kini, Yorik kecil telah tumbuh menjadi sosok pengusaha sukses yang mampu membangun jaringan bisnis besar di berbagai negara, Nevsky Prospekt. Meski begitu, kenikmatan hidup yang diraihnya saat ini dirasa belum dan tak akan pernah bisa utuh. Yorick merasa belum pernah bisa membahagiakan sang Nenek hingga akhir hayatnya.  Barangkali cinta juga yang menjadikan bahagia Yorick belum utuh. Kisah cintanya yang kandas bersama wanita Borneo cukup memukul hatinya. Tak berhenti di situ, sosok wanita lain asal Bandung, Nevia juga sempat mewarnai hari-harinya. Sayang, hati Nevia terlanjur terluka.
Lomba resensi novel Yorick
Tak ada lagi rasa rendah. Yorick gagah menatap masa depan yang indah.

Nevia mencoba melupakan, terbang ke negeri nun jauh mungkin lebih baik. Bagaimanapun, tak ada yang kebetulan, Yorick pun mengerjakan bisnis di negeri yang sama dengan Nevia berada, Rusia. Sungai Neva adalah saksi bisu kisah cinta mereka. Lalu kini, pada siapakah hati Yorick berlabuh? Semoga kisah cintanya tak sedramatis perjalanan bisnisnya. 

OPINI


Dalam pandangan saya, Kirana Kejora dengan pengalaman menulis dan beragam penghargaan yang diraihnya, mampu membuat novel ini terbungkus sangat apik dalam balutan diksi yang begitu variatif dan terangkai menjadi kalimat yang cantik dan nyaman dibaca.

Dibuka dengan sketsa kota Saint Petersburg menjadi adrenalin buat saya pribadi. Sebagai pecinta perjalanan, penggambaran suasana, latar, sejarah serta kebudayaan membuat saya sebagai pembaca hanyut dalam kehangatan negeri beruang tersebut dan kemudian larut seolah-olah berada di dalamnya. 

Yorick adalah contoh manusia yang benar-benar memulai kehidupannya dari nol, melalui setiap episode hidupnya dengan konflik yang seolah tak ada ujungnya. Sehingga saya merasa kepergian neneknya bukan lagi menjadi klimaks cerita, juga saat ia sakit parah hingga dirawat di ICU , pun saat ia rugi milyaran rupiah dalam bisnisnya. Itu adalah bagian konflik yang mewarnai hidupnya yang berhasil ia lalui dengan baik. Hal ini tak lepas dari pola asuh Mak Encum di masa golden-agenya Yorick.

Dalam ilmu parenting, masa golden-age (0-7 tahun) merupakan fondasi untuk smua hal termasuk pembentukan karakter. Tidak heran setelahnya (kepergian Mak Encum), di mana pun Yorick berada, ia mampu membawa dirinya dengan baik. Memang seharusnya di masa emas anak lebih dekat dengan ibunya, sayangnya pada kasus Yorick terjadi absensi. Namun beruntung, ada sosok (dengan persamaan gender) yang mengambil-alih peran tersebut yaitu Mak Encum, guru dengan 1000 pengajaran.

Melalui konflik nyata yang tertuang dalam narasi indah sang penulis, kini Yorick berhasil berdiri tegap menatap dunia, tak ada lagi rendah diri, justru hidupnya kini banyak memberi arti pada orang-orang sekitarnya.

Saya justru merasa klimaksnya ada pada bagian akhir, yang kini masih menjadi tanda tanya, mungkin mirip seperti sebuah sinetron yang bersambung ...

Bagaimanakah hubungan Yorick dengan orang tuanya dan bagaimana pula kisah cintanya? Dua hal ini sempat disinggung di awal namun belum terungkap hingga akhir cerita. Saya melihat sepertinya ini bukan menjadi fokus Yorick karena ia seolah ingin menyampaikan kepada para pembaca bahwa "kita bisa bila berpikir bisa!" karena kesuksesan itu hak semua orang. Dengan gaya bahasa yang santai penulis mampu sampaikan apa yang menjadi pesan dari sang tokoh utama ini. 

Jadi, untuk tanya yang belum terjawab, akankah ada sekuelnya sebagai Yorick 2?

Buku ini sangat layak jadi bacaan penggugah jiwa, pembakar semangat, dan penyejuk hati yang kering. Banyak filosofi hidup yang bisa kita renungkan. Meski alurnya maju-mundur serta terdapat beberapa latar yang berbeda tak membuat bingung pada setiap perpindahan adegan. Beberapa kalimat kearifan lokal dari tanah Sunda pun turut diterjemahkan meski beberapa tak asing didengar, ini sangat memudahkan untuk memahami cerita dan menambah kosakata bagi pembaca.

Terlepas dari sisi penulis, lahirnya sebuah buku juga terdapat peran editor, ilustrator, penerbit dan lainnya. Pemilihan cover berwarna hitam dengan sedikit efek cahaya memberi sentuhan gradasi yang semakin terang di ujung cover, ini sangat pas menggambarkan kehidupan Yorick kecil yang keras dan kelam namun kini berujung kesuksesan yang gemilang.

Kritik


Sayangnya, novel bersampul hitam ini tak dilengkapi pembatas buku. Sebagai seorang melankolis yang terbiasa rapi, maka melipat kertas sebagai penanda bacaan adalah suatu yang sulit saya lakukan. Untungnya setiap kisah terbagi menjadi bab-bab kecil dengan judul yang unik yang memudahkan pembaca menandakan serta menyicil setiap cerita tanpa merasa kisahnya menggantung. 

Novel Yorick juga tersedia dalam bentuk digital, ini memudahkan untuk membaca dari mana saja dan kapan saja, melalui aplikasi tersendiri, Yorik ID. Namun sayangnya, halaman pada novel digital tak sama dengan novel fisik. Ini sedikit menyulitkan tatkala saya mencatat quote maupun part penting dalam novel. Lagi-lagi ini tertolong dengan bab-bab kecil yang hanya terdiri dari beberapa halaman sehingga mudah menandakan hal-hal yang menjadi garis besar.

Saran

Secara keseluruhan pada novel fisik ini saya tak menemukan kekurangan yang berarti, beberapa kata saya temukan tak ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, seperti "penakhluk" entah kesalahan ketik atau mungkinkah ini memang gaya selingkung? 

Melanjutkan kritik saya tentang penanda halaman, maka bagaimana kalau novel ini dilengkapi dengan pembatas buku agar memudahkan pembaca menandakan sampai di mana halaman yang telah dibacanya.


Resensi novel Yorick
Selepas berjalan menyusuri jalan bebatuan, tibalah di taman dan membuka lembar demi lembar novel Yorick 

Satu kalimat yang suka dari halaman ke-83 novel Yorick, "Beberapa menit berlalu tanpa bisa terhenti, sebab waktu tak akan bisa terkejar, dan ia akan bisa mengubah sesuatu menjadi sesuatu dengan nada penuh kejutan dan lirik tanpa kendali". Demikianlah, perjalanan hidup sejatinya memberikan banyak pelajaran, mendekatkan pada Tuhan sebagai satu-satunya harapan akan kehidupan yang lebih baik, di sini dan setelahnya. 

You Might Also Like

56 komentar

  1. Penuh pesan moral ya..dan ku setuju dengan pembatas buku, sayang kalau enggak disertakan. Meski kita kadang nyari di rumah ada, tapi kalau di bukunya ada kan gampang (keukeuh minta haha)
    Jadi penasaran dengan Yorick!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan Yorick apa dengan novel Yoricknya nih? Hihii...

      Betul mba banyak pesan moralnya yg bisa jadi pelajaran buat kita.

      Hapus
    2. Haha...Dengan Yorick...penasaran apakah tokoh itu sungguh nyata ada atau hanya imajinasi belaka...

      Resensinya enggak spoiler ini...bikin pengin baca jadinya;)

      Hapus
    3. Ini tokoh nyata mbakuuh, namanya pun beneran Yorick. Cuuss baca laah, seruuu...

      Hapus
    4. Iya...beneran ada cuma dinovelisasi berarti
      Baiklah
      Menarik ini :)

      Hapus
  2. Sepertinya menarik, aku udah lama ngga ke toko buku... baca resensi ini jadi inget mesti hunting buku lagi :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak usah ke toko buku saaaay, cus donlot apknya aja Yorick ID...

      Hapus
  3. Ulasannya bagus banget, Mbak. Ini terinspirasi dr kisah nyata kan ya. Jadi inget ada temen cilik, anak panti yang masa kecilnya seperti Yorick ini, dia tinggal dengan neneknya sekarang. Semoga kelak dengan segala perjuangannya, anak tsb bisa sukses juga.seperti Yorick.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mba ...

      Aamiin semoga ya bahkan lebih sukses dari Yorick. Jadi mengharumkan nama Indonesia nantinya.

      Hapus
  4. Ahahahay ... Aku juga sedih kalau beli buku tanpa dibonusi pembatas. Sama banget, nggak suka melipat kertas. Makanya kalau jalan-jalan, suka cari souvenir khas daerah itu yang berupa pembatas buku.

    Ini diangkat dari kisah nyata kah, Mbak? Tadinya aku sempat berpikir ini bukan berlatar Indonesia, soalnya namanya Yorick. Eh tapi kok ada nama Encum? Hahaha ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Qiqiqi, apakah kita tak berhak memiliki nama Yorick? Memang ada beberapa part dengan latar Rusia mba.

      Hapus
  5. Dilihat dari resensinya sepertinya ini novel yang penuh dengan hikmah dan penyemangat hidup. Sangat cocok bagi orang-orang yang berasal dari keluarga sederhana tapi memiliki cita-cita tinggi dan ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, termasuk buat orang-orang yang merasa hidupnya tak berarti serba kekurangan padahal ia memiliki modal berupa tubuh yang sempurna...

      Hapus
  6. Sebagai urang Sunda, saya merasa heran nama urang Panjalu Ciamis kok bisa "Yorick" ya?

    Bukan nama khas berbau Parahiyangan lainnya. Apalagi (maaf) dalam kisah kan disebutkan awalnya Yorick ini keluarga sederhana .Mak Encum cocok jadi nenek seorang bocah asal Panjalu. Lah emang Mak Encum yang kasih nama cucunya Yorick (dengan huruf c nya itu)?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga jadi tanda tanyaku mba, selain skrg udah nikah apa belom? Hahaa... Semoga berkesempatan nanya langsung ke beliaunya ya. #kepoaja 😁

      Hapus
  7. Ini di kual di toko bukuvya mbak?
    Soal pembatas buku, saya juga setujuh mbak. Agar tidak ada dramablipat melilat buku. Haha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Donlot aja mba aplikasinya, Yorick ID, bisa order yg digital atau fisik juga.

      Hapus
  8. Bayangin resensinya aku bayangin pasti nangis kalo baca novelnya langsung. Sungguh kisah perjuangan hidup selalu sukses bikin aku hanyut. Dan makin penasaran tentang cinta Yorick. Buku kayak gini cocok dibaca generasi millenial buat ngajarin bahwa gak ada sukses yang instan. Termasuk jadi selebgram atau yutuber wkwk. Kudu kerja keras. Mbak aku jadi pengen beli novel fisiknya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbaaa aku bayangin si Yorick kecil ini mrebes mili... Cuss mba di Gramed ada, mau donlot apknya juga bisa

      Hapus
  9. Suka dengan cover bukunya yang berwarna hitam, terlihat elegan :D sudah lama sekali saya tidak membaca novel, bisa jadi referensi nih :D

    BalasHapus
  10. Buku ini layak dibaca oleh generasi muda kita sebagai motivasi

    BalasHapus
  11. Ceritanya menyentuh hati banget, apalagi kalimat pembukanya "kita tidak bisa memilih lahir dari keluarga seperti apa, tapi kita bisa menentukan keluarga seperti apa yang ingin kita ciptakan" relate banget sama kehidupanku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap semangat mba Irra... Kuat ... Kuat ... Kuat ...

      Hapus
  12. Selalu suka baca buku kisah perjuangan nyata yang sukses dari bawah begini mba, aku jadi pengen beli buku ini nih btw ulasannya bagus mba aku suka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kita mba. Aku juga suka salah satunya krn ini kisah nyata, jadi bukan cerita khayalan. Dan ini yg jadi motivasi banget untuk terus melangkah.

      Hapus
  13. Sungguh alur nya mengejutkan ya kak novel yorick ini. Untuk bertahan hidup dan mencoba merubah takdir. Jadi pengen hunting deh

    BalasHapus
  14. Ini ceritanya semacam biografi atau success story gitu ya? Jadi penasaran cerita lengkapnya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini novel tapi dari kisah nyata. Makanya ada yg bilang novel rasa biografi. :D

      Hapus
  15. Wah, seru nih kayaknya bukunya. Inspiatif dan memberi semangat. Aku udah lama gak baca buku kayak gini. Dan sekarang2 ini harus banget. Semangat lagi melempem. :(

    BalasHapus
  16. Ah nulis tentang yorick, daku malah belum sempat baca novelnya, mau ke rusia 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cepeeeeet, bentar lagi DLnya... Aku pun mauuu ke Russia... 😍😍😍

      Hapus
  17. Novel ini ijin Kita makin bersyukur dg kehidupan kita ya mba krn memang di bawah langit msha ada langit

    BalasHapus
  18. Aku jadi makin penasaran pingin baca novel Yorick. Sepertinya bisa jadi kado yang keren buat anak-anak, agar bisa bersyukur dan mengerti ada kehidupan lain di luar sana yang keras.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kado yang bagus mba... Biar anak2 melek ya dan nggak lengah bahwa di luar sana banyak orang yg mengupayakan mimpinya terwujud nyata. #tsyah...

      Hapus
  19. Kisah yang menarik, bagus dibaca oleh anak muda. Memberikan motivasi bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama mau bekerja keras.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba... Biar tetap semangat ya setelah melihat bukti nyata.

      Hapus
  20. Baca dari resensinya, jadi makin penasaran dengan novel Yorick. Cerita pengalaman hidup Yorick yang penuh tantangan itu bisa diambil hikmahnya ya ...
    Novel yang sarat dengan makna dan inspiratif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca deh mba dan siap2 tisue bayangin kerasnya kehidupan masa kecil Yorick.

      Hapus
  21. Masih banyak anak yang ditelantarkan oleh orangtuanya, seperti kisab Yoerick ini ya. Ditinggal sama neneknya. Kasian.

    BalasHapus
  22. Wah keknya ini buku emang rekomen yes bun? Jadi penasaran pengen baca sendiri euy. Iyes jadi gimana kelanjutan kisah percintaannya? Heu. Penasaran ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rekomen sangaaat. Semoga ada Yorick 2 ya. Hehee...

      Hapus
  23. kalau nggak salah novel ini juga diangkat ke layar lebar ya mba? ih jadi makin penasaran euy. ini bisa dibeli di toko buku apa harus PO ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba akan diangkat ke layar lebar, aku juga gak sabar nih... oya kalau mau beli di toko buku ada, melalui aplikasinya Yorick ID juga bisa.

      Hapus
  24. Aku udah baca. Emang keren dan mantap banget. Bikin mewek tahu mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa mbaaa, sedih yaa kebayang klo anak sendiri yg digituin, huhu...

      Hapus
  25. Wah menarik niiiih buat dibaca. Kisah masa kecilnya sedih sekali tapi tetap semangat yaa mencapai kesuksesan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba sangat semangat dan optimis yg aku tangkap.

      Hapus
  26. Duhhh hampir sama dengan kisahku dulu.. Jaman masih kecil 2.. Kantor Papa tutup, kami melalang buana pindah kesana kemari.. Alhamdulillah, dengan didikan mental yang sedikit keras,justru membuat kami tahan banting.. kehidupan pun berangsur membaik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... Selalu ada hikmah dibalik peristiwa ya mba. Dan beruntung orang yang mau mengambil hikmah kehidupan tsb.

      Hapus
  27. udah lama banget ga baca novel
    ada sih baca buku..tp bukan novel
    jadi penasaran nih tuk baca lengkap
    tapi harus cari bukunya dulu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau susah ke toko buku, pesan dari aplikasinya aja mba, Yorick ID. Yukks bikin target membaca buku.

      Hapus
  28. Waduhhh
    baru ingat aku punya vouchernya. Kok lupa gak dipake beli. belum punya aku novel femes ini.

    BalasHapus
  29. Baca resensi buku ini jadi penasaran sama keseluruhan ceritanya. Seneng kalau diangkat dari kisah nyata begini, membangkitkan motivasi utk tetap semangat.

    BalasHapus