Profil Risiko Investasi, Apa Itu?

Rabu, Agustus 28, 2019

Qazwa investasia syariah, utk para umkm

Mulai berinvestasi memang terdengar sangat menarik sebab hadirnya potensi imbal balik hasil tanpa susah payah mengeluarkan waktu, tenaga, materi seperti saat bekerja kantoran. Namun sudahkah kamu mengetahui langkah awal dari investasi? Bagaimana mencari karakter yang cocok dengan gaya investasi dalam menghadapi untung rugi masing-masing instrumen investasi? Karena belum tentu semua jenis investasi cocok denganmu, maka penting jadinya untuk membahas profil risiko investasi.

Apa Itu Profil Risiko Investasi?


Profil risiko sendiri berarti penilaian atau kesimpulan atas kemampuan dan kesediaan investor untuk menanggung suatu risiko investasi. Berbekal dari definisi tersebut, ada beberapa istilah yang perlu kamu ketahui. Kemampuan menanggung risiko (ability to bear risk) berarti kondisi objektif berdasarkan pengetahuan, pengalaman, jangka waktu investasi dan tingkat kekayaan. Sedangkan kesediaan menanggung risiko (willingness to take risk) berarti kondisi subjektif seperti psikologi atau lingkungan sekitar investor. Profil risiko dinilai dari dua hal yaitu tingkat defensif (penahanan harta) dan growth (keinginan menumbuhkan harta).

Bagaimana cara menghitungnya?


Untuk mengetahui kadar proporsi portofoliomu, kamu bisa memanfaatkan alat bantu seperti mengisi kuesioner online. Dapat dilihat dari kalkulator tersebut, semakin kecil total nilai artinya calon investor lebih mengarah pada kategori menghindari risiko atau konservatif. Sebaliknya, semakin besar total nilai artinya mengacu pada kategori mencari risiko atau agresif. Hasil kuesioner juga didapat dari beberapa faktor. Skor akan lebih rendah bisa jadi disebabkan semakin banyak tanggungan atau porsi investasi terhadap pendapatan. Adapun skor akan lebih tinggi bisa karena semakin banyak pengalaman, total kekayaan bersih, maupun usia produktif.


Apa pentingnya mengukur profil risiko?


Risk profiling sebagai proses yang digunakan agar membantu menentukan tingkat optimal risiko investasi untukmu. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang diperlukan untuk memenuhi tujuan investasi, kapasitas risiko, dan toleransi kamu terhadap risiko.


Memangnya apa saja pembagian profil risiko?


● Konservatif (Defensif 85% : Pertumbuhan 15%)

Cocok untuk investor dengan jangka waktu minimum dua tahun atau aset dengan pertumbuhan kecil. Tepat digunakan oleh investor yang memberikan prioritas tinggi pada penahanan modal dan bersedia menerima potensi kinerja investasi lebih rendah, dengan 85% pada aset pendapatan (uang tunai). Intinya, identik dengan mereka yang masih takut atau amatiran dengan berbagai bentuk investasi jenis apapun. Contoh investasi yang pas adalah tabungan dan deposito

● Moderat (Defensif 70% : Pertumbuhan 30%)

Cocok untuk investor dengan jangka waktu minimum tiga tahun. Sesuai dengan investor yang mencari tingkat volatilitas nilai investasi lebih rendah dan bersedia menerima potensi kinerja investasi yang lebih rendah dengan 70% paparan aset pendapatan. Singkatnya, klien jenis ini lebih terbuka dan mau menerima ketimbang tipe konservatif. Jenis investasi yang bisa dicoba yaitu logam mulia, deposito, surat utang negara, obligasi.

● Seimbang (Defensif 50% : Pertumbuhan 50%)

Cocok untuk investor dengan jangka waktu minimum lima tahun atau investor yang menginginkan tingkat stabilitas modal rendah tetapi bersedia menerima volatilitas nilai investasi yang moderat sebagai imbalan atas kinerja investasi potensial yang sepadan, dengan setengah porsi untuk aset pertumbuhan (saham, properti dan infrastruktur terdaftar) dan sebagian lainnya untuk aset pendapatan (tunai).


● Pertumbuhan (Defensif 30% : Pertumbuhan 70%)

Cocok untuk investor dengan jangka waktu minimum tujuh tahun atau yang bersedia menerima tingkat volatilitas nilai investasi yang lebih tinggi dengan return investasi potensial yang lebih tinggi. Dengan 70% untuk aset pertumbuhan seperti saham, properti dan juga P2P Lending.

● Agresif (Defensif 15% : Pertumbuhan 85%)

Cocok untuk investor dengan jangka waktu minimum sembilan tahun atau yang bersedia menerima volatilitas nilai investasi tingkat tinggi dengan return investasi yang berpotensi tinggi. Dengan 85% pada aset pertumbuhan (saham, properti dan P2P Lending) sehingga fokus pada modal hanya menjadi perhatian kecil.

● Sangat agresif (Defensif 0% / Pertumbuhan 100%)

Ini cocok untuk investor dengan jangka waktu minimum sepuluh tahun atau yang bersedia menerima tingkat volatilitas nilai investasi yang sangat tinggi untuk memaksimalkan return investasi. Dengan 100 persen untuk aset pertumbuhan (saham atau bahkan usaha sendiri) sehingga stabilitas modal tidak lagi menjadi pertimbangan.


Jika kamu adalah orang yang sangat agresif, mungkin kamu bisa mempertimbangkan untuk membuka usaha sendiri. Usaha sendiri tentu saja memiliki potensi yang luar biasa karena angka keuntungan kita yang menentukan sendiri. Modal yang kamu miliki tentu saja bisa berkembang lebih besar.Jika kamu merasa modalmu belum cukup, dengan berkembangnya teknologi kamu juga bisa mengajukan permodalan secara online di P2P Lending.


Investasi tidak mengenal umur, pekerjaan, pendidikan, latar belakang atau dimanapun tingkat profil risikomu. Siapapun bebas berinvestasi sedini mungkin dan meraup hasil luar biasa di masa mendatang.

You Might Also Like

7 komentar

  1. Ilmu yang sangat bermamfaat Mbak buat saya yang minim pengetahuan tentang investasi. Selama ini jualan online ya tanpa modal besar, masih takut juga. Khawatir tidak balik modal.

    BalasHapus
  2. Aku nih masuk geng emak emak yang blank banget masalah investasi ini mba. Baca tulisan ini jadi lebih ngerti deh. Sip, makasih ya mba udah berbagi ��

    BalasHapus
  3. Kadang kita tuh emang nggak sadar tentang berinvestasi, termasuk saya sih �� padahal investasi merupakan hal yang sangat penting. Minimal untuk jaminan hari tua ya, mbak.
    Kayaknya saya juga harus memikirkan investasi mulai sekarang deh

    BalasHapus
  4. Informasi keren ini. Jadi punya gambaran untuk investasi. hehehe.

    Terima kasih kakak

    BalasHapus
  5. Banyak yang takut kalau dengar kata investasi, takut gagal, padahal kalau sdh menghitung risiko dari awal, mestinya gak lagi kan ya?

    BalasHapus
  6. Duh jujur aja mbak, aku kurang paham tentang investasi. Ambil asuransi aja engga. Sekarang udah sistem MBA (Made By Allah) semuanya serba bismillah, paling yang diandalkan cuma tabungan aja. Agak deg-degan juga sih cuma ya lillah aja

    BalasHapus
  7. Udah lama pengen belajar investasi dan memilih mana yang paling tepat. Baca tulisannya, sekarang jadi makin paham mau pilih yang mana.

    BalasHapus