Anak-anak Sejahtera, Masa Depan Bangsa Indonesia Cerah

Selasa, April 16, 2019

Setiap orang tentu ingin menjalani kehidupan yang sejahtera. Sebab kesejahteraan bisa memudahkan kehidupan dan membuat hidup jadi lebih nyaman. Akan tetapi, bagi anak-anak kesejahteraan punya manfaat yang lebih dari sekedar nyaman karena hal tersebut juga sangat berguna untuk masa depannya.

Donasi online.UNICEF

Anak-anak berada pada fase dimana mereka harus tumbuh dan berkembang secara normal. Agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang secara normal, maka dibutuhkan kehidupan yang sejahtera dan layak. Beberapa hal perlu diberikan kepada anak-anak agar kehidupannya terjamin seperti pemberian asupan gizi yang layak, lingkungan tempat tinggal yang sehat sampai pendidikan yang layak.

Walaupun kesejahteraan anak-anak sangat berperan dalam proses tumbuh kembangnya, sayangnya belum semua anak-anak di Indonesia merasakan kehidupan yang sejahtera. Masih banyak anak-anak yang hidup jauh dari kata sejahtera hingga tidak bisa mewujudkan cita-citanya. Hal ini membutuhkan bantuan dari pendekar anak mengingat anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia di masa yang akan datang.

Agar bisa menjadi pendekar anak, Anda bisa melakukannya dengan cara yang mudah yakni melakukan donasi. Saat ini, donasi bisa disalurkan secara online melalui lembaga yang terpercaya. Lewat situs sumbangan UNICEF Indonesia, Anda bisa melakukan donasi secara online dan membantu kehidupan anak-anak Indonesia agar lebih cerdas.

Sebagai pendekar anak, Anda bisa memilih apakah ingin menjadi pendekar anak di tiap bulannya atau satu kali saja. Donasi online setiap bulannya sangat dianjurkan sebab donasi yang Anda berikan akan memberikan dampak besar bagi kesejahteraan anak Indonesia. Di sisi lain, donasi online setiap bulannya juga sangat mudah untuk dilakukan karena adanya fitur autodebet. Pendekar anak juga tidak perlu khawatir karena di tiap bulannya akan mendapatkan laporan perkembangan donasi yang telah diberikan. Sehingga, Anda bisa memantau sejauh mana donasi telah diberikan dan sejauh mana donasi tersebut bermanfaat bagi kesejahteraan anak-anak Indonesia.

Bersama UNICEF Indonesia, menjadi pendekar anak terasa semakin mudah. Jadi, mulailah segera melakukan donasi dan dukung anak-anak Indonesia agar bisa memiliki kehidupan yang sejahtera dan memberikan harapan yang cerah bagi masa depan Indonesia. Selamat berdonasi, pendekar anak!

You Might Also Like

8 komentar

  1. Aku pernah bergabung di Pendekar Anak bareng UNICEF ini beberapa tahun lalu. Waktu itu sempat berhenti karena pergantian data dan aku nggak info mereka. Jumlahnya nggak besar tapi semakin banyak yang bergabung, tentunya semakin besar manfaat yang bisa diberikan, ya .

    BalasHapus
  2. Program yang oke banget ini dariw UNICEF. Untuk mendukung tumbuh kembang secara optimal memang diperlukan dukungan semua pihak. Termasuk kita

    BalasHapus
  3. Kita semua termasuk orangtua berarti pendekar anak-anak juga ya mbak?

    BalasHapus
  4. Bagus ya, ada program Autodebet juga ya? Membut orang yang sering lupa bisa tetap memberi sumbangan secara rutin. Semoga membawa banyak membawa manfaat bagi anak anak Indonesia...

    BalasHapus
  5. program-program UNICEF ini keren-keren yes, wah mantap banget emang nih. Program Pendekar Anak memang harus digalakkan yes, secara masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi, pendidikan bahkan asusila juga, miris lah. Yes, donasi salah satu cara untuk menyelamatkan anak-anak. makasih bun sharingnya.

    BalasHapus
  6. Saya pendekar anak, tapi mandiri. Hehe... sejalan lah, programnya sama punya Unicef,semoga anak2 Indonesia mendapat haknya dg baik dan bisa bertumbuh kembang dg optimal

    BalasHapus
  7. Beberapa waktu lalu aku juga ditawari donasi online untuk anak-anak yatim yang berupa pembangunan desa anak..jadi dibangun satu rumah untuk 15 anak yang diasuh sama 1 ibu asuh...alhamdulillah semoga program donasi seperti ini bisa membawa keberkahan..

    BalasHapus
  8. Wah gampang ya caranya jadi pendekar anak Mba. Aku pernah donasi ke UNICEF tapi lewat volunteer yang ketemu di mall. Sampe sekarang kadang suka masih dapet email dari UNICEF

    BalasHapus