Penulis dan Gadget; Ketika Menulis Dikira Bermain Gadget

Jumat, Januari 18, 2019






Those who judge will never understand, and those who understand will never judge. 

Kadang kita hanya melihat sesuatu dari satu sisi. Padahal bisa jadi ketika kita mengetahui apa yang melatarbelakanginya, kita malah malu sendiri. Saya adalah penulis dan akhirnya terdengar juga di telinga saya persangkaan yang tidak baik tentang profesi ini. 

Saya rasa bukan hanya penulis sih, dulu waktu saya berada di komunitasnya para pebisnis online juga begitu. Ada yang dikira pengangguran lantaran sehari-hari di rumah terus, belum lagi outfitnya kalau yang cewek dasteran dan yang cowok sarungan, belum lagi kalau saat bertamu siang-siang ealah tuan rumah alias si pebisnis online ini bilangnya lagi tidur siang. Ini orang kerja apa nggak sih sebenarnya? 

Hidup kita ini dikelilingi frekuensi dan masing-masing diri kita juga punya frekuensi. Makanya kadang kita nyambung dengan si A tapi tidak dengan si B. Tidak mudah memang berinteraksi dengan yang tidak "klik". Termasuk juga orang-orang yang menolak kemajuan teknologi atau tahu teknologi tapi sebatas istilah internet, google, youtube, dan semacamnya. Mereka lebih menyukai cara-cara konvensional dalam mengerjakan sesuatu, walaupun lama, tidak praktis, yang penting hati tenang karena merasa aman.

Yang mereka tahu bekerja itu harus berpakaian rapi, berangkat ke kantor pagi hari, pulang dari kantor sore hari dan sampai di rumah malam hari. Padahal tidak semua pekerjaan seperti itu. Di era milenial kini sudah banyak para pekerja profesional yang bekerja by remote, so bekerja atau bisnis dari rumah bukan lagi hal yang mengada-ada.

Bekerja dari rumah itu ada, bisa, dan menghasilkan! Orang-orang yang tidak paham cara kerja virtual ini memang mengiranya si pelaku hanya makan, tidur, and repeat, tidak jarang juga dikira pemalas. Yah mungkin saking terlihat asyiknya pekerjaan yang dilakoni, misalnya saja youtuber. Banyak orang bergumam, enak banget gitu doang dapet duit. Padahal seorang youtuber meski video yang dibuatnya lebih ke konten hiburan tetap saja butuh skill untuk "mempercantik" hingga layak tayang. 

Writing

Aktivitas menulis juga sama dengan kasus di atas. Meski aktivitasnya disebut menulis tapi di zaman sekarang ini sangat jarang dijumpai menulis dengan pensil dan kertas. Saya katakan sangat jarang itu artinya kemungkinan masih ada yang menggunakan cara ini. Tetapi kebanyakan sekarang adalah menulis itu ya mengetik, bisa di smartphone tablet, atau laptop. That's why banyak orang mengira ketika para penulis sedang khusyuk menyalin ide-ide di gadget-nya, orang lain berpikir penulis sedang asyik mainan game di handphone. Bagi saya, menulis itu pekerjaan yang butuh konsentrasi apalagi kalau kita mengerjakan proyek dari klien. Sama dengan pekerjaan lainnya yang juga harus dikerjakan secara profesional. 

Belum lagi yang juga menjadi kebutuhan seorang penulis adalah membaca. Ya, seorang penulis juga perlu membaca dan aktivitas membaca ini saya akui sangat tidak nyaman bila disambi mengerjakan aktivitas lain apalagi ngobrol. Nggak percaya? Coba deh! Nah, jangan heran ketika kita membaca, lalu seseorang yang berbeda frekuensi ini mengira bahwa kita leyeh-leyeh tak produktif. Membaca itu selama yang dibacanya baik dan benar sama seperti belajar atau menuntut ilmu. Bahkan dari sebuah buku fiksi pun kita tetap dapat mengambil hikmah atau pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut. 

Untuk bisa mendapatkan tulisan yang baik apalagi yang menulis buku nih, tentu kita perlu waktu dalam arti sesungguhnya dalam mengerjakannya. Penulis bukanlah penjiplak, penulis butuh ide dan kreativitas dalam meramunya. 

Blogging

Katakan saja yang tadi adalah untuk kasus penulis buku ya, sekarang kita masuk ke dunia blogging atau pelakunya kita sebut blogger. Dalam dunia blogging itu selain mengisi konten secara berkala kita juga perlu silaturahim ke blog lain atau istilahnya blogwalking. Buat apa? Banyak! Ya buat menambah informasi, menjalin keakraban sesama blogger, meningkatkan traffic, hingga mendapatkan backlink yang bisa menaikkan Domain Autority blog kita. Apa itu Domain Authority (DA)? Gampangnya DA itu adalah nilai kepercayaan suatu situs di mata mesin pencari. 

Oya, blogwalking ini supaya terasa impactnya ke DA tidak bisa dikerjakan sehari 1, paling tidak 20 blog yang perlu dilahap, malah ada lho blogger yang menargetkan blogwalking ke 40 blog perharinya. Kebayang tidak membaca tulisan minimal 500 kata sebanyak 20 kali? Kira-kira berapa waktu yang diperlukan untuk ini? Andaikan satu blog butuh waktu 3 menit maka dengan 20 blog kita sperlu waktu 60 menit alias satu jam untuk blogwalking saja. Belum dihitung waktu yang kita gunakan untuk membalas komentar. 

Blogger dalam mengisi konten agar menarik dan pesannya tersampaikan tidak semata-mata menyajikan tulisan saja. Perlu juga yang namanya foto pendukung atau pun infografis agar lebih mudah dipahami. Belum lagi agar manfaatnya tersebar luas, perlu belajar teknik SEO agar mudah ditelusur dalam mesin pencarian google. Jadi kadang yang bikin lama draft itu hingga terpublish adalah bukan tulisannya tetapi gimmick namun penting seperti foto pendukung yang perlu diedit, dikompres, dan diberi watermark. 

Satu lagi, bagi penulis khususnya blogger, bermain sosial media itu juga perlu dilakukan. Untuk apa? Untuk menyebarkan ilmu serta meningkatkan traffic. Jadi ya ini adalah bagian dari pekerjaan juga. 

Nah sudah terbayang kan buat kalian yang belum tahu bagaimana pekerjaan penulis termasuk yang nulis buku maupun nulis diary online alias blog? Segambreng... Mereka yang pintar mungkin tahu harus menulis apa, tapi mereka yang bijak tahu perlu ditulis atau tidak. Menulis itu kegiatan yang butuh konsentrasi tinggi juga penuh tanggung jawab baik tulisan-tulisan non fiksi maupun fiksi. 

Menulis kapan saja di mana saja

Jadi paham ya pekerjaan seorang penulis? Mulai dari membaca, menulis, apalagi seorang blogger juga perlu mengisi konten secara berkala, dan blogwalking. Menulis ini memang profesi yang menyenangkan wajar saja kalau banyak yang iri pengen. Kenapa menyenangkan? Karena bisa dikerjakan kapan saja. Biasanya, saya memanfaatkan waktu anak sekolah dan tidur untuk mengerjakan semuanya. Ya semuanya! Mengisi konten, share ke media sosial, blogwalking, membalas komentar, hingga menyicil naskah-naskah untuk buku saya. Ketika anak pulang sekolah atau sudah bangun? Ya fokus saya harus sudah on kembali dengannya. 

Asyik kan? Bisa melakukan aktivitas yang dapat dikerjakan kapan saja dan di mana saja serta memperoleh income untuk sesuatu yang kita kerjakan sambil tiduran dengan penuh kegembiraan dan tetap bisa bermain dengan anak. 

Nikmatilah peran kita ...

Jadi kesimpulannya apa? Apa pun yang kita lakukan saat ini selama dalam kebaikan nikmati saja. Tak perlu iri dengan kehidupan orang lain karena kita tak tahu apa yang sudah dilaluinya. Teruslah menulis meski orang lain berkata kita pemalas, teruslah menulis meski mendapat cibiran, teruslah menulis meski mereka meragukan, teruslah menulis hingga tanpa terasa kita sudah merampungkan banyak tulisan. Intinya adalah fokus saja dengan tujuan kita. Syip yaa ... Have a nice day!

You Might Also Like

40 komentar

  1. Orang yang bilang "Yah, gitu doang dapet duit" itu seringkali gak menghargai proses kreatif. Orang-orang macam ini yang cuma bilang "makasih" setelah dibikinin desain tertentu hikss...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabar ya mas,,, hihi ... Begitulah... Orang-orang masih kurang mengerti pekerjaan di bidang jasa.

      Hapus
  2. Mantaff mba.. Buat renungan sy jg

    BalasHapus
  3. Saya pernah juga nyari duit dengan cara jadi musisi dimana waktu itu mambantu mengaransemen musik. Eh tapi mungkin karena ortu berpikir bekerja dikantor dikiranya dirumah nganggur main2 gitar padahal bantu aransemen dan rekam 1 lagu bs dpt 500.. hmm..

    BalasHapus
  4. Mantap Mbak, infonya. Terutama yang soal blogging itu...pastinya butuh usaha yang konsisten. Kalau sudah pilih menulis di blog tentu ada banyak hal yang harus dilakukan, dan semua tidak bisa instan. Enggak boleh cuma niat dan nulis aja yaaa, masih banyak rangkaian yang harus dilakukan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, blogging is not just about writing..

      Hapus
  5. Orang sering salah sangka ya mbak, disangka mainan hp nggak jelas, padahal lagi ngerjain job, bikin copywriting pesanan klien dll, tapi kadang saya cuek aja, sayang waktunya terbuang mikurin orang he.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, fokus pada yang menghasilkan. :D

      Hapus
  6. begitulah suka dukanya jadi penulis di gadget hehe. Mungkin kalo di laptop keliatan ya lagi kerja (baca : nulis) tapi kalau di hp kan enggak keliatan heu. apapun yang terjadi kita kudu, wajib tetap menulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah aku nih kalo ngedraft dan bw selalu di hape. Megang laptopnya cuma saat mau publish atau final editing aja.

      Hapus
  7. Jadi ingat teman anakku...dia pernah komplain ke anakku, katanya "kenapa ummimu kerjaannya main game melulu? Kayak anak kecil saja"
    Anakku pun menjelaskan kalau umminya gak main game tapi lagi kerja.
    Qadarallah, dia tetap kekeuh bilang kalau saya main game. Ya sudahlah....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihiii ... sini Nak, Ummi ajarin ngeblog ...

      Hapus
  8. Yaa biarkan orang berpikir apapun tentang kita, ngga bisa kita atur. Yang penting kita ngerti dan paham apa yg kita lakukan nggak sia2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, lebih sulit mengendalikan orang lain. Mending kelola hati dan pikiran sendiri aja yes...

      Hapus
  9. Biarkan org berkata apa. Yg dilakukan positif dan tdk mengganggu org. Org py cara sendiri utk mencari penghasilan atau menyalurkan hobi.

    BalasHapus
  10. Setuju mbak..aku selalu dibilang pengacara alias pengangguran banyak acara. Ya mungkin karna saya masih blogger pemula belum menghasilkan jadi mereka seperti memandang sebelah mata hobi saya ini. Padahal buat saya dapat penghasilan dari blog gak pernah terpikir sama sekali. Yang penting saya berani nulis, berani share pengalaman dan bonus kalo dibaca dan bermanfaat Alhamdulillah.. makannya cukup gak didengerin aja toh daripada makan ati ato jadi dosa

    BalasHapus
    Balasan
    1. apa (((blogger pemula)))?? Merendaaaah, jobmu lho udah banyaaak..

      Hapus
  11. Menulis memang masih kurang menjadi budaya di kebanyakan masyarakat kita. Jadinya dikiranya saat kita nulis, kitanya cuek atau asik dengan gawainya saja. Sibuk njawab pertanyaan, sedang apa to kok sering di depan laptop?

    BalasHapus
  12. Org mmg suka sepele dg org2 yg berkerja di rumah. Mereka kayak ga percaya kalo menulis itu jg bisa menghasilkan uang. Kdg sedih juga dg sikap mrk yg begitu.

    BalasHapus
  13. Hulaaa ... Aku salah satu orang yang suka dirusuhin sama orangtua. "Ngapain sih mainan hp aja? Pantesan anaknya ketularan." Lhooo, belum tahu mereka, ya? Maklum, orangtua kita hidup di generasi yang boro-boro ada gadget, ya. Tapi setuju banget, deh, soal frekuensi. Ada orang-orang yang diciptakan nggak sefrekuensi dengan kita dan mau gimana pun usahanya biar sejalan, nggak akan juga dapat 'klik'-nya. Aku bahagia bekerja dari rumah, berteman gadget, dekat dengan anak-anak, bisa berbagi lewat tulisan. Sip, deh.

    BalasHapus
  14. yeees setujuuu.. yg ptg fokus dan konsisten. orang2 yg suka underestimate, negative thinking trus2 an ke org lain, aku rasa sih pikirannya cupet dan sbnrnya iri :D. kerja terlihat santai tp pemasukannya jalan. ga tau aja dia seberat apa org2 yg bekerja sebagai penulis ini. skill mereka justru lbh banyak dr org kantoran yg kerjaannya biasa udh default ama SOP :D. cthnya aku banget ini hahahah..kerja kantor udh merem saking hapalnya. tp update blog, bisa seminggu sekali aja udh bersyukur

    BalasHapus
  15. saya jg lagi hobby blogwalking nih. heheheh. seru jg baca banyak blog orang.

    BalasHapus
  16. Belum lama, sahabat saat kuliah yang baru buka usaha pasang produknya. Aku langsung nawarin dong, sini aku ulas di blog..kan produk dewe, UMKM.
    Eh, dia balas cuma..ah masak bisa, terus aku balas ya walaupun enggak langsung ada yang beli, paling tidak ada yang baca siapa tahu ada yang membutuhkannya, jadi kasih aku info produknya dll...gratis nih
    Eh dia jawab, datang aja langsung ke tempatku kalo kepo
    Duh!
    Kok aku jadi tersinggung ya...aku baik-baik nawarin promo eh diremehin gitu, beberapa kalimat pula.
    Tapi ya sudahlah, dia enggak tau kalau kita blogger ini sekali ngiklan atau promosi dibayar berapa halah..hahaha
    Dan, masih banyak lagi cerita lainnya.
    Ibuku aja pas aku mudik negur kok aku di depan laptop/HP di waktu senggangku, dikira chat sama siap gitu..
    Tapi apapun, yang tahu kita sendiri,,,dan ini pilihan profesi, dan setuju dengan ulasan di atas: fokus dengan tujuan!

    Maaf jadi panjang hahaha

    BalasHapus
  17. Suami cerita, staf di kantor bingung, anaknya punya cita² jadi blogger. Hah? Ngapain itu?
    Suami kasih pencerahan deh...istri saya...bla bla bla...
    Hehe...

    BalasHapus
  18. Hahaha jangankan orang lain, orang rumah sendiri juga suka bilang dari pagi sampai malam pegang gadget terus...

    BalasHapus
  19. Paling sebel kalo pas udah anteng mojok dan pegang gadget trus datang orang tanpa permisi trus ngecuprus ngajak ngobrol. Pas enggak ditanggepin nyolot. Duh..jd pengen nimpuk pake panci

    BalasHapus
  20. kirain saya aja yang nulis dihape dan dikira main hape aja, hahaha. Ternyata banyak juga dan hampir semua blogger ya Mak. Kalau saya sih nggak ambil pusing,yang penting saya tetap bisa produktif. Kalau perlu sih saya jelaskan ke yang bersangkutan kalau saya lagi nulis. itu kalau mereka pengen tau sih, hehehe

    BalasHapus
  21. Mantul banget sharingnya mba Dwi. Aku sih rempongnya klo anak2 ngeliat aku cuma "main hp" aja. Trus mereka jd pengen ikutan 😢

    BalasHapus
  22. setuju penulis dan gawai, dua hal yang tak terpisahkan. Saling mendukung satu sama lain.

    BalasHapus
  23. Saya pernah ngalami mbak. Punya tetangga agak nyinyir, kalo ga ditemenin ngegosip udah tereak dianya, "Kok ga keliatan, tidur, ya". Duh, kesel rasanya, kerja dibilang tidur, he.

    BalasHapus
  24. Siyaap grakkk mb Dwi, setuju jalani dan nikmati dunia nenulis kita Dan riang. Sebab kalau ada beban pikiran kita gk bisa konsentrasi. Semngat buat kita semuaaa...

    BalasHapus