Saturday, 5 January 2019

Ngeblog atau Nulis Buku?

Asyiknya ngeblog dan nulis buku

Ngeblog atau nulis buku? Buat saya ini benar-benar pilihan yang sulit. Saya menyukai keduanya, intinya sih menulis. Mau dalam bentuk online (blog) maupun offline (buku) saya suka itu. Tapiii ternyata tidak mudah menjalani keduanya dengan fokus yang sama. 

Bagaimanapun saya tidak mungkin melupakan jasa blog, media di mana saya belajar menulis dan mengeluarkan sisi "lain" saya. Sisi lain ini bukan berarti menjadi orang lain, justru menggali potensi baik yang sebenarnya sudah dianugerahkan olehNya, misalnya melatih keberanian. Anak-anak kan pada dasarnya pemberani, menjadi takut ya karena sering ditakut-takuti.

Nah ternyata ngeblog pun butuh keberanian lho. Saya sempat temui beberapa orang yang masih mem-private blognya bukan karena kontennya, melainkan karena kurang percaya diri untuk mempublikasikan tulisannya sendiri. 

Sebetulnya saya sudah sejak SMA mengenal blog, dan pengen banget bisa punya. Keinginan ini tuh karena seru aja ngelihat salah satu teman tersebut yang berceloteh di blognya, dulu dia itu nulis di blogdrive. Sekarang, halo apa kabar ya blogdrive? Hihi ... Diam-diam saya baca blognya. Kok seru sih?! (Ini penggunaan tanda baca yang kurang tepat, jangan diikuti ya).

Long story short, akhirnya saya bikin blog juga Mei 2015, di tengah kesibukan seorang ibu dengan anak berusia 2.5 tahun. Qiqiqi #mantaap :D Daaan alhamdulillah kini sudah nambah dua blog yang bisa dibilang alhamdulillah cukup konsisten diisi yaitu yang ini duniaibuibu.com dan satu lagi kopermini.id. Total ada 3 blog, tapi blog perdana dulu (nama domain disembunyikan) justru kini membeku, hiks... Semoga nanti bisa mencair dengan niche yang lain.

Asyiknya ngeblog

Mengampu tiga  dua blog ini bukan hal yang mudah, karena kita harus pandai-pandai mengatur jadwal menulis dan menerbitkannya, termasuk jadwal silaturahim (blogwalking). Namun begitu ngeblog ini banyak sekali keseruannya, apa saja?


1. Be your self

Kita bisa ciptakan ambiance di rumah maya kita sesuai kehendak. Ingin yang santai, semi formal, atau formal? Semua sah-sah saja, tidak ada pakem khusus dalam menulis blog, termasuk gaya bahasa dan jumlah kata. Jadi, be your self aja. Meski begitu, tetap ada kaidah-kaidah tak tertulis agar tercipta konten yang berkualitas. Kalau mau having fun, blog ini solutif banget. 

2. Semi-interactive

Dalam blog ada kolom komentar, yang bisa diisi oleh siapapun yang membaca. Jadi kita sebagai blogger bisa segera mendapat feedback, baik berupa kritik, saran, atau informasi tambahan dari pembaca/pengunjung blog. 


3. Shareable

Serunya ngeblog itu tulisan kita mudah dibagikan terutama di media sosial, ya facebook, instagram, twitter, whatsapp, dan lainnya. Nah bagi kita yang mau ambil peran sebagai agent of change alias agen perubahan, blog ini sarana yang sangat mendukung. Dan ingat, tulislah yang baik-baik karena kelak kebaikan juga yang akan kembali pada kita. Jangan lupa untuk konsisten mengisi supaya branding dan manfaatnya lebih kerasa. 


4. Fee job cepat cair

Dulu saya tidak paham bagaimana sebuah blog bisa mendatangkan pundi, kecuali adsense. Kalaupun ada brand yang mengajak bekerjasama, pastilah milik blogger-blogger ternama. Nyatanya, peluang kerjasama itu banyak, makanya jangan lelah silaturahim, ini bisa menambah relasi, nanti rezeki pun akan menghampiri. Dari yang sudah-sudah, fee job dari blog juga cepat cairnya, paling lama 3 mingguan.

5. Menambah pertemanan

Ngeblog tanpa berkomunitas itu ibarat berjalan sendirian. Lelah ya sendiri, lapar ya sendiri, makan ya sendiri, nggak enak kan? Nah, narablog atau blogger ini sebaiknya akrab dengan lingkaran komunitas. Untuk apa? Bergandengan tangan memajukan blog masing-masing, caranya? Saling berkunjung atau blogwalking, hal ini juga bermanfaat untuk menaikkan Domain Authority (DA) kita. Selain itu kita juga mendapatkan ilmu dari para senior, mendapatkan support atau dukungan, hingga pertemanan yang sesunguhnya, tidak sebatas di dunia maya saja.

6. Banyak plus-plusnya

Yang ini saking banyaknya keseruan ngeblog, mulai dari melatih konsistensi, berpikir kreatif, kepuasan batin karena bisa berbagi menyebarkan kebaikan, hingga aktualisasi diri. Terkenal? Itu juga bonus sih.

Asyiknya nulis buku


Nah, itu dari ngeblog. Bagaimana kalau menulis buku? Menulis buku buat saya adalah cara mengabadikan ilmu dalam konteks yang lebih rapi, sistematis, dan mendalam. Menulis buku memang tak bisa instan, sekarang nulis besok jadi buku, No! Kecuali kita mengerjakan buku antologi, itu pun tetap saja berproses, mulai dari editing, layout, cover, isbn, dan sebagainya. Menulis buku juga tak bisa ciptakan interaksi yang cepat. Kadang, beberapa penulis buku juga enggan memajang nomor telepon selluler dalam profilnya. Sehingga rasa ingin tahu yang lebih dari pembaca sedikit tertahan lantaran sifatnya yang kurang interaktif. 

Tulisan dalam sebuah buku juga tak mudah dibagikan, kecuali buku kita memang best-seller, sehingga dengan sendirinya dapat tersebar ke seluruh nusantara bahkan dunia. Demikian juga soal fee, pembagian royalti biasanya ada yang 4x setahun bahkan ada juga yang hanya 2x setahun. Kecuali diundang sebagai pembicara, baik dalam acara bedah buku, wokshop, seminar, dan sebagainya ini baru cepat cairnya dan jumlahnya lumayan. So, bisa disimpulkan poin 1-4 dari serunya ngeblog, maka bagi menulis buku ini menjadi sisi sebaliknya. Namun begituuuu, saya tetap suka menulis buku. Mengapa?

Saya merasa punya tanggung jawab saja untuk menyampaikan ilmu yang ada dan mengupasnya secara lebih dalam dengan bahasa yang mudah dimengerti agar pesannya sampai pada khalayak. Jadi begini ketika dulu saya kuliah kedokteran, semua organ tubuh beserta fungsi dan potensi penyakit yang bisa menyerang dijabarkan dengan begitu ilmiah. Nah, saya itu inginnya bisa membuat buku kesehatan dengan gaya bahasa popular sehingga bisa ditelaah oleh masyarakat non-medis. Inginnya lho ya, semoga niat ini terwujud dan bermanfaat bagi banyak orang. Mohon doakeun yaaa ...

Jadi kalau disuruh pilih, mau fokus ngeblog atau nulis buku? Saat ini saya akan jawab keduanya. Menulis itu menyenangkan karena saya bisa mengerjakannya kapan saja saya mau. Tak hanya itu, saya yang tak pandai bermake up juga tidak perlu berlama-lama di depan kaca. Dalam karir kepenulisan saya khususnya menulis buku, profesi ini juga telah banyak membuka kesempatan, salah satunya bisa kalian baca di sini

"Hadza min fadhli Rabbi ..." 
Bukan saya yang hebat, namun Dia-lah Allah Swt yang memudahkan semuanya. Dia-lah yang mengizinkan. Segala pencapaian selama ini juga semata-mata atas karuniaNya. Maka saya mohon, segala puji-pujian hendaknya hanya ditujukan padaNya, Allah Swt. 

Kalau kalian sendiri prefer ngeblog atau nulis buku? Atau menyukai keduanya, seperti saya? Apapun itu, yang terpenting tetaplah menulis untuk kebaikan. Karena tak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.

By the way, ini sudah hari ke-5 di tahun 2019 dan saya baru mengisi blog, qiqiqi #ampuuun.

47 comments:

  1. saya juga mbak menulis buku sama ngisi blog itu sama asiknya. sama2 melatih kepercayaan diri kita buat unjuk ide (bukan lagi unjuk gigi)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss mba... Please jangan paksa untuk memilih kalo gt ya..

      Delete
  2. Nulis buku prosesnya agak ribet ya? Belum nyari penerbit dan naskah yg ditolak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, gak juga sih. Penulis sih tinggal nulis lalu contact penerbit lalu nunggu review (kalo mayor). Naskah ditolak, poles lagi. Setiap naskah punya takdirnya sendiri akan tayang di mana, hihii...

      Delete
  3. Dua2nya sih Mbak.

    Blogging buat jajan2 kuota, silaturahmi dll. Klo menulis buku tujuannya biar anakku baca buku emaknya hehehe

    Kata Bapakku jadi manusia itu harus meninggalkan sesuatu (berkarya). Kebetulan aku sukanya menulis ya di dunia menulis inilah aku berada.

    Btw salam kenal yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mba. Whaa senang sudah bisa menemukan kesukaannya di mana.

      Delete
  4. Waaaaa. Banyaknya bun blognya 😄

    Aku aja satu aja belum tentu konsisten

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whaa masih ada yang jauh lebih banyak. Semangaaat...

      Delete
  5. Wah keren deh mba.. Kl sy br ngeblog mau 3 bln he he itupun seoutar keseharian aja sih..satu blog aja sy msh keteteran mba 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga dulu sampe skrg jg kayanya masih seputar keseharian aja, hehe... Semanamgat merawat blognya.

      Delete
  6. Wah pengalaman menulisnya banyak ya mba.. saya juga pengen bikin buku sendiri. Tp sampai sekarang masih bertahap dan belajar aja dulu hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga mbaaa, pengen punya buku solo... Semoga ya dimudahkan jalannya.

      Delete
  7. wah kalau saya masih lum bisa melakukan keduanya secara bersamaan mbak.. ngeblog saja setahun sekali kayaknya hahaha.. Lebih lagi bikin buku, jelas saya masih belum mumpuni..

    salam kenal ya.. sukses buat sampean

    ReplyDelete
  8. Salam kenal juga mba. Hihi ini kalo saya hobi sih, jadi sueneng aja ngelakoninya.

    ReplyDelete
  9. Satu aja udah keren, apalagi dua-duanya yahh. Salut mbak, semoga saya bisa melakukannya juga.

    ReplyDelete
  10. Sulit kalau Disuruh memililih..kalau bisa pengen juga Buat Buku..salam kenal Mba Dari new bie

    ReplyDelete
  11. Salut yang bisa 22nya. Nulis buku rasanya butuh skill yang serius dibanding sekedar ngeblog. Imho yah

    ReplyDelete
  12. Keren, salut bisa jalankan nulis dan ngeblog. Usia saya udah lansia baru belajar blog. Sukses ya mba.

    ReplyDelete
  13. Saya lagi pengen nulis buku, tapi takut gak laku. Lha wong bukan siapa-siapa, tetangga aja mungkin gak semuanya kenal sama saya. 😂

    ReplyDelete
  14. saya blogger, saya suka menulis, makanya tulisan saya saya tuangkan dalam blog saya

    ReplyDelete
  15. Dua2nya suka. Alhamdulillah sudah menjalani keduanya.

    ReplyDelete
  16. saya sih suka nulis blog. hobi. kalau utk menulis buku masih bingung mau ngarang apa. hehehe.

    ReplyDelete
  17. Betul itu, Bu. Saya juga susah milih salah satu. Kalau sudah dua belas tahun ke atas menerbitkan buku lebih banyak tantangan.

    ReplyDelete
  18. Iya mba enak juga ngeblog bebas langsung posting

    ReplyDelete
  19. Gak kebayang ya gimana manage waktunya.super mom

    ReplyDelete
  20. Untuk konten saya masih enakan ngeblog..hehehe...
    Mungkin suatu saat jadi buku

    ReplyDelete
  21. Salam kenal, mbak. Saya belajar banyak dari postingan ini. Saya baru mau aktif nulis di blog nih. Nulis di blog ternyata bermanfaat juga untuk mengasah kemampuan menulis secara umum ya. Nulis buku, apalagi yang solo sering tidak sabar pada unsur runut dan konsisten itu. Kalau blog kan bisa seperti artikel pendek-pendek gitu.
    Hmm sulit juga ya kalau harus memutuskan lebih suka milih yang mana

    ReplyDelete
  22. Aku juga mau keduanya, menulis itu me time aku mba. Caraku mengaktualisasikan diri. Btw, sejak wawancara dg mbak waktu itu..aku suka cara mba Dwi berpikir dan berbagi tmsk berbagi melalui tulisan 😊.

    ReplyDelete
  23. Mbaaa seriyes itu royalti buku baru cair dalam itungan taun? Whaaat? Penerbitya mana? Hahahaha jd gemes aku. Soalnya di aku mah per semester langsunb cair. Lumayan bisa buat jajan cabe ����

    Aku sukak keduanya, jd jangan suruh aku memilih ya, biarin aja aku mendua hati eeeaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk... Trims mbok sudah baca dengan sangat teliti. Maksudku 4x setahun ada juga yg 2x setahun.

      Terima kasih koreksinya.

      Delete
  24. ngeblog, nulis buku dan tetap nulis artikel di media online hehe. Bagi saya nulis enggak hanya di blog atau di buku, bisa dimana aja. Supaya kebaikan dan manfaatnya lebih cepat tersebar ke banyak orang. Makasih sharingnya ya bun.

    ReplyDelete
  25. Duluuuu nulis buku. Karena awalnya saya memang nulis kirim ke media dan ikut antologi.
    Tapi kini saya lagi asyik ngeblog karena bisa jadi diri sendiri.
    Mungkin kalau ada energi lebih mau juga nulis buku lagi...buku tunggal sih penginnya..semoga:D

    ReplyDelete
  26. Pengennya keduanya sih mbak aku. Cuma nulis buku kok kayanya masih mimpi ehehe. Jadi sekarang happy aja dlu, ya ngeblog ya melakukan hal lain.

    ReplyDelete
  27. Alhamdulillah suka dua²nya juga. Ngeblog dan nulis buku. Tahun ini pengen naskah bukunya selesai. Hrs atur waktu dng bener nih...

    ReplyDelete
  28. Saya sih masih pilih keduanya Mbak. Kalau nulis buku kan emang impian saya dari dulu. Saya juga org and suka pegang buku fisik. Nah kalau blog itu lebih mudah menjangkau orang. Karena skrg zamannya digital org ingin serba praktis. Kalau cuma fokus di buku, maaf buku sy masih gakterlalu laris, masih banyak yglebih suka baca gratisan. Ya udah blog lah pilihannya .hihihi

    ReplyDelete
  29. Masyaallah, keren mb Dwi nih. Semoga bisa istiqomah, ya, mbsk. Ngeblog sama bikin bukunya. Barakallah.

    ReplyDelete
  30. Belum berpikir untuk menulis buku meski pernah ikutan nulis buku. Masih belajar ngeblog juga mba... Tp ni dpt tawaran bikin buku kuliner permintaan satu platform online. Ya nmnya belajar ya kudu dijlni. Dr situ bisa dpt pngalamn hehe

    ReplyDelete
  31. Serunya ngeblog. Aku baru mulai. Sambil nulis buku. Pencapaian yang luar biasa bu dokter

    ReplyDelete
  32. Karena saya baru jadi buat saat ini saya sedang menikmati ngeblog dulu mbak.. itu pun masih aja terkendala sama mood. Heheh masih recehan semua nih tulisan saya belum ada yang spektakuler heheh semoga next bisq lebih baik

    ReplyDelete
  33. Dua-duanya judulnya nulis kan mbaaaak aih aku padamuuuuh deh mbak

    ReplyDelete
  34. memang ada plus minusnya masing media mbak, kalau saya lihat sekali buku laku, rezeki bisa tumpah2. mulai dari royalti, jadi pembicara sampe dapat banyak follower yang bisa dijadikan dasar sebagai buzzer.... tapi kalau ga laku ya itu tadi... agak sedih juga karena usaha berasa ga terlalu terbayarkan... itu dari sisi material. kalau non material tentu bangga dong udah bisa nerbitkan buku mau itu laku ataupun ga.

    nah ngeblog ini mirip2 sama buku, butuh usaha lama untuk jadi terkenal, konten harus menarik. tapi mudahnya jangkauan pembaca luas karena cukup internet saja.

    kalau saya milih saya masih milih ngeblog sih karena tau nerbitin buku itu cukup menantang... ga kayak blog, ngedraft, editing sendiri langsung publish... lah kalau buku, prosesnyaaa panjaaang beueeet

    ReplyDelete
  35. ASik banget kalau bisa duaduanya eksis, saya satu aja masih mangu-mangu....

    ReplyDelete
  36. Saya pilih keduanya mbak, karena keduanya mengasyikkan dan membuat saya senang. Meskipun belum menerbitkan buku solo. Hehehe

    ReplyDelete
  37. Ada yang mirip nih ma saya: mulai serius ngeblog pas anak di seputaran 2 tahun. So, harus pandai2 memanfaatkan jeda waktu yang ada.

    Trus, sepakat juga bhwa tak mudah memilih antara ngeblog atau nulis buku. Tahun lalu, dua2nya saya jalani. Tapi jujur, ngeblog sempat keteteran karena ikutan banyak proyek antologi.

    Baarakallah fiik, Bu Dokter. Semoga ilmu yg disampaikan baik via buku atau blog bermanfaat di dunia dan akhirat. Aamiin :)

    ReplyDelete
  38. Aku ingin keduanya mbak, semoga bisa Makin berkualitas tulisanku, btw semoga dimudahkan mencapai mimpi-mimpinya ya mbak, dan terima kasih sharingnya soal seluk beluk menulis maupun ngeblog, jadi Makin semangat, sukses selalu mbak

    ReplyDelete
  39. Saya suka dua-duanya. Ngeblog sama nulis buku. Sama-sama menantang, ngeblog juga ga bisa asal-asalan nulisnya. Buat branding juga ya, Mba😍

    ReplyDelete
  40. Mbak, kapan-kapan nulis tentang perjalanan menjadi dokter,dunk. Persiapan bagi anak-anak yang mau kuliah kedokteran, gitu. Anakku naksir jadi dokter soalnya. ��

    ReplyDelete