Sunday, 2 December 2018

Taman Tabebuya Ciganjur; Antara Edukasi, Rekreasi, dan Healthy Living


Tabebuya Jagakarsa

Menikmati kesejukan udara, memandang tanaman nan terawat, makan di taman, bermain bersama anak, hingga yoga dan berjalan santai, Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?

Sudah dua minggu ini, saya dan keluarga menikmati pagi akhir pekan di Taman Tabebuya. Malam yang ditemani hujan telah berlalu, mentari pun seolah enggan menampakkan sinarnya. Pagi itu tak begitu cerah, namun kerinduan akan suasana pagi di Taman Tabebuya seolah memanggil kami.

Sebetulnya secara lokasi taman ini tidak terlalu dekat dari rumah, butuh waktu sekitar 20 menit dengan kendaraan roda empat. Namun beberapa kali kami mengantar anak sekolah melewati taman ini, keelokannya seolah menyihir hingga membuat kami tak kuasa menolak keberadaannya. 

Taman Tabebuya ini berlokasi di Jl. Moh. Kafi 1, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kadang orang menyebutnya sebagai Taman Turunan Herman Soesilo, karena memang lokasinya di turunan dan terdapat sebuah rumah megah milik Dr. Herman Soesilo di sampingnya. Kalau kalian pernah ingat Dr. Herman Soesilo di TVRI dulu, nah itu rumah dokter yang melegenda di acara tersebut. Namun entah siapa pemilik aslinya, saya juga tidak tahu. Patokannya untuk ke Taman Tabebuya ini adalah pertigaan antara Jl. Moh Kafi 1 dan Jagakarsa Raya. 

Kalau hari biasa tempat ini tak begitu ramai, tetapi bila akhir pekan seperti sabtu, minggu, dan hari libur jangankan pengunjung, penjajak makanan pun banyak di luar taman. Mulai dari aneka kue hingga makanan berat seperti lontong dan pecel. Aaah sebetulnya saya tidak mau bicara makanan dulu, tapi apa daya keberadaanya di luar mesti terlihat oleh siapapun yang datang. Dan anak saya selalu suka dengan kue pancong dan kue bulannya, sementara saya sangat suka dengan lontong dan pecel sayuran yang segar banget. Jadi, tentu saja kami harus sediakan kocek untuk jajanan-jajanan ini belum lagi tukang balon, yang bikin saya harus memberi pengertian ekstra ke anak. 

Taman Tabebuya ini kalau hari biasa mungkin mobil bisa parkir di dalam, namun kalau akhir pekan atau hari libur kendaraan roda empat harus parkir di lahan kosong seberang jalan, karena parkiran dalam penuh dengan motor.

Saya selalu suka dan ikut sangat bahagia melihat keluarga-keluarga lain bercengkerama satu sama lain. Mengejar anaknya berlari, berfoto bersama, makan di taman, hingga berjalan santai mengelilingi taman adalah sebuah kedamaian hidup yang sangat mahal. Saya perhatikan hampir tidak ada yang memegang gadgetnya di tangan, kecuali saya. Saya suka dengan ini, mengingtkan saya saat di Perth, di mana semua keluarga sibuk berinteraksi, membangun komunikasi yang hangat dan penuh keramahan. Saya merasa energi positif berkumpul di sini. Mereka yang sadar akan kesehatan, mengerti arti kebahagiaan, serta sebuah kehidupan kebersamaan. Melihat ini kita harus banyak bersyukur. Orang-orang di sini agaknya sudah sadar akan kebersihan. Meski pengunjung diperbolehkan makan di taman namun saya tak melihat sampah bungkus atau sisa makanan berserakan, melainkan sampah dedaunan kering dan tanah terutama setelah hujan.
Kolam Teratai
Kolam Teratai
Taman di Jagakarsa
Taman yang terawat

Pohon Tabebuya 
Sesuai namanya, katanya penamaan tempat ini karena memang ada pohon Tabebuya di dalamnya. Ini merupakan pohon cantik serupa pohon sakura Jepang. Namun sayangnya saat saya ke taman ini, si pohon Tabebuya sedang tak berkembang. Pohon Tabebuya ini tergolong pohon peneduh, sehingga akan berbunga kala musim kemarau hingga masuk mulai penghujan. Oya, katanya selain sebagai peneduh dan penyejuk mata, manfaat lain pohon ini adalah ia mampu menyerap limbah yang bertebaran di udara.
Tabebuya Ciganjur
Dugaan saya sih ini Pohon Tabebuya

Warna-warni aktivitas
Selain pemandangan taman yang cantik nan menawan, beragam aktivitas pengunjung pun mewarnai tiap sudut taman ini. Berjalan santai dan berlari ringan menyusuri jogging track menjadi aktivitas yang banyak dilakukan. Di sisi lain di mana terdapat hamparan rumput yang luas tampak sekumpulan ibu melakukan yoga. Di tengah taman terdapat aneka permainan anak seperti ayunan, perosotan, dan lainnya. Anak-anak pun terlihat sangat menikmati dan asyik bermain di playground. Beberapa orang juga memilih duduk-duduk santai, beristirahat sambil melihat-lihat pemandangan yang ada. Pernah saya jumpai sebuah komunitas menggelar acara di taman, membawakan beberapa buku bacaan anak, islami, dan motivasi serta permainan edukatif untuk anak-anak di sana, termasuk kegiatan mewarnai. Saya rinduuuu ada tempat semacam ini yang tak jauh dari rumah.
Taman sebagai paru-paru kota
Aktivitas yoga di salah satu sudut Taman Tabebuya 
Taman tempat rekreasi, hiburan, dan gaya hidup sehat
Bersantai bersama keluarga

Fasilitas
Taman ini cukup luas, untuk anak-anak ada beberapa permainan yang bisa digunakan seperti ayunan, perosotan, dan lainnya. Hanya saja kemarin saat becek, permainan tersebut diangkat sementara. Di sisi taman lain ada semacam gazebo kecil yang bisa dimanfaatkan untuk kumpul-kumpul sederhana. 

Fasilitas umum seperti tempat sampah sangat mudah kita jumpai. Ada satu toilet umum di dekat parkiran, sayang tempatnya gelap dan agak bau. Beda sekali dengan toilet umum yang pernah saya jumpai di salah satu taman di Perth. Saya bahkan tak melihat tukang kebunnya, namun toilet di sana bersih, terang, dan tidak ada baunya. Memang rerata di sana WC kering namun bisa kita siasati dengan membawa botol minum. Whuaa, sebetulnya saya tidak ingin membandingkan, ini hanya sekadar harapan semoga fasilitas umum di Indonesia bisa tetap terawat dan terjaga dengan baik fungsinya. Di sisi luar toilet ada wastafel untuk sekadar mencuci tangan.
Taman sebagai sarana rekreasi dan resapan air yang baik
Cuci tangan dulu sehabis main

Di dalam taman tidak diizinkan orang berjualan baik makanan, tikar, dan lainnya. Oleh karena itu mereka para pedagang makanan berjualan di luar taman. Demikian juga mereka yang ingin makan di rumput-rumput ada baiknya membawa lampit sendiri. Hal ini sangat baik menurut saya pengunjung jadi bisa menikmati suasana taman yang menyenangkan.

Tabebuya sebagai salah satu taman kota memiliki perananan besar bagi kita. Keberadaanya mampu mengurangi dampak-dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan kota. Apa saja sih manfaat taman kota itu sebenanrnya:
1. Sebagai paru-paru kota yang menghasilkan banyak oksigen.
2. Pepohonannya mampu menyerap karbondioksida yang dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor, debu, dan polusi udara lainnya.
3. Tempat resapan air hujan yang sangat baik. Jadi diharapkan tidak ada lagi cerita banjir di kala hujan.
4. Tempat pelestarian ekosistem yang baik; jarang lho saya jumpai kupu-kupu yang cantik serta suara jangkrik di tengah kota, tapi di taman seperti di Tabebuya ini mudah kita jumpai.
5. Tempat yang asyik untuk berolahraga, bermain, dan berekreasi.
6. Menambah nilai estetika suatu kota.
Dan pasti masih banyak manfaat lainnya yang bisa kita rasakan dari sebuah taman kota. Saya pribadi merasakan orang-orang umumnya jadi lebih toleran pada lingkungan, pada tanaman yang ada, pada hewan yang berkeliaran ya kucing, kupu-kupu, ikan, juga antar manusia yang biasa indivualitistis menjadi lebih komunikatif.
Taman adalah perekat antar jiwa yang mendambakan kedamaian dan kasih sayang.


27 comments:

  1. Tamannya adem banget, Pasti bikin betah berada di sini.

    ReplyDelete
  2. Lihat foto-fotonya seger banget ya... Jadi Kangen yang hijau-hijau nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru lihat by online saja sudah terasa kesegarannya ya. Apalagi melihat secara lansgung

      Delete
  3. Asyik ada taman yang dekat rumah. Di tempat saya, taman terdekat bisa ditempuh lebih dari 30 menit. Jadi ada alternatif wisata murah dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  4. Taman kota bs sebagai paru-paru kota yang menghasilkan banyak oksigen. Karena udara sdh byk yg tercemar

    ReplyDelete
  5. Tempatnya menarik banget, mba ... Rasanya saya pengen kesana kalau lah dekat

    ReplyDelete
  6. Suka dengan taman yang bertaburan di Jakarta. Pernah lewat taman Tabebuya ini tapi belum pernah mampir..Dan memang pohon tabebuya kalau lagi berbunga cantik sekali..banyak dijadikan penghijauan jalan sepertinya.
    Kapan-kapan kalau lewat Jagakarsa mampir ah ke taman Tabebuya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Jakarta sebagai kota bisnis harus diimbangi dengan hutan kota supaya tetap asyik untuk dinikmati.

      Delete
  7. Taman adalah tempat yang paling saya sukai, terutama saat pikiran lagi sumpek. Di Makassar hanya ada dua taman yang sering dikunjungi. Salah satunya adalah taman Macan, biasanya digunan juga sebagai tempat olahraga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik ya Bun berada di taman, bisa merilis energi negatif.

      Delete
  8. Kalo di dekat rumah saya juga ada mbak taman kota, sama persis seperti ini. Namanya taman bambu di cipayung.

    ReplyDelete
  9. Bagus tamannya mba Dwi 😊. Semoga tamannya selalu terawat, begitu pula berbagai fasilitas yang ada di dalamnya.

    ReplyDelete
  10. Bagus ya...hijau asri. Anak² bisa puas lari². Bagusnya lagi engga ada pedagang asongan. Biasanya begitu ada orang ngumpul, trus ada yang jualan. Syukurlah engga masuk ke dalam, jadi bersih selalu.
    Semoga awet tamannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa itu Bun yang aku suka nggak ada yang jualan di dalam. Jadi benar-benar asyik suasananya.

      Delete
  11. Cakep bener tamannya Buk, aku jadi pengin. Tapi harus pagi2 atau sore nih kalau ke sana. Sementara dekt rumah ada BKT sudah lumayan membantu, setidaknya ada ruang hijau untuk mata dan pernafasan. Nice info

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaak emang cakep tamannya.

      Whuaa asyik ya kalau ada dekat rumah...

      Delete
  12. Wah serunya, asri banget enak kalau bawa anak-anak main. Udara yang sejuk tempat yang bersih nyaman untuk bermain anak-anak. Sambil bawa buku bisa nih seru baca buku di tempat yg asri.

    ReplyDelete
  13. Sayang ya mb Tabebuyanya pas gk ngembang...cakep lhoo...kyk Surabaya lgi viral krn Tabebuya...

    ReplyDelete
  14. Waah, di Jakarta juga ada tabebuya yah, kirain viral di Surabaya doang, di Jakarta mah belum.

    ReplyDelete
  15. Padahal saya punya ide untuk membuat pohon ini sebagai taman. Ternyata main saya kurang jauh ya. Udah ada yg bikin. Hahaha.

    ReplyDelete
  16. Aku tahu Jl. Moh. Kafi dan daerah Jagakarsa ini, tapi kok belum pernah lihat tamannya, ya? Masih kurang ngubek-ngubeknya kayaknya. Pohon Tabebuya aku belum pernah lihat, deh. Lucu, yaaa ...

    ReplyDelete