Friday, 3 August 2018

Batik Mengglobal, Merdeka Untuk Produk Lokal

Qlapa rumah homemade Indonesia

Sejak mengenal batik, saya tidak lagi pusing soal urusan fashion, baik ketika sedang liburan, bertemu kawan, menghadiri kondangan, hingga acara nanggung alias semiformal kaya rapat sama para ibu korlas (koordinator kelas) di sekolahan. 

Rasanya saya harus berterima kasih nih sama para desainer juga influencer yang sudah mengubah image batik dari yang kesannya kuno, terlihat lebih tua, tidak modis dan semacamnya menjadi lebih trendi, segar, dan modern. 


Ragam Motif Batik Nusantara

Satu-satunya motif batik yang bisa saya kenali dengan baik adalah motif mega mendung dari Cirebon. Motif ini sangat unik dan berbeda dari batik lainnya karena bentuknya yang khas banget menyerupai awan. Dan lagi motif ini tuh kayanya cocok dipakai untuk segala acara. Lalu, bagaimana dengan motif batik lainnya? Saya juga punya, cuma saya kurang paham apa nama motifnya *biggrin. Nah, karena penasaran saya pun mencaritahu motif-motif lain tersebut. Berikut ragam motif batik nusantara seperti yang dilansir goodnewsfromindonesia.id:

1. Motif Batik Tujuh Rupa (Pekalongan)
Motif batik ini sangat kental dengan nuansa alam baik bergambar hewan maupun tumbuhan. Motif ini diambil dari campuran kebudayaan lokal dan etnis cina. Apa pasal? Dulu pekalongan merupakan tenpat transit pedagang dari berbagai negara.

Motif Batik Tujuh Rupa

2. Motif Batik Sogan (Solo)
Motif batik ini didominasi oleh warna coklat muda dan terdapat motif khas seperti bunga dengan aksen titik maupun lengkungan garis.

Motif Batik Sogan 
3. Motif Batik Gentongan (Madura)
Motif batik ini mengambil motif abstrak sederhana, tanaman, atau kombinasi keduanya. Biasanya batik gentongan memakai warna cerah seperti merah, kuning, hijau, atau ungu.


4. Motif Batik Mega Mendung (Cirebon)
Nah inilah motif yang paling saya hafal. Motif batik ini mengambil motif mendung di langit mega yang berwarna cerah. Motif ini cocok dipakai oleh laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa.

Motif Batik Mega Mendung 

5. Motif Batik Keraton (Yogyakarta)
Motif batik ini adalah motif bunga yang simetris atau sayap burung yang dikenal dengan sawat lar. Dulu hanya dipakai oleh bangsa keraton sekarang siapapun bisa memakainya.

Motif Batik Keraton
6. Motif Batik Simbut (Banten) 
Motif batik ini berbentuk daun yang menyerupai daun talas. Motif tersebut merupakan motif yang sangat sederhana, hanya menyusun dan merapikan satu motif saja.

Motif Batik Simbut 

7. Motif Parang (Pulau Jawa)
Motif batik ini menyerupai huruf S yang miring. Sesuai namanya yang berasal dari kata pareng atau miring.

Motif Batik Parang 

8. Motif Kawung (Jawa Tengah)
Motif batik ini terinspirasi dari bentuk kolang-kaling yang lonjong disusun empat sisi membentuk lingkaran. Motif ini juga kerap diidentikan dengan motif sepuluh sen kuno bentuknya bulat dan ada lubang di tegahnya.


Motif Batik Kawung. Sumber gambar: batikdan[dot]blogspot[dot]com

9. Motif Pring Sedapur (Magetan) 
Motif batik ini sederhana namun elegan, mengambil motif bambu oleh karenanya sering disebut batik Pring. Filosofinya sangat dalam, bambu memberikan makna keteduhan, ketenteraman dan kerukunan.

Motif Batik Pring Sedapur 

10. Motif Priyangan (Tasik)
Motif batik ini juga mempunyai motif tumbuhan, bedanya pada motif ini tersusun rapi dan simetris. Memiliki warna yang cerah namun kalem, memberikan kesan elegan dan pantas dipakai dalam acara apapun.

Motif Batik Priyangan 
Yap, Indonesia memang kaya akan motif batik, belum yang berasal dari Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi, dan lainnya. Sayang banget ya sebetulnya kalau kita sendiri sebagai warga negara Indonesia tidak mau memakainya. 

Oiya, bicara soal batik ternyata kain yang satu ini punya teknik khusus dalam perawatnnya lho Saya sudah pernah menuliskan tips-tips merawat batik di blog ini juga. Jangan sampai batik berharga kamu rusak lantaran salah penanganan.

#BatikMengglobal

Saya kerap mengenakan batik di berbagai kesempatan seperti yang terdapat pada gambar di bawah. Bagi saya yang tidak paham soal fashion, batik adalah penyelamat di tengah derasnya aliran mode dari berbagai penjuru. Ini beberapa outfit of the day saya dengan batik, #siapinemberkosong *biggrin
Blog competition Qlapa Merdeka produk lokal
Kalau mau lebih jelas, silakan dizoom ya ...

Keterangan foto:

1. Bisa dibilang outfit di foto nomor satu itu andalan saya banget. Cardigan polos dan rok batik! Foto tersebut diambil dalam acara malam anugrah penyerahan hadiah tiket pesawat gratis dari Batik Air di kantor Lion Groups di Tangerang.

2. Foto kedua itu ketika saya dan teman-teman Kopi Write Indonesia tampil di acara workshop kepenulisan bersama ibu profesional rumah menulis di Batam awal maret lalu. Tanpa pikir panjang kami bertiga "say yes" untuk rok batik buat tampil di acara tersebut.

"Eh apa? kalian mau mengundang kami juga? Boleh-boleh #iklan *biggrin"

3. Foto ketiga itu saat saya liburan di Perth. Kulot batik sangat nyaman dipakai untuk aktivitas outdoor tanpa kehilangan kesan stylishnya.

4. Foto keempat itu di bandara Changi. Bagi saya wajib bangetlah kalau liburan ke luar negeri pakai batik, iya dong kan sekalian promosi produk lokal.


Nyatanya kita masih terjajah 

"Bagi saya tidak ada cara yang lebih indah dalam menjaga warisan budaya bangsa selain memakai dan mengenalkannya pada dunia."

Saya terhenyak ketika mengetahui bahwa total produk yang dijual online di Indonesia, 93-94 persennya adalah produk import, sementara produk lokalnya hanya 6-7 persen. Memang sih terasa sekali "penjajahannya". Misalnya saja saat saya berselancar di dunia maya mencari batik dan pernak-pernik etnik untuk menghiasinya, sulit rasanya mencari barang tersebut di antara gundukan produk-produk impor yang merajalela di pasaran online. 

Kalian sedih nggak sih kalau lihat orang lebih memilih produk luar ketimbang memberdayakan produk dalam negeri sendiri? Mungkin menurut orang lebay ketika saya menskip watertown saat liburan di Perth. Jadi watertown itu pusat perbelanjaan barang-barang branded merk luar dengan harga yang lumayan miring. Saya dan keluarga sih sudah mantap NO dan lebih memilih hiburan ke taman. Liburan bagi saya bisa jadi ajang refleksi betapa Indonesia butuh banget peran kita sebagai warganya untuk memajukan perekonomian bangsa. Kalau bukan kita siapa lagi? Nggak mau kan hak cipta kita dirampas yang lain? Banyak lho keuntungannya saat kita mau memakai produk dalam negeri. 

Pertama: Meningkatkan pendapatan negara
Saat produk kita diekspor ke luar negeri dan terjadi transaksi atas produk tersebut, maka uang yang kita dapatkan dalam bentuk mata uang asing tersebut otomatis akan kita tukarkan di bank, hal ini secara tidak langsung menambah cadangan devisa negara.

Kedua : Mengurangi angka pengangguran
Ketika kita membeli produk lokal, itu artinya kita tengah membantu industri penghasil produk tersebut untuk memperluas lapangan pekerjaan. Apalagi produk kerajinan tangan atau yang minim intervensi mesin, otomotis butuh tenaga kerja yang lebih banyak.

Ketiga : Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Semakin luas lapangan pekerjaan, semakin banyak pekerja yang terbantu secara ekonomi dan akan semakin turun juga angka kemiskinan bahkan tindak kriminalitas.

Keempat : Meningkatkan kualitas produksi
Untuk bisa bersaing dengan brand luar maka produk lokal kita harus memiliki standar kualitas yang lebih baik. Memang tak bisa dipungkiri, umumnya orang membeli produk import, selain karena gengsi juga lebih karena aspek kualitas ini, padahal produk lokal Indonesia pun nggak kalah saing dengan produk luar. Oleh karenanya pelajari produk lokal dengan baik, gunakan, gemakan, dan bantu promosi produk lokal yang berkualitas.

Kelima : Memperkuat rasa bangga
Ketika saya menemukan batik yang nyaman dipakai dan berkualitas baik saya tidak segan-segan untuk memakainya di berbagai acara termasuk saat liburan ke luar negeri. Bangga saja rasanya  memakai produk lokal berkualitas dan membiarkan dunia melihat, memperhatikan, dan bukan tidak mungkin suatu saat ingin juga mengenakannya. Karena sebetulnya produk lokal kita itu unik, etnik, dan cantik.

Happy ada Qlapa, Solusi Memburu Produk Lokal Terkurasi

Sekarang saya happy banget karena kecintaan saya dengan batik bak gayung bersambut lantaran ada Qlapa.com. Dan bagi saya kehadiran situs belanja online yang satu ini bak oase di padang pasir, karena kadang bukan tidak mau pakai produk lokal melainkan belum tahu bisa didapat di mana. Qlapa hadir menjadi rumahnya produk handmade Indonesia.
Qlapa tempatnya barang terkurasi
Banyak kan pilihan produk yang dijual Qlapa.com. Sssst... Saya lagi naksir celana rok batiknya :D
Barang home made rok batik, pernak pernik di Qlapa
Bros Wire Mutiaranya kesukaan saya banget
Bagi saya Qlapa surganya mencari barang-barang "made in Indonesia" terkurasi. Nggak cuma batik, mau tas, kacamata, sepatu, pernak-pernik produk lokal baik untuk koleksi, hadiah, atau sekadar lifestyle, ada semuanya. Whua, jangan ditanya, saya kalau sudah lihat koleksi batiknya suka nggak tahan mau masukin keranjang aja. Ini yang membuat saya lebih gembira lagi, ternyata sudah ada aplikasinya. Jadi tidak perlu repot, tinggal klak-klik saja dari handphone. 

Loyalty Program Qlapa

Buat kalian yang sudah sering belanja di Qlapa pasti sudah tidak asing dengan "Loyalty Program Qlapa". Program ini memang sementara baru tersedia di Website Qlapa. Jadi program ini merupakan bentuk apresiasi Qlapa terhadap kita para pelanggan setianya yang sudah mencintai produk Indonesia. Jadi setiap pembelanjaan kita di Qlapa nantinya akan mendapatkan potongan harga yang nominalnya tergatung transaksi kita selama 180 hari ke belakang.
Loyalty Program Qlapa
Loyalty Program Qlapa; keuntungan bagi pelanggan setianya.

Makanya buruan buat akun di Qlapa. Buat kalian yang sudah pernah berbelanja di Qlapa namun tanpa akun, jangan khawatir kalian tetap bisa mendapatkan keuntungan program ini selama saat berbelanja tersebut kalian menggunakan alamat email yang sama.

Brand Lokal, Merdeka!!!

Oiya kalian sudah tahu belum kalau Batik itu sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi, lho. Tanggal 2 Oktober 2009 silam secara resmi ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Nah kalau dunia saja sudah mengakui masa kita yang warga Indonesia sendiri enggan memakainya. 

Belum terlambat, yuk mulai sekarang kita bantu merdekakan produk lokal, beli produknya, pakai barangnya, tunjukkan pada dunia demi pertumbuhan negara yang lebih baik, untuk kita dan generasi penerus mendatang.

54 comments:

  1. Sebagai warga negara kita patut berbangga batik diakui sebagai warisan dunia oleh Unesco.
    Dan sudah semestinya kita semua ikut berperan aktif sering mempergunakan batik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas... Apalagi sekarang batik itu sudah beragam desainnya, cocok digunakan di segala acara.

      Delete
  2. Batik motif parang tuh, yang paling sering saya lihat. Sepertinya sederhana, tapi ternyata rumit lho. Membuat batik itu susah, jadi kalau batik tulis harganya puluhan juta, menurut saya itu wajar. Semoga dengan banyaknya media berjualan online, produksi produk lokal semakin meningkat dan semakin laris.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mba, untuk sebuah karya serumit itu harga jutaan rasanya juga wajar saja. Semoga makin banyak orang yang menghargai produk lokal.

      Delete
  3. Foto batiknya klasik tapi mendunia ini baru keren semoga pengrajin batik kian sukses ya 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin iya harapan kita bersama ya mba, termasuk para pelaku umkm dan industri lokal lainnya semoga sukses juga dengan produknya masing-masing.

      Delete
  4. I love Batik. Walau koleksi batik asli saya ga terlalu banyak tapi seneng dan bangga banget bisa pake batik. Apalagi batik sudah diakui dunia sebagai jati diri dan budaya kita ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, batik menurut saya keren karena motifnya unik dan cantik

      Delete
  5. Saya salah satu pecinta batik, jadi ingat zaman sekolah dulu ada jadwal pelajaran tentang membatik bahkan kami diajak utk merasakan cara membatik itu sendiri mbak. Seru dan dapat ilmu. Ternyata membatik tak semudah sekarang yg sdh menggunakan mesin. Kl dulu pakai canting khusus membatik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whua sama kita mba. Saya juga pecinta batik dan dulu pas SMA inget banget belajar membatik pake canting itu susahnya, nget banget. Sekarang banyak produk jadi salah satunya bisa diburu di Qlapa.com

      Delete
  6. Aku favorit banget batik sampai punya aksesoris,tas, adana jilbab motif batik. Moga gterus mencintai batik Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semanngat cinta produk Indonesia....

      Delete
  7. Aku cukup banyak mengkoleksi batik dr hampir semua propinsi. Karena setiap dinas, pasti dioleh2i batik daerah tersebut & aku suka memakainya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whua asyik banget Bun koleksinya dari sabang sampai merauke ya

      Delete
  8. Ngomongin tetntang batik, hampir di setiap daerah ada motif tersendiri emang. DI Gresik sini juga ada loh Mbak, cuma belum terkenal. Btw good luck ya buat lombanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohya ya kalau gt mba Wid bisa bantu kenalkan tuh batik Gresiknya.

      Delete
  9. LOVE BATIK INDONESIA..
    Aku punya koleksi bahan dan baju batik di rumah. Dari SMU sudah cinta Batik Indonesia..
    Akan selalu melestarikannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woww sampai koleksi ya mba. Jangan lupa dengan produk lokal lainnya.

      Delete
  10. Toss..kalau ke traveling ke luar negeri, saya dan suami juga skip bela beli branded item....

    lebih suka produk Indonesia soalnya, batik salah satunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whuaa malah seharusnya kita yang tonjolkan produk lokal saat ke LN ya mba.

      Delete
  11. Motif batik solo tuh memang elegan banget ya. Sesuai dengan karakter org solo yg malu2 jalani toto kromo banget.. xixixi. Kalau madura cerah2 warnanya sama halnya dgn org madura yang rame kalau bicara. Jadi bs dibilang motif batik mewakili karakter penduduk aslinya ya.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooo begitu ya mba. Saya baru ngeh sama filosofi ini...

      Delete
  12. Motif parang favorit saya.

    Tapi, harus diakui saat batik mulai trend sebagai daily outfit, yang dijual di pasaran adalah produk impor. Kalau mau beli produk lokal asli mesti jalan dulu ke wilayah produksinya. Beruntung yaa sekarang ada market place khusus untuk produk lokal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haa iyakah? Jadi tidak semua batik itu juga produk lokal ya mba? Whuaa miris kalau begitu ya. Yuk majukan produk lokal sekarang sudah ada marketplacenya yaitu di Qlapa.com

      Delete
  13. Wah motifnya cantik-canti ya bun. Saya udah punya batik motif batik no 1 yaitu batik tujuh rupa. Ada satu yang belum kesampaian ama saya. Punya desains modern baju batik buat keundangan hihihi. Soalnya sekarang kan desains batik itu lucu-lucu ya Bun ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, asyiknya batik ini mau dipake ke acara formal maupun santai bisa.

      Delete
  14. Sekarang boleh dikatakan produk dalam negeri udah memiliki tempat di hati masyarakat, karena keunggulannya yang selain unik dapat bersaing pula. Cuma harga yang mungkin jadi kendala, disaat ada barang yang mirip-mirip, karena melihat harga kok produk lokal mahal, jadilah beranjak ke yang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu mba seperti yang saya sebut di poin 4. Karena ketatnya saingan ini, produk lokal dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan kreatifitas agar tidak kalah dengan yang impor. Yakin ada rupa ada harga :)

      Delete
  15. Jadi ingat temen zaman kukiah yg konsisten banget tiap Kamis pake batik. Hehe aku juga tiap hari batikan...dalam model dassmter 😅😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihii... kayanya sejak dicanangkan hari batik itu ya, sekarang seminggu sekali instansi atau kantor-kantor menetapkan seluruh karyawan hingga jajaran direksi untuk pakai batik.

      Delete
  16. Saya suka dengan taglinenya, " Bagi saya tidak ada cara yang lebih indah dalam menjaga warisan budaya bangsa selain memakai dan mengenalkannya pada dunia."

    Batik is the Best de

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuull Bun, biarkan si produk yang berbicara.

      Delete
  17. Aku suka apa ya.. Hmm.. Kyknya yg magetan sam keraton deh bagus. Ak tmsk yg jarang pakai batik sih. Krn jarang ad momentnya gt. Tp liat ini kok jd mupeng pengen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus-bagus lho mba, kadang gak harus ada momen juga. Pakain batik hari-hari juga banyak...

      Delete
  18. saya penyuka batik
    meski tidak kolektor tapi selalu beli
    dulu pernah jualan batik
    beli di grosir di solo dan dijual lagi di kota saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whuaa, kalau saya yang jualan bisa kalap nanti dipakein sendiri, hihi ...

      Delete
  19. Indonesia memang kaya ya mba dengan macam batik. Bahkan batik papua pun bagus dan ada nilai tersendiri. Beli di Qlapa emang oke banget kualitasnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah belum tau batik papua seperti apa ya. Nti ah coba googling siapa tau malah ada di Qlapa.

      Delete
  20. Wah jadi kenal motif2 batik nih setelah baca ini. Kita memang harus bangga dgn produk Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, kalau bukan kita siapa lagi.

      Delete
  21. This! Waktu aku dapet kesempatan untuk program pertukaran pelajar ke China aku juga makenya batik dong. Bangga banget sama batik, aku juga bagi-bagi ke temenku di sana.

    Aku inget banget kayaknya motif parang ini dipake wakutu akad nikah, muehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whuaa keren ih mba Ajeng... iyayah si motif parang ini banyak dipakai saat momen formal.

      Delete
  22. Klo beli batik sekarang bisa di Qlapa ya, Mbak? Suka sih sama motif-motif batik yang sekarang, jadi beragam. Dan kalau divariasikan dengan model baju

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa banget mba dan banyak ragam produk lokal lainnya di Qlapa.com.

      Delete
  23. Dulu batik identik demgan orang tua dan hanya dipakai di acara-acara resmi seperti kondangan. Klo sekarang buat jalan pun oke banget karena modelnya sudah sangat beragam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, motifnya cantik, desainnya unik, jadi tetap modis ya meski dengan batik.

      Delete
  24. Wes... aku komentar dari mana dulu ya. Sempat terpaku baca akunya. hehe..Untuk motif batik, aku mau ih coba yang dari tasik. Hehe.. terus ini Qlapa kkeren banget. Merdeka produk lokal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba jadi gak usah bingung kalau mau cari produk lokal. Sekarang sudah saatnya kita majukan produk sendiri.

      Delete
  25. Kalau batik jangan dibilang deh ketenarannya secara global. Kalau diluar negeri lihat ada orang pakai baju batik, pasti tahu dari Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi identitas negara juga ini ya mbak.

      Delete
  26. selalu suka sama semua motif batik! dan makin kesini motifnya ngikutin perkembangan jaman banget kan ya, epic.. udah gak aneh lg deh semua pada pake batik.. padahal kalau inget kebelakang, jaman dulu yg pake batik kebanyakan orangtua dan identik dengan kondangan :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Nah itulah mba makanya aku terima kasih banget sama para desainer dan influencer yang sudah merubag image batik menjadi modern.

      Delete
  27. Aku suka banget batik Solo! Kalau pakai itu rasanya terlihat mewah dan elegan :D

    ReplyDelete
  28. Kereeennn batiknya. Batik Jawa nih tapi yang paling sering aku pake hehe..
    Wah seneng nih ada tempat jual beli online yg asli mempromosikan produk lokal. Sebagai warga negara yg cerdas memang kita harus mendukung dengan membeli, memakai, mempromosikan produk dalam negeri ya. Tentunya di dukung kekompakan masyarakat. Padahal byk produk lokal yg kualitas bagus juga loh. Terkadang malah bahan mentahnya dari Indonesia buat brand luar negeri. Hehe

    ReplyDelete