Friday, 20 July 2018

Belajar Seni Storytelling Bersama Joeragan Artikel dan Kang Arya Kertamanah

Sabtu 14 Juli lalu, Joeragan Artikel mengadakan kelas offline dan online Storytelling di Cafe Braga Punya Cerita, Bandung. Seperti kelas-kelas Joeragan Artikel lainnya, sang Founder Ummi Aleeya kali ini mendatangkan kang Arya Kertamanah sebagai narasumber kelas tersebut.

Beberapa anggota Joeragan Artikel yang turut hadir meramaikan acara antara lain: Emak Nurlaela Laela, Emak Yuke Rachmawati, Emak Efi Latifah Yusuf, Madam Feni Solehati, dan Ummi Aleeya sendiri. Dua putri kecil Nanit dan Aleeya juga turut serta dalam kelas tersebut. Sementara kelas onlinenya diadakan di facebook dan instastory. Oiya saya pernah menulis juga tentang plus minus belajar online dengan belajar offline, dibaca ya.

Sebelumnya ada yang tahu apa itu storytelling

Sekilas tentang storytelling disampaikan oleh Emak Nurlaela Laela bahwa storytelling itu berarti bercerita, bisa berupa monolog yang biasanya ada dalam seni teatrikal maupun mendongeng. Dalam lain kesempatan Emak Nurlaela Laela yang telah beberapa kali eksis dalam pementasan di tahun 2015 kembali memperlihatkan kemampuannya melakukan monolog. 

Meski beliau mengaku sudah lama tidak tampil namun Emak Nurlaela berhasil membuat saya terpukau. Cerita sedikit ya, saat mendengar Emak Nurlaela kembali bermonolog tiba-tiba ingatan saya kembali terputar saat masih SD, di mana setiap pagi menjelang siang saya kerap mendengar ibu saya menyetel radio dengan suara seperti ini. Mungkin tidak semua orang suka tapi saya yakin seni seperti ini memang ada penggemarnya sendiri.


Acara yang dijadwalkan di buka pukul 10.00 pagi tersebut berlangsung sangat meriah. Di awali oleh salam dan sapa dari Emak Nurlaela Laela yang merupakan anggota aktif Joeragan Artikel. Kemudian acara selanjutnya adalah sharing singkat dengan kang Arya yang merupakan seorang penulis script. Dalam diskusi kang Arya menyampaikan bahwa agar para pendengar mengerti maksud cerita adalah suguhkan cerita tersebut dengan mengalir dan penuh kejujuran serta ketulusan dengan demikian pesannya akan sampai. 

Sementara di sesi lainnya Emak Nurlaela Laela memaparkan bahwa story telling itu ya seperti mendongeng dan ditambah unsur-unsur pemeranan yang mendukung seperti intonasi, dialek, gerak tubuh, mimik wajah, dan satu hal yang penting adalah sukma atau menjiwai dari cerita story telling tersebut agar sampai kepada para pendengar. Sedikit banyak hal ini memang menyerupai seni teatrikal.

Emak Nurlaela juga menuturkan bahwa story telling bisa menjadi terapi bagi jiwa. Ada beberapa orang yang justru merasa jiwanya "hidup" ketika ia melakukan pementasan. Merasa ada teman, merasa didengarkan, merasa diperhatikan yang akhirnya membuat jiwanya lebih baik. Salah satu bentuk story telling yang sering kita lihat salah satunya adalah stand up comedy.

Kunci keberhasilan untuk bisa mahir melakukan story telling adalah berlatih dan berlatih karena menemukan satu teori terbagus apapun tak akan bisa mengalahkan 1000 kali latihan.

Tentu tidak lengkap bila tidak menampilkan para Emak dengan gaya storytellingnya masing-masing. Ada Emak Nurlaela yang membacakan antologi humor, lalu Emak Yuke Rahmawati dan Evi Latifah Yusuf yang berpuisi serta madam Fenny Solehati dan Ummi Aleya yang membacakan naskah cerita. Penampilan Emak-Emak Joeragan Artikel tersebut langsung mendapat kritik saran yang membangun dari kang Arya. 

Nah, seru kan ketika Emak-Emak mampu unjuk gigi mengeluarkan potensinya. Mau lihat spoiler keseruan acara kemarin? Yuk, check this out! Atau ingin ikut juga di acara seperti ini? Kalau begitu join Joeragan Artikel yes.

13 comments:

  1. Memang beda jika kita mendengarkan orang yang sekesar bercerita dengan yang memakai teknik story telling ini.
    Seperti saat kita mendongeng ke anak saja. Kalau pakai teknik ini mereka lebih antusias mendengarkan ceritanya.
    Keren JoeraganArtikel!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, kaya kita juga begitu kan. Coba aja nonton stand up comedy tapi datar, deuh garing kriuk kriuk malah.

      Delete
  2. Pasti asyik ya mendengar langsung storytelling...makasih ulasannya Mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Bunda... Ini kelas JA buka kelas onlinenya juga kemarin.

      Delete
  3. Bunda Dwi kenapa bisa di Bandung juga? Apa sengaja ke bandung untuk menghadiri acara itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak mba. Itu aku ikut kelas onlinenya. Pengen bisa juga ke anak, seru kayanya.

      Delete
  4. Aku suka storytelling. Skrg belajarnya sambil praktik ke anak-anak aja. Cuma di suara aku yang krg mendukung. Suaraku bindeng trus napasku pendek2. Harus belajar lagi itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya kita sama mba problemnya, harus bisa atur nafas nih. Ketauan jarang olahraga :D

      Delete
  5. Wah, lebih komplit nih bacaannya. Ada link untuk plus minus online offline lagi. Mantappphhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba, iyah kadang ada yang fanatik maunya offline dan sebaliknya jadi sekalian aja saya bikin pros and cons nya.

      Delete
  6. Asiik banget bisa denger langsung story telling. terima kasih untuk sharingnya ya, mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Egy gak ikut yah? ini ada kelas onlinenya juga lho.

      Delete
  7. Waaah seru meski online ilmunya dapet mbak :) aku seneng kalo dengerin story telling gini.

    ReplyDelete