Monday, 14 May 2018

[Resensi] Your Travel Guide in Berlin


Judul : Journey in Berlin
Penulis : Niken Sari
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Tahun : 27 Des 2017
Tebal : 128 halaman
ISBN : 978-602-04-5147-3


Jerman. Negara satu ini hampir tidak pernah terlewat dalam itinerary siapapun yang akan melakukan tur di Eropa. Apa pasal? Setidaknya penulis menyebutkan ada 10 hal yang membuat Jerman layak dikunjungi, beberapa di antaranya destinasi wisata yang unik dan menarik, seni dan budayanya, bahasa, transportasi yang saling teritegrasi, iklim, kuliner, living cost yang rendah, dan lainnya. (hal 2-4) 

Bagi kalian yang berencana melakukan perjalanan tur Eropa dan masuk dari Jerman atau memang mengkhususkan diri ke Jerman, ada baiknya membaca buku ini dulu sebagai panduan. Penulis telah menjabarkan dengan rinci apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan ke negara yang terkenal dengan Tembok Berlin-nya itu. Mulai dari persiapan booking tiket, visa schengen, hingga mata uang Euro sebagai perbekalan. Waktu terbaik mengunjungi Berlin adalah saat low-season yaitu di bulan Februari, Mei, dan November-saat tiket pesawat lebih murah. (Hal 9) 

Karena Jerman memiliki 4 musim, jadi pastikan kalian tidak salah membawa jenis pakaian atau barang lainnya. Penulis sudah menjabarkan daftar barang bawaan serta macam aktvitas yang bisa dilakukan sesuai dengan musim yang berlaku. Misalkan saja saat musim dingin (Desember-Februari) di mana suhunya berkisar minus 10-5 derajat celcius, setidaknya bawalah winter coat dengan penutup kepala, long John, sweter tebal, pakaian thermal, sarung tangan, kaos kaki, dan lainnya. Pada saat musim semi (Maret-Mei) orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan kegiatan di luar rumah. Musim panas (Juni-Agustus) kebanyakan orang akan mengunjungi pantai. Dan musim gugur (September-November) di mana ciri khasnya adalah bunga-bunga yang berubah warna menjadi kuning dan berjatuhan, jangan lupa karena akan memasuki musim dingin maka siapakan pakain tebal. 

Tembok Berlin memiliki panjang 155 kilo meter yang memiliki dua sisi, yaitu sisi dalam dan sisi luar. Pada Berlin Wall ini terdapat Mauer Park atau Taman Tembok yang di dalamnya terdapat sisa tembok Berlin sepanjang 30 meter. (Hal.37). Meski buku bercover putih ini berisi panduan perjalanan yang detail namun penulis mampu menuturkannya dengan gaya bahasa yang ringan dan membuat kita tidak meraba-raba seperti apakah tembok Berlin yang bersejarah dan mendunia itu. Bangunan bersejarah lainnya serta berbagai destinasi menarik juga diulas oleh penulis lengkap dengan lokasi, jadwal buka, transportasi, hingga harga masuk objek wisata tersebut.

Kelebihan lainnya penulis juga menyertakan rekomendasi transportasi termasuk tempat penyewaan mobil, tempat penginapan dan kuliner. Ada juga rekomendasi kuliner halal yang artinya buku saku ini bisa dijadikan rujukan juga untuk para pelancong muslim yang hendak ke Berlin. Tidak hanya itu penulis juga melengkapi buku ini dengan beberapa kosakata bahasa Jerman sehari-hari yang mungkin akan sering kalian temui di sana. 

Bagi saya yang suka melancong dan belum pernah ke Jerman, buku ini sangat berguna karena dapat dengan jelas memberikan gambaran bagaimana atmosfer Jerman khususnya Berlin. Tidak harus ada rencana ke sana sebelumnya untuk membaca buku ini, karena pemantasan diri selalu hadir mengawali semuanya. Pemantasan diri adalah wujud kesiapan dan siapa yang siap dialah yang beruntung. Vielen Dank!

Saturday, 5 May 2018

Menilik Sisa-Sisa Kejayaan Islam di Tanah Andalusia for Adinda Azzahra Tour


-Dalam masa kegelapan berabad silam lalu di daratan Eropa, Allah hadirkan secercah harapan dalam pengetahuan dan indahnya peradaban Islam di tanah Andalusia-

Saya selalu tertarik mendengar kisah kejayaan Islam khususnya di benua Eropa. Bagi saya Eropa adalah magnetnya para turis dunia termasuk muslim Indonesia. Keindahan alam, seni, budaya, kultur, bangunan-bangunan dengan arsitektur yang cantik hingga perbedaan iklim kerap menjadi alasan yang melatarbelakangi kunjungan ke negeri tersebut, tanpa terkecuali dengan Andalusia. 

Andalusia merupakan salah satu wilayah otonom Spanyol bagian selatan sekaligus menjadi salah satu wilayah di Eropa yang memiliki catatan sejarah Islam cukup panjang. Banyak bangunan indah yang menjadi saksi bisu bagaimana Islam berjaya di tanah ini. Islam sendiri datang ke Spanyol melalui Afrika Utara pada tahun 711 Masehi. Siapa sangka lebih dari 7 abad lamanya Islam bertahan dalam masa keemasan di negeri ini. 

Tujuh ribu pasukan dikirim ke Spanyol atas perintah Musa Ibn Nushair yang merupakan seorang gubernur Afrika Utara masa itu. Dibawah pimpinan Thariq ibn Ziyad, para pasukan berangkat ke Spanyol menyeberangi selat hingga tiba di kawasan berbukit yang kini dikenal dengan nama Gibraltar. Nama ini sendiri diambil dari nama Thariq ibn Ziyad, sehingga orang menyebutnya Jabal Thariq (Gunung Thariq), yang oleh lidah barat disebut sebagai Gibraltar. 

Sesampainya di tanah Andalusia, tak disangka, Thariq justru membakar seluruh kapal yang membawa dirinya beserta para pasukan hingga ke Spanyol. Tindakannya ini tentu menimbulkan banyak tanya terutama bagi para pasukannya sendiri. Namun inilah sosok pemimpin sejati, pantang baginya mundur. Hanya ada pilihan, hidup mulia atau mati syahid. Andaikata muslim kalah, maka kapal tersebut akan digunakan oleh musuh menyeberang dan menginvasi ke Afrika. Masya Allah, pemikiran yang sungguh cemerlang.

Alhamdulillah atas izin Allah, Thariq beserta pasukannya berhasil menduduki wilayah Andalusia dan terus melebarkan kekuasaannya, mulai dari Cordoba, Granada, hingga Toledo. Saat itu Eropa yang sedang dalam masa kegelapan (dark age), Islam datang bak cahaya. Islam membawa banyak ilmu pengetahuan baik di bidang sains, teknologi, filsafat, bahasa, seni dan budaya. Pada masa itu, di sinilah pusat pengetahuan berada. Islam semakin berkembang, toleransi beragama antara Muslim, Yahudi, dan Kristen terjalin dengan baik. 

Pada periode awal, Andalusia merupakan bagian dari Dinasti Umayyah dan menjadi kerajaan paling maju di seantero Eropa. Sayangnya masa keemasan ini tidak kekal, seiring waktu terjadilah perbedaan pandangan antar elite penguasa. Andalusia pun terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil yang disebut taifa.

Saat itu muslim Spanyol tidak lagi memiliki sosok pemimpin yang kuat sementara konflik antara kesultanan Islam dan kerajaan kristen kian memanas. Di sisi lain, muslim Spanyol saat itu juga mulai meninggalkan nilai-nilai agama, semakin cinta akan dunia dan takut mati. Satu persatu wilayah Islam di Spanyol jatuh ke tangan kerajaan Kristen dan menyisakan Granada sebagai benteng pertahanan terakhir Islam di Spanyol.

Namun semua seolah terlambat, Islam semakin terdesak. Sementara dalam keadaan seperti ini, Sultan Muhammad, anak dari Sultan Granada justru melakukan pemberontakan terhadap ayahnya sendiri. Situasi yang begitu menguntungkan bagi kerajaan Kristen untuk menaklukan Granada. Di lain sisi, dari kerajaan Kristen justru mendapat suntikan kekuatan dengan menikahnya Raja Ferdinand dari Aragon dengan Isabella dari Kerajaan Castille. Inilah pernikahan yang menggabungkan dua kekuatan lawan demi cita-cita yang satu, menaklukan Granada hingga akhirnya Islam terusir dari Spanyol. 

Sungguh memilukan, kehidupan yang damai pada masa kejayaan Islam di tanah Andalusia berakhir tragis dengan terusir, terbunuh, atau dipaksa murtad para muslim Spanyol masa itu.

Hingga saat ini, jejak-jejak kejayaan Islam masih bisa dirasakan di tanah Andalusia melalui beberapa bangunan bersejarahnya. Selalu ada doa dan harapan agar umat muslim terus bersatu membangun kembali peradaban dan perdamaian dunia. 


Masjid Cordoba

Bangunan ini sudah beberapa kali beralihfungsi. Mulai dari yang awalnya merupakan kuil Pagan pada masa Romawi, kemudian berubah menjadi gereja Visigoth hingga selanjutnya pada saaat Islam masuk di abad pertengahan bangunan ini berdiri gagah menjadi sebuah Masjid megah bahkan untuk ukuran saat ini. Itulah Masjid Cordoba.
Sumber gambar: Wikipedia

Masjid Cordoba didirikan pada masa Khalifah Muslim Abdurrahman I tahun 785 M. Selama sekitar 200 tahun masjid ini terus mengalami pembangunan dan pengembangan. Pada masa Khalifah Abdurrahman II di Masjid ini dibangun menara kemudian pada masa Al Hakam II masjid diperluas lagi dan menambahkan mihrab untuk imam salat, selanjutnya renovasi terakhir adalah membangun penghubung ke istana pada masa al-Mansur Ibn Abi Aamir tahun 987 Masehi.

Pada masa keemasan Islam, Masjid Cordoba tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah melainkan juga sebagai tempat pengadilan syariah dan perkuliahan. Di sinilah jantung peradaban ilmu pengetahuan berada. Sebagai sebuah pusat pemerintahan Islam di Spanyol, Cordoba juga menjadikan masjid ini sebagai pusat kegiatan pemerintah dan aktivitas warga.
Masjid Cordoba kejayaan Islam di Spanyol
Prayer Hall. Sumber gambar: Wikipedia
Mihrab Masjid Cordoba yang masih dijaga keasliannya. Sumber gambar: Wikipedia
Bangunan ini dari luar mirip sebuah benteng, dengan tembok yang menjulang tinggi mengelilingi seluruh area The Mezquita-begitu orang menyebut bangunan ini sekarang. Arsitektur Islamnya begitu kental, warna kuning emas dengan paduan kaligrafi menghiasi tiap gerbangnya. 

Setelah masa reconquista (penaklukan kembali), masjid ini berubah menjadi katedral. Bagian tengah Masjid ini pun diubah menjadi altar utama dan tempat paduan suara. Meski begitu kita masih bisa melihat keindahan kaligrafi ayat-ayat Alquran pada dinding Mihrabnya. Dan pada 15 Desember 1994, UNESCO menetapkan The Mezquita sebagai salah satu tempat peninggalan bersejarah di dunia.


Istana Alhambra


Bagi saya bangunan ini lebih dari sekadar istana dengan arsitektur dengan nilai seni yang tinggi, namun lebih dari itu terdapat nilai historis yang menancap hingga ke relung hati saya sebagai seorang muslim. Bagaimana tidak, inilah benteng pertahanan terakhir umat muslim di Spanyol, sebelum akhirnya jatuh ke tangan kerajaan Kristen dengan begitu memilukan.
Kompleks Istana Alhambra yang berada di kaki Pegunungan Sierra Nevada.
Sumber gambar: Pixabay
Istana yang dibangun pada tahun 1238-1358 Masehi ini didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau bangsa Moor dari Afrika Utara. Alhambra merupakan kompleks istana yang berdiri kokoh di bukit La Sabica, Granada, Andalusia, Spanyol. Nama Alhambra sendiri berasal dari bahasa Arab Al Hamra yang berarti merah, karena memang istana yang juga berfungsi sebagai benteng pertahanan ini banyak dihiasi oleh ubin-ubin, bata, serta keramik berwarna merah. 

Istana ini begitu megah, terdiri dari 3 kompleks utama yaitu Benteng Alcazaba, Generalife, dan Nasrid Palace. Ketiga kompleks ini tidak dibangun secara serentak melainkan bertahap yang disempurnakan oleh penerus-penerus tahta selanjutnya. Oleh karenanya, mereka yang berkunjung ke sini merasa bahwa 3 kompleks ini bukan sebagai satu-kesatuan melainkan seperti berdiri sendiri-sendiri.

Benteng Alcazaba merupakan kompleks pertama dan dibangun pada masa pemerintahan Muhammad I. Bangunan ini juga berfungsi sebagai barak militer. Temboknya begitu tebal dan kokoh bahkan konon katanya tak akan hancur meski meriam musuh menerjangnya. Sisi dalam benteng ini terdapat taman dan kolam dengan arsitektur yang indah. Salah satu yang menarik perhatian dari benteng ini adalah menara Tore de La Vella, dengan lonceng La Vella tergantung sebagai tanda kemenangan penguasa Spanyol pasca reconquista.

Alhambra, istana ini akan menuai decak kagum bagi siapapun yang melihatnya. Taman-taman di Genaralife yang tertata rapi, indah, dan beraneka warna serta jenisnya, di tambah kolam-kolam terbuka yang memantulkan langit Andalusia tampak begitu mengagumkan.
Taman surga di bumi ada di Generalife Granada
Sultan membangun kanal air dan kebun bunga, pohon, buah karena ingin membuat gambaran surga di bumi.
Sumber gambar: alhambradegranada[dot]com
Sementara di sisi dalam terdapat Hausyus Sibb atau Taman Singa atau Lion Fountain, sebuah kolam kecil yang ditopang oleh 12 patung singa secara melingkar. Sayangnya saat ini, Lion Fountain tak lagi berfungsi seperti awal dahulu yang dapat digunakan sebagai penunjuk waktu. Jadi dari mulut patung singa ini dapat memancarkan air sesuai dengan waktu yang berlaku. Bila sedang pukul 1 maka hanya satu air yang mancur dari mulut patung singa, bila pukul 10 maka 10 air yang akan mancur dari mulut patung singa. Keigintahuan penguasa Spanyol selepas penaklukan Granada justru membuat sistem pengairan patung singa ini menjadi rusak. Kini seluruh patung singa tersebut memancarkan air bersamaan, tak ada lagi penunjuk waktu dari mulut si patung singa ini.
Taman SInga di ALhambra
Taman singa, di sekitarnya ada 128 tiang yang terbuat dari marmer.
Sumber gambar: adindaazzahra.com
Desain interior Alhambra sangat kental dengan simbol ilmu pengetahuan dan nuansa Islamnya. Ukiran geometri serta kaligrafi Arab hampir menghiasi seluruh dinding dalam Alhambra. Tulisan "La Ghalib Illalah" banyak terpatri di dalamnya, tulisan yang berarti "tak ada kemenangan kecuali karena Allah" menjadi bahan bakar semangat perjuangan muslim Spanyol masa itu.

Setelah penaklukan, konon Raja Charles V begitu tekesan dengan keindahan Alhambra dan memutskan membuat istana di dalamnya tanpa merusak bangunan yang telah ada. Istana itu bernama Palace of Charles V. Perbedaan yang kentara adalah tak banyak ukiran seperti bangunan lainnya di Alhambra melainkan lebih banyak ornamen bergaya renaissance. Arsitektur Alhambra begitu rumit, kaya akan unsur ilmu pengetahuan mulai dari sistem pengairan, detail bangunan hingga gabungan seni yang begitu indah. Sulit melukiskan kemegahannya dengan kata-kata. Begitu indah dan bersejarahnya, bangunan ini pun turut masuk daftar situs warisan dunia oleh UNESCO sejak tahun 1984.

Demikianlah Alhambra berdiri gagah hingga kini menjadi saksi bagaimna ia merasakan masa-masa keemasannya dulu. Tak kuat membayangkan bagaimana Sultan Muhammad terpaksa memberikan kunci kota Granada dan terusir keluar melalui sebuah gerbang mungil bernama Gate of Wine, yang juga merupakan pintu masuk antara pemukiman dan istana raja (Nasrid Palace). Beriring tangis sang Sultan keluar merelakan Granada jatuh ke kerajaan Kristen, sementara snag ibunda justru mengecam sang putra, "Janganlah menangis untuk apa yang tak bisa kau pertahankan sebagai laki-laki." 

“Seandainya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mengingkari, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96).

Semoga kisah ini tidak sekadar menambah pengetahuan melainkan juga mempertebal iman Islam kita. Barangkali inilah, selama di dunia tak ada kesenangan yang abadi pun dengan kesedihan. Apa yang telah terjadi di tanah Andalusia baiknya menjadi pelajaran bagi kita umat muslim untuk selalu dekat denganNya. Kemunduran Islam justru bukan karena miskinnya harta maupun tahta, melainkan miskinnya iman kita kepadaNya. .

Wallahu A'lam Bishawab!