Wednesday, 18 April 2018

8 Tips Agar Anak Suka Makan Sayur dan Buah

tips agar anak doyan makan
Buat seorang ibu, bahagia itu sederhana. Melihat anak lahap makan-makanan bergizi adalah anugerah yang luar biasa. Maklum saja terkadang anak lebih suka mengonsumsi makanan tinggi kalori namun minim gizi, misalnya permen, snack ringan, wafer, coklat, dan semacamnya. Fiuuh biasanya kalau sudah keasyikan makan begituan mulai deh sulit disuruh makan besar yang padat kalori dan nutrisi, termasuk buah dan sayur.

Pengalaman dulu tuh si kecil suka banget sama sayuran bahkan digado tanpa bumbu (baca: direbus). Tapi ada masa, kira-kira usia 2 tahunan bahkan sampai saat ini dia mulai menolak sayur bahkan yang dulu sangat digemarinya. Kalau sekarang sudah lebih baik mau wortel dan brokoli serta buah-buahan. Butuh perjuangan ekstra memang, trial and error agar anak mau makan-makanan bergizi. 

Nah, saya ada tips nih Bu, bagaimana supaya anak mau makan sayur dan buah supaya kebutuhan nutrisi anak akan zat-zat yang bergizi terpenuhi.

1. Sajikan semenarik mungkin
Buat potongan secantik mungkin misalnya wortel berbentuk bunga atau dijadikan menu bento dengan desain tokoh yang disukai anak. Anak yang bosan dengan penyajian sehari-hari biasanya cukup ampuh pakai teknik ini. Cara ini sih masih terang-terangan. Anak yang udah gak doyan banget biasanya memang sulit meski sudah dibentuk sedemikian rupa cantiknya. Tapi tenang masih ada cara lain.

2. Olah menjadi kudapan
Anak kecil biasanya suka dengan makanan ringan (baca:ciki). Nah kita buat menyerupai makanan tersebut. Misalnya keripik bayam, jamur crispy, atau pancake pisang. Anak-anak biasanya suka. Teknik ini membuat makan sayur gak seperti makan sayur. 

3. Samarkan sayurannya
Anak-anak biasanya akan menolak mentah-mentah manakala tahu bahwa yang keriting unyu-unyu itu adalah brokoli. Coba deh buat menjadi nugget atau mie yang mengandung sayur. Nugget dan mie adalah makanan kesukaan anak, so biasanya teknik ini juga berhasil lho selama rasanya enak ya Bu.

4. Bubuhkan toping
Anak-anak itu paling suka terlibat langsung lho misalnya dalam urusan masak atau plating. Nah, coba deh ajak anak untuk membubuhkan toping kesukaannya. Misalnya saus tomat yang bisa ia kreasikan jadi rambut, susu coklat bubuk yang bisa dicampur ke es alpukat, atau mungkin juga selai stroberi untuk olesan roti gandumnya.

5. Masaklah jajanan anak di rumah
Zaman now biasanya banyak yang jual bakso atau sosis goreng, es warna-warni, burger-burgeran, dan semacamnya. Nah buat saja jajanan tersebut di rumah. Bakso daging telur puyuh, es krim buah-buahan, burger sehat ala rumahan, dan lainnya.

6. Libatkan anak 
Anak selalu senang bila dianggap bisa melakukan pekerjaan orang dewasa, misalnya memasak. Maka ketika Ibu memasak ajak sertalah ia, berikan pekerjaan ringan, misalnya memetik bayam atau mengaduk adonan. Katakan bahwa Ibu sangat suka dan sudah tidak sabat ingin mencicipi masakannya. 

7. Berilah contoh
Anak akan meniru apa yang orang tua lakukan daripada yang orang tua katakan. Maka coba deh makan sayur dan buah dihadapannya dan katakan bahwa makanan tersebut sangat enak. Sebagian anak juga suka berkompetisi. Maka, katakan saja bahwa Ibu ingin segera menghabiskan, kwatir malah dihabiskan si anak. Biasanya jiwa kompetisi anak jadi tertantang.

8. The one and only
Hindari menyetok makanan ringan minim gizi. Pastikan apa yang mudah dilihat dan dijangkau anak, ya makanan yang bergizi. Kadang saat tidak begitu lapar, anak mudah saja menolak makan besar padat nutrisi. Tapi ketika lapar anak akan mencari makan dan akan menjangkau makanan apapun didekatnya. Maka pastikan bahwa itu bergizi. 

Apakah teknik itu semua berhasil saya terapkan? Tidak juga, tetapi yang jelas sangat membantu dalam membuat variasi "jebakan" baik untuk anak. Kadang saya ajak memasak, kadang saya buat jadi makanan yang cantik, kadang saya buat kudapan, kadang saya mengajaknya balapan. Yah divariasikan saja.

Alhamdulillah, sekarang saya punya tambahan tips agar anak mau makan sayur dan buah. Inilah mungkin berkah pertemanan. Sekarang saya gak pusing-pusing lagi membujuk anak makan sayur dan buah. Karena teman saya punya usaha yang solusi banget buat saya secara pribadi. Minuman botol segar yang berisi buah dan sayuran alami, namanya Yasjus. Minuman ini menjadi alternatif baru nikmatin menu bergizi. Karena makan sayur tidak harus saat makan besar saja. Dengan dibuat minuman seperti ini, si kecil jadi bisa mengonsumsinya kapanpun. Saat panas-panas habis main sepeda, sehabis main dengan temannya, bahkan saat makan.

Yasjus ini merupakan minuman sehat yang berisi dari kombinasi sayur dan buah tanpa pengawet, tanpa pewarna, dan tanpa pemanis buatan. Semua produknya alami dan segar-segar. Ada banyak varian rasa. Saya sudah mencicipi 7 antara lain wornas (wortel nanas), wordong (wortel kedondong), nasmon (nanas lemon), tole (tomat lemon), coydong (pokcoy kedondong), sarmon (sari lemon) semuanya enak dan manisnya pas. Yang paling disukai anak saya itu rasa wornas (wortel nanas) dan tole (tomat lemon), perpaduan rasa asam dan manisnya pas. Yang saya suka dari Yasjus ini tidak ada rasa kesat ditenggorokan. 

minuman segar isi sayur dan buah
Minuman Yasjus bisa tahan hingga 5 hari di kulkas bawah atau 1 bulan bila ditaruh di freezer. Untuk sementara Yasjus hanya bisa melayani order secara COD (cash on delivery alias bayar ditempat) atau melalui ojek online yang mencakup wilayah jakarta barat dan sekitarnya. Satu botol Yasjus 300ml ini dibanderol dengan harga Rp. 7000. Harga yang sangat terjangkau kan... Ingin order langsung ke penjualnya bisa hubungi mba Sani di 087774693193. Yasjus juga bisa ditemukan di akun instagram @Ya_s_food atau Facebook di Sehat itu Enak. Nah ingin melihat bagaimana sukanya anak saya dengan minuman yang satu ini? Cekidot!