Wednesday, 28 March 2018

Tips Jelajah Malaysia Buat yang Baru Pertama Kali ke Sana


Biasanya liburan ke luar negeri identik dengan biaya yang mahal. Untuk menyiasatinya, kita nggak perlu melanglang terlalu jauh, cukup ke negara tetangga aja seperti Malaysia. Letaknya yang cukup dekat bikin biayanya pun jadi lebih terjangkau. Apalagi kini bertebaran promo penginapan dan tiket pesawat, seperti yang sering digelar oleh Malaysia Air.

Nah, buat yang pertama kali mau mengunjungi Malaysia, ada beberapa kota menarik yang bisa dimasukkan dalam itinerary-mu.

Kuala Lumpur
Kuala Lumpur

Sebagai Ibukota Negara Malaysia, Kuala Lumpur bisa jadi pilihan tepat untuk mengawali liburanmu. Selain mengunjungi menara kembar Petronas yang jadi latar wajib untuk berfoto, kamu bisa mampir ke Bukit Bintang yang sering disandingkan dengan Orchard Road-nya Singapura. Buat yang doyan belanja, hati-hati kalap mleihat berbagai barang branded mewah atau yang tiruan dengan harga terjangkau. 

Puas berbelanja, ini saatnya makan malam di Jalan Alor yang berubah jadi pusat kuliner lezat. Deretan meja dan kursi yang tertata rapi seakan menyambut pengunjung yang kelaparan. Di sini kamu bisa mencicipi chinese food hingga nasi lemak yang bikin lidah bergoyang. 

Penang 



Selain Penang Hill-nya yang sajikan pemandangan mempesona, kamu juga bisa berkeliling Penang yang kental nuansa arsitektur dan sejarah. Coba datangi George Town yang menjadi ibukota Penang dengan berbagai bangunan bersejarah nan cantik. Puas menjelajah kotanya yang indah, jangan lupa menjajal berbagai kuliner Penang yang terkenal lezat. 

Langkawi 
Langkawi

Malaysia bukan hanya jadi destinasi belanja dan jalan-jalan saja, ada Pulau langkawi yang menyuguhkan pemandangan alam cantik. Di dekatnya ada Pulau Payar yang disebut-sebut sebagai spot snorkeling terbaik di Malaysia, yang menyajikan keindahan biota laut warna-warni. 

Selain itu, kamu juga bisa melakukan trekking ringan di Sky Bridge yang berada di puncak Gunung Mat Cincang. Untuk mencapainya, gunakan Langkawi cable Car yang menghiburmu dengan pemandangan yang luar biasa cantik. 

Johor Bahru
Legoland Malaysia

Buat yang datang ke Malaysia beramai-ramai dengan keluarga atau sahabat, bisa banget datang ke Johor Bahru. Berada di ujung semenanjung Malaysia, kota ini menjadi lokasi Leholand, theme park terbesar di Asia Tenggara. Di sini, kamu nggak hanya mengumpulkan berbagai foto dengan pose keren, tapi juga menjajal berbagai wahana yang ada di tiga area utama seperti Legoland Theme Park, Legoland Water Park, dan Legoland Hotel.

Kuching
Kuching Malaysia

Selain Langkawi, Kuching juga bisa jadi pilihan buat kamu yang lebih menyukai wisata alam. Koleksi fauna dan flora yang langka membuatmu tanpa henti menjepretkan kamera. Ada Semenggoh Nature Reserve di mana banyak orang utan hidup dengan bebas di habitatnya, atau Taman Nasional Bako yang cocok dijadikan lokasi trekking ringan. Nah, di ujung perjalanan, kamu bisa menemukan pantai terpencil yang keindahannya nggak diragukan lagi. 

Begitu banyak tempat seru yang bisa dikunjungi saat berlibur ke Malaysia. Mumpung sering diadakan promo tiket pesawat murah, misalnya dari Malaysia Air, kamu bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan pengalaman liburan yang menyenangkan. 

Sunday, 25 March 2018

Mengintip Kegagahan Fremantle Prison


-Penjara kerap identik dengan tahanan dan hukuman. Namun siapa sangka penjara di Fremantle ini, kini berubah menjadi destinasi wisata yang menarik perhatian dunia.-
Januari mungkin bukan waktu yang ideal untuk berlibur ke negeri Kangguru, kecuali bagi para penikmat pantai. Berbeda dengan bumi belahan utara, negara wilayah selatan seperti Australia mengalami musim panas pada bulan Desember hingga Februari.

Berlibur di Perth tidak lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Fremantle, kota pelabuhan yang juga dikenal dengan nama "Freo". Kota yang terletak di barat daya Perth ini memiliki banyak peninggalan sejarah serta bangunan kuno yang masih terwat dengan baik. Dan ada satu objek wisata yang wajib dikunjungi oleh siapapun yang tengah bertandang ke Australia Barat. Itu adalah Fremantle Prison!

Siang itu kami tiba di Fremantle Prison, matahari begitu menyilaukan mata. Seketika saya langsung memasang kacamata hitam andalan demi bisa menikmati kegagahan penjara ini dengan nyaman. Meski saat kami bertandang bukan musim liburan, tetapi tidak sedikit turis asing yang mengnjungi tempat bersejarah ini.

Mencekam! Mungkin itulah kesan pertama ketika saya memandangi pintu gerbang penjara ini. Pikiran saya melayang, membayangkan bagaimana kerasnya kehidupan para tahanan di masa itu. Suara sang pemandu serta beberapa turis lain tiba-tiba membuyarkan lamunan saya.

Visitor Centre
Ada banyak paket tour penjara yang ditawarkan dari sekadar berkeliling penjara hingga menjelajahi terowongan air di bawah tanah. Saya yang saat itu bersama keluarga, diajak masuk ke area Gatehouse. Semua objek yang ada di area ini bebas bayar, kecuali yang ingin mengikuti tour menyusuri tiap sudut penjara ini. Tidak lama kemudian selepas saya kembali dari toilet yang sangat bersih,  lonceng berdentang sebagai tanda dimualainya prison-tour. Oya, sekadar informasi, toilet di penjara Fremantle ini masih mempertahankan bentuk aslinya, meski interornya telah mengalami modernisasi.
Sayang, padatnya jadwal tour membuat kami tidak bisa mengikuti rangkaian tour penjara Fremantle ini. Namun, tanpa mengurangi rasa keingintahuan, kami diajak mengunjungi visitor centre, tempat para tahanan dulunya bertemu dengan pengunjung.

Di visitor centre, banyak hal yang bisa kita dapatkan. Ruangan ini tak begitu besar, ada 3 bilik pertemuan, sebuah televisi yang tengah menayangkan profil Fremantle prison, benda-benda bersejarah, hingga papan informasi mengenai peristiwa penting yang dulu pernah terjadi. Cukup lama saya dan yang lain mengamati tempat yang menyerupai museum ini.


Gift Shop
Meski dari luar hawa penjaranya cukup kentara namun begitu masuk gift shop ini kesan horor itu akan berubah seketika. Penjara yang kini bertransformasi menjadi tempat wisata juga menyuguhkan beragam souvenir cantik. Mulai dari gantungan kunci, boneka, hingga baju tahanan. Sebetulnya tidak boleh mengambil gambar di sini, entah apa alasannya. Namun saya sudah terlanjur memotret suasana di gift shop sebelum salah satu petugas menegur saya.

Bagi pemburu souvenir unik atau barang-barang antimainstream tidak ada salahnya membeli pernak-
pernik Fremantle Prison untuk oleh-oleh.
UNESCO Heritage Sites
Penjara fremantle ini merupakan satu-satunya bangunan bersejarah di Australia Barat yang masuk dalam warisan dunia; UNESCO Heritage Sites. Sejak 1992, Fremantle Prison membuka gerbangnya lebar-lebar untuk masyarakat awam dan kini jumlah pengunjungnya bisa mencapai 3 juta orang per tahun. Sungguh penjara yang dulu begitu tampak angkuh kini di balik kegagahannya dengan ramah justru menyapa para wisatawan.

Tuesday, 20 March 2018

Bermalam di Mont Clare Boutique Apartement



Yuhuuu gaaess... Apa kabar???

Begini, ternyata banyak yang penasaran kok bisa sih waktu ke Perth kemarin saya hanya menggunakan dua koper kabin untuk liburan sekeluarga? Nah inilah salah satu alasannya akan saya ulas di sini. Sementara buat detail packing lainnya bisa kalian baca di sini yaa 8 Tips Packing Praktis.

Oke lanjut...

Ini adalah pengalaman pertama kami menginap di apartemen. Awalnya saya mengira, "whuaa akan setinggi apa ya?" Ternyata gedung pencakar langit di Perth bisa dihitung jari itu pun banyak terpusat di kawasan CBD.

Mont Clare Boutique Apartement. Inilah tempat menginap kami selama di Perth, tingginya hanya sekitar 6 lantai dan saya sekeluarga menempati lantai 4. Iya nyatanya kota modern macam Perth tidak memusingkan arti sebuah angka.

Apartement ini letaknya di Hay Street, East Perth. Saya pikir akan ramai dan berisik karena Hay Street merupakan salah satu kawasan pusat perbelanjaan dan kuliner. Ternyata Hay Street itu luas dan apartemen ini terletak di tempat yang cukup tenang. Di depan mont Clare ini ada convenience store harganya memang sedikit mahal cuma lumayan banget kalau ada kebutuhan mendesak. Gak jauh dari sini juga ada outlet kebab halal dan buka 24 jam, rasanya memang tidak se yummy di Indonesia cuma porsinya besar, sayurnya segar, dan saya sukaaaak. Masih dekat sini juga ada klinik dan apotek. Jadi, ya memang sangat strategis.

Suasana di dalam apartemen ini sendiri sangat nyaman, selain bersih, stafnya ramah, juga keadaannya tenang. Ada dua lift dan semuanya berfungsi dengan baik. Sekilas saya merasakan seperti di rumah, hmm ... Apa ya... Jadi kalau hotel itu kan biasanya berupa lorong, kalau ini berliku-liku, jadi persis kaya di rumah sendiri. Untuk menuju kamar itu perlu beberapa kali belokan, hee..
INterior Mont Clare Perth

Desain dalam ruangannya sendiri cukup modern. Kamar yang kami tempati fully furnished; ada dapur dengan kompor listriknya, meja makan dan alat makannya termasuk rice cooker, mesin cuci, alat gosok, televisi, AC dan heater, serta dua kamar tidur yang cukup besar dan dua kamar mandi. Menurut saya kamar ini bisa menampung hingga 3 keluarga kecil.
Salah satu kamar kami
Dapur dan segala isinya (segala isinya ini yang bikin ngirriiit)
Mesin cuci dan pengeringnya ini juga yang membuat kami irit baju
(sabun cucinya juga udah disediain sama JutawanTours)

Oya perlu diketahui, selama di Perth kami menggunakan jasa tour dari jutawantours, jadi entah ya bagaimana dengan kondisi kamar lainnya. Karena kalau kamar kami yang sudah menajdi satu paket dengan land-tournya, itu juga disediakan sembako (beras, gula, garam, minyak). Jadi, lumayan bangeeettt...

Hmm sampai lupa, selesai mencuci ternyata kita tidak boleh menjemur baju di balkon. Terus, bau bacin dong? Gak kok, karena di sini juga sudah disediakan mesin pengeringnya. Jadi bener-bener memudahkan banget deh.

Pemandangan kamar kami bukan yang menghadap sisi jalan, melainkan ke kolam renang dan apartemen lainnya. Jadi tidak tahu juga ya bagaimana keadaan jalan saat pagi maupun malam di Perth. Tapi feeling saya mengatakan sepi, karena nyatanya siang pun tidak ramai.
Ini tuh kalo gak salah sekitar jam 6-7 pagi gitu. Panas ya cyin...
Oiya, buat kalian yang bawa atau sewa mobil, disediakan satu slot parkir di sini. Sepengamatan saya sih gak ada sekuritinya tapi pintu gerbangnya otomatis kok. Jadi, insya Allah aman. Yang gak ada mobil, tenaaang... Di depan apartemen ini ada halte Red Cat Bus, yang bisa ngajak kita #eh keliling pusat kota Perth secara cuma-cuma.

So, penilaian saya atas apartemen ini highly recomended. Dekat transportasi umum, mini market, outlet kebab 24 jam, klinik keluarga dan apotek, serta suasananya yang tenang. Mau balik lagi ke sini? Mau bangettt...

Perlu diperhatikan, apa yang kami nikmati di atas tidak lepas dari karuniaNya juga fasilitas dari jutawantours. So, bagaimana dengan detail kamar lainnya saya juga kurang paham. Ini sekadar berbagi cerita tentang pengalaman saya dan keluarga bermalam di Mont Clare Boutique Apartment.


Baca Selengkapnya

Thursday, 8 March 2018

[Reportase] Workshop Sehari Jadi Buku


Alhamdulillah Wa Syukurilah. Sabtu lalu (03/03), Kopi Write Indonesia (KWI) mendapat kesempatan sharing offline bersama Institut Ibu Profesional (IIP) dan RumBel Menulis Batam. Acara yang bertajuk "Workshop Sehari Jadi Buku" tersebut bisa dibilang berjalan lancar. Sebagai narasumber acara tersebut hadiri mba Dian Ikha P, Heni Lestari, dan saya sendiri Dwi Arum.

Adapun goal acara ini adalah bukan sekadar menambah wawasan peserta dalam dunia literasi namun juga memberi kesempatan dan memfasilitasi mereka untuk memiliki karya nyata dalam sebuah antologi. Diharapkan karya tersebut mampu menginspirasi bahkan memberikan solusi bagi ibu-ibu yang mungkin mengalami hal serupa.

Acara yang diadakan di Rumah Bancakan Shabila Bekakak Batam ini di mulai pukul 10.00 pagi, lebih lambat 1 jam dari yang dijadwalkan. Namun begitu, hal ini sama sekali tidak mengurangi antusiasme peserta.

Beberapa ibu tampak hadir dengan putra-putrinya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang membawa bayinya yang masih berusia beberapa bulan. Salut juga dengan para suaminya yang siap-siaga mengantar sang istri dan menjaga buah hatinya selama acara berlangsung.

Sesi pertama dibawakan oleh mba Heni Lestari, dengan gaya santainya, beliau banyak sharing tentang pengalamannya selama di dunia kepenulisan. Kemudian dilanjutkan oleh saya yang lebih banyak menguak cara mencari "harta berharga" bagi seorang penulis. Selanjutnya praktek latihan menulis bebas alias free-writing.

Selama kurang lebih 10 menit peserta diajak menulis apa saja, menuangkan semua yang ada, baik dalam.pikiran maupun hatinya. Dari sana tampak peserta sudah memiliki kemampuan dasar menulis yang baik. Hal ini terlihat dari diksi, alur, dan teknik penulisannya sendiri.

Sebelum dilanjutkan sesi ke-3, karena sudah masuk waktu zuhur, maka acara dicukupkan sementara waktu untuk menjalankan isoma. Santap siangnya sendiri merupakan sajian dari Ayam Bekakak yang dilengkapi dengan urap serta sambal yang sangat pedas namun selalu bikin ketagihan. *yummy...*

Terakhir, sesi ke-3 yang dibawakan oleh mba Dian. Temanya agak sedikit berat karena lebih banyak pembahasan teknis menulis. Bagaimana agar tulisan tersebut enak dibaca dan sampai pesannya kepada pembaca tanpa perlu ada kalimat yang nyinyir atau bertele-tele. #langsungbacatulisansendiri

Di tiap akhir sesi selalu ada challenge untuk peserta. Mereka yang aktif dan menyimak dengan baik akan mendapatkan sedikit buah tangan sebagai bentuk apresiasi. 

Sekitar pukul 15.00 acara pun usai yang ditutup dengan kesan-kesan dan permohonan maaf atas segala kekurangan yang ada baik dari pemateri maupun panitia. Tidak lupa sebelum bubar kami sempatkan berfoto bersama sebagai bentuk pengabadian juga untuk menunjukan ikatan silaturahim yang kuat di antara kami.  

Semoga ada kebaikan yang bisa didapatkan dari acara workshop ini. Untuk kamu-kamu yang ingin mengundang kami atau mengadakan kerjasama bisa hubungi saya di duie.arum@gmail.com atau japri salah satu mimin KWI ya. 
This entry was posted in