Tuesday, 16 January 2018

Pengalaman Terbang Bersama Batik Air ke Perth

Pengalaman terbang bersama Batik Air ke Perth

Sebetulnya saya sudah tidak asing dengan kota Perth. Bukan, bukan karena sering bolak-balik, tapi karena dua tahun lalu saya pun pernah ikut kuis yang hadiahnya ke Perth, namun belum rezeki. Alhamduliah di tahun lalu Allah kasih kesempatan ke-dua dan saya bisa merasakan kedamaian kota Perth sekarang.

Jadi, pertengahan tahun lalu, Batik Air baru saja me-launching rute internasional terbaru ke Perth, Australia. Woow, selamat ya Batik Air. Ayooo, buka lagi rute Sydney, Melbourne, NZ, dan Eropa sekalian. Hihii... ohya FYI, pelarangan terbang ke Eropa untuk Batik Air sudah dicabut. Jadi, bukan gak mungkin kan akan ada #BatikAirGoestoEurope.

Bagi saya sendiri, cukup sering menggunakan Batik Air. Alhamdulillah, so far selalu puas dengan pelayanannya, seperti waktu ke Perth kemarin. Perjalanan kami ke benua kangguru tersebut harus transit di Denpasar, Bali. Jarak tempuh Jakarta-Denpasar kurang lebih 1 jam 50 menit. Cuaca pagi itu di CGK cukup cerah, namun saat on board sang Kapten bilang bahwa perjalanan menuju DPS cerah sebagian dengan sedikit guncangan-guncangan ringan dan kemungkinan hujan rintik di Denpasar. 

Sebagai penumpang saya merasa pengumuman kapten ini sangat menenangkan karena kita jadi gak kaget saat mengalami hal tersebut. Pesawat kami take-off jam 06.00 wib, terbang dengan pesawat A320. Sayangnya saat itu kami kebagian pesawat tanpa IFE (Inflight Entertainment). But, it's oke, karena si kecil suka naik pesawat jadi melihat awan-awan juga udah seneng banget. Hahaa ...

Menjelang landing, Bali sedang hujan. Menurut saya sih intensitasnya ringan-sedang. Namun, salut banget pendaratan kami berjalan sangat mulus. Bahkan, ayah saya yang notabene takut terbang, beliau mengakui landingnya sangat mulus di tengah cuaca yang sedang hujan sedang tersebut. So, perjalanan CGK-DPS dengan Batik Air muluuuusss. Alhamdulillah.
Just landed in DPS

Berbeda, saat kami menuju Perth. Saat itu kami take-off jam 12.55, sepanjang perjalanan cukup banyak guncangan. Bahkan, indikator lampu seat belt cukup lama nyala selama perjalanan. Heuheuu, apalagi saat sang pilot bilang bahwa kita sedang berada dalam cuaca kurang baik. Langsung deh kencengin doa aku mah, hanya Allah yang mampu menundukkan awan, angin, dan semuanya. Alhamdulillah, walaupun lampu seat belt nyala tapi tidak ada guncangan. Yang mendebarkan lagi menjelang landing. Memang kalau saya baca review beberapa orang saat landing di Perth, mereka bilang agak windy di sana itu. Jadi, saya juga gak gitu kaget sih, yang jelas banyak berdoa ajalah. 

Perjalanan Batik Air, DPS-PER, memakan waktu sekitar 3.5 jam. Terbang dengan pesawat boeing 737-900ER dan bersyukur banget tersedia IFE di pesawat ini. Hiks, sayang gak ada film Tayo, hehe ... Karena full service tentu dapat makan. Sayangnya, gak kebagian nasi, heuheuu... Gak nyangka ternyata bule-bule Aussie juga doyan nasi. Iya, jadi hampir 90% penumpang saat itu isinya warga asing.
Menu makan batik air ke perth
Pasta fusili dengan agar-agar jeruk
Setibanya di imigrasi saya dan rombongan bertemu dengan pilot dan crewnya. Dengan ramah, beliau tersenyum dan menyapa. Ternyata betul aja sepanjang perjalanan anginnya kencang apalagi saat di atas lautan. Cuaca sedikit lebih stabil saat memasuki daratan Australia. Di tengah cuaca yang berangin, landingnya pun masih bisa dibilang oke. Memang tidak semulus di DPS, tapi sepertinya ini lebih karena faktor landasan.

Alhamdulillah, setelah melalui imigrasi (cerita imigrasi di Perth) nyusul yaaa. Akhirnya, welcome to Perth, Australia pukul 16.20 waktu setempat. Di sambut cuaca panas namun dingin karena berangin, kami sempatkan ambil gambar sejenak. Hahaa ...


Kalau di luar negeri foto sama sign board juga keren lah, hahaa...

Selama di Perth, all is good. Dan, akan ada cerita tersendiri ya ngapain aja sih 5 hari 4 malam di sana. Eh, ternyata 5 hari ya, saya kok merasakan seperti sehari saja di sana. Aaahh mau balik lagiiiii .... #gagalmoveon

Hiks, bangun pagi-pagi jam 3, macam gak rela harus back to Indonesia. Sayang, visa kami pun single entry, it means kami tidak bisa masuk Aussie lagi dengan visa ini. Semoga nti ada kesempatan ke sana lagi bikin yang mulitple entry. Aamiin Yaa Mujibasailiin...

Jam 06.30 kami sudah tiba di bandara Perth untuk kembali ke Indonesia. Bandara Perth ini tidak terlalu besar. Jadi awal masuk gampang aja nyari counter check-in Batik Air. 

Jam 08.40 kami take-off, PER-DPS dalam keadaan hujan ringan. Alhamdulillah cuaca lebih bersahabat walaupun tetep ada guncangan-guncangan ringan dan pengumuman cuaca yang sedang tidak baik. Tapi, pengalaman saat berangkat membuat sedikit lebih terbiasa dengan kondisi ini. Pesawat yang kami gunakan boeing 737-900ER. So, sama seperti berangkat DPS-PER, pesawat ini dilengkapi dengan IFE. Alhamdulillah, kali ini kebagian nasiiiiii, horee #nasionalisme hahaa...
Foto macam apaaaa ini, hahah #rebutansamaanak
Nasi goreng+telur dadar+tempe goreng+ayam goreng

Menjelang landing, bersyukur cuaca cerah, jadi bisa melihat Bali dari ketinggian. Saya sempat dengar seorang bule bilang "wow, awesome!" Indonesia gitu lho... hahaaa ... oya, fyi keterisian bangku penumpang baik dari DPS-PER maupun sebaliknya cukup tinggi lho. Jadi, tepat banget Batik Air buka rute ini.

Pokoknya puas deh terbang dengan Batik Air ke Perth, very value for money. Awak kabinnya juga ramah. Makanya kami sengajakan turun belakangan demi berfoto bersama mba-mba pramugari yang tinggi abisssss... 

Sebetulnya ada serunya juga transit di Bali karena seperti kami jadi bisa sekalian liburan sejenak di Bali untuk lanjut ke Jakarta dua hari kemudian. Aahh, see you Batik Air di flight-flight selanjutnya.

15 comments:

  1. Ditunggu cerita berikutnya, sepertinya seru ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiih ya Ceuuu... Insya Allah dalam waktu dekat akan tayang #tsyah...

      Delete
  2. Ihir, mamak traveler semakin lebar aja sayapnya. Ditunggu cerita selama 5 hari di Perth, ya. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, ditunggu ya mak... Masih banyak kerjaan inih, heuheuu..

      Delete
  3. Aduh saya kuper banget, baru tahu ada batik air. Makanya agak2 bingung pas awal lihat judulnya. #tutupmuka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ihihiii,, iyah mak. Batik Air pinter banget baca peluang, wisman dari Aussie ke Bali ternyata banyak. Okupansinya cukup tinggi euy.

      Delete
  4. Ikutan ngeri ngeri syedap pas baca ada guncangan ketika di atas. Kapan ya saya dapat kesempatan juga terbang. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah mbak, yang saya tidak suka dari aktivitas traveling dengan pesawat. Pengennya ada pintu doraemon yang bisa langsung sampe tujuan aja.

      Delete
  5. Ihhh... bikin mupeeeeng! Huhuhu... semoga suatu saat kelak saya bisa keluar negeriih hahaha simbok katrook dudududu... ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya mbok. Saya juga pengen ke luar negeri lagiiih... dudududu

      Delete
  6. Mupeeeng deh ke Perth, salah satu negara yang pengen saya kunjungi nih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya mba. Saya juga gak pernah terpikir bakal ke Aussie, paling gak negara tetangga dulu deh, eh ini juga negara tetangga ya. Alhamdulillaaah...

      Delete
  7. Ternyata cuma 3,5 jam dari Denpasar.. Huhuhu deket banget.. Mupeng ih baca cerita Aussienya...mau coba Batik Air nya juga... Ketje oke nih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, ini judulnya sekali terbang 2, 3 pulau terlampaui. Hihi, karena transit DPS jadi bisa sekalian liburan di Bali.

      Delete
  8. Kayanya temen yg tinggal di aussie pada betah2 ya mba, enak ya mba suasana disana. Kepo sm cerita selama di aussienya

    ReplyDelete