Sunday, 28 January 2018

8 Tips Praktis Berkemas; Liburan Seminggu Sekeluarga Tanpa Bagasi.



"All my bags are packed im ready to go" 
*singing


Yuhuuuu, ada yang gak suka liburan? Saya sih suka dan sangat menikmati setiap prosesnya termasuk urusan packing alias berkemas. Sebetulnya, di keluarga kami yang jago urusan beginian itu suami saya karena dulu doi sering dinas luar. Tapiiiii, sekarang hampir 90% urusan yang terkait liburan saya yang handle, hahaha.. iyah semacam travel organizer gitu deh.

Kembali ke urusan packing-packing yang bagi sebagian orang cukup melelahkan. Sebetulnya saya tidak punya tips khusus sih, cuma sekadar sharing pengalaman saja bagaimana cara kami berkemas untuk liburan seminggu, 2 dewasa 1 anak tanpa menggunakan bagasi. Maksudnya kami hanya menggunakan bagasi kabin. Karena liburan dengan koper segede gaban itu cukup merepotkan untuk mobilisasi.

Fyi, standar koper yang dapat masuk bagasi kabin maksimal 21 inch, kalau dalam ukuran cm sekitar 56x36x23 dan berat keselurahan jangan sampai melebihi 7 kg yaa. Lebih-lebih dikit mungkin gapapa, hahaha #nakaaal...

Sekarang yuks intip bagaimana trik kami menyiasati perihal kemas-berkemas ini.

1. Minimalisir barang yang tidak perlu.
Kalau di dalam negeri karena tidak ada pembatasan barang yang dilarang masuk yang kadang suka membuat sebagian traveler jadi kalap. Entah digunakan atau tidak, dimakan apa gak, suka kurang diperhitungkan. So, baiknya tilik kembali barang yang tidak perlu. Selama masih di Indonesia sepertinya apa yang kita bawa mudah saja didapatkan di kota lain. Kecualiiiii, kalau liburanmu ke daerah pedalaman, memang perlu mengutamakan barang-barang yang sifatnya untuk keperluan emergensi.
Sementara kalau liburan ke luar negeri, gak usah bawa macam-macam deh. Baju dan alat mandi sudah cukup. Sesimple itu? Yes! Beberapa negara memiliki peraturan yang cukup ketat mengenai siapa dan apa saja yang boleh masuk ke negaranya.


2. Jangan membawa pakaian berbahan tebal
Kecuali musim dingin, sangat tidak dianjurkan membawa pakaian tebal karena jelas akan makan tempat yang cukup banyak. Termasuk untuk handuk, karena beberapa hostel tidak menyediakan ini maka baiknya bawa sendiri. Namun, pilihlah handuk berukuran sedang atau bahkan kecil yang setidaknya cukup untuk mengeringkan badan

3. Cara melipat sesuaikan dengan bahan pakaian.
Bahas kaos akan lebih efektif bila digulung, sementara bahan parasut lebih baik di lipat mendatar. Pakaian yang khawatir kusut sebaiknya masukan kantong laundry bila ada, baru lipat dan gulung bila memungkinkan. Sebaiknya amati dengan seksama ya, apakah lebih ngirit tempat bila dilipat atau digulung.

4. Sisakan ruang kosong
Bagaimanapun jangan terlalu penuh mengisi koper, khawatir walaupun dari segi ukuran memenuhi syarat masuk kabin tapi dari segi bobot melebihi batas ketentuan. Menyisakan ruang kosong ini berguna juga bila kita khilaf belanja ini itu di sana. Sebagai gantinya isi ruang kosong dengan tas kosong yang bisa dilipat-lipat atau botol kosong. #ifyouknowwhatimean (Ssst, karena di luar negeri ternyata kebanyakan toilet kering #iyabarutau).

5. Pilih perlengkapan mandi ukuran travel-pack
Beberapa penginapan biasanya sudah menyediakan seluruh kebutuhan mandi. Namun, bila kamu merasa kurang higienis bisa bawa alat mandi sendiri tapi dengan catatan bawalah ukuran travel-pack. Tujuannya supaya di akhir liburan perlengkapan mandi ini sudah habis dan bisa ditinggalkan begitu saja.

6. Jangan membawa cairan dalam jumlah besar
Kita tahu air itu memiliki bobot yang cukup berat bila ditimbang. Kalau memang perlu bawa air minum secukupnya saja untuk selanjutnya beli di tempat tujuan. Kalau rute internasional sepertinya tidak ada toleransi, artinya tidak diperkenankan membawa cairan lebih dari 100 ml.

7. Jangan taruh alat elektronik di koper bagasi
Tidak dianjurkan laptop dan alat elektronik lainnya masuk bagasi. Kalau bagasi kabin, it's okey. Kita gak pernah tahu bagaimana nasib si koper di luar pengawasan kita. Selain itu, menaruhnya di bagasi jelas makan tempat.

8. Pisahkan dokumen penting.
Bukti tiket, paspor, kartu identitas, atau surat berharga lainnya usahakan selalu kita bawa dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau agar memudahkan bila diperlukan atau saat ada pemeriksaan. Kalau saya sih biasa menaruhnya di tas ransel yang selalu dibawa-bawa.

Satu hal lagi yang mungkin sedikit OOT tapi masih nyambung adalah tinggal di apartemen atau homestay yang menyediakan mesin cuci. Ini akan memudahkan kita dalam menyiapkan pakaian yang dibutuhkan. Pengalaman kami kemarin cukup membawa baju setengah dari durasi perjalanan, untuk kemudian dicuci kembali. Mencuci dengan mesin cuci juga gak ribet tinggal masuk-masukin, pencet-pencet, selesai.

Tapiiii tidak semua traveler bisa menemukan hal ini. Solusinya tetap bawa baju sejumlah hari namun cukup bawa bawahan setengahnya. Bagi yang berjilbab. Bisa bawa baju setengah durasi perjalanan namun perbanyak jilbabnya. #ifyouknowwhatimean. :D

Nah, itulah sedikit tips dan trik kami dalam berkemas. Nyatanya liburan sekeluarga selama seminggu bisa lho tanpa perlu pakai bagasi, cukup yang ada di kabin saja. Kalau kamu punya tips lain yang lebih cihuy bila gak keberatan silakan membagikan informasinya di kolom komentar ya. Sejatinya packing-packing adalah satu langkah menuju traveling. 

See you on next tips stories :)



7 comments:

  1. senangnya kalau cuma bawa koper ukuran kabin adalah enggak perlu antri nunggu bagasi...Yippi! begitu landing tenteng tas keluar bandara deh...:D

    ReplyDelete
  2. Tipsnya oke. Saya pro banget. Sayangnya suami dan anak-anak saya justru sebaliknya. Seneng banget bereyotan bawa mini market ke mana-mana. *curhat.

    ReplyDelete
  3. Nih, buat catetan kalau mau traveling ke luar negeri. Smentara pengalaman lokal dl

    ReplyDelete
  4. Aku termasuk yang suka overload hahaha.. emak-emak emang rempong. Eniwe... tipsnya keren mba Dwi.. sukses selalu ya

    ReplyDelete
  5. 'coz I'm living in the jet plane, don't know when I be back again'

    Ikutan nyanyik, hihihi.

    Tipsnya keren ih, aku save ya mba

    ReplyDelete