Sunday, 28 January 2018

8 Tips Praktis Berkemas; Liburan Seminggu Sekeluarga Tanpa Bagasi.



"All my bags are packed im ready to go" 
*singing


Yuhuuuu, ada yang gak suka liburan? Saya sih suka dan sangat menikmati setiap prosesnya termasuk urusan packing alias berkemas. Sebetulnya, di keluarga kami yang jago urusan beginian itu suami saya karena dulu doi sering dinas luar. Tapiiiii, sekarang hampir 90% urusan yang terkait liburan saya yang handle, hahaha.. iyah semacam travel organizer gitu deh.

Kembali ke urusan packing-packing yang bagi sebagian orang cukup melelahkan. Sebetulnya saya tidak punya tips khusus sih, cuma sekadar sharing pengalaman saja bagaimana cara kami berkemas untuk liburan seminggu, 2 dewasa 1 anak tanpa menggunakan bagasi. Maksudnya kami hanya menggunakan bagasi kabin. Karena liburan dengan koper segede gaban itu cukup merepotkan untuk mobilisasi.

Fyi, standar koper yang dapat masuk bagasi kabin maksimal 21 inch, kalau dalam ukuran cm sekitar 56x36x23 dan berat keselurahan jangan sampai melebihi 7 kg yaa. Lebih-lebih dikit mungkin gapapa, hahaha #nakaaal...

Sekarang yuks intip bagaimana trik kami menyiasati perihal kemas-berkemas ini.

1. Minimalisir barang yang tidak perlu.
Kalau di dalam negeri karena tidak ada pembatasan barang yang dilarang masuk yang kadang suka membuat sebagian traveler jadi kalap. Entah digunakan atau tidak, dimakan apa gak, suka kurang diperhitungkan. So, baiknya tilik kembali barang yang tidak perlu. Selama masih di Indonesia sepertinya apa yang kita bawa mudah saja didapatkan di kota lain. Kecualiiiii, kalau liburanmu ke daerah pedalaman, memang perlu mengutamakan barang-barang yang sifatnya untuk keperluan emergensi.
Sementara kalau liburan ke luar negeri, gak usah bawa macam-macam deh. Baju dan alat mandi sudah cukup. Sesimple itu? Yes! Beberapa negara memiliki peraturan yang cukup ketat mengenai siapa dan apa saja yang boleh masuk ke negaranya.


2. Jangan membawa pakaian berbahan tebal
Kecuali musim dingin, sangat tidak dianjurkan membawa pakaian tebal karena jelas akan makan tempat yang cukup banyak. Termasuk untuk handuk, karena beberapa hostel tidak menyediakan ini maka baiknya bawa sendiri. Namun, pilihlah handuk berukuran sedang atau bahkan kecil yang setidaknya cukup untuk mengeringkan badan

3. Cara melipat sesuaikan dengan bahan pakaian.
Bahas kaos akan lebih efektif bila digulung, sementara bahan parasut lebih baik di lipat mendatar. Pakaian yang khawatir kusut sebaiknya masukan kantong laundry bila ada, baru lipat dan gulung bila memungkinkan. Sebaiknya amati dengan seksama ya, apakah lebih ngirit tempat bila dilipat atau digulung.

4. Sisakan ruang kosong
Bagaimanapun jangan terlalu penuh mengisi koper, khawatir walaupun dari segi ukuran memenuhi syarat masuk kabin tapi dari segi bobot melebihi batas ketentuan. Menyisakan ruang kosong ini berguna juga bila kita khilaf belanja ini itu di sana. Sebagai gantinya isi ruang kosong dengan tas kosong yang bisa dilipat-lipat atau botol kosong. #ifyouknowwhatimean (Ssst, karena di luar negeri ternyata kebanyakan toilet kering #iyabarutau).

5. Pilih perlengkapan mandi ukuran travel-pack
Beberapa penginapan biasanya sudah menyediakan seluruh kebutuhan mandi. Namun, bila kamu merasa kurang higienis bisa bawa alat mandi sendiri tapi dengan catatan bawalah ukuran travel-pack. Tujuannya supaya di akhir liburan perlengkapan mandi ini sudah habis dan bisa ditinggalkan begitu saja.

6. Jangan membawa cairan dalam jumlah besar
Kita tahu air itu memiliki bobot yang cukup berat bila ditimbang. Kalau memang perlu bawa air minum secukupnya saja untuk selanjutnya beli di tempat tujuan. Kalau rute internasional sepertinya tidak ada toleransi, artinya tidak diperkenankan membawa cairan lebih dari 100 ml.

7. Jangan taruh alat elektronik di koper bagasi
Tidak dianjurkan laptop dan alat elektronik lainnya masuk bagasi. Kalau bagasi kabin, it's okey. Kita gak pernah tahu bagaimana nasib si koper di luar pengawasan kita. Selain itu, menaruhnya di bagasi jelas makan tempat.

8. Pisahkan dokumen penting.
Bukti tiket, paspor, kartu identitas, atau surat berharga lainnya usahakan selalu kita bawa dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau agar memudahkan bila diperlukan atau saat ada pemeriksaan. Kalau saya sih biasa menaruhnya di tas ransel yang selalu dibawa-bawa.

Satu hal lagi yang mungkin sedikit OOT tapi masih nyambung adalah tinggal di apartemen atau homestay yang menyediakan mesin cuci. Ini akan memudahkan kita dalam menyiapkan pakaian yang dibutuhkan. Pengalaman kami kemarin cukup membawa baju setengah dari durasi perjalanan, untuk kemudian dicuci kembali. Mencuci dengan mesin cuci juga gak ribet tinggal masuk-masukin, pencet-pencet, selesai.

Tapiiii tidak semua traveler bisa menemukan hal ini. Solusinya tetap bawa baju sejumlah hari namun cukup bawa bawahan setengahnya. Bagi yang berjilbab. Bisa bawa baju setengah durasi perjalanan namun perbanyak jilbabnya. #ifyouknowwhatimean. :D

Nah, itulah sedikit tips dan trik kami dalam berkemas. Nyatanya liburan sekeluarga selama seminggu bisa lho tanpa perlu pakai bagasi, cukup yang ada di kabin saja. Kalau kamu punya tips lain yang lebih cihuy bila gak keberatan silakan membagikan informasinya di kolom komentar ya. Sejatinya packing-packing adalah satu langkah menuju traveling. 

See you on next tips stories :)



Saturday, 27 January 2018

Ini Bukti Liburan Gak Harus Jauh, Lho!

Kalau ditanya tempat wisata asyik dekat rumah kamu akan jawab apa? Kalau saya sih sebagai warga Jakarta Selatan akan menjawab Ragunan. Saya yakin tidak semua orang menyukai ini.

Buat kami yang memiliki anak kecil dengan tingkat keingintahuan yang tinggi akan macam-macam hewan maka Ragunan solusinya. Iyalah ke Taman Safari, Cisarua jelas jauh dan mahal, walaupun enaknya kita cukup duduk manis dalam mobil atau bus untuk melihat aneka satwa yang ada.

Berbeda dengan Taman Safari, di Ragunan kita harus rela berjalan kaki dari satu kandang ke kandang lainnya. Asyiknya di sini kalau hari biasa termasuk hari sabtu dan minggu tidak terlalu ramai, harga tiket masuknya pun murah, dan yang utama tempat wisata ini dekat rumah. Kalau pagi atau sore karena daerahnya rindang banyak yang jogging dan bersepeda seputar wilayah ini.

Untuk mencapai lokasi ini gak sulit kok. Apalagi sekarang yang dengan mudahnya melalui bantuan google maps kamu akan ditunjukkan dengan rute tercepat. 

Kalau ditanya bagaimana keadaan hewan di sana saya harus jawab apa ya. Karena bagaimanapun berada dalam lingkungan yang segitu-gitunya dalam jangka waktu lama tentu sangat membosankan malah mungkin bisa menimbulkan stres. Entah benar atau tidak, tapi ini sih pandangan saya yang terlalu baper melihat hewan di kebun binatang.
Wisata daerah Jakarta selatan-kebun binatang
Tuh, jangan memberi makan satwa sana ya
Tempat wisata dekat ruah lebak bulus-ragunan
Hayo tebak ini binatang apa?

Gorillanya lagi mikiin apa ya?

Ragam satwa di sini cukup banyak. Bahkan Ragunan memliki taman Schmutzer yang berisi hewan primata termasuk ada gorilla di dalamnya. Kebun binatang ini sangat luas. Dari pagi hingga siang kami berkeliling rasanya belum habis terjamah seluruh areanya.

Ragunan tidak hanya menyajikan satwa dalam kandang saja namun juga pertunjukan hewan, tempat bermain, tempat makan, serta kesejukan udara.

Yang spesial dari Ragunan ini adalah ternyata ini merupakan kebun binatang pertama di Jakarta serta Indonesia sebelum merdeka. Tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi saat musim liburan tiba. Suasanya yang hijau dan asri membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.
Sebelum kamu memutuskan untuk ke sini sebaiknya perhatikan 4 hal berikut ya:
1. Gunakan moda transportasi umum demi mecegah kepadatan lalu lintas, maklum saat ini Jakarta sedang ada proyek pembangunan MRT serta tol.
2. Jagalah kebersihan, demi kenyamanan kamu sendiri serta pengunjung lain. Karena tidak sulit kok mencari tempat sampah di sini, tinggal dari diri sendiri, mau atau tidak.
3. Jaga interaksi yang baik dengan satwa. Jangan mengganggu satwa, melewati pembatas, juga memberi makanan dan minuman. Hal ini demi kebaikan para satwa juga. Tenang saja, mereka sudah memiliki jam makan sendiri kok.
4. Perhatikan anak-anak. Di tempat ramai dan luas seperi ini, anak harus selalu dalam pengawasan. Jangan sampai anak tersesat terbawa arus atau bahkan dalam gangguan binatang ragunan.

Sekarang menurut beberapa sumber, untuk memasuki taman marga satwa Ragunan kita harus memiliki Jak-card. Kartu ini bisa didapat di lokasi langsung dengan harga Rp. 30.000 dan nominal saldo terisi 20.000. Harga tiket masuk untuk dewasa Rp. 4000, sementara anak usia 3-12 tahun Rp. 3000. Harga yang sangat terjangkau bukan? 
Ragunan gorilla schmutzer
See you on next trip stories :)

Nah, demikianlah cerita tempat wisata seru dekat rumah kami di wilayah Jakarta Selatan. Kamu berencana ke Jakarta? Saran saya jangan lewatkan tempat ini ya.

Taman Margasatwa Ragunan
Jl. R.M. Harsono No.1 Ragunan
Telp 021-7820015
www.ragunanzoo.com

Friday, 26 January 2018

Liburan Bersama Anak ke Perth-Part 2 (Caversham-Swan Valley)



Tour ke-dua ini adalah yang paling ditunggu sama si kecil. Pasalnya, hari itu kami akan mengunjungi Caversham Wild Life Park. Di mana kita bisa melihat, berfoto, dan memberikan makan secara langsung hewan-hewan khas Australia. Buat yang ingin mengetahui perjalanan tour hari pertama kami di Perth monggo klik Liburan bersama anak ke Perth-Part 1 (City Tour)

Acara tour kami di mulai pukul 08.30, sedikit lebih cepat dari hari pertama karena memang wilayah yang akan kami kunjungi cukup jauh dari penginapan. Untuk cuaca sedikit lebih panas dari sebelumnya. Karena kami akan mengunjungi kebun binatang apalagi saat musim panas, tipsnya adalah gunakan outfit yang nyaman.

Pagi itu sebuah mobil putih sudah terparkir di depan penginapan kami. Well, kebiasaan orang sini sangat on-time kalau berjanji. Kami pun dipersilakan masuk dan dijelaskan bahwa kalau di Australia seluruh penumpang hingga kursi belakang semua harus menggunakan seat-belt. Iyaaakah?? Why? Katanya di sini memang tidak ada polisi, tapi ada cctv sehingga kalau melanggar tunggu saja akan ada bill yang ditagih ke rumahnya. Hahahaha ... Begitu ya, baiklah...

Tujuan pertama kita hari itu ke kebun binatang, sekitar pukul 09.00 sudah sampai di tekape. Aah walaupun terhitung masih pagi, tapi matahari cukup membuat kami memicingkan mata. Untuk masuk Caversham ini tentu tidak gratis, namun karena sudah masuk paket tour jadi gak ada biaya lagi yang kami keluarkan.

Taking picture with koala. Itu yang pertama kami lakukan. Antreannya tidak panjang. Di sana tersedia sabun cuci tangan tanpa bilas dan kita wajib menggunakannya. Saat akan berfoto, mba-mba bule cantik bilang, "jangan elus pakai telapak tangan, tapi gunakan punggung tangan ya. Karena koala akan merasa terancam dan bisa sedikit agresif." Oh begitu, baiklah. 1, 2, 3 cekrek.
Bulunya tebel, minta dipeluk. Tapi lagi asik makan daun eukaliptus.
Selesai berfoto dengan Koala, kami juga diajak melihat wombat dan hewan-hewan lainnya. Mba-mba dan mas-mas di sini cantik dan ganteng. Kalau di Indonesia mungkin mereka sudah menjadi artis sinetron bintang utama. #gakpenting.

Oke, jam 10.00 ternyata ada live-show. Pengunjung saat itu tidak ramai, tapi saya perhatikan banyak negara luar Australia yang datang, seperti Rusia, India, dan Indonesia seperti kami. Kalau kamu tahu Cowboy Show di Taman Safari. Nah, pertunjukan ini mirip dengan itu. Cuma yang di sini lebih ke tema peternakan. Jadi ada kuda, domba, anak domba, anjing, dan sapi. Si Alin sendiri mencoba memerah susu sapi dan berhasil. Yeayyy!

Nah, sekarang yang paling ditunggu-tunggu. melihat dan memberi makan kangguru. Kangguru di sini sudah jinak jadi Alin pun berani memberi makan secara langsung. Makanannya apa? Saya juga gak tahu persis, bentuknya sih seperti pelet ikan, tapi isinya mungkin olahan khusus untuk kangguru.
Oke, sudah sah yaa ke Australianya :)
Sebelum jam 12 siang kami sudah selesai berkeliling. Sekarang kami akan mengunjung kawasan perkebunan anggur tertua di Australia yaitu Swan Valley. Namun, sebelum menuju sana kami singgah dulu di Margaret River. Ini adalah toko coklat di mana kita bisa melihat langsung proses pembuatannya hingga menghasilkan coklat beraneka bentuk dan warna. Sisa potongan coklat sepertinya di daur ulang untuk kemudian menjadi free tester untuk pengunjung.



Karena hari sudah siang sambil menuju Swan Valley, kami berhenti sejenak di kawasan Miraboka untuk makan dan salat zuhur. Mencari makanan halal sepertinya gak sulit. Siang itu kami makan di Hawi Charcoal Chicken. Oke, mungkin saya akan mengulas tempat makan di Perth tersendiri. Masih satu kawasan dengan tempat makan, ada masjid komunitas muslim Afrika di Perth.
Masjid di Miraboka
Yang baju oranye adalah pemiliknya. Seorang muslim Afrika
Selepas salat zuhur kami melanjutkan perjalanan menuju Swan Valley. Perjalanan kami berhenti pada sebuah kebun anggur yang dimiliki oleh seorang muslim Irak. Saat itu, beberapa anggur dan semangka baru saja dipetik. Ukuran anggur di Australia memang relatif lebih kecil dan rasanya sedikit lebih asam.
Bawaanya mau petik ajaaahh...
Puas foto-foto di kebun anggur, kami melanjutkan perjalanan ke sebuah toko coklat kembali namanya Mondo Nougat. Nougat itu serupa Sni*ker kalau di sini. Cuma rasanya Mondo ini lebih enak. Di sini juga ada tester bila kita minta. Yang saya salut dari penjual di sini adalah kejujurannya. Saat kami mau membeli es krim gelato Tiramisu, ia mengatakan bahwa itu mengandung alkohol, jadi pilih rasa lain saja. Akhirnya kami memilih rasa vanilla. Es krimnya sangat legit dan enak. Menurut saya lebih enak dari yang di Margaret. Es krimnya juga home made, dibuat secara langsung di dapurnya.

Lagi-lagi gak beli coklatnya cuma numpang ngadem sambil makan es-krim satu rame-rame, hahaa.... Next stop adalah The House of Honey. Sesuai namanya ini adalah toko madu yang cukup terkenal. Sepertinya sudah menjadi standar bagi penjual makanan untuk menyajikan tester. Di sini ada beragam jenis madu dan yang khas dan paling mahal adalah madu Jarrah. Madu Jarrah ini hanya ada di Australia Barat langsung diambil dari hutan Jarrah. Rasanya legit dan after-tastenya ada sedikit rasa pahit. Harganya sekitar 13 AUD. Katanya madu Jarrah ini memiliki banyak khasiat, sebagai anti mikroba dan nempercepat penyembuhan luka.
Bersama mba Atria yang sudah 13 tahun tinggal di Aussie
Sepertinya hari masih cukup siang walaupun jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Kami menyempatkan sejenak ke Hyde Park. Tidak seluas Kings Park, namun taman ini menawarkan kesejukan dan fasilitas bermain anak-anak yang cukup banyak. Tampak sekumpulan keluarga sedang piknik di taman ini. Sambil orang tua bercengkerama, anak-anak bisa bermain air, perosotan, pasir, dan semacamnya. Sementara yang lain ada yang asyik berjemur, berjalan dengan binatang peliharaan, hingga yang foto-foto narsis seperti saya.
Salah satu sudut di Hyde Park
Oiya, yang spesial dari perjalanan hari ini adalah karena bertepatan dengan Anniversary orang tua saya. Dan video ini adalah persembahan untuknya. May Allah gives you a good heart, a great life, and much happiness in the world and the hereafter.

See you on next trip stories :)

Thursday, 25 January 2018

Liburan Itu Nyaman Ala Koper atau Ransel Sih?

Apapun pilihan kamu, yang penting tetep liburan, yes ...
Pliiiiiiis, jangan sampai pembahasan ini menimbulkan kekisruhan ya. Haha, biasa lah people jaman now kadang suka sulit menerima perbedaan. Padahal kan perbedaan itu indah, iya kan? #tsyah

Oke, sekarang saya bukan mau menggiring opini kamu untuk pakai ransel saja atau koper saja. Tapi lebih kepada kesesuaian dengan gaya liburan yang akan dijalani nantinya supaya gak ribet sendiri dengan barang bawaan. Karena esensi liburan adalah ingin bersenang-senang. Bukan begitu?

Menurut orang terdekat yang saya survey, hasilnya sebagai berikut:
1. Desi Arum, 19 tahun, staf akunting Rahayu Travel Tickets.
"Kalau aku sih biasanya ala ransel karena perginya juga gak jauh-jauh dan lebih praktis."

2. Syari Komala, 31 tahun, guru SD Alam Sriwijaya
"Saya memilih ransel karena banyak tantangan." Apa ya tantangannya?

3. Yani, pegawai swasta.
"Saya memilih ransel karena biasa liburannya singkat, jadi pengen yang praktis saja."

Well, 3 orang yang saya survey semuanya memilih ransel. Gak ada yang salah kok dengan koper karena saya sendiri prefer liburan ala ini. Iya secara sudah berkeluarga, bawaannya so pasti banyak, apalagi postur saya yang mungil #hyaah jadi ribet aja kalau harus menggendong-gendong tas yang cukup berat.

Nah, koper dan ransel ini semua punya poin plus dan minusnya tersendiri. Apakah itu? Cekidot!

Kelebihan Ransel:
1. Bebas mengelola waktu liburan, karena biasanya ala ransel rajin bikin itinerary sendiri.
2. Mengeksplor tempat anti-mainstream. Kalau dengan travel agent tempat tujuan sudah ditentukan.
3. Gak usah ribet geret-geret koper, praktis karena nempel sama badan.
4. Biaya mungkin lebih irit

Kekurangan Ransel:
1. Perlu tenaga ekstra, dalam hal mengatur waktu, itinerary, dan land-tournya sendiri.
2. Kadang ekspektasi tempat wisata tak sesuai realiti, so membutuhkan pengetahuan yang cukup luas mengenai destinasi wisata yang dituju.
3. Resiko tertipu atau tindak kriminal bisa jadi lebih besar. You know lah, biasanya orang kalau lihat turis bawaanya mau jual lebih mahal aja.
4. Menanggung beban berat di pundak. Ini dalam arti kata sesungguhnya lho.

Biasanya ala ransel digunakan pada mereka yang liburannya tidak terlalu jauh serta dilakukan secara solo, berdua pasangan, atau bisa juga rame-rame dengan teman dan durasinya singkat. Biasanya 3-4 hari masih oke beransel-ria. Aktivitas yang dilakukan pun lebih kepada melakukan secara langsung, misalnya hiking dan diving. Jarang banget kan liat orang naik gunung pakai koper.

Kelebihan koper:
1. Barang bawaan muat lebih banyak, lebih rapi sehingga mudah dicari.
2. Karena biasanya pakai travel agent, so gak perlu capek-capek mikirin itinerary, tempat makan di mana, masjid di mana, toilet umum dimana.
3. Resiko tertipu lebih kecil, karena ada pemandu yang sudah mengurusi semuanya, karena pastinya ada bimbingan do and donts selama traveling.
4. Gak perlu menanggung beban berat di pundak, karena tinggal geret, masuk mobil, beres deh.

Kekurangan koper:
1. Tidak bebas mengelola waktu, karena terikat dengan jadwal tour apalagi kalau rombongan.
2. Tujuan objek wisata biasanya yang sering dikunjungi turis pada umumnya.
3. Mungkin agak ribet karena harus geret-geret koper.
4. Biaya bisa jadi lebih mahal, karena ada service yang digunakan.

Biasanya ala koper ini dilakukan oleh mereka yang liburannya cukup jauh, lama, serta dengan keluarga apalagi sudah niat belanja, hahah.. Aktivitas yang dilakukan biasanya lebih kepada pengamatan. Kalau ke pantai biasanya sekadar lihat-lihat dan selfie bukan snorkeling apalagi diving, kalau ke gunung juga biasanya sekadar mengamati dari penginapan bukan naik gunung secara langsung apalagu bawa anak kecil.

Nah, itulah beberapa poin plus dan minus liburan ala koper dan ransel. Semua dikembalikan sesuai tujuan, durasi, dan aktivitas yang akan kita lakukan di sana. Oke, be wise, be Smart Traveler!

#SatuHariSatuKaryaIIDN

Wednesday, 24 January 2018

Liburan Bersama Anak ke Perth, Part-1 (City Tour)



Well, bisa dibilang ini adalah pengalaman pertama saya liburan ke luar negeri bersama anak. Pernah mimpi gak? Hmm, lupa. Yang jelas pernah sih berdoa. Cuma gak nyangka juga, paling pikir saya Singapura atau Malaysia dulu deh yang deket dan budayanya mirip dengan kita, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Alhamdulillah...

Umumnya, orang Indonesia nih kalau liburan ke Aussie, milihnya kalo gak Sydney ya Melbourne, jaraaaang banget mikir liburan ke Perth. Ada apa coba di Perth? Padahal mahhh liburan sama anak kecil cocok banget ke sini. 

Yaiyalah orang habis liburan dari sana. Hahaa... mungkin iya mungkin gak, soalnya kan belum ngerasain yang lain. Tapi feeling saya Perth adalah salah satu kota favorit kami bila akan liburan ke luar negeri.

Kenapaaaaa??? Panjang ceritanyaaah. Sekarang ikutin dulu yuks perjalanan liburan hari pertama kami di Perth. Sebetulnya ini hari ke-dua sih, karena hari pertama hanya airport-transfer ke penginapan.

Musim di belahan  bumi selatan berkebalikan dari belahan bumi utara. Jadi, kalau di Eropa dan sekitarnya bulan Januari adalah musim dingin, di Australia justru musim panas. Sehingga, siang hari di sini lebih panjang dari malamnya. Rasanya tidur baru sesaat ternyata matahari sudah mulai meninggi, rasanya berkeliling kota sudah lama ternyata matahari masih enggan ke peraduan. Baru kali itu saya merasakan jam 5 pagi rasa jam 7 pagi, sementara jam 7 malamnya sendiri rasa jam 5 sore waktu Jakarta. #noraaakk :D Malam yang hanya sekitar 8 jam itu betul-betul saya manfaatkan untuk tidur. Yang awalnya berniat nge-draft satu-dua cerita ternyata bablas, hahaaa ...

Perjalanan city tour kami di mulai pukul 09.00. Mio yang akan memandu perjalanan kami sudah siap di lobby dengan style khas musim panas. Baju kaos kerah hitam bertuliskan Jutawan Tours dipadu dengan jeans panjang biru muda lengkap dengan kaca mata hitamnya. FYI, Mio adalah tour guide kami seorang Malaysia yang mungkin sebentar lagi akan menjadi permanent resident di Australia. Oke kembali lagi ke perjalanan mengililingi kota Perth ini ya.

Pagi itu cuaca di Perth memang panas, tapi angin yang berhembus cukup kencang, so tetap saja terasa dingin namun kering. Bibir anak saya sampai kering dan pecah-pecah, mungkin juga si kecil kurang minum. Tipsnya adalah bawa bekal minum tambahan. Atau, kalau di Perth karena banyak keran minum kita bisa menggunakannya. Cuma kalau saya sih tetap saja merasa kurang higienis bawaanya. Hahaa #ndesoo. Melihat bibir anak saya yang demikian, saya selalu memberikannya minum tiap 10 menit sekali walaupun seteguk-seteguk, sampai akhirnya dia bilang kembung Bun, heehee.. maaf ya, Nak! Tips selanjutnya jangan  lupa gunakan lip balm dan sunblock termasuk untuk anak ya.

Saya lumayan terkejut saat Mio bilang, hari ini kita akan menggunakan bus dan akan banyak berjalan mengelilingi kota? Whuatttt? Jadi gak pake mobil? Hahaa, mulai deh gaya kopernya keluar. Tapi setelah menjalaninya ternyataaaaa .... luar biasa pegelnya.

Tidak jauh dari penginapan kami, ada halte bus. Tanpa perlu menunggu lama CAT Bus Red sudah datang dan siap mengantar kami ke pemberhentian yang dituju. Bus di sini sangat nyaman karena bersih, aman, gak ada pengamen atau orang jualan, dan yang penting gratis tis tis tis.

Kemana saja sih hari liburan pertama kami di Perth? Soal itinerary karena kami menggunakan travel, jadi semuanya kami terima beres tinggal ngikut saja. Kalau gak pake travel? hahaa, paling cuma muter-muter Bell Tower.

Stirling Garden

Stirling garden ini terletak di kawasan Barrack St. Kelihatannya memang taman doang ya, tapi aslinya enak banget. Ini taman pertama rasa karpet yang saya lihat ketika di Perth. Dekat sini ada monumen kangguru yang instgarammable, anak-anak pasti suka foto bersamanya. 

Oya, mencari toilet di sini sepertinya tidak sulit. Karena kami harus sering minum demi menjaga tubuh tetap terhidrasi. Sayangnya, toilet yang ada toilet kering, sehingga tipsnya saat liburan ke luar negeri adalah bawa botol kosong atau botol khusus untuk "bersih-bersih"ya,  hahaaa...

Ke Perth gak lengkap kalau belum foto di Bell Tower. Sayangnya, saat itu sedang ada pembangunan di sekitarnya, jadi ya gitu deh memang kurang estetik. Selain Bell Tower, Elizabeth Quay (baca: kiy), Perth's CBD juga menjadi kunjungan kami.

Karena ini wisata kota, jelas lebih banyak berjalan. Anak-anak mungkin akan merasa lelah mengikuti kegiatan ini, so tipsnya adalah bila memungkinkan bawa stroller. Keuntungan membawa stroller itu selain kita gak perlu capek menggendong, juga bisa kita manfaatkan untuk menyimpan barang-barang. Pengalaman kami si kecil awalnya sangat menikmati tetapi menjelang siang sepertinya dia mulai lelah, hahaa kalau udah begitu tugas sang ayah untuk menggendongnya, hakhakhaaak...
Hay Street
Buat kalian yang doyan belanja, Hay street ini wajib dikunjungi. Di sini ada sebuah kawasan pertokoan kecil bernama London Court. Di dalamnya menjual banyak souvenir juga banyak deretan cafe cantik dengan spot yang ciamik. Pokoknya serasa di London deh, hihi #kayapernahaja #namanyajugaafirmasi. Di Hay Street ini banyak bangku juga pohon-pohon kecil yang cukup membawa hawa sejuk di tengah musim panas. Tips selanjutnya liburan sama anak adalah, kalau emang capek, biarlah anak istirahat sejenak. Membiarkan dirinya tidur-tiduran sambil kita pijat-pijat kakinya bisa mengembalikan kembali energinya.
Kings Park Botanical Garden
Siang-siang ke taman, gak panas? Yah panaslah apalagi lagi musim panas. Tapi kalau mau melihat kota Perth dengan pemandangan tercantiknya ya di sini, di puncak Mount Eliza, Kings Park. Sebetulnya kami ada jadwal tour ke water town. Water town itu semacam mall yang isinya barang-barang branded dengan harga miring. Tapiiii, karena tujuan kita ke sini adalah liburan dan bukan shopping so kita lewatkan water town ini. Makanya, seharusnya jadwal kita ke Kings Park adalah sore hari, tapi jangan khawatir siang-siang pun rame, banyak yang berjemur di taman  terluas sedunia ini. Bersyukur banget di tengah teriknya siang itu, kami diajak menggunakan mobil travelnya. Aaaahh, senangnya... Anak pun nyaman, karena gak capek. 

Terakhir kami menyempatkan ke Blue Boat House. Saya pikir ini terletak di lautan, ternyata tempatya di pinngir jalan dan di tepi sungai swan, bahkan dasarnya pun masih terlihat. Tempat ini juga ramai dikunjungi wisatawan, karenanya perlu mengantre sebelum mendapat giliran.

Demikianlah, liburan hari pertama kami bersama anak di Perth. Perjalanan ini disponsori oleh Batik Air. Baca selengkapnya Pengalaman Terbang dengan Batik Air ke Perth.

Terimakasih juga Mio Jutawan tours yang telah mengabadikan momen berharga kami dengan sebuah video cantik ini. Nantikan cerita part 2&3 ya ...




See you on next trip stories :)

#SatuHariSatuKaryaIIDN
#BatikAirGoesToPerth

Tuesday, 23 January 2018

Mau Liburan Dengan Budget Minim? Simak 8 Tips Liburan Murah Meriah


Hari gini, siapa sih yang nolak diajak liburan? Sayangnya, gak sedikit yang harus memendam hasrat berliburnya hanya karena selentingan kabar yang mengatakan liburan itu mahal. Nah, kalian yang menganggap liburan itu hanyalah mimpi, coba baca tips ini dulu yuk.

8 Tips Liburan Murah-Meriah Ala Saya 😀

1. Ambil Jatah Cuti
Lho, apa maksudnya? Saya cuma mau bilang, kalau kalian liburan di saat tanggal merah berderet alias peak-season, ya jelas semua harga akan lebih mahal. Maka, pilihlah saat low-season di mana harga promo mudah kita jumpai dan lokasi wisata gak seramai hari libur masal.

2. Cek seluruh promo
Kalau liburan kalian mengharuskan dengan pesawat, maka rajin-rajinlah cek harga promo. Fyi, biasanya 2 minggu sebelum keberangkatan waktu ideal untuk ngecek (ingat poin 1, tidak berlaku high-season). Kalau soal hotel ada tekniknya juga, bisa baca di sini. Sementara soal makan, ini paling mudah diajak ngirit. Karena makan gak harus mahal, kalau lagi liburan sih yang penting kenyang dulu deh ya.

3. Hubungi teman atau saudara
Selain menjalin silaturahim, menghubungi teman saat berlibur bisa menghemat pengeluaran lho. Mereka bisa saja menjadi pemandu atau mungkin kalau baik, bisa mengajak kalian makan atau bahkan menginap di rumahnya.

4. Gunakan transportasi umum
Di beberapa daerah ada bus khusus untuk keliling kota dan itu gratis. Nah, menggunakan fasilitas ini sangat lumayan untuk menghemat budget liburan kan? Sekadar tips tambahan, bila ingin menggunakan transportasi umum gunakanlah yang resmi. Pertama kali turun di bandara mungkin kamu akan bingung karena banyaknya tawaran taxi. Gunakanlah taxi resmi bandara, mungkin terdengar mahal, tapi keamanan lebih terjamin karena jelas ada voucher dan bisa dilacak bila ada hal-hal yang tidak mengenakkan. Menggunakan taxi gelap sangat tidak disarankan, mungkin akan menawarkan harga yang murah tapi kalau kalian diajak berputar-putar kota dengan argo kuda, apa masih mau memilih transportasi ini? Yuk jadi traveler smart, transportasi tak resmi sulit dilacak dan sulit dimintai pertanggungjawabannya.

5. Budayakan berjalan
Berjalan bagus bagi kesehatan fisik, termasuk juga saat liburan. Selama masih memungkinkan untuk berjalan maka berjalanlah dari satu tempat ke tempat lain, demi menjaga kesehatan finansial juga tentunya.

6. Kulineran enak gak harus di restoran
Liburan, gak lengkap tanpa makan-makan. Mencari makanan enak pun gak harus masuk restoran. Kuliner kaki-lima pinggir jalan juga banyak lho yang enak. Misalnya kalau kamu lagi di Bandung, tinggal googling langsung keluar deh tempat makan kaki lima yang recommended. Keuntungan lainnya makan di kaki-lima itu kita turut membantu perekonomian sang pemilik warung.

7. Kunjungi objek wisata gratis
Gak semua tempat wisata itu berbayar kok. Menikmati panorama pantai, gunung, taman kota asalkan diiringi hati yang lapang pasti akan terasa indah. Misalnya saat kamu berlibur di Bali, maka pilihlah wilayah selatan yang kebanyakan berupa pantai. Mulai Pantai Pandawa, Uluwatu, Dreamland, Kuta, hingga Jimbaran. Menikmati sunset dihiasi lalu lintas pesawat yang hilir mudik, sungguh romantis.

8. Liburan tidak harus jauh
Ini jurus pamungkas, di mana kalian benar-benar ingin liburan tapi dengan budget minimalis. Liburan itu gak harus ke luar negeri, gak harus keluar kota juga. Coba eksplor yuk destinasi wisata sekitar kediamanmu. Atau kalau memang ingin yang ada sensasi berbeda, coba aja staycation dekat domisili. Dengan demikian kamu gak perlu keluar budget untuk transportasi sebagai pos pengeluaran terbesar ketika liburan. 


Nah, demikianlah tips liburan hemat, murah-meriah ala saya. Ingat rumus, gak ada fasilitas mewah, service oke, tapi harga murah. So, berhati-hatilah dengan sesuatu yang terlihat too good to be true. See you on next post, Smart Traveler! 

Monday, 22 January 2018

Inilah 8 Alasan Mengapa Harus Mengunjungi Bogor! Lagi dan Lagi ...

7 alasan mengapa harus ke Bogor
Background View: Salak Mountain

Kalau bicara keinginan, rasa-rasanya gak akan ada habisnya. Manusia pada umumnya, kalau berhasil memenuhi keinginan yang satu akan timbul lagi keinginan lainnya. Teruuuus begitu, malah kadang sampe gak masuk akal.

Aah... Tapi saya percaya, bukan gak masuk akal, tapi akal kita yang belum masuk. Kemanapun kita mau, sangat mudah bagiNya memperjalankan diri ini ke seluruh belahan bumiNya yang super luas.

Yang saya selalu camkan dari guru saya adalah LLG (Lebarin, Luasin, Gedein). Pergi berdua memang lebih murah, lebih mudah, dan lebih intim #hyaaahh... Tapi kalau pergi bersama-sama dengan keluarga atau saudara bisa memberikan manfaat dan kebahagian lebih, mengapa tidak?

Kalau bicaranya tentang tempat impian, akan ada banyak daftar negara dan kota-kota indah di dunia yang ingin saya sambangi bersama keluarga. Namun dari seluruh daftar impian saya, sejauh ini ada satu kota yang saya tidak pernah bosan mengunjunginya. Bogor!

Hah, Bogor?! Ada yang mikir, "gak keren banget sih?" Kebanyakan orang berasumsi Bogor itu identik dengan macet dan mungkin sebagian daerahnya malas panas. Tapi tidak, Bogor yang kami kunjungi selalu memiliki ketenangan, kedamaian, dan kesejukan.

Bogor dengan pemandangan gunung salak, selalu membuat saya jatuh cinta. Harumnya tanah basah di pagi hari, merdunya kicauan burung, dilengkapi lansekap indah sebuah gunung yang menjulang tinggi di hadapan, sukses membuat saya terhanyut akan kota ini. Di sini saya bisa menemukan banyak inspirasi, terutama menulis dan menghasilkan foto yang ciamik. Foto yang bisa mengingatkan saya betapa indahnya ciptaan sang Maha Kuasa.
Gunung Salak-Rancamaya Bogor
Pemandangan Gunung Salak di Depan Mata. Awesome!

Saking seringnya kami bolak-balik Bogor, anak saya mengira kampung halamannya adalah di sini. Hahaa... Gak heran sih, selain sering kadang juga cukup lama durasi kami menginap. Saya dan suami pun ingin sekali punya hunian di Bogor entah untuk investasi atau kelak kami tempati sendiri.

Bosan dengan suasana pedesaan di Bogor, sesekali kami ke kota. Akan banyak kita jumpai tempat wisata yang instagrammable juga ragam kuliner kekinian yang memanjakan lidah. Mencari buah tangan di sinipun gak sulit.

Kalau saya buat daftar mengapa kalian harus mengunjungi Bogor, mungkin inilah alasannya:

1. Memiliki hutan kota legendaris, Kebun Raya Bogor.
This is The Icon. Rasanya belum sah ke Bogor kalau kamu belum pernah masuk ke dalamnya. Buat kamu pecinta gaya hidup sehat, ini tempat wajib dikunjungi, karena pohon-pohon besarnya sangat memanjakan mata dan paru-paru kita.

2. Banyak objek wisata
Iyes, Bogor itu luas. Kalau liburanmu di sini cukup lama, puas deh explore Bogor. Kalau liburan bersama anak, Taman Safari, Cisarua rasanya wajib dikunjungi. Ini adalah kebun binatang yang memiliki ragam fauna dan pertunjukan yang keren-keren. Objek wisata lain juga banyak lho.

3. Banyak Tempat Wisata Kuliner
Gak sulit deh nyari makan di Bogor mah. Apalagi di Bogor Kota seputar kawasan Jl. Salak. Di sana ada makaroni panggang, death by coklat, Lasagna Gulung, dan masih banyak lagi.

4. Banyak Taman Kota
Masih di sekitar Jl. Salak, ada Taman kota Kencana. Taman ini bisa dikatakan ramai sepanjang hari. Sekelilingnya banyak pohon besar dan bangunan khas tempo doeloe yang masih terawat dengan baik.
Taman Kencana di Jalan Salak

Baca juga selengkapnya : Review Menginap di Hotel Salak Tower

5. Banyak pilihan oleh-oleh
Memang gak harus sih, cuma kalau jalan-jalan gak bawa buah tangan rasanya kaya ada yang kurang. Di Bogor sangat mudah mencari oleh-oleh. Mulai dari Talas, Bolu lapis, Olahan talas ubi, asinan, dan banyak lainnya.

6. Kesejukan hampir sepanjang hari
Buat kami-kami yang bermukim di wilayah perkotaan, tentu sangat mendambakan kesejukan. Bogor ini terkenal akan kota hujannya, nah wajar aja kalau cuaca di sini jadi berasa sejuk, walaupun kadang terasa panas juga sih terutama di wilayah kotanya.

7. Gak jauh dari Jakarta.
Buat kami ini keuntungan banget, gak perlu mengeluarkan budget besar untuk transportasi tapi kami sudah bisa mendapatkan banyak keseruan di Bogor. Bagi kamu warga luar daerah yang sedang main di Jakarta, gak ada salahnya lho melipir sedikit ke Bogor. 

8. Banyak penginapan
Mencari penginapan pun gak sulit, mulai dari yang melati hingga bintang lima, yang di desa hinga di kota, yang buat romantisan berdua hingga seseruan sama keluarga, adaaaaa semua.


Nah, itulah hal-hal yang bikin saya ingin terus mengunjungi Bogor. Tahun ini kapan ya ke sana? 

Apapun pilihan destinasi wisata kita, jangan lupa jadikan sebagai bahan kesyukuran padaNya. Rawat, jaga, dan pelihara dengan baik. Karena ini semua indah adalah karenaNya dan kalau sampai rusak artinya ada campur tangan kita di sana. 

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar)" (QS. Ar Rum:41)



This entry was posted in

Sunday, 21 January 2018

Dag-Dig-Dug Melewati Imigrasi Bandara Internasional Perth

Custom Investigation in Australia


Jujur, ini adalah bagian paling menyita pikiran saya sebelum menjejakkan kaki ke benua kangguru. Ngeri aja kalau saat melalui imigrasi terus ditanya-tanya saya gak ngerti dia ngomong apa, ngeri kalau saat pemeriksaan ditemukan barang-barang yang ternyata dilarang sama pemerintah Aussie sana, takuuut kalau anjing pemeriksa tiba-tiba berhenti saat mengendus koper atau tas saya. Aaaahhh, gilaaakk hal beginian sanggup membuat saya sakit perut sebelum terbang.

Pemerintah Australia ini memang cukup ketat dalam mengizinkan siapa dan barang apa saja yang boleh masuk ke negaranya. Gara-gara hal ini, saya benar-benar hanya membawa pakaian dan alat mandi #miriiiiisss. Sesaat sebelum boarding, kami diberikan lembar declare yang harus diisi secara sadar dan benar. Jangan sekali-kali berusaha bohong deh ya. Walaupun kamu bawa 1 buah apel, sebaiknya ceklislah bahwa kamu memang membawa buah segar. Jangan pernah mikir, ah cuma satu, ah beginian doang. Ingat, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.
Form Declare Imigrasi Australia
Ini adalah form declare yang harus kamu serahkan saat di imigrasi.

Nah, berikut barang-barang yang gak boleh dibawa masuk ke Australia:

  1. Daging, ayam, ikan, dan semacamnya, termasuk dalam bentuk rendang ataupun olahan yang mengandung bahan ini tanpa kemasan pabrik. Jadi kalau kamu bawa sarden dalam kaleng kayanya sih masih dibolehkan. Yang penting kemasannya jelas, supaya petugas juga bisa baca komposisinya.
  2. Semua bahan makanan yang mengandung telur. Bahkan makanan yang kita dapat dari pesawat pun tidak boleh dibawa. Jadi habiskan makanan tersebut di pesawat atau yah tinggalin aja udah.
  3. Dairy product, seperti susu, keju, yogurt, mayonais, dan sebagainya.
  4. Coklat-coklatan dalam bentuk makanan atau minuman. Tapi kalau kamu membawa coklat sebagai oleh-oleh untuk dibawa KELUAR Australia itu sih boleh-boleh aja.
  5. Buah-buahan
  6. Rempah-rempah, seperti: bunga cengkih, lada hitam kasar, dan sebagainya. Tapi kalau rempah-rempah bubuk dalam kemasan masih dibolehkan tapi tetap harus dideclare.
Semua obat-obatan yang kamu bawa juga harus dideclare, bagusnya sih ada keterangan dari dokter dan dalam bahasa inggris tentunya.


Fyi, tahun 2016 Bandara Internasional Perth ini mendapat penghargaan dari Skytrax sebagai Best Airport Staff Service di Australia/Pasifik. Sedikit lebih tenang sih mendapati berita ini.

Tapiii, terus deg-degan lagi ketika menjelang landing awak kabin memberitahukan bahwa pemerintah Australia memberlakukan peraturan yang cukup ketat. Mereka mencegah kemungkinan adanya penyebaran kuman atau penyakit dari warga luar, makanya awak kabin menyemprotkan anti hama di dalam kabin. Hiks merasa gimana gitu gak sih? Tapii, ya itulah hak mereka. Pengennya sih negara kita bisa begini juga ya. Eh kalau ke negara lain begini juga gak sih? #seriusnanya

Kata temen suami yang udah bolak-balik ke Perth, mending jangan jalan sendirian. Kalau bawa anak kecil itu poin plus, deket-deket aja terus sama anak, mereka lebih ramah soalnya. Daaaann bener aja setelah melewati imigrasi dan custom seluruh kekhawatiran saya hilang seketika, karena banyak kemudahan yang kami rasakan.

Pengalaman di bandara lain kan biasanya pemeriksaan dilakukan one-by-one, di sini justru kami diperbolehkan pemeriksaan secara rombongan. Entah kalau dengan staf yang lain ya. Yang jelas kira-kira ada 4 kali pemeriksaan sebelum kita benar-benar bisa lepas dari bandara ini. Daaan, alhamdulillah semuanya lancar. Mereka hanya memeriksa, "ooh berlima ya, kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamu. Okey silakan lewat." Yippieee.. akhirnya liburan di Perth di mulai.
Arrival Terminal Perth
Sambil menanti Mr. Mio, Travel Guide kami yang serba bisa :D
Ohya, sebetulnya di bandara Perth ini tersedia smart-gate. Jadi kamu bisa melenggang kangkung tanpa perlu berinteraksi dengan petugas imigrasi. Tapiiii, jangan senang dulu. Ternyata setelah melalaui smart-gate masih ada petugas yang akan nanya-nanya kamu. Tapi kalau kamu bawa anak kecil yang tingginya di bawah 120cm, tetap harus melalui proses manual.

Karena kami membawa anak kecil dan berbekal prinsip jangan jalan sendirian, jadilah kita beramai-ramai melalui imigrasi dan custom.

Kasus seperti saya di atas (boleh rombongan di depan meja imigrasi, gak diperiksa anjing pelacak, gak pake ditanya-tanya, malah disenyumin dan disapa dengan hangat) mungkin tidak terjadi pada semua orang. So, tetaplah patuhi segala peraturan yang berlaku yes.

Berbeda dengan masuk ke Australia, proses keluar dari Australia justru jauh lebih mudah. Mereka gak terlalu kepo sama barang bawaan kita kok, kecuali memang ada yang mencurigakan. Misal ada bahan peledak, logam, gas, senjata tajam dan sebagainya.

Keluar dari Australia gak banyak pemeriksaan yang dilakukan. Pemeriksaan random bahan peledak pun gak kami temui. Menurut info yang dapat dipercaya, buat mereka yang jalan sendirian, laki-laki usia produktif sering banget, kena pemeriksaan random tersebut. Suami sudah diwanti-wanti supaya jangan panik, kalau nanti kena pemeriksaan bahan peledak ini.

Aaaahh, mungkin ini yang dinamakan first time lucky, termasuk ketika di apartemen suami mendapati bekas botol obat batuk sirup berada di tasnya, hakhakhaaak.... Tapi kalau saya percaya ada campur tangan Sang Maha Kuasa dalam setiap kemudahan yang kami lalui.
International Departure Perth
See you Perth.
Thanks to Batik Air and Jutawan Tours who has given us the unforgettable holiday 


Tuesday, 16 January 2018

Pengalaman Terbang Bersama Batik Air ke Perth

Pengalaman terbang bersama Batik Air ke Perth

Sebetulnya saya sudah tidak asing dengan kota Perth. Bukan, bukan karena sering bolak-balik, tapi karena dua tahun lalu saya pun pernah ikut kuis yang hadiahnya ke Perth, namun belum rezeki. Alhamduliah di tahun lalu Allah kasih kesempatan ke-dua dan saya bisa merasakan kedamaian kota Perth sekarang.

Jadi, pertengahan tahun lalu, Batik Air baru saja me-launching rute internasional terbaru ke Perth, Australia. Woow, selamat ya Batik Air. Ayooo, buka lagi rute Sydney, Melbourne, NZ, dan Eropa sekalian. Hihii... ohya FYI, pelarangan terbang ke Eropa untuk Batik Air sudah dicabut. Jadi, bukan gak mungkin kan akan ada #BatikAirGoestoEurope.

Bagi saya sendiri, cukup sering menggunakan Batik Air. Alhamdulillah, so far selalu puas dengan pelayanannya, seperti waktu ke Perth kemarin. Perjalanan kami ke benua kangguru tersebut harus transit di Denpasar, Bali. Jarak tempuh Jakarta-Denpasar kurang lebih 1 jam 50 menit. Cuaca pagi itu di CGK cukup cerah, namun saat on board sang Kapten bilang bahwa perjalanan menuju DPS cerah sebagian dengan sedikit guncangan-guncangan ringan dan kemungkinan hujan rintik di Denpasar. 

Sebagai penumpang saya merasa pengumuman kapten ini sangat menenangkan karena kita jadi gak kaget saat mengalami hal tersebut. Pesawat kami take-off jam 06.00 wib, terbang dengan pesawat A320. Sayangnya saat itu kami kebagian pesawat tanpa IFE (Inflight Entertainment). But, it's oke, karena si kecil suka naik pesawat jadi melihat awan-awan juga udah seneng banget. Hahaa ...

Menjelang landing, Bali sedang hujan. Menurut saya sih intensitasnya ringan-sedang. Namun, salut banget pendaratan kami berjalan sangat mulus. Bahkan, ayah saya yang notabene takut terbang, beliau mengakui landingnya sangat mulus di tengah cuaca yang sedang hujan sedang tersebut. So, perjalanan CGK-DPS dengan Batik Air muluuuusss. Alhamdulillah.
Just landed in DPS

Berbeda, saat kami menuju Perth. Saat itu kami take-off jam 12.55, sepanjang perjalanan cukup banyak guncangan. Bahkan, indikator lampu seat belt cukup lama nyala selama perjalanan. Heuheuu, apalagi saat sang pilot bilang bahwa kita sedang berada dalam cuaca kurang baik. Langsung deh kencengin doa aku mah, hanya Allah yang mampu menundukkan awan, angin, dan semuanya. Alhamdulillah, walaupun lampu seat belt nyala tapi tidak ada guncangan. Yang mendebarkan lagi menjelang landing. Memang kalau saya baca review beberapa orang saat landing di Perth, mereka bilang agak windy di sana itu. Jadi, saya juga gak gitu kaget sih, yang jelas banyak berdoa ajalah. 

Perjalanan Batik Air, DPS-PER, memakan waktu sekitar 3.5 jam. Terbang dengan pesawat boeing 737-900ER dan bersyukur banget tersedia IFE di pesawat ini. Hiks, sayang gak ada film Tayo, hehe ... Karena full service tentu dapat makan. Sayangnya, gak kebagian nasi, heuheuu... Gak nyangka ternyata bule-bule Aussie juga doyan nasi. Iya, jadi hampir 90% penumpang saat itu isinya warga asing.
Menu makan batik air ke perth
Pasta fusili dengan agar-agar jeruk
Setibanya di imigrasi saya dan rombongan bertemu dengan pilot dan crewnya. Dengan ramah, beliau tersenyum dan menyapa. Ternyata betul aja sepanjang perjalanan anginnya kencang apalagi saat di atas lautan. Cuaca sedikit lebih stabil saat memasuki daratan Australia. Di tengah cuaca yang berangin, landingnya pun masih bisa dibilang oke. Memang tidak semulus di DPS, tapi sepertinya ini lebih karena faktor landasan.

Alhamdulillah, setelah melalui imigrasi (cerita imigrasi di Perth) nyusul yaaa. Akhirnya, welcome to Perth, Australia pukul 16.20 waktu setempat. Di sambut cuaca panas namun dingin karena berangin, kami sempatkan ambil gambar sejenak. Hahaa ...


Kalau di luar negeri foto sama sign board juga keren lah, hahaa...

Selama di Perth, all is good. Dan, akan ada cerita tersendiri ya ngapain aja sih 5 hari 4 malam di sana. Eh, ternyata 5 hari ya, saya kok merasakan seperti sehari saja di sana. Aaahh mau balik lagiiiii .... #gagalmoveon

Hiks, bangun pagi-pagi jam 3, macam gak rela harus back to Indonesia. Sayang, visa kami pun single entry, it means kami tidak bisa masuk Aussie lagi dengan visa ini. Semoga nti ada kesempatan ke sana lagi bikin yang mulitple entry. Aamiin Yaa Mujibasailiin...

Jam 06.30 kami sudah tiba di bandara Perth untuk kembali ke Indonesia. Bandara Perth ini tidak terlalu besar. Jadi awal masuk gampang aja nyari counter check-in Batik Air. 

Jam 08.40 kami take-off, PER-DPS dalam keadaan hujan ringan. Alhamdulillah cuaca lebih bersahabat walaupun tetep ada guncangan-guncangan ringan dan pengumuman cuaca yang sedang tidak baik. Tapi, pengalaman saat berangkat membuat sedikit lebih terbiasa dengan kondisi ini. Pesawat yang kami gunakan boeing 737-900ER. So, sama seperti berangkat DPS-PER, pesawat ini dilengkapi dengan IFE. Alhamdulillah, kali ini kebagian nasiiiiii, horee #nasionalisme hahaa...
Foto macam apaaaa ini, hahah #rebutansamaanak
Nasi goreng+telur dadar+tempe goreng+ayam goreng

Menjelang landing, bersyukur cuaca cerah, jadi bisa melihat Bali dari ketinggian. Saya sempat dengar seorang bule bilang "wow, awesome!" Indonesia gitu lho... hahaaa ... oya, fyi keterisian bangku penumpang baik dari DPS-PER maupun sebaliknya cukup tinggi lho. Jadi, tepat banget Batik Air buka rute ini.

Pokoknya puas deh terbang dengan Batik Air ke Perth, very value for money. Awak kabinnya juga ramah. Makanya kami sengajakan turun belakangan demi berfoto bersama mba-mba pramugari yang tinggi abisssss...

Baca juga : Terbang bersama Batik Air ke Singapura

Sebetulnya ada serunya juga transit di Bali karena seperti kami jadi bisa sekalian liburan sejenak di Bali untuk lanjut ke Jakarta dua hari kemudian. Aahh, see you Batik Air di flight-flight selanjutnya.

Monday, 1 January 2018

Cara Urus Visa Turis Australia Sendiri, 5 Hari Jadi! Update Des 2017


Assalamualaikum...
Hai ... Hai ... Ini adalah postingan perdana saya di tahun 2018. Senang mengawalinya dengan konten yang berbau aroma wisata. Harapan saya tahun ini semakin banyak topik wisata lainnya ya baik  yang domestik maupun internesyenel. Aamiin Ya Mujibasailiin. Tahun baru kebanyakan orang posting tentang resolusi, kalau saya sudah menuliskan hal ini lebih dulu. Apa resolusi saya, yang mau baca monggo diklik link berikut ya ... Resolusi; Ada Doa yang Terselip di Dalamnya. 

Okey, langsung aja ya, di sini saya mau berbagi cerita pengalaman saat urus visa Australia kemarin.

Kata orang-orang kekuatan paspor Indonesia itu kalah jauh sama negara tetangga kita, Singapore. Makanya kita sebagai WNI gak bisa dengan bebas keluar masuk negara orang. Bahasa jawanya yah  harus kulonuwon dulu gitu deh. Tapi tampaknya gak berlaku kalau negara lain mau bertandang ke negara kita. Beuh, kurang ramah gimana sih penduduk kita ya.

Termasuk negara tetangga kita juga, Australia. Kita harus tetap mendapatkan visa negara tersebut kalau ingin jalan-jalan ke sana. Nah, udah tahu urus visa itu ribet apalagi Australia yang biaya urus visanya aja gak murah, terus ngapain ke sana sih cyiin? Hehee... Nanti akan terjawab di bawah.

Baca juga Pengalaman Terbang Bersama Batik Air ke Perth

Sebetulnya kata orang-orang urus visa Australia itu gampang, selama berkas-berkasnya lengkap. Nah, masalahnya adalah blablabla.. intinya ada 1 ganjalan aja tentang si berkas ini. Duit ya? Bukan. Yang mau tau japri aja lah ya. Hehe... Akhirnya saya coba hubungi travel agent Dwi****tour. Ternyata mereka cuma nyerahin form persyaratan aja sama dikasih beberapa contoh surat sponsor, dll... Kami pikir, mereka bisa ngisiin dan jadi tempat konsultasi tentang si 1 ganjalan itu, ternyata gak. Kalau cuma jadi perpanjangan tangan nyerahin berkas, makasih deh. Bingung banget mikir si ganjelan itu, #apasih, hahaha ... Aha... tiba-tiba teringat sama si mba Tesyasblog yang sering bolak-balik ke Aussie. Menurut saran beliau, udah urus sendiri aja mba. Pengalaman temennya urus di travel banyak yang ditolak, karena gitu deh kadang travel nggampangin berkas-berkasnya. 

Ya sudah, akhirnya kami coba download form visa turis dan kami lengkapi semua syarat tersebut. Di sini saya merasa keberadaan travel tadi sangat membantu. Hehee... 

Ohya untuk urus visa Australia sejak 1 November 2017, wajib membuat Janji Temu. Duuh gegara istilah janji temu ini saya sampe deg-degan, kirain harus wawancara ternyata gak kok. Jadi maksudnya janji suci eh janji temu #halah :D adalah daftar online gitu. Kamu bisa daftar di sini https://online.vfsglobal.com/GlobalAppointment/ Jadi kaya buat paspor, sekarang harus daftar online.

Ohya mengenai cara perpanjang paspor terbaru bisa dibaca di sini ya. [Klik]

Di sini saya sekadar sharing apa yang saya alami, semua syarat dan ketentuan tentu bisa berubah, jadi kalian tetap harus pantau websitenya VFS Global ya. Kantor VFS untuk Australia ini ada di Kuningan City Lantai 2, Jakarta, satu kantor sama VFS NZ dan UK.

Kesan pertama masuk tuh udah semi bandara int'l deh, ada pemeriksaan dengan metal detector. Buat kamu yang bawa laptop akan diminta untuk ditaruh di tempat penitipan tentu ada biayanya. Di dalam sih ada tempat fotokopi, cuma daripada ribet sebaiknya persiapkan semuanya secara matang. Jangan lupa ambil nomor antrean ya. Nanti nomor kamu akan disebutkan menuju counter berapa gitu. Waktu saya apply, alhamdulillah sedang sepi.

Baik para sekuriti maupun staf  VFS Australianya ramah. Bahkan dalam isian formulir saya, ada beberapa nomor yang belum diisi, sama seseembak staf VFS tersebut dilingkari untuk diisi semuanya dan dijelaskan maksudnya apa. Terus sepertinya kita juga bisa request kalau mau cepat. Jadi suami saya sempat bilang, "jadinya berapa lama ya? soalnya berangkat Januari nih mba." Kata mbaknya "Oh gitu ya... yasudah nanti di@#$%^&* Maksudnya saya juga gak jelas dia ngomong apa.

Baca juga : 8 Tips Mulus Melalui Imigrasi

Nah, karena saya gak bikin janji temu jadi saya dinyatakan walk-in aja dan itu kena tambahan biaya IDR 115.500/aplikan, totalnya jadi lumayan banget dengan biaya pembuatan visa itu sendiri sekitar 1.650.000/orang. Jadi kalau kamu mau daftarin 5 orang yah dikali 5 yes. Pembayarannya bisa cash, debit, atau kartu kredit. Tapi kalau debit dan berbeda bank kena charge sekitar 3%. Bagi kami sih lumayan banget, jadi kami milih cash saja ambil dari ATM. Urus visa Aussie ini gak semua aplikan  harus dateng kok. Nanti kalau visa kamu granted, jangan sedih kalau gak ada stiker visanya di paspor. Gak keren ya? Biar lah yaaa yang penting granted. Ohya, selama pengurusan langsung ke VFS paspor kita gak ditahan, jadi buat kamu yang mau sambil liburan dulu ke LN bisa kok. Tapi ingat, paspornya tetap harus dibawa ya untuk verifikasi data mungkin. Kalau urusnya via travel lain pasti akan ditahan, berapa lamanya ... entahlah tergantung si travel.

Nah, sekarang apa saja sih yang diperlukan dalam pengurusan visa Australia.

1. Isi formulir permohonan visa. Kalau turis isi form 1419. Tanda tangan di nomor 51 & 52. Untuk anak kecil juga isi form ini. Kecuali kalau si anak berpergiannya dengan salah satu orang tua atau tanpa orang tua baru isi formnya 1257.

2. Paspor baru (jangan sampe masuk 6 bulan menuju expirednya ya) DAN paspor lama bila ada.
Paspor baru dan lama difotocopy dalam kertas A4 jangan dipotong. Apa aja yang difotocopy? Halaman depan, halaman belakang dan halaman yang ada cap imigrasi negara lain. JANGAN distreples! Kayanya cap-cap imigrasi yang ada cukup mempengaruhi deh. Apalagi yang udah ada stempel USA kayanya lebih lancar jaya. Saya sendiri selain untuk keperluan umrah, belum pernah ke luar negeri bahkan sekadar negara tetangga, Singapore. 

3. Pas foto 4x6, background putih, tampak muka 80%, bilang aja kaya buat haji. Kalau baca di form dari travel sih perlu 2, tapi pas di kantor vfs nya ternyata cukup 1.

4. Fotokopi KTP
Sebetulnya kalau perayaratan yang saya lihat di travel itu gak ada. Cuma karena berkas saya waktu itu masih nyatu sama bikin paspor sebelumnya, alhamdulillah pas diminta ya ada. Jadi sebaiknya siapkan fotokopi KTP dalam kertaa A4.

5. Fotokopi Akta lahir/ijazah + Kartu Keluarga + surat nikah (bagi yang sudah nikah). 

6. Bukti keuangan 3 bulan terakhir, dengan saldo min 50juta/pax. Artinya kalau berangkat berdua ya 100juta. Jangan mendadak. 

7. Surat keterangan kerja bagi karyawn atau SIUP bagi wirausahawan atau surat pelajar/mahasiswa dan kartu pelajar/mahasiswanya atau kalau gak punya semuanya ya surat sponsor atau orang-orang biasa menyebutnya surat sakti. Surat inilah yang akan digunakan untuk meyakinkan bahwa kita gak ada niatan untuk gak balik dari negaranya. Nah inilah jawaban pertanyaan saya di awal kenapa harus ke Australia sih? Jadi saya mengeluarkan surat sakti yang saya capture dari laman resmi Batikair.com yang ini. Di dalam formulir 1419 juga ada pertanyaan, intinya kenapa sih kamu mau ke Aussie? Ya sudahlah ya, masa saya jawab menang quiz tapi gak ada buktinya. Semoga ini bisa menjawab keraguannya, hahaah..
Surat inilah menjadi alasan terkuat mengapa kami ke Perth.
Jadi ceritanya alhamdulillah saya dapat rezeki tiket gratis Jakarta-Perth pp dari Batik Air dalam program kuis #BatikAirGoesToPerth. Omong-omong sama salah seorang tim Batik Air, jadi salah satu faktor kemenangan saya adalah saya memiliki blog aktif selain tentu jawaban saya benar. Karena apa? Karena mereka juga mengharapkan ada feedback dari kami para pemenang. Alhamdulillah, seneng kalau ini blog mulai diperhitungkan. Nah yang punya blog hayuk dirawat. Jangan anggap remeh tulisan-tulisanmu.

8. Invitation letter bila ada. Surat undangan kalau ada ya. Kalau gak ada gak usah diada-adain.

9. Dokumen tambahan, misalnya ya kalau saya karena status suami adalah mahasiswa yang baru saja lulus dan beliau sudah resign dari PNS, jadi kami membuat surat pernyataan seolah kami mendapat sponsor dari orang tua, yang menyatakan bahwa semua biaya perjalanan ditanggung oleh beliau. #sungkemsamaorangtua.
Surat sponsor di mana tadinya orang pertama tidak ikut. Kemudian alhamdulillah akhirnya berniat ikut sehingga semua kata "they" kami ganti "we".
10. Surat keterangan ganti nama (bila ada)

11. Untuk mereka yang berusia di atas 75 tahun sertakan surat dari dokter

12. Untuk istri yang pergi tanpa suami harus ada surat ijin dari suaminya diatas materai 6000 + Photocopy ktp Suami.

Nah, buat kamu yang penasaran, sudah sampai di mana sih prosesnya, bisa pakai tambahan info by sms biayanya 25.000/aplikan. Estimasi hasilnya sih kata mba-mbanya 15-30 hari kerja bisa lebih cepat atau lambat tergantung kedutaan. Duuh deg-degan juga secara kami tulis di form berangkatnya sekitar 15 hari kerja lagi, mana pas peak season dan banyak terpotong libur bersama. Tapi alhamdulillah kamis pagi itu kami dapat email cinta yang isinya seperti ini.
Alhamdulillah...

So kalau ada yang nanya enak urus sendiri atau pakai travel? Jawabannya sesuai kebutuhan. Pengen irit dan cepat ya urus sendiri. Gak punya banyak waktu ngurusin begituan dan gak diburu untuk liburannya, apalagi kamu tajir melintir pakai travel, it's okey!

Buat kamu yang ingin tahu segala informasi terkait visa Australia bisa langsung kunjungi halaman VFS ya tinggal klik di sini.