The Sultan; Hotel Lawas Nan Elegan

Minggu, Desember 17, 2017



Pukul 04.30
Entah, apakah Jakarta sudah terbangun lebih dulu dari saya atau memang ia tak pernah tidur? Sudah ramai kendaraan di jalanan ibukota saat saya coba mengintipnya dari lantai 15 hotel The Sultan ini.
Hotel yang dulunya bernama Hilton ini, berada di kawasan super strategis. Tidak hanya dekat dengan balai sidang Jakarta, namun adanya akses langsung ke gedung JCC menjadi alasan utama bagi sebagian orang memilih penginapan ini, termasuk juga kami.

Pertama kali memasuki kawasan hotel ini, mata saya sangat termanjakan dengan banyaknya pohon tua yang cukup memberikan keteduhan di tengah teriknya matahari siang itu.

Dibalik penjagaannya yang ekstra ketat, kesan ramah tetap saya rasakan, dan sangat sigap dengan tamu hotel yang datang. Tidak ada diskriminasi dalam pelayanan antara tamu lokal dan ekspatriat. Pantas saja sejak dulu bangsa kita terkenal sebagai bangsa yang ramah. Apakah kesan yang sama bisa kita dapatkan di negeri orang ya?

Walaupun hotel ini sudah berumur, namun desainnya tak lekang oleh waktu. Banyak didominasi furnitur berbahan kayu berkualitas dengan sentuhan modern yang natural sehingga padu-padannya pas tanpa kesan berlebihan. Ditambah aroma racikan rempah khas bumi pertiwi yang menambah ketenangan tamu hotel yang datang. Menjelang libur akhir tahun juga tampak beberapa ornamen menghiasi lobby utama.


Hotel ini sangat luas, terdiri dari dua tower, lagoon dan garden. Karena saking luasnya dan lokasi kamar saya yang cukup jauh dari lantai dasar, jadilah saya urungkan niat untuk mengeksplor lebih jauh termasuk urusan kolam renang. Saya memilih menghemat tenaga untuk acara esoknya #alasan. hahah...

Sayang sih, gak sempat memanfaatkan ini, tapi cukup terbayarkan karena kelas deluxe promonya pun memiliki bath tub di setiap kamarnya, yang bisa dimanfaatkan si kecil untuk sekadar cipak cipuk. Alhamdulillaah, gak kebayang kan kalau si kesayangan minta ke kolam renang, pasti melelahkan karena harus antre naik turun lift. Iya, jadi saat itu hanya 1 lift yang bisa beroperasi di lagoon tower.

Kesan tempo doeloe kembali saya dapatkan saat di kamar. Model kasurnya mengingatkan saya era tahun 90an, persis seperti model kasur orang tua saya di rumah, hihih... Walaupun di dominasi kayu, tapi sama sekali gak ada kesan kuno. Justru hawa Indonesianya sangat kental seperti aksen batik yang ada di jendela. Saya sangat menikmati kamar ini. Hanya satu yang kurang, hmm ... atau memang sengaja didesain seperti ini ya, jadi saya sempat kebingungan saat mencari soket listrik karena biasanya benda itu ada di dekat tempat tidur. Ternyata si soket ini ada di dekat TV, meja kerja, dan dinding bawah dekat kamar mandi. Fiuhhh ...


Soal sarapan gak usah diragukan, menunya jelas variatif dan rasanya enak. Bukan hanya menu Indonesian dan western, tapi ada juga japanese, dan chinese, pokoknya semua ada. Yang menarik perhatian saya adalah, nuansanya yang lagi-lagi terasa banget era 90an-nya, bisa dilihat dari model tangganya dengan handle stainless steel dan dilengkapi furnitur berbahan kayu untuk meja dan kursi makannya.


Dari restoran ini, kalau kamu menelusuri terus hingga ke belakang, maka kamu akan sampai pada tunnel yang menghubungkan The Sultan dan JCC. Sepanjang lorong ini akan banyak kita jumpai foto era orde baru, foto tentang pertemuan antar kepala negara, perjanjian, dan semacamnya. Sayangnya, travelator ini tidak dinyalakan.


Overall walaupun The Sultan adalah hotel lawas, namun jauh dari kesan spooky. Justru kalau kamu ke sini ciri khas Indonesianya sangat menonjol dengan begitu elegan.

You Might Also Like

5 komentar

  1. Ikh bunda review hotelnya selalu aja bikin saya mupeng. Tetapi entah kenapa ya smpe sekarang belum ada kesempatan untuk bisa ngnep di hotel. Karena memang belum alasan untuk nginep di hotel soalnya klo jalan2 atau liburan emang ga pernah berhari2. Suka pulang pergi. Soalnya liburannya suka deket2 hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bun, semoga ya suatu saat Allah berikan kesempatan bisa menginap di hotel impian :)

      Hapus
  2. Padahal sudah bayangin , lawas pasti hiiiii..spooky! Ternyata elegan ya..nuansa jadul yang tak lekang oleh waktu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba. Saya jadi ngebayangin di masanya dulu pasti superb banget nih hotel karena sampai sekarang pun desainnya masih in.

      Hapus
  3. Unik yaaa Mbak Arum, di era serba minimalis, The Sultan bertahan dengan tema Indonesia. Saya kalo spooky agak horor, tapi asal kamarnya modern ga seberapa takut. Paling juga ngedon didalam kamar terus ama Musa hehwheh

    BalasHapus