[RESENSI] Hidup Sehat Dengan Food Combining

Selasa, Desember 05, 2017


Judul : Food Combining Itu Gampang
Nama Penulis : Erikar Lebang
Penerbit : Qanita
Tahun Terbit : Cetakan pertama, 2014
Jumlah Halaman : 144 halaman
ISBN : 978-602-1637-70-8
Harga Buku : Rp 51.000,00

Walaupun ini bukan buku baru, namun saya sangat tertarik mengangkatnya. Tema kesehatan apalagi seputar gaya hidup sehat akan selalu menarik untuk diulas. Ya, menjadi sehat memang dambaan setiap orang. Namun, sepertinya masih banyak yang belum tahu bagaimana melakukan gaya hidup sehat melalui cara mengonsumi makanan.

Memang, sudah sejak kecil kita dikenalkan dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna. Di mana harus ada karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur-mayur, dan disempurnakan dengan susu dalam satu porsi makan.

Nyatanya dalam bukunya, Erikar Lebang memaparkan hal yang berbeda dari apa yang dulu kita pelajari. Dengan bahasa yang sederhana, santai, namun serius beliau menjelaskan seluk-beluk Food Combining sebagai pilihan hidup sehat. Beliau juga menjabarkan beberapa kekeliruan yang kerap kita lakukan dalam memadumadankan makanan.
 
Sebagai contoh, dalam keseharian menyantap nasi dengan ayam penyet adalah hal yang wajar, namun bagi pelaku Food Combining hal tersebut justru sangat tidak dianjurkan. Lalu bagaimana? Pilihannya adalah karbohidrat atau nasi dengan sayur terutama raw veggies atau protein hewani atau ayam penyet dengan sayur. Mengapa jawabannya ada dalam buku bersampul hijau ini.
 
Pola makan Food Combining (FC) sebenarnya bukan suatu metode yang aneh atau dibuat-buat, juga tidak mengurangi satu unsur makanan secara ekstrem. Pola makan ini lebih mengacu pada mekanisme pencernaan alamiah tubuh dalam menerima jenis makanan yang serasi sehingga tubuh dapat memproses semua itu dengan baik dan mendapat hasil secara maksimal. (Hal. 31)

Bagaimana pola makan serasi-tidak serasi? Dalam FC, karbohidrat pantang disatukan dengan protein hewani, karena enzim yang bekerja untuk keduanya berbeda. Sementara amilase, enzim pemecah karbohidrat tidak bisa bekerja manakala bertemu pepsin, yakni enzim pemecah protein. Padanan yang serasi untuk sebuah menu makanan adalah karbohidrat, protein nabati, dan sayur atau kombinasi protein hewani, protein nabati, dan sayur.

Dalam bukunya, Erikar juga menekankan pentingnya konsumsi air berkualitas dalam jumlah yang cukup, sekitar 2.5 liter air atau setidaknya 8 gelas sehari. Kekurangan air akan membuat pH tubuh bergeser ke sisi asam. Kondisi tubuh yang asam sangat rentan terhadap munculnya berbagai penyakit. Buku ini juga menjelaskan bagaimana cara dan kapan minum air yang tepat. Diawali dari segelas air perasan jeruk nipis atau jeruk lemon hangat saat bangun tidur dilanjut beberapa saat dengan air putih hingga kemudian mengawali pagi dengan sarapan buah.

Sarapan buah? Tidak salah? Nah, buku ini juga menjelaskan ritme biologis tubuh. Di mana ada tiga fase yang dialami tubuh kita terkait sistem cerna. Mulai dari pukul12.00-20.00 adalah waktu cerna di mana kita saatnya makan berat di sini, pukul 20.00-04.00 waktu penyerapan di mana mengonsumsi makanan pada fase inu akan menggangu proses yang semestinya terjadi, dan pukul 04.00-12.00 sebagai fase pembersihan. Itu sebabnya pagi hari kita sangat dianjurkan sarapan dengan buah agar tidak memberatkan kerja sistem cerna kita. Gula pada buah pun sangat mudah diserap dan memberikan cukup energi yang siap pakai. Kalau lapar? Makan lagi buahnya hingga tiba jam makan siang.

Edisi terbaru di buku ini dilengkapi dengan tanya-jawab serta petunjuk pelaksanaan food combining yang tepat. Tidak hanya itu ada halaman khusus testimoni para pelaku food combining, bahkan banyak public figure yang juga menerapkan pola makan ini.

Yang bilang #foodcombining ribet, berarti cuma tahu "permukaannya" saja. Padahal, kalau mau dicari tahu lebih dalam sedikit saja, inilah cara TERMUDAH untuk hidup sehat dan tentu dengan bonus yang menyenangkan. Langsing! -Cici Panda, Presenter

Selepas membaca buku ini, kita akan sangat tercerahkan tentang gaya hidup sehat melalui cara Food Combining. Melakukan food combining sulit? Kata siapa? Membaca buku ini akan kita temui beragam kemudahan dalam menerapkannya. 
 
Jakarta, 05 Desember 2017

You Might Also Like

15 komentar

  1. Wah...wah makan saja ada ilmunya ya Bun. Saya baru tahu metode ini. Biasanya saya kalau makan, ya makan aja hihihi. Makasih ilmunya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu saya juga gitu mba. Sejak kenal FC sulit berpaling deh, soalnya enak banget di badan. Keluhan-keluhan dulu mulai dari sekadar perut gak enak aja alhamdulillah sekarang udah hilang.

      Hapus
  2. Sudah tertarik mau berFC ria sejak kapan hari..Tapi masih berat hati menjalani. Kayaknya mesti banyak baca buku terkait, biar semangatnya tak mudah patah..jiah..:D

    Maksih info kerennya Mbak..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba. Memang sebaiknya pelajari dulu sebelum terjun mjd pelaku FC.

      Tahu setengah-setengah bisa bikin kita malah gak enjoy. Nti FCnya yang disalahkan.

      Hapus
  3. ternyata banyak yang belum saya ketahui mengenai food combining. wajib punya buku ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak mba buku terkait FC. Salah satunya karya guru blogging kita mba Widyanti Y. Hihii kepoin blognya makin mantap berFC

      Hapus
  4. Saya juga mulai coba food combining mbak arum, tapi banyakin buahnya hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tos dulu ah mba. Buahnya pagi ya buat sarapan sampe tiba makan siang.

      Nti berasa deh enaknya ke badan.

      Hapus
  5. saya pernah coba tp gagal mbak. kepala pusing... kenapa ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa sudah sesuai juklak mba?

      Kalau sudah sesuai, bisa jadi itu yang disebut healing crisis aka detoksifikasi. Banyakin minum air putihnya ya. Kalau saya dulu gejala HC nya mencret dan pusing juga.

      Hapus
  6. Pola hidup sehat memang menarik untuk selalu diulas ya..
    Saya juga paling senang membaca seputar gaya hidup sehat, meskipun belum bisa mempraktekkan FC. Belum bisa memisahkan karbo dengan protein hewani hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihii memang ya mba apalagi kalau ke warung padang sulit banget nolaknya.

      Tapi demi kesehatan dan menjaga amanah tubuh dariNya. Hihii lanjuut..

      Hapus
  7. mbak dwi ikutan FC sekaran kah?? dulu saya gabung di grub fc, tapi kayaknya grubnya kurang aktif.. pengen seperti ibu-ibu yang sehat segar bugar plus awet muda dengan pola fc yang i terapkannya, kemudian sayu coba nyatanya maag saya kambuh hikss, waktu itu suami pun geleng geleng lihat saya makan malam nggak pakai nasi.. puasa dengan gorengan, batagor bakso itu beratt .. tapi jika mau sehat memang mesti harus di coba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau belum terbiasa, mulai dari yang ringan dulu mba. Karena tubuh kan perlu adaptasi juga. Kaya saya juga punya gastritis. Tahu begitu saya buahnya banyak konsumsi yg nyaman di lambung. Kaya pepaya, buah naga, mangga semuanya manis.

      Terus untuk makannya saya coba nasi+protein nabati+ sayur. Makan protein hewaninya jedain min 3-4 jam di antara makan besar.

      Sekarang baru berani makan malam tanpa nasi. Jadi ayam goreng 2 potong ditambah raw veggies yang banyak. Kalau sedikit emang maaih lapar.

      Kalau saya yang paling berasa wasir sembuh mba. Jadi udah merasakan manfaatnya enjoy aja menjalani ini.

      Hapus
  8. Wah, resensinya cakep pisan mbak Arum. Udah dikirim ke media kah? Cakep lo ini

    BalasHapus