Mengintip Geliat Ibukota dari Ketinggian Lantai 15

Rabu, Desember 13, 2017



Kaget. Itulah ekspresi saya mengetahui kami mendapat kamar di Lantai 15. Heuheuu saya memang tidak suka ketinggian, andai saja ada pilihan di lantai 1 saya pasti akan pilih itu deh. 

Menginap di salah satu hotel ternama di Jakarta memang suatu anugerah. Alhamdulillah Allah Swt mampukan kami mengajak orang tua untuk menginap di sini. Hotel tua ini berada di pusat kota Jakarta. Adapun alasan kami memilih tempat ini adalah adanya akses langsung menuju gedung JCC. 

Sayangnya, travelator yang menghubungkan The Sultan dan JCC ini tidak diaktifkan, hanya arah JCC-The Sultan yang dinyalakan. Menurut informasi sih, walking belt The Sultan-JCC ini akan dinyalakan bila ada event tertentu. 

Menginap di lantai 15 itu kan cukup tinggi ya, berharap semoga ada sesuatu yang menarik yang bisa ditangkap kamera. 

Sekarang untuk beberapa ruas jalan di Jakarta sudah diterapkan sistem plat nomor ganjil-genap. Artinya, tanggal ganjil hanya boleh dilalui oleh kendaraan berplat nomor ganjil, and vise versa. Kalau kita lihat dari pantauan gedung ini, sepertinya lalu lintas bisa dikendalikan dengan baik. Kemacetan yang umumnya terjadi ada di beberapa ruas jalan yang mengalami penyempitan akibat proyek MRT.

Jakarta oh Jakarta. Kalau saja kamu bisa bersuara mungkin kamu akan berkata, "Cukup, aku lelah dan ingin istirahat sejenak di malam hari agar bisa beraktivitas esok hari dengan penuh semangat." Jakarta, memang seolah ia tidak pernah tidur. Malam hari bahkan hingga pagi dini hari masih banyak lampu kendaraan kelap-kelip di jalanan ibukota. 

Ah, namun bagaimanapun kamu dengan segala problematikanya, aku tetap cinta. Kota kelahiran yang kini sangat modern dan serba ada. Berharap semoga "kesehatanmu" lekas membaik ya. Tidak ada lagi banjir, macet, dan berbelitnya jalur birokrasi.

You Might Also Like

3 komentar

  1. Menginap di lantai 15? Sensasinya pasti beda..!

    Paling tinggi menikmati Jakarta dari puncak Monas dan itu rasanya..walah, padat banget ya ternyata. Dempet-dempet bangunan,,hampir nggak ada ijo-ijonya. Warna hijau cuma seuprit..

    Yup! Semoga ke depan makin terkendali kondisinya, jadi over load nya Jakarta bisa dikendalikan.

    BalasHapus
  2. Waw lantai k 15, tinggi banget bun. Saya juga takut ketinggian udah gitu parnoan lagin takut nanti lantainya kena petir gimana hihihi* kayak anak kecil ya parnoannya. Ngomongin soal jakarta. Bagiku Jakarta itu melelahkan soalnya ritme kerjanya tinggi dan lelah di jalan juga heheh

    BalasHapus
  3. pasti kota jakarta di intip dari ketinggian selalu sibuk ya mbak ...

    BalasHapus