Saturday, 30 December 2017

Cara Mengganti Ban Mobil



Biasanya orang yang mencari topik ini adalah memang benar mereka yang sedang butuh. Sama seperti kami (saya dan suami) yang terpaksa googling di tempat kejadian kempesnya ban mobil kami. Jadi gak usah berlama-lama ya kita langsung saja praktikkan bagaimana mengganti ban mobil yang sepertinya kaum hawa pun bisa melakukan ini lho.

First of all, pasang segitiga pengaman. Kalau gak tau itu lho yang bentuknya segitiga warnanya merah menyala. Pasang dalam radius kira-kira 4 meter. Jadi jangan persis di belakang mobil. Berhenti darurat gak mau pasang benda ini? Bahaya cyin dan bisa kena sanksi karena memang ada pasalnya.
Sepertinya ini juga salah, hehe ..
karena harusnya letak segitiga itu harus agak keluar sedikit biar kelihatan.
Dan itu jaraknya juga kurang ya hihi soalnya jatuh terus jadi lelah hayati bolak-balik benerin :D

Oke langkah berikutnya adalah inti dari penggantian ban.

1. Kendurkan baut
Jadi supaya mudah siapkan semua alat tempur dekat ban yang kempes termasuk si kunci roda. Agar lebih aman matikan mesin tapi tetap nyalakan lampu hazard dan jangan lupa di rem tangan ya supaya gak jalan.

2. Pasang dongkrak
Mungkin banyak yang tahu iya pasang dongkrak. Tapi gimana di mana dongkraknya? Gimana cara ngambilnya dan gimana juga cara pasangnya?

Oke karena mobil saya yaris, lokasi dongkrak itu berada di bawah kursi penumpang depan. Kadang ada beberapa mobil tersedia di bagasi. Bentuknya itu seperti belah ketupat, terbuat dari besi, dan lumayan berat.

Setelah tahu letaknya, gimana cara ngambilnya kok keras banget ya? Apa pakai kunci? Ternyata cukup putar salah satu sisinya yang nanti dia akan memipih dan tinggal diambil deh.
Sekarang cara pasangnya. Letakkan di tempat yang tepat yang memiliki tumpuan paling baik. Lokasinya biasanya gak jauh dari pintu kok, kalau dekat pintu ada cekungan berbentuk persegi nah di situ biasanya atau baca buku manualnya aja deh ya biar gak salah.

Kalau sudah terpasang, sekarang bagaimana mengembangkan si dongkrak ini biar mobil terangkat? Caranya adalah masukkan kunci pemutar dan putar-putar sampai terangkat.
Ini lagi mengembangkan si dongkrak supaya ngangkat.

3. Lepaskan baut dan keluarkan ban yang bocor atau kempes
Kebayangkan kalau lepas baut pas dongkrak udah ngembang.
Thats why kita tadi cuma kendorin aja
Nah, inilah si ban kempes ec bocor halus 
4. Pasang ban serep
Mengenai ban serep ini juga perlu perhatian. Ada beberapa mobil yang letaknya di kolong, ada yang digendong/di konde atau ada juga yang di bagasi. Kalau di bagasi, biasanya tersimpan di bawah papan, biar rapi. Cara membukanya silakan baca buku manualnya. Kalau yaris mudah kok, cukup putar aja di tengah-tengah lubang bannya tersebut. Pokoknya langsung kelihatan deh.

5. Pasang baut, kencangkan
Cuma intermezzo, gak penting, hihi
Jadi kami memang sengaja turun nunggu di luar batas pengaman tol sambil bantuin si ayah
Kenapa? Ngeri aja kalau pas ada bus atau truk kencang lewat samping mobil

6.Turunkan dongkrak dan kencangkan baut kembali
Turunkan dongkrak ah jelas ya, tinggal putar berlawanan arah dengan enaikkannya tadi. Mengencangkan baut ini sebetulnya gak usah over ya. Kadang ada yang sampe diinjak-injak. Kalau ban truk atau bus sih mungkin okeylah, tapi kalau cuma mobil hatchback macam yaris ini tenaga lakik mah cukup. Soalnya ya, kalau kita ngencengin sampe over macam gt bisa rusak parahnya bisa loss atau dol. Lagi pula kalau kekencengan nanti kita malah kesulitan sendiri pas mau buka bautnya.

Nah, setelah selesai semua jangan lupa dibereskan kembali ya...
Nah inilah penampilannya setelah selesai.
Yang ternyata si ban serepnya juga kempes, hehe...

Wednesday, 27 December 2017

Peran Serta Masyarakat Dalam Mendukung BPK Untuk Mengawal Harta Negara



Maraknya pemberitaan kasus korupsi di berbagai media tampaknya sudah cukup menjadi saksi kemana bocornya anggaran negara maupun daerah kita. Usaha memperkaya diri maupun golongan dengan cara-cara melanggar hukum semacam ini bila dibiarkan akan terus menyeret bangsa kita pada kerugian yang besar. Parahnya bukan tidak mungkin kelak generasi penerus mengalami penjajahan di negeri sendiri. Tentu kita semua tidak mau ini terjadi.

Rakyat mana yang tidak jengah, melihat proyek pembangunan daerah yang tidak kunjung selesai? Bukan, bukan karena tidak mendapat dana apalagi sekadar soal cuaca, tapi karena memang dana yang sudah dirancang dan dianggarkan, diselewengkan masuk kas sekelompok orang. Adapun salah satu bentuk penyelewengannya bisa berupa menurunkan kualitas bahan bangunan sehingga margin keuntungannya tersebut yang dilahap ke dompet pribadi atau golongan.

Hal di atas tampaknya jamak kita dengar dan rasakan, namun kita bisa apa? Pasalnya, kita bukan siapa-siapa, hanya rakyat jelata yang seolah dipaksa ikhlas dan maklum terhadap bagaimanapun kondisi keuangan negara. Kita bisa apa? 

Cegah Sebelum Terjadi 

Sekarang sudah bukan saatnya lagi berdiam diri, berpangku tangan, pasrah menerima keadaan apapun yang terjadi pada negara. Selama kita mau, kita bisa melakukan sesuatu untuk menghentikan hal-hal yang bisa menimbulkan potensi kerugian di negeri ini. Jangan skeptis, merasa kecil hanya karena kita masyarakat biasa lantas berasumsi tidak punya kekuatan untuk bersuara. Apapun profesi kita selama berwarganegarakan Indonesia, mengaku cinta tanah air, dan mendambakan Indonesia yang sejahtera, adil, makmur, dan merata, mari ambil bagian bersama BPK, kita kawal harta negara. Ingat, harta negara itu tabungan juga aset yang harus kita jaga pemanfaatannya dengan benar dan tepat. 

Bergandengan tangan bersama BPK 

BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) merupakan lembaga negara yang bertugas untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara/daerah, dalam hal ini adalah dana yang bersumber dari APBN/APBD. 

Sejak berdirinya 1 Januari 1947 hingga kini, terdapat sejumlah amandemen terhadap UUD 1945 untuk BPK yang diatur dalam bab VIIIA Pasal 23E. BPK bersifat bebas dan mandiri. Adapun hasil pemeriksaan BPK akan diserahkan langsung kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya untuk kemudian ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan atau badan sesuai UU tanpa perlu konsultasi dahulu dengan pemerintah. Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan direamikan oleh Presiden. Sementara untuk pimpinannya dipilih oleh anggota BPK itu sendiri. 

Karena sifatnya yang bebas dan mandiri kini BPK berdiri sejajar dengan Presiden. Ini penting mengingat tugas BPK adalah memeriksa pengelolaan keuangan negara yang dijalankan pemerintah dan lembaga-lembaga Negara lainnya. Bila BPK berada di bawah kendali Presiden, tentu ruang gerak BPK untuk memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan Negara akan terbatas.

Kehadiran BPK ini sangat penting agar setiap pihak yang mengelola uang negara menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya hingga membawa manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. 

Peran Serta Masyarakat Dalam Mengawal Harta Negara

BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) merangkul masyarakat untuk turut berperan aktif mengawal harta negara. Sepanjang tahun 2016, ada lebih dari 900 pemohon yang melakukan pengaduan kepada BPK. Lima puluh persen di antaranya berasal dari individu, sisanya dari badan hukum, dan kelompok orang.

Merujuk data di atas, harusnya masyarakat tidak perlu ragu melaporkan kepada BPK, setiap melihat atau mengetahui dengan jelas tindak yang mengarah pada hal-hal yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Sebagai contoh, apabila kita mendapati dengan bukti yang jelas adanya penyelewangan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di sekolah, maka laporkan! 

Bagaimana pelaporannya?

Nah, ini yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat dalam mengawal harta negara.

1. Menguraikan kejadian;

Sebagai pelapor diharapkan kita dapat menguraikan sedetail mungkin kejadian yang dicurigai terjadi penyimpangan pengelolaan keuangan negara/daerah kita. Baiknya ketahui dengan jelas, siapa melakukan apa, kapan, di mana dan bagaimana bentuk kejadiannya yang akan kita laporkan. Hendaknya pelaporan dilakukan berdasarkan fakta dan kejadian nyata, hindari hal-hal yang berdasarkan perasaan kebencian, permusuhan, atau fitnah.

2.Memilih pasal-pasal yang sesuai;

Setelah mengetahui dengan jelas apa bentuk pelanggarannya, maka langkah selanjutnya adalah menyocokkan dengan pasal-pasal yang sesuai dengan peraturan yang berlaku (dapat lebih dari satu pasal). Informasi mengenai peraturan perundang-undangan dapat kita lihat dalam website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK [www.jdih.bpk.go.id]

3. Menyertakan bukti awal, bila ada;

Sedetail apapun laporan/aduan yang kita buat selama tidak ada barang bukti, posisinya akan lemah dan bisa-bisa malah menjadi boomerang bagi kita dengan dasar pencemaran nama baik atau perbuatan tidak menyenangkan. Baiknya persiapkan barang bukti, baik berupa rekaman video atau copy dokumen atau barang lain yang bisa memperkuat uraian kejadian penyelewengan dan simpan dengan baik untuk disertakan dalam pengaduan/laporan yang disampaikan.

4. Menyertakan identitas pengadu, bila tidak keberatan;

Akan sangat baik apabila pelapor/pengadu menyertakan identitas dan alamat atau nomor telepon, sehingga bila BPK masih membutuhkan keterangan tambahan maka pengadu akan mudah dihubungi.

Demikian langkah yang bisa kita lakukan dalam mengawal harta negara. Ingat, hindari asumsi namun berikan bukti. 

Syarat Pengaduan Masyarakat

Pada dasarnya seluruh lapisan masyarakat (WNI) berhak melakukan pengaduan, namun agar tertib dan yang hanya benar-benar terindikasi saja yang masuk pengaduan maka penting dibuatnya syarat ini. Apa sajakah syarat tersebut?

1. Warga Negara Indonesia (WNI);

2. Mengisi formulir pengaduan masyarakat di sini [klik]

3. Melampirkan fotokopi identitas diri yang masih berlaku (KTP/SIM/ID Card);

4. Dapat menjelaskan siapa, apa, bilamana, dimana dan bagaimana kejadian yang dilaporkan (kronologis aduan);

5. Melampirkan bukti awal aduan, seperti: fotokopi dokumen, foto atau barang lain yang dapat memperkuat uraian aduan yang disampaikan.

Syarat serta prosedur pengaduannya tampak tidak sulit selama kita memenuhi semua kriteria pengaduan yang diperlukan.

Bersama BPK, kita kawal harta negara

Godaan akan selalu ada. Namun, sedemikian rendahkah nilai kita hanya dengan beberapa rupiah mau mempertaruhkan nama baik hingga rela membiarkan bangsa ini tergerus akhlak munafik. 

Hal kecil yang kita lakukan bisa berdampak besar buat negara. Siapa yang tidak ingin Indonesia menjadi negara maju? Hanya mereka yang iri dengan bangsa ini yang terus meracuni dengan godaan nafsu duniawinya. Sungguh, kecintaan yang tulus terhadap tanah air dan disertai keimanan yang baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan menyelamatkan kita dari rantai kerugian.

Kalau bukan kita, siapa lagi? Yuk jadilah masyarakat cerdas, masyarakat madani yang peduli dengan kesehatan bumi pertiwi. Bersama BPK, kita kawal harta negara!

Monday, 25 December 2017

Resolusi; Ada Doa yang Terselip Dibaliknya


Jangan remehkan kata-kata! Karena sejatinya kata-kata adalah doa. Maka ucapkanlah yang baik atau diam. Bersyukur, entah sudah berapa banyak harapan saya yang Allah hadirkan jadi kenyataan termasuk di bidang kepenulisan. Entahlah, mungkin ini yang dinamakan passion. Saya bahkan ikhlas dan senang melakukannya walau tanpa bayaran. Bagi saya ketika tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain, itu sudah lebih dari cukup.
"Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi, yang kamu dustakan?" QS. 55:13
Menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat, penuh keberkahan adalah harapan setiap orang, begitu juga dengan saya. Yuk, kita tuliskan apa saja resolusi kita di tahun 2018. Jangan takut untuk bermimpi karena kita punya Allah yang Maha Besar. Tugas kita hanyalah berusaha, soal hasil serahkan pada Yang Maha Kuasa.


Nah, kalau saya berikut resolusi di tahun 2018:

1. Bikin Taman Baca Rumahan.
Sebetulnya ini resolusi tahun 2016 untuk tahun 2017, tapi belum terlaksana. Semoga di tahun 2018 hal ini bisa jadi kenyataan. Ingin rasanya bisa menularkan semangat membaca dan menulis kepada adik-adik. Daripada pulang sekolah mereka main game ke warnet kan lebih baik kumpul dengan teman sambil baca-baca buku. Pengen juga nanti bagi yang punya bakat nulis, saya akan simpan tulisannya bila sudah banyak bisa dijadikan buku. Dari mereka, oleh mereka, untuk mereka. Lengkapnya mengenai ini saya pernah tulis di sini : Bikin Taman Baca Anak Rumahan, Yuk!
2. Ingin mulai nulis buku kesehatan secara solo atau duet dan terbit di penerbit mayor.
Sebagai seorang penulis yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan, saya merasa perlu menuliskan tentang ini, gak lain yah agar bermanfaat ilmunya. Mengapa setahun ini saya gak langsung nulis buku kesehatan adalah saya paham bahwa setiap ilmu ada tekniknya termasuk menulis. Menulis tentang kesehatan tentu tidak bisa sembarangan, butuh riset, data dan fakta. Masa mau menampilkan tulisan sampah ke pembaca?

3. Ingin belajar ngaji dan bahasa Inggris
Hehe ... Dulu saya ngaji yang pake guru itu pas SD. SMA dan kuliah ada sih mentoring cuma ya kurang fokus aja ke teknik ngaji yang bener. Fokusnya saat itu lebih ke akhlak dan akidah. Sekarang pengen banget bisa ngaji yang bener sama belajar bahasa inggris. Kenapa? Yah, lagi-lagi soal kebermanfaatan sih, anehnya ini blog, warga Indonesia adalah pengunjung terbanyak kedua. Kalau bahasa inggrisnya udah keceh kan nanti bisa posting in english. Hahaa ...

4. Menjadi pribadi yang lebih baik.
Ini yang sulit diukur. Intinya sih ingin lebih baik di segala aspek. Ya spiritual, mental, intelektual, dan finansial. Sholat di awal waktu, ngajinya lebih banyak, sedekahnya juga, sayang orang tua termasuk mertua (suami mah gak usah ditanya ya), lebih sabar ke anak, makin kreatif dalam menemani anak bermain, lebih ikhlas jalanin hidup, lebih bersyukur dengan yang ada, diberi kelapangan rezeki. Pengen banget juga punya rumah tahfidz, yah buat investasi akhirat.

Semoga Allah perkenankan apa yang jadi hajat kita ya. Nah, ini resolusiku untuk tahun 2018, mana resolusimu?

Saturday, 23 December 2017

Gelora Semangat Berbagi di Bulan Kemanusiaan Bersama Dompet Dhuafa


“Nuuuuun. Wal qalami wama yasthuruuun.
Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.”

Bagi saya ayat pertama surat Al-Qalam ini memiliki arti yang begitu dalam. Inilah rambu-rambu yang saya pegang sebagai seorang penulis, namun demikian saya sangat menikmatinya. Di dunia menulis inilah saya banyak mendapat ilmu baru tentang hakikat kehidupan. Dulu, saya menganggap hidup itu ya seperti air, mengalir saja dari hulu ke hilir, bila terbentur tinggal belok atau menempati sesuai ruangnya. Padahal tidak semua air itu akan bermuara ke samudera luas nan indah, bisa saja ia bermuara ke tempat gelap, sempit, lagi menggenang.

Perjalanan hidup mulai dari menikah lalu menjadi ibu memberikan saya banyak pelajaran berharga. Berawal dari adanya harapan yang besar memiliki anak yang saleh-salehah merubah pandangan saya akan arti hidup sesungguhnya.

Sosok Hero Zaman Now

Bersyukur kemudian Allah pertemukan saya dengan orang-orang baik. Salah satu di antaranya ialah Heni Lestari (37 tahun). Dunia kepenulisan mempertemukan kami bukan hanya di dunia maya namun juga dunia nyata.

Sosoknya yang hangat dan keibuan begitu menginspirasi banyak orang. Bagaimana tidak, setiap Jumat ia bersama sang suami, Ahmad Rifai membagi-bagikan 200 nasi bungkus untuk dibagikan ke panti-panti asuhan dan masjid di daerah Batam.
"Mengapa harus capek-capek bungkus nasi mba?" tanya saya padanya. 
"Sepertinya sedekah dalam bentuk uang pun gak mengurangi esensi sedekah itu sendiri." Gumam saya melanjutkan dalam hati.
"Aku tuh paling suka kalo dapet kiriman makanan dari tetangga atau temen gitu. Jadi aku ngebayangin aja kalo aku ngasih ke orang kayaknya mereka happy juga sama kaya aku." Ujarnya sambil tersenyum lebar.

Ia pun memulai niat baik ini dari hal yang sangat sederhana. Dengan dana terbatas ia dan teman kantornya ingin bersedekah makanan. Kalau sendiri mungkin akan terlihat sedikit, kalau dikumpulkan jelas akan lebih banyak. Dari situ ia pun mengajak warga Batam melalui media sosialnya untuk melakukan hal serupa. Namun, tidak perlu repot-repot membungkus nasi sendiri, cukup dengan Rp10.000-Rp12.000 rupiah mereka bisa turut sedekah nasi bungkus sesuai pilihan paket menunya. Tidak disangka, ternyata sambutan warganet terutama Batam sangat baik, bahkan beberapa media pun sempat meliput kegiatan inspiratifnya. Hingga kini, ia yang juga pemilik Waroong Comel rutin membagi-bagikan nasi setiap Jumat dalam program "Berbagi Berkah Jumat Barakah".
Heni Lesari dalam Koran Sindo

Heni Lestari, inilah sosok hero zaman now menurut saya. Apa yang dilakukannya mungkin sudah jamak dilakukan oleh yang lain. Namun, darinya kita belajar arti berbagi, arti berkorban ya waktu ya tenaga ya uang. Dari sini juga kita tahu fenomena gunung es betapa masih banyak yang belum terjamah dan perlu uluran tangan kita.

Baca juga: Inilah Sosok Wanita Inspiratif di Balik Cheese Cake Panggang yang Kekinian

Hakikat Berbagi

Melihat apa yang kawan saya lakukan, tentu kita setuju akan ada banyak senyum bahagia dari mereka yang menerimanya. Berbagi itu sederhana, mudah, dan melembutkan hati.
Berbagi ke Panti Asuhan Assyamil, Batam
Berbagi itu ... Bukan soal seberapa banyak yang bisa kita beri, tapi soal seberapa besar keikhlasan kita melakukannya. Sedikit berbagi tidak akan menjadikan kita lantas miskin. Namun kalau bisa banyak mengapa harus sedikit? Karena apa yang kita benih itulah yang akan kita tuai. Sejatinya berbagi (baca: bersedekah/berzakat) adalah bentuk investasi langsung dibawah kewenanganNya. Dalam ilmu matematika mungkin satu dikurang satu adalah nol, tapi tidak demikian dengan sedekah. Allah menjanjikan dalam QS.2:245 :
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat-ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan"
Allah menjanjikan balasan yang besar bagi mereka yang ikhlas berbagi. Tentu rezeki bukan hanya soal uang, tetapi kesehatan, kerukunan, kesempatan, nama baik juga merupakan rezeki yang luar biasa.

Hidup bukan hanya tentang kita tetapi ada mereka yang butuh uluran tangan kita. Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda "Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. ..."

Adakah orang yang tidak ingin diringankan bebannya di hari yang sangat sulit tersebut? Bersyukurlah, dengan adanya mereka, mungkin dari sana terbentang jalan kita menuju surgaNya. Dengan mengetahui hakikat berbagi adalah sebetulnya untuk kebaikan kita sendiri, semoga semakin banyak yang melakukannya. Semakin banyak Heni-Heni lainnya.

Dompet Dhuafa Untuk Negeri

Prestasi Dompet Dhuafa Melayani Umat
Beruntung sekali, kini banyak kemudahan jalan berbagi, baik zakat, infak, sedekah, maupun wakaf, seperti kehadiran Dompet Dhuafa di tengah-tengah kita. Lembaga non-profit yang sudah berdiri sejak 1993 silam ini berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF.

Dompet Dhuafa hadir bak oese di tengah teriknya padang pasir. Membantu pemerintah, melayani masyrakat di hampir segala aspek kehidupan. Mulai dari kesehatan dengan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC)-nya, pendidikan, baik untuk siswa maupun tenaga pengajar, ekonomi dengan membentuk lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat agar mandiri secara finansial, hingga pengembangan sosial bersama para relawan membantu mereka yang tertimpa musibah.

Kita tahu Indonesia adalah negara kepulaun dan masih banyak kita jumpai gunung api yang aktif. Tanpa memandang suku, agama, ras, Dompet Dhuafa bergerak cepat memberi bantuan kepada saudara se-tanah-air yang tertimpa bencana alam, baik longsor, gempa bumi, banjir, hingga akibat erupsi gunung berapi.

Bahkan kepakan sayapnya tidak hanya di Indonesia namun kepeduliannya terhadap sesama saudara seiman turut dirasakan oleh mereka yang berada di Palestina, Rohingnya, Aleppo, dan masih banyak lainnya.

Bulan Kemanusiaan, Berbagi Berkah, Merangkul Asa

Di penghujung tahun 2017, nampaknya kesedihan masih mewarnai Saudara kita di sebagian pantai selatan Pulau Jawa. Gempa berkekuatan 7.3 SR mengguncang wilayah Tasikmalaya jumat malam (15/12/2017) lalu yang berpotensi tsunami.

Siapa yang tidak khawatir? Dinginnya malam, menjadi saksi keresahan mereka terutama warga pesisir selatan Tasikmalaya hingga ke Pangandaran.

Sebagian rumah rusak bahkan hancur. Salah satunya rumah Bu Dasti (62 tahun), rumah yang belum sempat rapi efek gempa sebelumnya kini justru kembali hancur, pun dengan sebab yang sama, gempa!

Atas nama kemanusiaan, Dompet Dhuafa menggelorakan semangat berbagi melalui program "Bulan Kemanusiaan; Berbagi Berkah, Merangkul Asa".

Seperti yang dilakukannya terhadap korban gempa Tasik, Dompet Dhuafa turut memberikan bantuan seperti bersih-bersih lokasi yang terkena dampak gempa, hunian sementara seperti tenda dan assesment sosialisasi terhadap sekolah terdampak.
Sumber Gambar : dompetdhuafa.org
Kejadian gempa Tasik hanyalah sebagian kecil dari mereka yang membutuhkan kehadiran kita. Masih ada 27 Juta masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. 152ribu sekolah di Indonesia rusak berat. Jutaan anak Indonesia menuntut ilmu di bawah atap yang terancam roboh. Saatnya menjadi solusi masalah sosial di sekitar kita
Dompet dhuafa tentu tak bisa kerja sendiri, butuh dukungan baik secara moriil maupun materiil dari kita semua dalam menjalankan misi kemanusiannya, tentu atas izin Allah Swt.

Agaknya, tak ada waktu yang tepat untuk berbagi selain saat ini, selagi ruh masih di jasad, selagi jatung masih berdetak, selagi nafas masih bisa kita hirup dengan penuh kenyamanan.

Ingin menjadi bagian pahlawan kemanusiaan? Yuk, hubungi Dompet Dhuafa untuk kemudahan berdonasi.


Dompet Dhuafa Republika

Philanthropy Building
Jl. Warung Jati Barat No.14
Jakarta Selatan 12540, Indonesia
Ph : +62 21 7821292
Fax : +62 21 7821333

Kantor Layanan Ziswaf
Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok C 28-29
Jl. Ir. H. Juanda No. 50 Ciputat - 15419
Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Phone : +62 21 7416040 (Hunting)
Fax : +62 21 7416070
Call Center : +62 21 7416050
Email : layandonatur@dompetdhuafa.org 
#BulanKemanusiaan
#HeroJamanNow
#MembentangKebaikan 

Wednesday, 20 December 2017

#CintaRupiah; Salah Satu Wujud Nasionalisme Masa Dulu, Kini, dan Nanti



Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

.....

Mungkin penggalan lagu di atas sangat tepat untuk menggelorakan kembali semangat nasionalisme kita yang mulai layu seiring zaman. Tak bisa dipungkiri, sedikit banyak pengaruh negatif kecanggihan teknologi mulai masuk dan bersemayam dalam kehidupan sehari-hari. Makin ke sini banyak kita jumpai gaya hidup masyarakat yang mulai kebarat-baratan. Mulai dari cara berpakaian, koleksi barang impor, hingga mengendapkan pundi-pundi valas sebagai simpanan berjangka di bank nasional. Tentu tidak semua pengaruh barat itu buruk.

Lagu "Bangun Pemudi Pemuda" karya Alfred Simanjuntak di atas, memang tak lekang oleh waktu. Maknanya yang dalam menyiratkan harapan yang besar kepada kita pemudi-pemuda Indonesia untuk bangun dan bergerak demi mengharumkan nama bangsa. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Bahkan lirik "Menjadi tanggunganmu terhadap nusa" diulang sebanyak dua kali sebagai bentuk penekanan bahwa ada tanggung jawab yang besar pada negeri yang harus kita emban.

Bukti cinta terhadap bangsa bukan sekadar hafal UUD 1945, pancasila ataupun lagu-lagu nasional saja, tapi lebih kepada sikap menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Salah satu bentuk implementasi cinta bangsa tersebut adalah dengan cinta rupiah sebagai mata uang negara.

Sedemikian pentingkah mencintai rupiah?

Tentu! Mata uang adalah salah satu simbol kedaulatan dan juga merupakan kebanggaan bangsa, termasuk dengan rupiah. Sebagaimana termaktub dalam UU No. 7 Tahun 2011, tentang Mata Uang. Maka, cintailah negeri dengan mencintai rupiah melalui pemanfaatanya secara benar dan tepat di wilayah NKRI.

Pepatah lama mengatakan "Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta".

Agaknya hal ini juga berlaku untuk rupiah. Mengenalnya lebih dalam akan menumbuhkan cinta dari hati dan tanpa paksaan.
 
Rupiah! Namanya tentu gak asing di telinga kita. Tapi tahukah mengapa dinamakan rupiah? Zaman dulu, alat tukar/bayar perdagangan bukanlah menggunakan uang melainkan sistem barter, simple-nya barang ditukar dengan barang yang nilainya kira-kira sama. Namun, ternyata sistem tersebut memiliki banyak kekurangan seperti sulitnya menentukan harga atau nilai dari suatu barang.
 
Hingga kemudian hadirlah alat tukar berupa uang emas dan perak. Hadirnya pun tidak serta merta menghapus sistem barter, karena kenyataanya di beberapa kesempatan sistem tersebut masih digunakan hingga kini. Menurut sejarawan uang Indonesia, Adi Pratama, Rupiah berasal dari bahasa Mongolia, rupia, yang berarti perak. Sementara penambahan huruf "h" adalah pelafalan khas orang-orang Jawa kebanyakan. Jadi bukan bahasa turunan dari "rupee", mata uang India, karena sejatinya rupee pun berasal dari asal kata yang sama dengan rupiah.

Rupiah bukanlah satu-satunya mata uang yang pernah beredar di bumi pertiwi. Sebelumnya, pernah dikeluarkan mata uang ORI (Oeang Republik Indonesia). Di masa awal kemerdekaan, pemerintah merasa perlu mengeluarkan mata uang sendiri guna mengurangi tekanan politik dari sekutu yang tergabung dalam NICA (Nederlands Indies Civil Administration).

Bung Hatta sendiri bertutur dalam pidatonya, " Dengan ini, tutuplah suatu masa dalam sejarah keuangan Republik Indonesia. Masa yang penuh dengan penderitaan dan kesukaran bagi rakyat kita. Uang sendiri itu adalah tanda kemerdekaan Negara”

Sejak pidatonya 29 Oktober 1946 tersebut, mata uang Jepang dan uang De Javasche Bank tidak berlaku lagi. Terbitlah ORI emisi 1 dengan delapan seri uang kertas, yaitu satu sen, lima sen, sepuluh sen, setengah rupiah, satu rupiah, lima rupiah, sepuluh rupiah, dan seratus rupiah. Desain uang kertas bagian depan dan belakangnya pun kental dengan ciri khas Indonesia yaitu keris yang terhunus dan teks UUD 1945. ORI ditandarangani oleh A.A. Maramis yang menjabat sebagai menteri keuangan masa itu.
Sumber Gambar: Wikipedia


Setelah ORI I, menyusul kemudian ORI II, III, IV, dan ORI Baru. Perjalanan ORI hanya bertahan 4 tahun sejak kemerdekaan hingga kemudian dihapus dan diterbitkan mata uang RIS. Mata uang RIS juga tidak bertahan lama. Seiring pemerintahan RIS berakhir, mata uang RIS pun berakhir. Sejak diresmikannya Bank Indonesia (sebelumnya De Javasche Bank) sebagai bank sentral pada 1 Juli 1953, BI diberi kewenangan penuh untuk mengendalikan mata uang tersebut termasuk memberi kode atau simbol di semua pecahan uang kertas dan logam.

Penyebaran rupiah di Indonesia juga tidak serta merta merata. Kepualauan Riau dan Papua Barat baru menggunakannya masing-masing di tahun 1964 dan 1971.

Hingga kini perjalanan rupiah terus mengalami pergolakan. Bahkan krisis ekonomi Asia tahun 1998 silam sempat membawa rupiah ke level 16.000 per dollar AS. Kini, rupiah terus berusaha menjaga kesehatannya. Pemerintah pun terus berupaya memperbaiki performa rupiah.

Sudah beberapa kali rupiah mengalami pergantian desain, mulai dari warna, tokoh, juga simbol daerah yang menghiasi pecahan uang kertas dan logam kita. Kini yang terbaru adalah rupiah emisi 2016 yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 19 Desember 2016. 
Sumber gambar : bi.go.id

Demikianlah perjalanan panjang rupiah, perlu banyak dukungan dari kita sendiri demi menjaga kekuatannya di kancah internasional. Berharap yang sedikit ini bisa menambah kecintaan terhadap Indonesia, khususnya rupiah sebagai mata uang kita .

Lantas, bagaimana wujud cinta rupiah?
 
Mengutip perkataan ulama Indonesia, Aa Gym, "mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini."

1. Ingat 5 Jangan; Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi

Melipat secara serampangan, mencoret-coret, serta merusak termasuk meremas, melubangi dengan steples, memotong apalagi membakar membuat uang kertas cepat lusuh bahkan rusak. Uang yang lusuh tentu merugikan karena memudahkan tindakan pemalsuan, sementara uang yang rusak juga membuat uang tersebut tidak layak beredar dan harus dimusnahkan.
Sumber gambar : bi.go.id

 
"Lalu, bagaimana kalau kita yang mendapatkan uang lusuh atau rusak?"
Tenang, uang lusuh kamu akan mendapatkan ganti sesuai nominal yang kamu tukarkan. Sementara uang rusak juga akan mendapat penggantian dengan ketentuan:
  • Fisik uang lebih dari 2/3 ukuran aslinya dan ciri fisik masih bisa dikenali.
  • Uang rusak masih satu kesatuan, lebih dari 2/3 dari aslinya, ciri uang masih bisa dikenali keasliannya dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap.
  • Uang rusak bukan satu kesatuan, tetapi kedua nomor seri lengkap dan sama, ukurannya lebih besar dari 2/3 aslinya, dan dapat dikenali keasliannya
    Sumber Gambar : bi.go.id
 
2. Kenali dengan 3D; Dilihat, Diraba, Diterawang
Jargon tersebut sudah lama kita dengar. Jangan enggan untuk mempraktikkan agar kita terhindar dari uang palsu. Bagaimana cara melakukan 3D: 
  • Dilihat :  Kini pada uang pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000 keluaran emisi 2016, kita dapat melihat pengaman baru berupa Multicolour Latent Image.
    Multicolour Latent Image
    Di samping itu kita juga bisa perhatikan adanya benang pengaman yang tampak seperti anyaman atau tertanam di dalam uang kertas. Pengaman ini terdapat dalam pecahan Rp100.000 dan Rp50.000.
    Benang Pengaman
Tidak hanya itu, masih dengan pengamatan indera penglihatan, kita bisa melihat tanda perisai di pojok kiri bawah yang dapat berubah warna sesuai perubahan sudut pandang, atau kita kenal dengan colour shifting.
Colour Shifting pada gambar perisai
  • Diraba : Pecahan uang kertas Rupiah yang asli, bila diraba akan ada beberapa titik yang terasa kasar karena memang uang ini dibuat dengan teknik cetak khusus. Titik tersebut berada pada gambar utama, gambar lambang negara "Garuda Pancasila, angka nominal, huruf terbilang, frasa "Negara Kesatuan Republik Indonesia", dan tulisan "Bank Indonesia".
    6 Titik Perabaan
  • Diterawang : Bila diarahkan di bawah cahaya, akan kita dapati tanda air (watermark) di seluruh pecahan uang kertas berupa gambar pahlawan. Selain itu, tampak pula logo BI dalam ornamen (electrotype), dan logo BI yang utuh bila diterawang ke arah cahaya (rectoverse).
    3 Titik Penerawangan
Teknik 3D di atas adalah teknik termudah yang bisa digunakan oleh siapapun, lakukan di setiap transaksi. Namun, transaksinya cukup besar usahakan tidak dalam bentuk tunai, melainkan melalui transfer antar bank demi menghindari adanya uang palsu. Perlu dicatat, uang palsu tidak mendapat penggantian.
 
3. Setialah menggunakan Rupiah di wilayah NKRI.
Selama kita berada di wilayah NKRI, gunakanlah selalu rupiah di setiap transaksi. Semakin banyak menggunakan rupiah, semakin kuat nilai tukar Rupiah kita. Perihal ini negara sudah mengaturnya dalam : 
Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 17/3/PBI/2015 
Tentang "Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI
Pasal 2 ayat 1 :
Setiap pihak wajib menggunakan Rupiah dalam transaksi yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
#CintaRupiah; Dulu, Kini, dan Nanti

Sejatinya mata uang adalah wujud identitas diri suatu bangsa. Demikian pula dengan rupiah, tertanam banyak makna dalam setiap pecahannya. Pemilihan tokoh pahlawan bukanlah hiasan semata melainkan ada kekhidmatan kita sebagai generasi penerus dalam mengenang jasa pahlawan.

Memahami betapa rupiah berusaha keras bangkit dari keterpurukan, semoga membuka mata hati kita untuk senantiasa, menjaga, merawat, dan menjunjung tinggi pemanfaatannya di wilayah NKRI.

Ayo, cintai rupiah sebagai bentuk nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air -- dulu, kini, dan nanti.

Sunday, 17 December 2017

The Sultan; Hotel Lawas Nan Elegan



Pukul 04.30
Entah, apakah Jakarta sudah terbangun lebih dulu dari saya atau memang ia tak pernah tidur? Sudah ramai kendaraan di jalanan ibukota saat saya coba mengintipnya dari lantai 15 hotel The Sultan ini.
Hotel yang dulunya bernama Hilton ini, berada di kawasan super strategis. Tidak hanya dekat dengan balai sidang Jakarta, namun adanya akses langsung ke gedung JCC menjadi alasan utama bagi sebagian orang memilih penginapan ini, termasuk juga kami.

Pertama kali memasuki kawasan hotel ini, mata saya sangat termanjakan dengan banyaknya pohon tua yang cukup memberikan keteduhan di tengah teriknya matahari siang itu.

Dibalik penjagaannya yang ekstra ketat, kesan ramah tetap saya rasakan, dan sangat sigap dengan tamu hotel yang datang. Tidak ada diskriminasi dalam pelayanan antara tamu lokal dan ekspatriat. Pantas saja sejak dulu bangsa kita terkenal sebagai bangsa yang ramah. Apakah kesan yang sama bisa kita dapatkan di negeri orang ya?

Walaupun hotel ini sudah berumur, namun desainnya tak lekang oleh waktu. Banyak didominasi furnitur berbahan kayu berkualitas dengan sentuhan modern yang natural sehingga padu-padannya pas tanpa kesan berlebihan. Ditambah aroma racikan rempah khas bumi pertiwi yang menambah ketenangan tamu hotel yang datang. Menjelang libur akhir tahun juga tampak beberapa ornamen menghiasi lobby utama.


Hotel ini sangat luas, terdiri dari dua tower, lagoon dan garden. Karena saking luasnya dan lokasi kamar saya yang cukup jauh dari lantai dasar, jadilah saya urungkan niat untuk mengeksplor lebih jauh termasuk urusan kolam renang. Saya memilih menghemat tenaga untuk acara esoknya #alasan. hahah...

Sayang sih, gak sempat memanfaatkan ini, tapi cukup terbayarkan karena kelas deluxe promonya pun memiliki bath tub di setiap kamarnya, yang bisa dimanfaatkan si kecil untuk sekadar cipak cipuk. Alhamdulillaah, gak kebayang kan kalau si kesayangan minta ke kolam renang, pasti melelahkan karena harus antre naik turun lift. Iya, jadi saat itu hanya 1 lift yang bisa beroperasi di lagoon tower.

Kesan tempo doeloe kembali saya dapatkan saat di kamar. Model kasurnya mengingatkan saya era tahun 90an, persis seperti model kasur orang tua saya di rumah, hihih... Walaupun di dominasi kayu, tapi sama sekali gak ada kesan kuno. Justru hawa Indonesianya sangat kental seperti aksen batik yang ada di jendela. Saya sangat menikmati kamar ini. Hanya satu yang kurang, hmm ... atau memang sengaja didesain seperti ini ya, jadi saya sempat kebingungan saat mencari soket listrik karena biasanya benda itu ada di dekat tempat tidur. Ternyata si soket ini ada di dekat TV, meja kerja, dan dinding bawah dekat kamar mandi. Fiuhhh ...


Soal sarapan gak usah diragukan, menunya jelas variatif dan rasanya enak. Bukan hanya menu Indonesian dan western, tapi ada juga japanese, dan chinese, pokoknya semua ada. Yang menarik perhatian saya adalah, nuansanya yang lagi-lagi terasa banget era 90an-nya, bisa dilihat dari model tangganya dengan handle stainless steel dan dilengkapi furnitur berbahan kayu untuk meja dan kursi makannya.


Dari restoran ini, kalau kamu menelusuri terus hingga ke belakang, maka kamu akan sampai pada tunnel yang menghubungkan The Sultan dan JCC. Sepanjang lorong ini akan banyak kita jumpai foto era orde baru, foto tentang pertemuan antar kepala negara, perjanjian, dan semacamnya. Sayangnya, travelator ini tidak dinyalakan.


Overall walaupun The Sultan adalah hotel lawas, namun jauh dari kesan spooky. Justru kalau kamu ke sini ciri khas Indonesianya sangat menonjol dengan begitu elegan.

Wednesday, 13 December 2017

Mengintip Geliat Ibukota dari Ketinggian Lantai 15



Kaget. Itulah ekspresi saya mengetahui kami mendapat kamar di Lantai 15. Heuheuu saya memang tidak suka ketinggian, andai saja ada pilihan di lantai 1 saya pasti akan pilih itu deh. 

Menginap di salah satu hotel ternama di Jakarta memang suatu anugerah. Alhamdulillah Allah Swt mampukan kami mengajak orang tua untuk menginap di sini. Hotel tua ini berada di pusat kota Jakarta. Adapun alasan kami memilih tempat ini adalah adanya akses langsung menuju gedung JCC. 

Sayangnya, travelator yang menghubungkan The Sultan dan JCC ini tidak diaktifkan, hanya arah JCC-The Sultan yang dinyalakan. Menurut informasi sih, walking belt The Sultan-JCC ini akan dinyalakan bila ada event tertentu. 

Menginap di lantai 15 itu kan cukup tinggi ya, berharap semoga ada sesuatu yang menarik yang bisa ditangkap kamera. 

Sekarang untuk beberapa ruas jalan di Jakarta sudah diterapkan sistem plat nomor ganjil-genap. Artinya, tanggal ganjil hanya boleh dilalui oleh kendaraan berplat nomor ganjil, and vise versa. Kalau kita lihat dari pantauan gedung ini, sepertinya lalu lintas bisa dikendalikan dengan baik. Kemacetan yang umumnya terjadi ada di beberapa ruas jalan yang mengalami penyempitan akibat proyek MRT.

Jakarta oh Jakarta. Kalau saja kamu bisa bersuara mungkin kamu akan berkata, "Cukup, aku lelah dan ingin istirahat sejenak di malam hari agar bisa beraktivitas esok hari dengan penuh semangat." Jakarta, memang seolah ia tidak pernah tidur. Malam hari bahkan hingga pagi dini hari masih banyak lampu kendaraan kelap-kelip di jalanan ibukota. 

Ah, namun bagaimanapun kamu dengan segala problematikanya, aku tetap cinta. Kota kelahiran yang kini sangat modern dan serba ada. Berharap semoga "kesehatanmu" lekas membaik ya. Tidak ada lagi banjir, macet, dan berbelitnya jalur birokrasi.

Sunday, 10 December 2017

Apa Sih Diet Food Combining?


Saya paling suka memanfaatkan me-time dengan menulis. Karena menulis bukan sekadar menggerakkan jemari, tapi ada tanggung jawab pada Sang Pencipta. Semoga apa yang terketik di sini bisa menjadi manfaat bagi banyak orang dan menjadi pemberat timbangan kebaikan Aamiin.
***
Mungkin banyak yang beryanya-tanya apa sih diet Food Combining itu? Diet biar kurus ya? 
Mendengar kata diet, kebanyakan orang langsung berasumsi bahwa itu adalah cara makan untuk menurunkan berat badan. Padahal arti diet itu sendiri sebetulnya adalah pengaturan makan baik jenis, porsi, maupun gizi.

Sebagai contoh, ada orang yang membutuhkan asupan kalori dan protein yang banyak, dalam hal ini bisa kita sebut orang tersebut sedang melakukan diet TKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein). Ada juga orang yang menderita penyakit Diabetes Mellitus sehingga pola makannya disebut diet DM. Demikian juga ada orang yang menganut makan hanya produk nabati atau vegetarian maka pola makannya kita sebut diet vegan. Nah, demikian juga dengan Food Combining tujuannya belum tentu untuk langsing, tapi mereka yang menjalani pola makan ini bisa kita sebut Diet Food Combining atau Diet FC. So, paham ya, diet itu tidak identik untuk langsing atau menurunkan berat bedan, tetapi lebih kepada sebutan untuk sebuah pola makan.

Dulu saat pertama kali mendengar FC, saya sangat penasaran karena dalam FC ini begitu melarang makan produk pati dengan protein hewani secara bersamaan. Alasannya adalah enzim untuk memecah pati tidak bisa bekerja manakala bertemu pepsin si enzim pemecah protein di lambung. Dari situ saya mulai menelusuri banyak referensi baik online maupun offline.
Nah, sekarang apa sih diet Food Combining itu? Food combing adalah pengaturan pola makan yang menekankan pada keserasian menu makan sesuai fungsi alamiah tubuh. Maksudnya? Begini, dalam hal sistem cerna, tubuh kita sudah didesain oleh sang Pencipta dengan segala macam enzim. Enzim-enzim tersebut berbeda fungsinya. Enzim untuk memecah karbohidrat berbeda dengan enzim untuk memecah protein, demikian juga dengan enzim untuk memecah lemak yang berbeda dengan enzim pemecah protein dan karbohidrat. Perbedaan enzim ini memiliki kondisi yang berbeda pula dalam hal cara kerjanya. Tidak hanya itu kerja enzim pun dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pH, suhu, konsentrasi enzim, dan konsentrasi substrat.
Jadi bisa dipahami ya mengapa kita tidak dianjurkan makan karbohidrat bersamaan dengan protein hewani. Dalam hal pH, enzim amilase dapat bekerja dengan optimal pada kisaran pH 6.8-7. Sementara protein hewani sifatnya asam dan kedatangan protein hewani merangsang produksi asam lambung untuk mengubah pepsinogen menjadi pepsin agar bisa memecah protein. Bisa dibayangkan kan ketika amilase membutuhkan kondisi pH netral untuk memecah karbohidrat sementara justru asam yang keluar, maka aktivitas enzim ini menjadi terganggu. Hal ini juga menjelaskan mengapa kita dianjurkan makan nasi dengan sayur-sayuran segar. Karena sayuran tersebut sifatnya cenderung basa. Dari sini juga bisa kita pahami, agar tidak makan dalam keadaan masih panas, karena suhu yang panas dapat merusak aktivitas enzim. Maka, tunggulah uap panas pada makanan hilang.

Membaca penjelasan di atas, sekarang tentu kita lebih mudah memahami bagaimana harus menyusun keserasian menu pada FC.

Menu Serasi tersebut adalah
Karbohidrat + sayur + protein nabati
Contoh : nasi merah + gado-gado + tahu/tenpe goreng.
Atau
Protein hewani + sayur + protein nabati
Contoh :
Pepes ayam + sepiring lalapan + tumis jamur

Menu tidak serasinya adalah
Karbohidrat + protein hewani
Contoh : Nasi + ayam penyet

Apakah sekadar itu diet FC? Tidak! Sejak bangun tidur pagi hari, perbedaan FC dari diet lainnya adalah soal jeniper (jeruk nipis peras hangat) atau jelemper (jeruk lemon peras) yang juga hangat. Tujuannya apa? Sejak semalaman tubuh kita aktif menyerap makanan. Dan organ hati yang bertugas memilah mana makanan yang baik untuk disimpan dalam tubuh dan mana yang tidak berguna dan harus dibuang. Tugas hati yang cukup berat tersebut kita apresiasi dengan segelas jelemper atau jeniper hangat sebagai tonik untuknya dan membersihkan sisa metabolisme atau lendir yang menempel pada dinding saluran cerna.

Apa sih tujuannya makan kok harus di mix and match begitu? Tentu kita ingin tubuh dalam keadaan seimbang dan berjalan sesuai dengan fungsinya secara benar atau yang kita sebut homeostasis. Saat tubuh dalam keadaan seimbang fungsi dan kerjanya, maka tubuh dapat menjalankan perannya dengan sempurna, menyerap nutrisi secara optimal, meminimalisir penumpukan sisa metabolisme, dan penggunaan energi yang efisien.

Apa rasanya makan dengan menu demikian? Kalau sudah merasakan manfaatnya, maka soal rasa adalah nomor sekian.

Saya pikir demikian dulu ya sekilas tentang FC. Nantikan pembahasan yang lebih detail di post-post selanjutnya.
Salam FC!

Tuesday, 5 December 2017

[RESENSI] Hidup Sehat Dengan Food Combining


Judul : Food Combining Itu Gampang
Nama Penulis : Erikar Lebang
Penerbit : Qanita
Tahun Terbit : Cetakan pertama, 2014
Jumlah Halaman : 144 halaman
ISBN : 978-602-1637-70-8
Harga Buku : Rp 51.000,00

Walaupun ini bukan buku baru, namun saya sangat tertarik mengangkatnya. Tema kesehatan apalagi seputar gaya hidup sehat akan selalu menarik untuk diulas. Ya, menjadi sehat memang dambaan setiap orang. Namun, sepertinya masih banyak yang belum tahu bagaimana melakukan gaya hidup sehat melalui cara mengonsumi makanan.

Memang, sudah sejak kecil kita dikenalkan dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna. Di mana harus ada karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur-mayur, dan disempurnakan dengan susu dalam satu porsi makan.

Nyatanya dalam bukunya, Erikar Lebang memaparkan hal yang berbeda dari apa yang dulu kita pelajari. Dengan bahasa yang sederhana, santai, namun serius beliau menjelaskan seluk-beluk Food Combining sebagai pilihan hidup sehat. Beliau juga menjabarkan beberapa kekeliruan yang kerap kita lakukan dalam memadumadankan makanan.
 
Sebagai contoh, dalam keseharian menyantap nasi dengan ayam penyet adalah hal yang wajar, namun bagi pelaku Food Combining hal tersebut justru sangat tidak dianjurkan. Lalu bagaimana? Pilihannya adalah karbohidrat atau nasi dengan sayur terutama raw veggies atau protein hewani atau ayam penyet dengan sayur. Mengapa jawabannya ada dalam buku bersampul hijau ini.
 
Pola makan Food Combining (FC) sebenarnya bukan suatu metode yang aneh atau dibuat-buat, juga tidak mengurangi satu unsur makanan secara ekstrem. Pola makan ini lebih mengacu pada mekanisme pencernaan alamiah tubuh dalam menerima jenis makanan yang serasi sehingga tubuh dapat memproses semua itu dengan baik dan mendapat hasil secara maksimal. (Hal. 31)

Bagaimana pola makan serasi-tidak serasi? Dalam FC, karbohidrat pantang disatukan dengan protein hewani, karena enzim yang bekerja untuk keduanya berbeda. Sementara amilase, enzim pemecah karbohidrat tidak bisa bekerja manakala bertemu pepsin, yakni enzim pemecah protein. Padanan yang serasi untuk sebuah menu makanan adalah karbohidrat, protein nabati, dan sayur atau kombinasi protein hewani, protein nabati, dan sayur.

Dalam bukunya, Erikar juga menekankan pentingnya konsumsi air berkualitas dalam jumlah yang cukup, sekitar 2.5 liter air atau setidaknya 8 gelas sehari. Kekurangan air akan membuat pH tubuh bergeser ke sisi asam. Kondisi tubuh yang asam sangat rentan terhadap munculnya berbagai penyakit. Buku ini juga menjelaskan bagaimana cara dan kapan minum air yang tepat. Diawali dari segelas air perasan jeruk nipis atau jeruk lemon hangat saat bangun tidur dilanjut beberapa saat dengan air putih hingga kemudian mengawali pagi dengan sarapan buah.

Sarapan buah? Tidak salah? Nah, buku ini juga menjelaskan ritme biologis tubuh. Di mana ada tiga fase yang dialami tubuh kita terkait sistem cerna. Mulai dari pukul12.00-20.00 adalah waktu cerna di mana kita saatnya makan berat di sini, pukul 20.00-04.00 waktu penyerapan di mana mengonsumsi makanan pada fase inu akan menggangu proses yang semestinya terjadi, dan pukul 04.00-12.00 sebagai fase pembersihan. Itu sebabnya pagi hari kita sangat dianjurkan sarapan dengan buah agar tidak memberatkan kerja sistem cerna kita. Gula pada buah pun sangat mudah diserap dan memberikan cukup energi yang siap pakai. Kalau lapar? Makan lagi buahnya hingga tiba jam makan siang.

Edisi terbaru di buku ini dilengkapi dengan tanya-jawab serta petunjuk pelaksanaan food combining yang tepat. Tidak hanya itu ada halaman khusus testimoni para pelaku food combining, bahkan banyak public figure yang juga menerapkan pola makan ini.

Yang bilang #foodcombining ribet, berarti cuma tahu "permukaannya" saja. Padahal, kalau mau dicari tahu lebih dalam sedikit saja, inilah cara TERMUDAH untuk hidup sehat dan tentu dengan bonus yang menyenangkan. Langsing! -Cici Panda, Presenter

Selepas membaca buku ini, kita akan sangat tercerahkan tentang gaya hidup sehat melalui cara Food Combining. Melakukan food combining sulit? Kata siapa? Membaca buku ini akan kita temui beragam kemudahan dalam menerapkannya. 
 
Jakarta, 05 Desember 2017