Sunday, 3 September 2017

Menginap di Hotel Allium Tangerang; Hotel Dekat Bandara yang Homey





Hotel dekat bandara khususnya SHIA (Soekarno-Hatta International Airport) memang banyak, namun kalau kamu ingin yang homey karena bawa keluarga, atau ingin menjamu rekan kerja, Hotel Allium Tangerang ini bisa jadi pilihan. Hotel yang juga dekat dengan stasiun kereta, terminal bus, dan beberapa mall ini memiliki sistem penjagaan yang cukup baik.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di hotel ini, kesan "wah" sudah terasa banget, lobbynya luas, desainnya juga apik, staffnya pun ramah-ramah. Proses check-in juga enggak pake ribet walaupun kami memesan melalui travel yang harganya lumayan lebih miring ketimbang go-show. FYI, kami mendapatkan rate IDR 540.000/night/room, sementara kalau go-show saat itu ratenya di IDR 600ribuan++ (lupa persisnya) untuk kamar tipe deluxe alias standar.

Enggak nyangka banget saat kepo-in instagramnya ternyata banyak pejabat negara bahkan juga ada mantan presiden kita yang pernah menginap di hotel ini, makanya baguslah standar pelayanannya. Kamar tipe delux ini cukup luas dan bersih. Ada meja kerja, lemari, dan coffee bar yang komplit dengan ketel yang berfungsi dengan baik. Kamar mandinya juga bagus dan bersih. Apalagi dindingnya bermotifkan batu, menjadikan kesannya lebih premium walapun efeknya jadi agak gelap. Untuk kamar ini, satu hal yang disayangkan, kaca jendelanya agak kotor, padahal view kamar kami cukup bagus, bisa melihat kereta juga pesawat yang baru saja lepas landas.





Buat kamu yang bingung mau makan malam di mana, hotel ini menawarkan banyak pilihan. Mau pesan makanan hotel bisa, hunting makanan di luar pun bisa, banyak kok makanan di sekitar hotel. Kalau untuk makanan di restoran saat kami ke sana karena belum pas dengan lidah kami jadi hihi sorry to say belum bisa merekomendasikan apa yang enak. Kalau kami waktu itu pesan pizza meat lover dan fish & chips yang tanpa chips (maksudnya memang penyajiannya tanpa chips, bukan karena ada pilihan mau dengan chips atau tidak). Mungkin ekspektasi kami yang berlebihan, cuma menyayangkan aja untuk hotel bintang 4, pizza meat lovernya menggunakan bakso, dalam pikiran saya setidaknya pakai daging cincang😁 doughnya juga sedikit kenyal, apalagi crustnya yang ternyata juga keras, heuheuu ... Untuk fish and chipsnya juga ternyata jauh dari bayangan saya, ini lebih mirip dengan ikan tepung. Soal rasa dari keduanya standar. Harganya untuk 3 menu karena saya juga pesan food platter ditambah segelas es lemon tea itu skitar 150ribuan++

Untuk sarapan, menunya beragam. Mulai dari Indonesian (nasi uduk, bihun goreng, pecel), chinese (dimsum), hingga menu western (sosis, cereal, dkknya). Di sebelah luar ada Paris-Lyon Cafe yang instagrammable deh desainnya, tersedia egg-corner dan aneka makanan kuah seperti bakso juga mie. Kalau mau cari pancake, waffle ya di sini juga adanya, asyik buat duduk-duduk cantik sama keluarga atau sahabat. Sayangnya karena di luar jadi ya gak bisa komplen juga kalau ada yang merokok. Secara keseluruhan kalau bicara rasa cukup enak.






Aah, buat kami yang punya anak kecil gak lengkap kalau udah nginep di hotel terus enggak berenang. Jadi bagi kami fasilitas swimming pool ini adalah wajib. Walaupun kolamnya tidak terlalu luas tetapi keberadaanya sudah cukup bagi kami, ada kolam cetek untuk anak-anak dan kolam dalam untuk dewasa atau untuk anak-anak yang mau belajar renang, tentu dengan pendamping.
Saat itu, kami menginap berbarengan dengan acara manasik haji, jadi memang agak ramai. Dan karena kolam renang ini agak di luar jadi akses dari kolam renang menuju kamar ini mau tidak mau harus melewati lobby atau bisa juga sih lewat samping lobby tapi tetep saja, masih terlihat sama tamu yang baru datang termasuk tamu yang menggunakan aula.

Ada lagi satu spot yang cukup menarik perhatian saya sebagai seorang yang hobi nulis. Ada sebuah rak dinding yang ternyata isinya bukan sekadar hiasan tapi juga ada buku-buku bermutu di dalamny. Aah, tetiba jadi kepikiran suatu saat kalau ke sana lagi saya mau taruh buku saya di rak tersebut aah *ssst, hahaha..
So far, pengalaman menginap di hotel allium menyenangkan. Kalau ditanya mau menginap lagi? Jawabnya iya dong. 
See you on next review


15 comments:

  1. wuiihh mbak dwi reviewnya kereeennn, udah cucok nih jadi food blogger

    ReplyDelete
  2. Wah, Mbak Dwi..Allium Hotel lumayan tuh untuk harga segitu di area bandara fasilitasnya lengkap juga..

    Tapi, kalau untuk hotel transit macam ini memang lebih baik nggak pesan makanan di restonya..Karena tamu lebih banyak memang nginap sementara, jadi kualitas makanan nomor dua #eaa..(yang sekolahnya dulu belajar ginian lagi bicara nih..hihihi)

    Kecuali hotel yang letaknya di pusat kota atau tempat wisata, biasanya makanan pun lumayan juga, karena selain untuk tamu yang menginap biasanya dipesan juga oleh tamu yang datang cuma untuk pertemuan/makan-makan..

    Btw, review nya cakeeep! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whuiih mba Dian lulusan perhotelan ya atau malah pariwisata? Heuheuu, jadi malu saya, ini gegara sering baca review orang-orang juga..

      Delete
  3. Noted nich mbak dwi kalo pas delay transit yg lamaaa bisa dicoba 😂 TFS yaa mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba Dira... Semoga kita bisa meet up sekalian ya..

      Delete
  4. Waah bisa nih
    Catet dulu lokasinya
    Kalau sudah ngerti dalemnya kan nggak ragu lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget.. ditunggu review penginapan deket ahmad yani ya mak..

      Delete
  5. Wah review-nya mantap n jujur mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mba harus tuh, kan utk memberi informasi yg lain juga siapa tau ada yg butuh, hee

      Delete
  6. Waahhh keren njh reviewnya... Bisa diliat rekomendasi menginap

    ReplyDelete
  7. Wah...hotelnya nyaman ya...makanannya juga menggiurkan

    ReplyDelete
  8. reviewnya keren mbak...tp mudah-mudahan sy jgn pernah kena delay..hehehe

    ReplyDelete