Sunday, 17 September 2017

Bersabarlah, Walau ...



Bekerjalah karenaNya 
walau tak ada yang menghargai selain diri kita



Kadang pekerjaan yang kita lakukan tidak sesuai dengan hasil yang kita dapatkan. Kadang apresiasi perusahaan tidak sesuai dengan apa yang sudah kita dedikasikan. Kadang juga pekerjaan yang kita lakukan melawan kodrat kemanusiaan. Ya, kadang pekerjaan kita menuntut kita jauh dari keluarga, mengabdi atas nama negara, nusa, dan bangsa.
           
 Namun demikian tetaplah bekerja. Karena hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Ketika kita bekerja melebih bayaran kita, maka Dia yang akan menanggung kekurangannya dengan kesehatan, anak yang saleh-salehah, bisa juga rezeki yang tak terduga. Demikian sebaliknya, ketika kita bekerja dibayar lebih dari apa yang kita kerjakan maka bersiaplah untuk mengeluarkan apa yang tidak sepenuhnya kita upayakan.
             
Bekerja memang melelahkan, apalagi bagi yang tidak mencintai pekerjaannya. Kalau memang demikian, renungkanlah kembali apa alasan yang paling tepat yang membuat kita masih bertahan. Jika tidak ada, lantas apa yang kita pertahankan di sana. Bukankah rezeki Allah SWT itu luas? Ciptakanlah kebahagiaan kita sendiri, ciptakanlah pekerjaan untuk diri kita sendiri juga untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan.
            
 
Bekerjalah karenaNya, berusahalah karenaNya, walau tak ada yang menghargai selain diri sendiri.   Tidak perlu mengumpat, tidak perlu juga mencintai secara berlebihan tempat di mana kita bekerja.
           
Bila memang tidak suka, keluarlah. Jangan malah mencuri-curi waktu untuk melakukan hal lain di luar pekerjaan yang semestinya. Korupsi tidak melulu tentang uang, bisa juga waktu atau kesempatan. Kesempatan yang seharusnya untuk perusahaan namun kita malah menikungnya untuk kepentingan pribadi adalah hal yang buruk. Apakah kita ingin kelak mendapat karyawan yang demikian? 

#ngomongsendiri

15 comments:

  1. Singkat tetapi dalammmmm. Bener bunda, korupsi bukan hanya tentang uang tetapi juga waktu. Semoga kita jadi slalu untuk berhati2 ya dalam menjalankan apapun. Jangan sampai korupsi 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Semoga ya selalu terjaga dari hal demikian..

      Delete
  2. Jleb! Thanks for reminding us..:)

    Bekerja dan berusaha karena-Nya, meski tak ada yang menghargai selain kita sendiri...Noted!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, termasuk bagi seorang penulis. Kadang cuma diri kita dan Tuhan yang mengerti apa yg kita lakukan. Susah ya klo passion udah bicara.. hee

      Delete
  3. Dalem banget tulisannya mbaakk...tapi betul itu hlo. Mencuri waktu, mencuri kesempatan itu juga korupsi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup mba Gies... Aku kangen lanjutannya yang itu tuuuh..

      Delete
  4. Iya mbak, meski melelahkan dan mungkin selalu kurang hasilnya, kalau bekerja dengan cara halal Insya Allah berkah.
    Mencuri waktu, kadang tidak terpikirkan kalau termasuk korupsi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Sulis klo berkah insya Allah apa aja cukup.. :)

      Delete
  5. Benar juga, kalau tidak suka dengan pekerjaan kenapa harus dipertahankan? Lebih baik cari yang membuat kita nyaman dan senang menjalaninya ya...

    ReplyDelete
  6. Suka banget. Nasehat diri berasa sampai ke hati.

    ReplyDelete
  7. Bekerjalah seperti jam, walau tidak ada yang melihat, namun tetap semangat untuk bermanfaat

    ReplyDelete
  8. Yang begini banyak juga terjadi di sekolah mbak. Guru-guru yang masuk kelas terus kasi tugas lalu si guru duduk tenang di mejanya sambil main hape.

    ReplyDelete
  9. Tulisannya singkat tapi daleeeemmmm hehehe.. jadi pengen nyari cermin nih. Makasih ya mba Dwi, sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  10. Singkat tapi ngena. Makasih Mbak Dwi, ngaca diri saya hehehe...

    ReplyDelete