Sunday, 24 September 2017

Begini Lho Cara Aman Menurunkan Berat Badan!

Sumber pic : pixabay

Hari gini siapa sih yang tidak ingin punya berat tubuh ideal dan sehat? Saya yakin semua pasti mau, tak terkecuali saya. Namun, sayangnya banyak yang tidak yakin bisa, alasannya pun beragam. Mulai dari yang merasa memang sudah dari sananya alias faktor genetik, tidak tahan mengikuti pola hidup sehat, hingga yang merasa takut bahwa program dietnya tidak aman untuk tubuh.

Semakin maju zaman ternyata potensi obesitas makin meningkat. Bisa dimengerti sih, kecanggihan teknologi sudah banyak menggeser peran manusia dalam melakukan pekerjaan bahkan untuk hal yang sangat ringan. Katakan saja ketika ingin membeli kebutuhan dapur, tinggal telepon barang diantar deh. Kalau dulu kita harus keluar rumah untuk transfer atau bayar telepon sekarang cukup klak klik dari handphone semua beres.


Ya, hidup di masa kini memang banyak kemudahan, tapi jangan sampai melalaikan, terutama amanah kesehatan yang telah Tuhan berikan. Ada banyak cara sih yang bisa kita lakukan agar tubuh tetap sehat yang bonusnya bisa menurunkan berat badan.

Menurut WebMD dalam situsnya ada beberapa hal penting yang perlu diingat ketika kita ingin menurunkan berat badan:

1. Lakukan secara bertahap dan konsisten

Para pakar menyarankan untuk menjalani diet secara bertahap dan konsisten dalam jangka panjang. Hasil yang instan dan singkat malah dapat membuat tubuh kehilangan masa otot, kepadatan tulang, dan juga air. Hal ini justru tidak baik bagi tubuh.

2. Calories in, Calories out

Menghitung kalori memang enggak gampang, salah satu cara termudahnya adalah dengan melihat kandungan yang tertera dalam kemasannya. Kalau kamu memang sedang dalam program diet untuk menurunkan berat badan, usahakan agar jumlah kalori yang masuk lebih sedikit atau setidaknya sama dengan yang keluar. Kalau tidak bisa membatasi yang masuk artinya yang keluarnya diperbesar, aktivitas fisik ditingkatkan. Bagaimanapun aktivitas fisik juga sama pentingnya seperti mengatur menu makan. Jangan lupa perbanyak minum air putih ya karena salah satu efeknya dapat mengurangi rasa lapar.

3. Bergabung dengan komunitas yang mengusung gaya hidup sehat.

Berada di lingkungan yang sefrekuensi artinya memiliki kebutuhan yang sama, bisa membuat kita terus termotivasi untuk tetap konsisten dengan rencana diet yang dijalankan. Rasa malas, bosan, dan berat bisa terabaikan, apalagi bila sudah ada testimoni tentang keberhasilan diet yang dijalankan.

4. Amati apa yang membuat kita merasa ingin terus makan

Kadang kita tidak benar-benar lapar tapi mengapa mulut rasanya ingin mengunyah terus ya? Hmm, cermati! Mungkin kamu stres, marah, depresi, atau mungkin akan datang bulan? Ketika kita bisa mengenali hal ini, kita akan mudah menekan keinginan untuk makan. Karena kita bisa segera mengalihkan ke hal positif lainnya, biasanya meditasi atau tafakur cukup ampuh mengatasi hal ini.

5. Batasi asupan gula

Gula yang dimaksud adalah makanan atau minuman manis, misalnya kukis, tart, minuman bersoda, dan sebagainya. Makanan jenis ini memiliki kandungan kalori yang tinggi namun rendah nutrisi. Berbeda dengan gula alami yang memang sudah ada dalam buah-buahan.

6. Pilih makanan yang kadar Index Glikemiknya rendah

Mengapa? Karena makanan yang kadar indeks glikemiknya tinggi artinya makanan tersebut cepat dicerna dan cepat diserap tubuh sehingga gula melonjak seketika dan cepat menimbulkan lapar kembali. Sebagai contoh mengonsumsi nasi merah lebih baik dari pada nasi putih, karena IGnya lebih rendah.

Sumber gambar: dari blog[dot[leanandfit[dot]ca
7. Jangan lupa masukkan protein dalam menu diet kamu.

Bagi vegetarian, protein nabati seperti kacang tanah, kacang merah, kedelai, almond, bisa jadi pilihan. Sementara untuk non-vegan lebih banyak pilihannya termasuk dari sumber hewani seperti daging merah, ikan, ayam, dan sebagainya. Protein ini penting untuk menjaga masa otot kamu. Tetap sesuaikan kebutuhan protein ini dengan berat ringannya aktivitas kamu, usia, juga jenis kelamin.
Sumber gambar: dari sini

8. Bersahabatlah deegan lemak baik

Tidak perlu anti dengan lemak karena tidak semua lemak itu jahat, kita juga tetap butuh lemak kok misalnya untuk produksi beberapa hormon. Lemak baik itu lemak tak jenuh yang bisa kita dapatkan dari ikan, kacang, biji-bijian, minyak zaitun, juga minyak kelapa. Lemak tak jenuh ini bermanfaat juga dalam mengurangi kadar kolesterol jahat dan penyakit kardiovaskular.
Sumber gambar: doktercantik[dot]com

9. Perbanyak sayur dan buah

Sayur dan buah adalah sumber serat. Serat sendiri dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, selain manfaat lainnya yang bisa melancarkan pencernaan, juga kandungan vitamin dan mineralnya cukup tinggi di dua jenis makanan ini.

So, intinya you are what you eat. Ingin tubuh sehat dan ideal mari awali dengan makanan sehat dan pikiran sehat. Inginnya sih begitu tapi kadang motivasi untuk tetap dalam gaya hidup sehat suka naik turun. Betul, saya pun demikian. Awal-awal semangat banget tiap pagi minum jelemper (jeruk lemon peras) hangat, dilanjut air putih, lalu lanjut dengan aneka potongan buah segar.

Pengen rasanya ada yang bisa nyiapin dan mengatur menu makan sehat saya termasuk kombinasinya yang pas dan rasa tetap enak. Karena jujur kadang suka kehabisan ide akhirnya itu lagi itu lagi. Teman pun menyarankan untuk menjajal catering sehat aja. Alhamdulillah atas rekomendasinya tersebut saya cari-cari deh catering sehat Jakarta dan ketemulah sama Gorry Gourmet.
Sumber gambar: Gorry Gourmet

Aaahhh seneng banget rasanya. Secara pas saya lihat-lihat menu dietnya bervariasi dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita, apalagi ada program untuk menurunkann berat badan juga, pas banget nih untuk kebutuhan Mr. Husband. Dan yang bikin saya lebih tertarik lagi dengan program weight-loss-nya Gorry Gourmet ini adalah kita tetap dapat mengkonsumsi hidangan yang tidak hambar (masih dibumbui garam rendah sodium yang terukur), tidak kurang maupun berlebihan. Hal ini berkaitan dengan fungsi garam untuk tetap membuat kita terhidrasi dan berkonsentrasi, dan fungsi yodium sebagai mineral yang menutrisi.
Selain itu, dieters dapat berkonsultasi dengan Tim Ahli Gizi dan Customer Service Gorry Gourmet selama berlangganan juga lho, mantap djiwaa kalau kata anak sekarang mah… Jadi misal kamu punya alergi terhadap maknan tertentu bisa juga disampaikan untuk nanti dicari alternatif makanan penggantinya atau ingin konsultasi berapa kebutuhan kalori kamu sesuai aktivitas yang kamu jalankan, bisa juga.

Buat yang nggak mau ribet, pengen makan sehat, tinggalnya sekitaran Jakarta Gorry Gourmet catering ini menurutku recommended banget, kita bisa pilih paket sesuai budget pula. Mau yang daily fresh delivery atau weekly frozen delivery bisa, mau yang lunch doang atau sama dinner sekalian juga bisa, mau jajal 1 minggu, 2 minggu, langsung sebulan juga bisa di sini. Asyik banget ya… Apalagi dijamin bebas pengawet, iya dong namanya juga catering sehat. Terus bagaimana dengan yang weekly frozen delivery? Iya, ini juga yang jadi pertanyaan saya, tapi ternyata paket weekly frozen delivery (cold-on-purpose) ini menggunakan kemasan kedap udara yang mengisolasi makanan dari paparan oksigen dan mikroorganisme. Jadi, makanan di dalam kemasan tetap dalam kondisi optimal bahkan hingga 1 bulan disimpan di dalam freezer. Aiihh makin nggak bisa nolak ini sih …

Dan bagi saya sebagai seorang muslim yang terpenting adalah status kehalalannya. Karena bagaimanapun makanan yang halal memilki banyak keutamaan, selain ketenangan batin, kesehatan jiwa, juga kebarakahan.
Halal certified. Taken from Gorry Gourmet Instagram

Benar-benar solusi deh si Gorry Gourmet ini, udah makanannya sehat, pengantarannya mudah, paketnya sesuai budget, bisa konsultasi dengan ahli gizi, diracik oleh chef professional berkelas internasional pula, dan haaaalaal…
Yakin, buat kamu-kamu yang mengusung gaya hidup sehat terutama emang lagi program menurunkan berat badan tapi pengen yang aman, Gorry Gourmet ini bisa jadi pilihan utama. Ingin info lebih lanjut bisa kunjungi langsung websitenya ya di www.gorrygourmet.com atau mau main-main ke kantornya langsung juga bisa ke:
Graha Inovasi, Jalan Panjang No 28,
Unit A-B
Kebon Jeruk - Jakarta Barat
Call: (021) 29501248
WhatsApp: +62812 8513 0917



Masih mikir-mikir untuk beralih ke gaya hidup sehat? Yuk, jaga amanah kesehatan badan, salah satunya dengan memberi tubuh makanan yang bergizi.


Sunday, 17 September 2017

Bersabarlah, Walau ...



Bekerjalah karenaNya 
walau tak ada yang menghargai selain diri kita



Kadang pekerjaan yang kita lakukan tidak sesuai dengan hasil yang kita dapatkan. Kadang apresiasi perusahaan tidak sesuai dengan apa yang sudah kita dedikasikan. Kadang juga pekerjaan yang kita lakukan melawan kodrat kemanusiaan. Ya, kadang pekerjaan kita menuntut kita jauh dari keluarga, mengabdi atas nama negara, nusa, dan bangsa.
           
 Namun demikian tetaplah bekerja. Karena hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Ketika kita bekerja melebih bayaran kita, maka Dia yang akan menanggung kekurangannya dengan kesehatan, anak yang saleh-salehah, bisa juga rezeki yang tak terduga. Demikian sebaliknya, ketika kita bekerja dibayar lebih dari apa yang kita kerjakan maka bersiaplah untuk mengeluarkan apa yang tidak sepenuhnya kita upayakan.
             
Bekerja memang melelahkan, apalagi bagi yang tidak mencintai pekerjaannya. Kalau memang demikian, renungkanlah kembali apa alasan yang paling tepat yang membuat kita masih bertahan. Jika tidak ada, lantas apa yang kita pertahankan di sana. Bukankah rezeki Allah SWT itu luas? Ciptakanlah kebahagiaan kita sendiri, ciptakanlah pekerjaan untuk diri kita sendiri juga untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan.
            
 
Bekerjalah karenaNya, berusahalah karenaNya, walau tak ada yang menghargai selain diri sendiri.   Tidak perlu mengumpat, tidak perlu juga mencintai secara berlebihan tempat di mana kita bekerja.
           
Bila memang tidak suka, keluarlah. Jangan malah mencuri-curi waktu untuk melakukan hal lain di luar pekerjaan yang semestinya. Korupsi tidak melulu tentang uang, bisa juga waktu atau kesempatan. Kesempatan yang seharusnya untuk perusahaan namun kita malah menikungnya untuk kepentingan pribadi adalah hal yang buruk. Apakah kita ingin kelak mendapat karyawan yang demikian? 

#ngomongsendiri

Wednesday, 13 September 2017

Oleh-Oleh MaDua Semarang; Bersih, Nyaman, dan Lengkap



Jalan-jalan tanpa oleh-oleh rasanya memang ada yang kurang ya... Walaupun sebenernya oleh-oleh itu enggak wajib, tapi kalau kita ada dananya enggak ada salahnya lho memberikan buah tangan untuk orang-orang tersayang. Bukankah menyenagkan orang lain itu ibadah? Tapiiiii, jangan sampe juga kita minta oleh-oleh pakai serius, maksudnya enggak dibawain ngambek, hahaa.. Udah mah jadi manusia mintanya sama Allah aja yes..

Bicara oleh-oleh, jadi ingat waktu mudik kemarin. Sebetulnya enggak mepet banget sih waktu terbang pesawat kita, cuma itu Pandanaran tempat bandeng Juwana langganan macet pakai banget dan pas waktunya makan siang pula. Melihat macetnya yang super ampun deh 11-12 sama Jakarta kalau rush hour jadilah kita putar balik dan berinisiatif beli di Bandara aja.

Ternyata pilihan kita tepat, qadarullah nemu pusat oleh-oleh Semarang yang lokasinya strategis banget, gak pakai sulit parkirnya juga emang pas waktu itu parkiran lagi kosong sih. Hahaa... Namanya pusat oleh-oleh MaDua "52". Letak persisnya di Jl. Jendral Sudirman 134, Semarang.


 
Manyuuun, gak boleh dinaikin, haha..
Sekilas lihat depannya kaya bangunan baru. Masih bagus, putih, bersih, demikian juga dalamnya. Whuaa pertama masuk langsung mbatin enggak nyesel ke sini. Tempatnya ber-AC, tata ruangnya apik, jenis oleh-olehnya beragam. Bahkan pie susu yang notabene ciri khas oleh-oleh Bali aja ada. Tapi ya gitu, entah apa merknya lupa, rasanya kurang nendang si pie susu ini. Haha, lagian beli pie susu di Semarang, saking udah ngilernya pie susu Bali.
Enggak cuma makanan khas Semarang aja yang ada di sini, kota lain pun ada

Kalau Bandengnya sendiri ini terasa lebih fresh enak, cuma menurut lidah saya tidak segurih si bandeng langganan. Sambil menelusuri tiap sudut, eh ketemu coklat yang bikin emak-emak GR, haha coklat sayang Bunda. Bener-bener sayang untuk dimakan. Coklat sayang bunda ini ternyata coklat putih, rasanya light, jadi enggak terlalu kuat atau terlalu legit.
Jenderalnya Bandeng ada di sini :D

Yang sayang Bunda, sayang Bunda, ayo dibeli ... :D
Bangunan ini dua lantai, cuma saya sendiri enggak sempat naik, heuheuu maklum keasyikan lihat aneka jajanan di bawah dan perut yang udah minta diisi pula. Jadilah kami langsung cus "isi bensin". Sekian dulu yes review sederhana ini.


Saturday, 9 September 2017

Hati-Hatilah Dengan Sebuah Pertanyaan




Ada kalanya pertanyaan itu tidak harus dijawab. 
Ada kalanya juga sesuatu hal itu tidak perlu dipertanyakan.

Suatu hari ada seorang siswa yang sedang mempresentasikan karya ilmiahnya. Karena topiknya cukup menarik, ada salah satu kawannya yang bertanya dan bisa dijawab dengan baik oleh presentan. Sayangnya, makin lama pertanyaannya makin mengusik, presentan pun mulai bingung hingga sang penilai melihat seolah presentan ternyata tidak cukup memahami isi tulisannya sendiri. Akhirnya, presentan yang awalnya tampil memukau ternyata mendapat nilai tidak lebih dari C karena dianggap tidak menguasai materi yang dibawanya. Kejadian itu hanya ilustrasi, tapi kadang ada orang "pintar" seperti si penanya ini.

Orang pintar memang tahu harus bertanya apa, tapi orang bijak tahu apakah itu perlu dipertanyakan atau tidak.

Dalam kasus tadi, jika si kawan memang ingin mengetahui lebih dalam setidaknya ia bisa menunggu hingga presentasi itu selesai dan silakan tanyakan lebih jauh di belakang layar.

Mempertanyakan hal yang tepat di saat yang tidak tepat justru malah memperlihatkan siapa diri kita sebenarnya? Pencari mukakah? Si pintar yang kurang etikakah? Atau sukses dicap sebagai orang cerdas yang tanpa sadar dengan menjatuhkan yang lain?

Meninggilah tanpa merendahkan, sukseslah tanpa menghina, kritiklah tanpa mempermalukan.

Termasuk bertanya hal-hal yang kadang kita sama-sama tidak tahu jawabannya. Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan lulus? Iya, sebagian mahasiswa, 'kapan lulus' adalah pertanyaan paling sensitif sedunia. Lebaynya sih begitu. Termasuk bertanya 'kapan bisa bayar hutang?' tapi nanyanya di depan umum.

Ya, bagi sebagian orang pertanyaan ringan dan tampak sepele justru bisa menjadi masalah. Ada  orang-orang yang enggak suka ditanya "kok kurusan sih? Kurang makan?" "Kok gemukan sih? Makan mulu ya?" Plisss, masih banyak pertanyaan lain atau cheap talk lainnya yang bisa kita sampaikan. Kecuali mungkin kalau pertanyaan itu dilontarkan oleh mereka yang sudah sangat dekatnya dan itupun bukan dengan menanyakan keras-keras di depan banyak orang.

Saya pun punya satu momok pertanyaan, yang bisa dibilang "malesin banget" kalau ada orang baru kenal terus nanya-nanya begitu dan nanyanya gak lihat tempat. Pliis jangan nanya hal pribadi di depan umum. Itu menyakitkan kawan!

Kita bisa kok bicarakan hal yang lebih netral. Selain apa kabar? Kita bisa mengulas tentang cuaca yang panas, jalanan yang macet,  atau misalnya lagi makan bareng kita bisa awali dengan rasa, penyajian, hingga seragam pegawainya. Sebetulnya banyak kok yang bisa kita bicarakan selain hal-hal pribadi.

Kecuali ya tadi kalau yang kamu ajak bicara udah sohib banget dan sudah saling mengerti satu sama lain, itu sih lain cerita. Intinya jangan sampai, hanya karena satu kalimat pertanyaan, hubungan persaudaraan, persahabatan, pertemanan malah jadi renggang. Satu lagi, jangan baperan, soalnya susah juga kalau orang udah berusaha netral tapi dari kitanya yang masalah.