Thursday, 24 August 2017

Mie Endesss; Mie Bangka Halal, Banyak Sayurnya, Endess Mienya

Selamat Datang di Mie Endess

Selamat Datang di Mie Endess

Siapa sih hari gini yang enggak suka mie? Makanan keriting berkarbohidrat ini memang kerap kali jadi makanan favorit mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Rasanya yang gurih kenyal membuat sebagian orang sulit berpaling dari kenikmatannya.


Buat kamu yang lagi kangen mie Bangka, enggak perlu pusing, kini ada Mie Endesss, mie ayam Bangka Halal yang terletak di kawasan lebak Bulus, tepatnya di depan plaza Karinda. Mie Endess ini tidak hanya menyediakan mie Bangka, ada mie ayam jamur, mie ayam teriyaki, mie udang katsu, dan mie goreng kucai.








Walaupun signature dish-nya adalah mie ayam Bangka, namun saya memilih mie ayam jamur sebagai pilihan makan siang saat itu. Mengapa? Karena setelah saya tanyakan pelayannya perbedaan keduanya adalah mie ayam Bangka cenderung asin, sementara mie ayam jamur cenderung manis. Ya, saya memang lebih suka rasa yang cenderung manis untuk sebuah mie ayam.

Porsinya pas untuk saya yang tidak suka makan banyak, tetapi kalau kamu lagi lapar banget atau memang biasa porsi besar, sepertinya satu mangkuk sih kurang. Porsinya cocok buat yang suka nge-brunch. Soal rasa sesuai namanya, endess, kekenyalan dan ukuran mienya yang kecil-kecil, serta topingnya yang ramai sayur menghilangkan sedikit rasa bersalah saya.


Baca juga Nikmati Restoran Bernuansa Pedesaan di Kampung Nirwana Restaurant

Mie Endess ini juga ada level kepedasannya. Mulai dari yang tidak pedas, sedang, hingga pedas. Masih merasa kurang pedas? Tenang, ada banyak tambahan sambal yang dari aromanya saja sudah tercium kepedasannya. Makan mie enggak lengkap tanpa kerupuk. Kerupuk putih bulat ini rasanya juga endess, yang niatnya cuma untuk komplemen saat makan di tempat, malah kami beli satu lagi untuk di rumah.


Aneka sambal Mie Endess


Sebagai penganut FC (food combining) mie ini bisa masuk ke dalam daftar diet saya. Tinggal menyingkirkan ayamnya untuk diberikan kepada paksu yang siap menampung. Selain ayam, ada tauge segar, sawi, dan jamur yang menjadi toping mie ayam jamur ini.



Endess ya yah? :*


Soal harga sangat terjangkau, hanya dengan IDR 13.000 kita sudah bisa menikmati mie ayam Bangka halal ini. Sedikit lebih murah dari mie ayam jamur yang dibanderol dengan harga IDR 15.000/porsi. Dan buat yang muslim jangan khawatir seperti yang telah saya sebutkan, mie Endess ini 100% halal.

Harga yang perlu kami bayar untuk 2 porsi Mie Endess, dll


Mie Endess ini buka pukul 09.00-21.00 dan tutup di hari senin. Tempat makan ini memang minimalis demikian juga dengan lahan parkirnya, maka ada baiknya datanglah beberapa saat sebelum jam makan siang.

Nah, sekarang sudah enggak bingung lagi kan mencari mie ayam bangka yang halal. Selamat mencoba ya!

Sunday, 20 August 2017

Serunya, Wisata Edukasi di Museum Layang-Layang Indonesia!







Sabtu pagi memang paling asyik kumpul sama keluarga. Buat kami yang tinggal di Jakarta, bersyukur sekali di sini banyak tempat wisata murah meriah namun berkualitas, salah satunya Museum Layang-LayangIndonesia. Enam tahun tinggal di Jakarta Selatan, ini lah kali pertama saya mengunjungi museum yang hanya memakan waktu 10 menit dari rumah dengan kendaraan bermotor.  Hihi … *tutupmuka
Selamat datang di Museum Layang-Layang Indonesia

Sebetulnya, saya kurang suka keluar hari sabtu karena biasanya lalu lintas di tempat kami cukup padat ketimbang hari minggu. Namun, karena dekat dan masih pagi sepertinya tidak jadi masalah apalagi tujuannya untuk mengisi tangki cinta anak dan orang tua.

Mendengar kata museum mungkin sebagian akan mengerinyitkan dahi tampak membosankan dan sangat tidak seru. Tapi, kalau mendengar kata layang-layang siapa sih yang enggak tertarik dengan permainanan tradisional khas nusantara ini, apalagi anak-anak? 

Museum Layang-Layang ini terletak di Jakarta Selatan, tepatnya di Jl. H. Kamang no. 38, Pondok Labu. Buka setiap hari pukul 09.00-16.00, dan tutup di hari libur nasional. Tiket masuknya juga sangat terjangkau hanya IDR 15.000/pax untuk anak usia 3 tahun ke atas. Karena museum ini tidak terlalu besar dan kerap dikunjungi rombongan anak sekolah maka ada baiknya kamu telpon dulu sebelum datang ya. Akses jalan sekitar museum ini agak sempit. Ada beberapa sekolah di sekitarnya, lokasinya juga menyatu dengan pemukiman warga. Namun, kalau sudah tiba di tujuan semua terbayarkan deh. Suasananya homey dan friendly.  Ada banyak pepohonan besar dan aneka tanaman baik di halaman maupun di dalamnya. Suasana jawanya kental sekali, ada semacam pendopo yang merupakan tempat kita untuk membuat layang-layang, juga ukiran-ukiran indah baik yang bisa kita lihat di pintu maupun jendela.
 
Penampakan area sekitar Museum Layang-Layang
 
Langsung disambut pohon besar yang membantu meneduhkan suasana #halah
Museum yang didirikan oleh Ibu Endang Ernawati ini jauh dari kesan membosankan. Di sini, anak-anak serasa tidak seperti ke museum melainkan seperti berkunjung ke tempat bermain namun tetap memiliki unsur edukasi di dalamnya. Nyatanya, yang menikmati juga enggak cuma anak-anak lho tapi orang dewasa pun demikian.
 
Jangan takut tersesat, selain tempatnya yang tidak terlalu luas, ada penunjuk arahnya juga kok.
Dengan IDR 15.000 tadi, kita sudah dibolehkan menonton video documenter tentang layang-layang, masuk ke museum layang-layang, dan membuat layang-layang itu sendiri. Sebetulnya masih ada layanan lainnya seperti melukis T-shirt, membuat keramik, dan lain sebagainya.

Di sini bukan hanya membuat dan melihat layangan, tetapi banyak aktivitas seru lainnya.

Setelah tiket sudah ditangan, kami pun diajak masuk untuk melihat video tentang layang-layang. Dari video itu kami tahu bahwa layang-layang dikira bermula di Cina, padahal nyatanya dengan penemuan lukisan Gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara awal abad 21, mengindikasikan bahwa layang-layang sudah lama muncul di nusantara. Nah, benar-benar kan ini warisan budaya kita. Ruang tempat pemutaran video ini cukup luas. Selain tersedia kursi ada juga karpet untuk yang mau nonton sambil lesehan.  Ada banyak lukisan layang-layang juga layangan itu sendiri tentunya untuk menambah keindahan di dalamnya. Pemutaran video ini sekitar 15 menit, waktu yang cukup bagi anak-anak agar tidak sampai tahap bosan. Tapi, bagaimana bisa bosan, wong videonya sangat menarik kok. Yang paling menakjubkan adalah saat melihat layangan menari, jadi layangan itu bisa bergerak sesuai irama musik. Whee … Keren!
 
Nonton video dulu ya. Banyak orang tua yang mengajak anaknya juga mengunjungi tempat ini.
Setelah menyaksikan videonya, sekarang saatnya membuat layangan. Yeay …! Jangan khawatir nggak bisa, karena ada guide yang siap membantu kamu. Waktu itu kami dibantu oleh Pak Asep, orangnya ramah dan pengetahuannya terhadap layang-layang sangat baik. Mulai dari layang-layang dalam negeri hingga luar negeri, mulai dari yang berbentuk belah ketupat, 3 dimensi hingga train naga beliau tahu betul.  Whua, kalau dengar ceritanya kita harus bangga deh sama warisan budaya sendiri. Kami diajari step by step membuat layang-layang, ternyata mudah sekali. Mau tahu caranya? Okey, sekalian aja deh ya saya jelaskan di sini, jadi …
Siapkan Bahan:

  1. Siapakan 2 bilah bambu tipis. Masing-masing berukuran 60 cm dan 40 cm.
  2.   Kertas minyak sesuaikan dengan rangka bambu yang kamu buat.
  3.  Spidol untuk menandai 
  4. Lem 
  5.   Benang

Ca      Cara Membuat:

  1.       Silangkan bambu dengan lem dengan titik temu pada 1/3 bambu yang paling panjang. 
  2.     Letakkan lem di salah satu sisi bambu tersebut dan tempel pada kertas minyak 
  3. Buat garis dengan spidol di kertas minyak dengan jarak kurang lebih 1-2 cm.
  4. Gunting garis tersebut, lem sisi luarnya, lalu tekuk
  5. Buat lubang pada bagian tengah layang-layang (di samping tempat penyilangan rangka bambu), masukkan benang layangan ke lubang itu lantas ikatkan ke rangka persilangan.
  6.  Buat kembali lubang di bawah titik tengah kurang lebih 5-10 cm, tergantung ukuran layang-layang. 
  7. Tautkan benang dari titik tengah menuju lubang di bawahnya.
  8.  Taraaa … Jadi deh, kalau mau digambar atau diberi hiasan ekor juga boleh lho.
Langkah membuat layangan tradisional


Bagaimana, mudah kan membuat layang-layang? Sekarang, saatnya mainkan. Namun, entah karena memang tidak pandai bermain layang-layang atau memang anginnya yang kurang, kami tidak berhasil menerbangkannya. Hahaha …
            
Baru ngeh ternyata bukan divideo, tapi difoto, jelas ngeblur :p
 Puas membuat layang-layang, sekarang saatnya mengunjungi isi museumnya. Pertama kali masuk, whua yang terasa malah kesan mistisnya. Anak saya pun yang awalnya ceria, mendadak minta keluar. Huwaah, kalau anak sudah begitu sebenernya saya juga merinding, cuma karena kekepoan saya lebih besar, jadi saya sempatkan masuk sebentar untuk melihat aneka layangan mulai dari luar negeri hingga yang berasal dari seluruh Indonesia. Koleksi layangan di museum ini jumlahnya ratusan. Uniknya juga ada layangan yang terbuat dari dedaunan.
            
Ini jenis layanagan nusantara, dari mana asalnya #lupa :p

Yang ini layangan Malaysia

 
Ini layangan yang terbuat dari dedauan. Ada daun pisang, daun palem, dan lain-lain.
Huwaah, ternyata mengunjungi museum ini sama sekali enggak ada rasa membosankannya, waktu terasa berlalu begitu cepat. Tidak puas sampai di situ, saya coba mengeksplor lebih dalam isi keseluruhan museum ini. Di sini tersedia toilet yang cukup bersih, musholla ruang terbuka yang bersih dan nyaman juga rumah panggung yang instagrammable. Bagi kamu para wanita yang ingin solat sebaiknya bawa mukena sendiri, bagaimanapun pakai punya sendiri tetap lebih nyaman.
            
Musholla ruang terbuka
 
Toiletnya tampak terawat dan bersih
 
Area sekitar rumah panggung ini agak kotor, banyak barang yang sudah usang.
 
Area ini cukup untuk mengetes kemampuan kamu memainkan layang-layang buatanmu sendiri
Di museum ini saya tidak melihat adanya kantin maupun yang berjualan minuman, jadi ada baiknya kamu membawa makan dan minum sendiri. Tapi, kalau kamu juga mau menyusuri jalan sekitarnya akan banyak dijumpai warung kecil. So far, wisata edukasi di Museum Layang-Layang ini sangat memuaskan. 
            
Oiya, sebelumnya saya mau kasih tips nih bermain layang-layang yanag aman dan sehat. Bagaimana ya itu?

  •       Siapkan sunblock. Karena bermain layangan umumnya saat cuaca panas, maka ada baiknya gunakan sunblock ya. Sengatan matahari yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan kulit. 
  • Gunakan kacamata hitam. Main layangan pakai kacamata hitam, why not? Menatap langit dalam kondisi yang cerah untuk jangka waktu yang lama enggak bagus lho untuk kesehatan mata kamu. Maka lindngi mata indahmu dengan kacamata hitam ya.
  •  Sarung Tangan.Buat kamu-kamu yang sering ngadu layangan, pasti tahu banget kan benang gelasan? Benang ini agak tajam karena dilapisi gerusan kaca, memang bagusnya dia dapat memutuskan benang lawan, namun jangan salah tanganmu juga bisa terluka oleh akibat gesekan benang ini.
  • Batasi waktu bermain. Bagaimanapun, aktivitas kita atau anak tidak hanya bermain layangan. Ada hal-hal lain yang juga penting. Tetapkanlah skala prioritas. Maka batasi waktu bermain jadi kan ini sebagai pelepas penat secukupnya.
  •  Jangan lupa makan dan minum. Walaupun kelihatannya hanya bermain layangan, namun perut harus tetap dijaga. Maksudnya, jangan sampai telat makan, karena bermain layangan rentan masuk angin mengingat aktivitasnya berada di luar ruangan. Dan perhatikan pula asupan air untuk mencegah dehidrasi
  •  Perhatikan cuaca. Jangan paksakan bermain kalau cuaca memang tidak mendukung. Sebaiknya segera akhiri permainan ketika awan mulai mendung walaupun belum turun hujan untuk menghindari sambaran petir. Tetap utamakan keselamatan ya.

Okey, demikianlah wista edukasi kami kali ini, sampai jumpa lagi di wisata edukasi berikutnya ya …
 
See you on next review :)
"Tulisan ini diikutsertakan dalam event #WisataNusantara Komunitas Emakpintar".

Museum Layang-Layang
Jl. H. Kamang No.38, Pondok Labu, RT.8/RW.10, Pd. Labu, Jakarta Selatan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12450, Indonesia
Telepon: +62 21 7658075
Jam buka:  09.00–16.00