Selasa, 23 Januari 2018

Mau Liburan Dengan Budget Minim? Simak 8 Tips Liburan Murah Meriah


Hari gini, siapa sih yang nolak diajak liburan? Sayangnya, gak sedikit yang harus memendam hasrat berliburnya hanya karena selentingan kabar yang mengatakan liburan itu mahal. Nah, kalian yang menganggap liburan itu hanyalah mimpi, coba baca tips ini dulu yuk.

8 Tips Liburan Murah-Meriah Ala Saya 😀

1. Ambil Jatah Cuti
Lho, apa maksudnya? Saya cuma mau bilang, kalau kalian liburan di saat tanggal merah berderet alias peak-season, ya jelas semua harga akan lebih mahal. Maka, pilihlah saat low-season di mana harga promo mudah kita jumpai dan lokasi wisata gak seramai hari libur masal.

2. Cek seluruh promo
Kalau liburan kalian mengharuskan dengan pesawat, maka rajin-rajinlah cek harga promo. Fyi, biasanya 2 minggu sebelum keberangkatan waktu ideal untuk ngecek (ingat poin 1, tidak berlaku high-season). Kalau soal hotel ada tekniknya juga, bisa baca di sini. Sementara soal makan, ini paling mudah diajak ngirit. Karena makan gak harus mahal, kalau lagi liburan sih yang penting kenyang dulu deh ya.

3. Hubungi teman atau saudara
Selain menjalin silaturahim, menghubungi teman saat berlibur bisa menghemat pengeluaran lho. Mereka bisa saja menjadi pemandu atau mungkin kalau baik, bisa mengajak kalian makan atau bahkan menginap di rumahnya.

4. Gunakan transportasi umum
Di beberapa daerah ada bus khusus untuk keliling kota dan itu gratis. Nah, menggunakan fasilitas ini sangat lumayan untuk menghemat budget liburan kan? Sekadar tips tambahan, bila ingin menggunakan transportasi umum gunakanlah yang resmi. Pertama kali turun di bandara mungkin kamu akan bingung karena banyaknya tawaran taxi. Gunakanlah taxi resmi bandara, mungkin terdengar mahal, tapi keamanan lebih terjamin karena jelas ada voucher dan bisa dilacak bila ada hal-hal yang tidak mengenakkan. Menggunakan taxi gelap sangat tidak disarankan, mungkin akan menawarkan harga yang murah tapi kalau kalian diajak berputar-putar kota dengan argo kuda, apa masih mau memilih transportasi ini? Yuk jadi traveler smart, transportasi tak resmi sulit dilacak dan sulit dimintai pertanggungjawabannya.

5. Budayakan berjalan
Berjalan bagus bagi kesehatan fisik, termasuk juga saat liburan. Selama masih memungkinkan untuk berjalan maka berjalanlah dari satu tempat ke tempat lain, demi menjaga kesehatan finansial juga tentunya.

6. Kulineran enak gak harus di restoran
Liburan, gak lengkap tanpa makan-makan. Mencari makanan enak pun gak harus masuk restoran. Kuliner kaki-lima pinggir jalan juga banyak lho yang enak. Misalnya kalau kamu lagi di Bandung, tinggal googling langsung keluar deh tempat makan kaki lima yang recommended. Keuntungan lainnya makan di kaki-lima itu kita turut membantu perekonomian sang pemilik warung.

7. Kunjungi objek wisata gratis
Gak semua tempat wisata itu berbayar kok. Menikmati panorama pantai, gunung, taman kota asalkan diiringi hati yang lapang pasti akan terasa indah. Misalnya saat kamu berlibur di Bali, maka pilihlah wilayah selatan yang kebanyakan berupa pantai. Mulai Pantai Pandawa, Uluwatu, Dreamland, Kuta, hingga Jimbaran. Menikmati sunset dihiasi lalu lintas pesawat yang hilir mudik, sungguh romantis.

8. Liburan tidak harus jauh
Ini jurus pamungkas, di mana kalian benar-benar ingin liburan tapi dengan budget minimalis. Liburan itu gak harus ke luar negeri, gak harus keluar kota juga. Coba eksplor yuk destinasi wisata sekitar kediamanmu. Atau kalau memang ingin yang ada sensasi berbeda, coba aja staycation dekat domisili. Dengan demikian kamu gak perlu keluar budget untuk transportasi sebagai pos pengeluaran terbesar ketika liburan. 


Nah, demikianlah tips liburan hemat, murah-meriah ala saya. Ingat rumus, gak ada fasilitas mewah, service oke, tapi harga murah. So, berhati-hatilah dengan sesuatu yang terlihat too good to be true. See you on next post, Smart Traveler! 

Senin, 22 Januari 2018

Inilah 8 Alasan Mengapa Harus Mengunjungi Bogor! Lagi dan Lagi ...

7 alasan mengapa harus ke Bogor
Background View: Salak Mountain

Kalau bicara keinginan, rasa-rasanya gak akan ada habisnya. Manusia pada umumnya, kalau berhasil memenuhi keinginan yang satu akan timbul lagi keinginan lainnya. Teruuuus begitu, malah kadang sampe gak masuk akal.

Aah... Tapi saya percaya, bukan gak masuk akal, tapi akal kita yang belum masuk. Kemanapun kita mau, sangat mudah bagiNya memperjalankan diri ini ke seluruh belahan bumiNya yang super luas.

Yang saya selalu camkan dari guru saya adalah LLG (Lebarin, Luasin, Gedein). Pergi berdua memang lebih murah, lebih mudah, dan lebih intim #hyaaahh... Tapi kalau pergi bersama-sama dengan keluarga atau saudara bisa memberikan manfaat dan kebahagian lebih, mengapa tidak?

Kalau bicaranya tentang tempat impian, akan ada banyak daftar negara dan kota-kota indah di dunia yang ingin saya sambangi bersama keluarga. Namun dari seluruh daftar impian saya, sejauh ini ada satu kota yang saya tidak pernah bosan mengunjunginya. Bogor!

Hah, Bogor?! Ada yang mikir, "gak keren banget sih?" Kebanyakan orang berasumsi Bogor itu identik dengan macet dan mungkin sebagian daerahnya malas panas. Tapi tidak, Bogor yang kami kunjungi selalu memiliki ketenangan, kedamaian, dan kesejukan.

Bogor dengan pemandangan gunung salak, selalu membuat saya jatuh cinta. Harumnya tanah basah di pagi hari, merdunya kicauan burung, dilengkapi lansekap indah sebuah gunung yang menjulang tinggi di hadapan, sukses membuat saya terhanyut akan kota ini. Di sini saya bisa menemukan banyak inspirasi, terutama menulis dan menghasilkan foto yang ciamik. Foto yang bisa mengingatkan saya betapa indahnya ciptaan sang Maha Kuasa.
Gunung Salak-Rancamaya Bogor
Pemandangan Gunung Salak di Depan Mata. Awesome!

Saking seringnya kami bolak-balik Bogor, anak saya mengira kampung halamannya adalah di sini. Hahaa... Gak heran sih, selain sering kadang juga cukup lama durasi kami menginap. Saya dan suami pun ingin sekali punya hunian di Bogor entah untuk investasi atau kelak kami tempati sendiri.

Bosan dengan suasana pedesaan di Bogor, sesekali kami ke kota. Akan banyak kita jumpai tempat wisata yang instagrammable juga ragam kuliner kekinian yang memanjakan lidah. Mencari buah tangan di sinipun gak sulit.

Kalau saya buat daftar mengapa kalian harus mengunjungi Bogor, mungkin inilah alasannya:

1. Memiliki hutan kota legendaris, Kebun Raya Bogor.
This is The Icon. Rasanya belum sah ke Bogor kalau kamu belum pernah masuk ke dalamnya. Buat kamu pecinta gaya hidup sehat, ini tempat wajib dikunjungi, karena pohon-pohon besarnya sangat memanjakan mata dan paru-paru kita.

2. Banyak objek wisata
Iyes, Bogor itu luas. Kalau liburanmu di sini cukup lama, puas deh explore Bogor. Kalau liburan bersama anak, Taman Safari, Cisarua rasanya wajib dikunjungi. Ini adalah kebun binatang yang memiliki ragam fauna dan pertunjukan yang keren-keren. Objek wisata lain juga banyak lho.

3. Banyak Tempat Wisata Kuliner
Gak sulit deh nyari makan di Bogor mah. Apalagi di Bogor Kota seputar kawasan Jl. Salak. Di sana ada makaroni panggang, death by coklat, Lasagna Gulung, dan masih banyak lagi.

4. Banyak Taman Kota
Masih di sekitar Jl. Salak, ada Taman kota Kencana. Taman ini bisa dikatakan ramai sepanjang hari. Sekelilingnya banyak pohon besar dan bangunan khas tempo doeloe yang masih terawat dengan baik.
Taman Kencana di Jalan Salak

Baca juga selengkapnya : Review Menginap di Hotel Salak Tower

5. Banyak pilihan oleh-oleh
Memang gak harus sih, cuma kalau jalan-jalan gak bawa buah tangan rasanya kaya ada yang kurang. Di Bogor sangat mudah mencari oleh-oleh. Mulai dari Talas, Bolu lapis, Olahan talas ubi, asinan, dan banyak lainnya.

6. Kesejukan hampir sepanjang hari
Buat kami-kami yang bermukim di wilayah perkotaan, tentu sangat mendambakan kesejukan. Bogor ini terkenal akan kota hujannya, nah wajar aja kalau cuaca di sini jadi berasa sejuk, walaupun kadang terasa panas juga sih terutama di wilayah kotanya.

7. Gak jauh dari Jakarta.
Buat kami ini keuntungan banget, gak perlu mengeluarkan budget besar untuk transportasi tapi kami sudah bisa mendapatkan banyak keseruan di Bogor. Bagi kamu warga luar daerah yang sedang main di Jakarta, gak ada salahnya lho melipir sedikit ke Bogor. 

8. Banyak penginapan
Mencari penginapan pun gak sulit, mulai dari yang melati hingga bintang lima, yang di desa hinga di kota, yang buat romantisan berdua hingga seseruan sama keluarga, adaaaaa semua.


Nah, itulah hal-hal yang bikin saya ingin terus mengunjungi Bogor. Tahun ini kapan ya ke sana? 

Apapun pilihan destinasi wisata kita, jangan lupa jadikan sebagai bahan kesyukuran padaNya. Rawat, jaga, dan pelihara dengan baik. Karena ini semua indah adalah karenaNya dan kalau sampai rusak artinya ada campur tangan kita di sana. 

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar)" (QS. Ar Rum:41)



This entry was posted in

Minggu, 21 Januari 2018

Dag-Dig-Dug Melewati Imigrasi Bandara Internasional Perth

Custom Investigation in Australia


Jujur, ini adalah bagian paling menyita pikiran saya sebelum menjejakkan kaki ke benua kangguru. Ngeri aja kalau saat melalui imigrasi terus ditanya-tanya saya gak ngerti dia ngomong apa, ngeri kalau saat pemeriksaan ditemukan barang-barang yang ternyata dilarang sama pemerintah Aussie sana, takuuut kalau anjing pemeriksa tiba-tiba berhenti saat mengendus koper atau tas saya. Aaaahhh, gilaaakk hal beginian sanggup membuat saya sakit perut sebelum terbang.

Pemerintah Australia ini memang cukup ketat dalam mengizinkan siapa dan barang apa saja yang boleh masuk ke negaranya. Gara-gara hal ini, saya benar-benar hanya membawa pakaian dan alat mandi #miriiiiisss. Sesaat sebelum boarding, kami diberikan lembar declare yang harus diisi secara sadar dan benar. Jangan sekali-kali berusaha bohong deh ya. Walaupun kamu bawa 1 buah apel, sebaiknya ceklislah bahwa kamu memang membawa buah segar. Jangan pernah mikir, ah cuma satu, ah beginian doang. Ingat, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.
Form Declare Imigrasi Australia
Ini adalah form declare yang harus kamu serahkan saat di imigrasi.

Nah, berikut barang-barang yang gak boleh dibawa masuk ke Australia:

  1. Daging, ayam, ikan, dan semacamnya, termasuk dalam bentuk rendang ataupun olahan yang mengandung bahan ini tanpa kemasan pabrik. Jadi kalau kamu bawa sarden dalam kaleng kayanya sih masih dibolehkan. Yang penting kemasannya jelas, supaya petugas juga bisa baca komposisinya.
  2. Semua bahan makanan yang mengandung telur. Bahkan makanan yang kita dapat dari pesawat pun tidak boleh dibawa. Jadi habiskan makanan tersebut di pesawat atau yah tinggalin aja udah.
  3. Dairy product, seperti susu, keju, yogurt, mayonais, dan sebagainya.
  4. Coklat-coklatan dalam bentuk makanan atau minuman. Tapi kalau kamu membawa coklat sebagai oleh-oleh untuk dibawa KELUAR Australia itu sih boleh-boleh aja.
  5. Buah-buahan
  6. Rempah-rempah, seperti: bunga cengkih, lada hitam kasar, dan sebagainya. Tapi kalau rempah-rempah bubuk dalam kemasan masih dibolehkan tapi tetap harus dideclare.
Semua obat-obatan yang kamu bawa juga harus dideclare, bagusnya sih ada keterangan dari dokter dan dalam bahasa inggris tentunya.


Fyi, tahun 2016 Bandara Internasional Perth ini mendapat penghargaan dari Skytrax sebagai Best Airport Staff Service di Australia/Pasifik. Sedikit lebih tenang sih mendapati berita ini.

Tapiii, terus deg-degan lagi ketika menjelang landing awak kabin memberitahukan bahwa pemerintah Australia memberlakukan peraturan yang cukup ketat. Mereka mencegah kemungkinan adanya penyebaran kuman atau penyakit dari warga luar, makanya awak kabin menyemprotkan anti hama di dalam kabin. Hiks merasa gimana gitu gak sih? Tapii, ya itulah hak mereka. Pengennya sih negara kita bisa begini juga ya. Eh kalau ke negara lain begini juga gak sih? #seriusnanya

Kata temen suami yang udah bolak-balik ke Perth, mending jangan jalan sendirian. Kalau bawa anak kecil itu poin plus, deket-deket aja terus sama anak, mereka lebih ramah soalnya. Daaaann bener aja setelah melewati imigrasi dan custom seluruh kekhawatiran saya hilang seketika, karena banyak kemudahan yang kami rasakan.

Pengalaman di bandara lain kan biasanya pemeriksaan dilakukan one-by-one, di sini justru kami diperbolehkan pemeriksaan secara rombongan. Entah kalau dengan staf yang lain ya. Yang jelas kira-kira ada 4 kali pemeriksaan sebelum kita benar-benar bisa lepas dari bandara ini. Daaan, alhamdulillah semuanya lancar. Mereka hanya memeriksa, "ooh berlima ya, kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamu. Okey silakan lewat." Yippieee.. akhirnya liburan di Perth di mulai.
Arrival Terminal Perth
Sambil menanti Mr. Mio, Travel Guide kami yang serba bisa :D
Ohya, sebetulnya di bandara Perth ini tersedia smart-gate. Jadi kamu bisa melenggang kangkung tanpa perlu berinteraksi dengan petugas imigrasi. Tapiiii, jangan senang dulu. Ternyata setelah melalaui smart-gate masih ada petugas yang akan nanya-nanya kamu. Tapi kalau kamu bawa anak kecil yang tingginya di bawah 120cm, tetap harus melalui proses manual.

Karena kami membawa anak kecil dan berbekal prinsip jangan jalan sendirian, jadilah kita beramai-ramai melalui imigrasi dan custom.

Kasus seperti saya di atas (boleh rombongan di depan meja imigrasi, gak diperiksa anjing pelacak, gak pake ditanya-tanya, malah disenyumin dan disapa dengan hangat) mungkin tidak terjadi pada semua orang. So, tetaplah patuhi segala peraturan yang berlaku yes.

Berbeda dengan masuk ke Australia, proses keluar dari Australia justru jauh lebih mudah. Mereka gak terlalu kepo sama barang bawaan kita kok, kecuali memang ada yang mencurigakan. Misal ada bahan peledak, logam, gas, senjata tajam dan sebagainya.

Keluar dari Australia gak banyak pemeriksaan yang dilakukan. Pemeriksaan random bahan peledak pun gak kami temui. Menurut info yang dapat dipercaya, buat mereka yang jalan sendirian, laki-laki usia produktif sering banget, kena pemeriksaan random tersebut. Suami sudah diwanti-wanti supaya jangan panik, kalau nanti kena pemeriksaan bahan peledak ini.

Aaaahh, mungkin ini yang dinamakan first time lucky, termasuk ketika di apartemen suami mendapati bekas botol obat batuk sirup berada di tasnya, hakhakhaaak.... Tapi kalau saya percaya ada campur tangan Sang Maha Kuasa dalam setiap kemudahan yang kami lalui.
International Departure Perth
See you Perth.
Thanks to Batik Air and Jutawan Tours who has given us the unforgettable holiday 


Selasa, 16 Januari 2018

Pengalaman Terbang Bersama Batik Air ke Perth

Pengalaman terbang bersama Batik Air ke Perth

Sebetulnya saya sudah tidak asing dengan kota Perth. Bukan, bukan karena sering bolak-balik, tapi karena dua tahun lalu saya pun pernah ikut kuis yang hadiahnya ke Perth, namun belum rezeki. Alhamduliah di tahun lalu Allah kasih kesempatan ke-dua dan saya bisa merasakan kedamaian kota Perth sekarang.

Jadi, pertengahan tahun lalu, Batik Air baru saja me-launching rute internasional terbaru ke Perth, Australia. Woow, selamat ya Batik Air. Ayooo, buka lagi rute Sydney, Melbourne, NZ, dan Eropa sekalian. Hihii... ohya FYI, pelarangan terbang ke Eropa untuk Batik Air sudah dicabut. Jadi, bukan gak mungkin kan akan ada #BatikAirGoestoEurope.

Bagi saya sendiri, cukup sering menggunakan Batik Air. Alhamdulillah, so far selalu puas dengan pelayanannya, seperti waktu ke Perth kemarin. Perjalanan kami ke benua kangguru tersebut harus transit di Denpasar, Bali. Jarak tempuh Jakarta-Denpasar kurang lebih 1 jam 50 menit. Cuaca pagi itu di CGK cukup cerah, namun saat on board sang Kapten bilang bahwa perjalanan menuju DPS cerah sebagian dengan sedikit guncangan-guncangan ringan dan kemungkinan hujan rintik di Denpasar. 

Sebagai penumpang saya merasa pengumuman kapten ini sangat menenangkan karena kita jadi gak kaget saat mengalami hal tersebut. Pesawat kami take-off jam 06.00 wib, terbang dengan pesawat A320. Sayangnya saat itu kami kebagian pesawat tanpa IFE (Inflight Entertainment). But, it's oke, karena si kecil suka naik pesawat jadi melihat awan-awan juga udah seneng banget. Hahaa ...

Menjelang landing, Bali sedang hujan. Menurut saya sih intensitasnya ringan-sedang. Namun, salut banget pendaratan kami berjalan sangat mulus. Bahkan, ayah saya yang notabene takut terbang, beliau mengakui landingnya sangat mulus di tengah cuaca yang sedang hujan sedang tersebut. So, perjalanan CGK-DPS dengan Batik Air muluuuusss. Alhamdulillah.
Just landed in DPS

Berbeda, saat kami menuju Perth. Saat itu kami take-off jam 12.55, sepanjang perjalanan cukup banyak guncangan. Bahkan, indikator lampu seat belt cukup lama nyala selama perjalanan. Heuheuu, apalagi saat sang pilot bilang bahwa kita sedang berada dalam cuaca kurang baik. Langsung deh kencengin doa aku mah, hanya Allah yang mampu menundukkan awan, angin, dan semuanya. Alhamdulillah, walaupun lampu seat belt nyala tapi tidak ada guncangan. Yang mendebarkan lagi menjelang landing. Memang kalau saya baca review beberapa orang saat landing di Perth, mereka bilang agak windy di sana itu. Jadi, saya juga gak gitu kaget sih, yang jelas banyak berdoa ajalah. 

Perjalanan Batik Air, DPS-PER, memakan waktu sekitar 3.5 jam. Terbang dengan pesawat boeing 737-900ER dan bersyukur banget tersedia IFE di pesawat ini. Hiks, sayang gak ada film Tayo, hehe ... Karena full service tentu dapat makan. Sayangnya, gak kebagian nasi, heuheuu... Gak nyangka ternyata bule-bule Aussie juga doyan nasi. Iya, jadi hampir 90% penumpang saat itu isinya warga asing.
Menu makan batik air ke perth
Pasta fusili dengan agar-agar jeruk
Setibanya di imigrasi saya dan rombongan bertemu dengan pilot dan crewnya. Dengan ramah, beliau tersenyum dan menyapa. Ternyata betul aja sepanjang perjalanan anginnya kencang apalagi saat di atas lautan. Cuaca sedikit lebih stabil saat memasuki daratan Australia. Di tengah cuaca yang berangin, landingnya pun masih bisa dibilang oke. Memang tidak semulus di DPS, tapi sepertinya ini lebih karena faktor landasan.

Alhamdulillah, setelah melalui imigrasi (cerita imigrasi di Perth) nyusul yaaa. Akhirnya, welcome to Perth, Australia pukul 16.20 waktu setempat. Di sambut cuaca panas namun dingin karena berangin, kami sempatkan ambil gambar sejenak. Hahaa ...


Kalau di luar negeri foto sama sign board juga keren lah, hahaa...

Selama di Perth, all is good. Dan, akan ada cerita tersendiri ya ngapain aja sih 5 hari 4 malam di sana. Eh, ternyata 5 hari ya, saya kok merasakan seperti sehari saja di sana. Aaahh mau balik lagiiiii .... #gagalmoveon

Hiks, bangun pagi-pagi jam 3, macam gak rela harus back to Indonesia. Sayang, visa kami pun single entry, it means kami tidak bisa masuk Aussie lagi dengan visa ini. Semoga nti ada kesempatan ke sana lagi bikin yang mulitple entry. Aamiin Yaa Mujibasailiin...

Jam 06.30 kami sudah tiba di bandara Perth untuk kembali ke Indonesia. Bandara Perth ini tidak terlalu besar. Jadi awal masuk gampang aja nyari counter check-in Batik Air. 

Jam 08.40 kami take-off, PER-DPS dalam keadaan hujan ringan. Alhamdulillah cuaca lebih bersahabat walaupun tetep ada guncangan-guncangan ringan dan pengumuman cuaca yang sedang tidak baik. Tapi, pengalaman saat berangkat membuat sedikit lebih terbiasa dengan kondisi ini. Pesawat yang kami gunakan boeing 737-900ER. So, sama seperti berangkat DPS-PER, pesawat ini dilengkapi dengan IFE. Alhamdulillah, kali ini kebagian nasiiiiii, horee #nasionalisme hahaa...
Foto macam apaaaa ini, hahah #rebutansamaanak
Nasi goreng+telur dadar+tempe goreng+ayam goreng

Menjelang landing, bersyukur cuaca cerah, jadi bisa melihat Bali dari ketinggian. Saya sempat dengar seorang bule bilang "wow, awesome!" Indonesia gitu lho... hahaaa ... oya, fyi keterisian bangku penumpang baik dari DPS-PER maupun sebaliknya cukup tinggi lho. Jadi, tepat banget Batik Air buka rute ini.

Pokoknya puas deh terbang dengan Batik Air ke Perth, very value for money. Awak kabinnya juga ramah. Makanya kami sengajakan turun belakangan demi berfoto bersama mba-mba pramugari yang tinggi abisssss... 

Sebetulnya ada serunya juga transit di Bali karena seperti kami jadi bisa sekalian liburan sejenak di Bali untuk lanjut ke Jakarta dua hari kemudian. Aahh, see you Batik Air di flight-flight selanjutnya.

Senin, 01 Januari 2018

Cara Urus Visa Turis Australia Sendiri, 5 Hari Jadi! Update Des 2017


Assalamualaikum...
Hai ... Hai ... Ini adalah postingan perdana saya di tahun 2018. Senang mengawalinya dengan konten yang berbau aroma wisata. Harapan saya tahun ini semakin banyak topik wisata lainnya ya baik  yang domestik maupun internesyenel. Aamiin Ya Mujibasailiin. Tahun baru kebanyakan orang posting tentang resolusi, kalau saya sudah menuliskan hal ini lebih dulu. Apa resolusi saya, yang mau baca monggo diklik link berikut ya ... Resolusi; Ada Doa yang Terselip di Dalamnya. 

Okey, langsung aja ya, di sini saya mau berbagi cerita pengalaman saat urus visa Australia kemarin.

Kata orang-orang kekuatan paspor Indonesia itu kalah jauh sama negara tetangga kita, Singapore. Makanya kita sebagai WNI gak bisa dengan bebas keluar masuk negara orang. Bahasa jawanya yah  harus kulonuwon dulu gitu deh. Tapi tampaknya gak berlaku kalau negara lain mau bertandang ke negara kita. Beuh, kurang ramah gimana sih penduduk kita ya.

Termasuk negara tetangga kita juga, Australia. Kita harus tetap mendapatkan visa negara tersebut kalau ingin jalan-jalan ke sana. Nah, udah tahu urus visa itu ribet apalagi Australia yang biaya urus visanya aja gak murah, terus ngapain ke sana sih cyiin? Hehee... Nanti akan terjawab di bawah.

Sebetulnya kata orang-orang urus visa Australia itu gampang, selama berkas-berkasnya lengkap. Nah, masalahnya adalah blablabla.. intinya ada 1 ganjalan aja tentang si berkas ini. Duit ya? Bukan. Yang mau tau japri aja lah ya. Hehe... Akhirnya saya coba hubungi travel agent Dwi****tour. Ternyata mereka cuma nyerahin form persyaratan aja sama dikasih beberapa contoh surat sponsor, dll... Kami pikir, mereka bisa ngisiin dan jadi tempat konsultasi tentang si 1 ganjalan itu, ternyata gak. Kalau cuma jadi perpanjangan tangan nyerahin berkas, makasih deh. Bingung banget mikir si ganjelan itu, #apasih, hahaha ... Aha... tiba-tiba teringat sama si mba Tesyasblog yang sering bolak-balik ke Aussie. Menurut saran beliau, udah urus sendiri aja mba. Pengalaman temennya urus di travel banyak yang ditolak, karena gitu deh kadang travel nggampangin berkas-berkasnya. 

Ya sudah, akhirnya kami coba download form visa turis dan kami lengkapi semua syarat tersebut. Di sini saya merasa keberadaan travel tadi sangat membantu. Hehee... 

Ohya untuk urus visa Australia sejak 1 November 2017, wajib membuat Janji Temu. Duuh gegara istilah janji temu ini saya sampe deg-degan, kirain harus wawancara ternyata gak kok. Jadi maksudnya janji suci eh janji temu #halah :D adalah daftar online gitu. Kamu bisa daftar di sini https://online.vfsglobal.com/GlobalAppointment/ Jadi kaya buat paspor, sekarang harus daftar online.

Ohya mengenai cara perpanjang paspor terbaru bisa dibaca di sini ya. [Klik]

Di sini saya sekadar sharing apa yang saya alami, semua syarat dan ketentuan tentu bisa berubah, jadi kalian tetap harus pantau websitenya VFS Global ya. Kantor VFS untuk Australia ini ada di Kuningan City Lantai 2, Jakarta, satu kantor sama VFS NZ dan UK.

Kesan pertama masuk tuh udah semi bandara int'l deh, ada pemeriksaan dengan metal detector. Buat kamu yang bawa laptop akan diminta untuk ditaruh di tempat penitipan tentu ada biayanya. Di dalam sih ada tempat fotokopi, cuma daripada ribet sebaiknya persiapkan semuanya secara matang. Jangan lupa ambil nomor antrean ya. Nanti nomor kamu akan disebutkan menuju counter berapa gitu. Waktu saya apply, alhamdulillah sedang sepi.

Baik para sekuriti maupun staf  VFS Australianya ramah. Bahkan dalam isian formulir saya, ada beberapa nomor yang belum diisi, sama seseembak staf VFS tersebut dilingkari untuk diisi semuanya dan dijelaskan maksudnya apa. Terus sepertinya kita juga bisa request kalau mau cepat. Jadi suami saya sempat bilang, "jadinya berapa lama ya? soalnya berangkat Januari nih mba." Kata mbaknya "Oh gitu ya... yasudah nanti di@#$%^&* Maksudnya saya juga gak jelas dia ngomong apa.

Nah, karena saya gak bikin janji temu jadi saya dinyatakan walk-in aja dan itu kena tambahan biaya IDR 115.500/aplikan, totalnya jadi lumayan banget dengan biaya pembuatan visa itu sendiri sekitar 1.650.000/orang. Jadi kalau kamu mau daftarin 5 orang yah dikali 5 yes. Pembayarannya bisa cash, debit, atau kartu kredit. Tapi kalau debit dan berbeda bank kena charge sekitar 3%. Bagi kami sih lumayan banget, jadi kami milih cash saja ambil dari ATM. Urus visa Aussie ini gak semua aplikan  harus dateng kok. Nanti kalau visa kamu granted, jangan sedih kalau gak ada stiker visanya di paspor. Gak keren ya? Biar lah yaaa yang penting granted. Ohya, selama pengurusan langsung ke VFS paspor kita gak ditahan, jadi buat kamu yang mau sambil liburan dulu ke LN bisa kok. Tapi ingat, paspornya tetap harus dibawa ya untuk verifikasi data mungkin. Kalau urusnya via travel lain pasti akan ditahan, berapa lamanya ... entahlah tergantung si travel.

Nah, sekarang apa saja sih yang diperlukan dalam pengurusan visa Australia.

1. Isi formulir permohonan visa. Kalau turis isi form 1419. Tanda tangan di nomor 51 & 52. Untuk anak kecil juga isi form ini. Kecuali kalau si anak berpergiannya dengan salah satu orang tua atau tanpa orang tua baru isi formnya 1257.

2. Paspor baru (jangan sampe masuk 6 bulan menuju expirednya ya) DAN paspor lama bila ada.
Paspor baru dan lama difotocopy dalam kertas A4 jangan dipotong. Apa aja yang difotocopy? Halaman depan, halaman belakang dan halaman yang ada cap imigrasi negara lain. JANGAN distreples! Kayanya cap-cap imigrasi yang ada cukup mempengaruhi deh. Apalagi yang udah ada stempel USA kayanya lebih lancar jaya. Saya sendiri selain untuk keperluan umrah, belum pernah ke luar negeri bahkan sekadar negara tetangga, Singapore. 

3. Pas foto 4x6, background putih, tampak muka 80%, bilang aja kaya buat haji. Kalau baca di form dari travel sih perlu 2, tapi pas di kantor vfs nya ternyata cukup 1.

4. Fotokopi KTP
Sebetulnya kalau perayaratan yang saya lihat di travel itu gak ada. Cuma karena berkas saya waktu itu masih nyatu sama bikin paspor sebelumnya, alhamdulillah pas diminta ya ada. Jadi sebaiknya siapkan fotokopi KTP dalam kertaa A4.

5. Fotokopi Akta lahir/ijazah + Kartu Keluarga + surat nikah (bagi yang sudah nikah). 

6. Bukti keuangan 3 bulan terakhir, dengan saldo min 50juta/pax. Artinya kalau berangkat berdua ya 100juta. Jangan mendadak. 

7. Surat keterangan kerja bagi karyawn atau SIUP bagi wirausahawan atau surat pelajar/mahasiswa dan kartu pelajar/mahasiswanya atau kalau gak punya semuanya ya surat sponsor atau orang-orang biasa menyebutnya surat sakti. Surat inilah yang akan digunakan untuk meyakinkan bahwa kita gak ada niatan untuk gak balik dari negaranya. Nah inilah jawaban pertanyaan saya di awal kenapa harus ke Australia sih? Jadi saya mengeluarkan surat sakti yang saya capture dari laman resmi Batikair.com yang ini. Di dalam formulir 1419 juga ada pertanyaan, intinya kenapa sih kamu mau ke Aussie? Ya sudahlah ya, masa saya jawab menang quiz tapi gak ada buktinya. Semoga ini bisa menjawab keraguannya, hahaah..
Surat inilah menjadi alasan terkuat mengapa kami ke Perth.
Jadi ceritanya alhamdulillah saya dapat rezeki tiket gratis Jakarta-Perth pp dari Batik Air dalam program kuis #BatikAirGoesToPerth. Omong-omong sama salah seorang tim Batik Air, jadi salah satu faktor kemenangan saya adalah saya memiliki blog aktif selain tentu jawaban saya benar. Karena apa? Karena mereka juga mengharapkan ada feedback dari kami para pemenang. Alhamdulillah, seneng kalau ini blog mulai diperhitungkan. Nah yang punya blog hayuk dirawat. Jangan anggap remeh tulisan-tulisanmu.

8. Invitation letter bila ada. Surat undangan kalau ada ya. Kalau gak ada gak usah diada-adain.

9. Dokumen tambahan, misalnya ya kalau saya karena status suami adalah mahasiswa yang baru saja lulus dan beliau sudah resign dari PNS, jadi kami membuat surat pernyataan seolah kami mendapat sponsor dari orang tua, yang menyatakan bahwa semua biaya perjalanan ditanggung oleh beliau. #sungkemsamaorangtua.
Surat sponsor di mana tadinya orang pertama tidak ikut. Kemudian alhamdulillah akhirnya berniat ikut sehingga semua kata "they" kami ganti "we".
10. Surat keterangan ganti nama (bila ada)

11. Untuk mereka yang berusia di atas 75 tahun sertakan surat dari dokter

12. Untuk istri yang pergi tanpa suami harus ada surat ijin dari suaminya diatas materai 6000 + Photocopy ktp Suami.

Nah, buat kamu yang penasaran, sudah sampai di mana sih prosesnya, bisa pakai tambahan info by sms biayanya 25.000/aplikan. Estimasi hasilnya sih kata mba-mbanya 15-30 hari kerja bisa lebih cepat atau lambat tergantung kedutaan. Duuh deg-degan juga secara kami tulis di form berangkatnya sekitar 15 hari kerja lagi, mana pas peak season dan banyak terpotong libur bersama. Tapi alhamdulillah kamis pagi itu kami dapat email cinta yang isinya seperti ini.
Alhamdulillah...

Buat kalian yang mau tanya-tanya, boleh japri saya di email. So kalau ada yang nanya enak urus sendiri atau pakai travel? Jawabannya sesuai kebutuhan. Pengen irit dan cepat ya urus sendiri. Gak punya banyak waktu ngurusin begituan dan gak diburu untuk liburannya, apalagi kamu tajir melintir pakai travel, it's okey!

Buat kamu yang ingin tahu segala informasi terkait visa Australia bisa langsung kunjungi halaman VFS ya tinggal klik di sini.