Senin, 25 Desember 2017

Resolusi; Ada Doa yang Terselip Dibaliknya


Jangan remehkan kata-kata! Karena sejatinya kata-kata adalah doa. Maka ucapkanlah yang baik atau diam. Bersyukur, entah sudah berapa banyak harapan saya yang Allah hadirkan jadi kenyataan termasuk di bidang kepenulisan. Entahlah, mungkin ini yang dinamakan passion. Saya bahkan ikhlas dan senang melakukannya walau tanpa bayaran. Bagi saya ketika tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain, itu sudah lebih dari cukup.
"Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi, yang kamu dustakan?" QS. 55:13
Menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat, penuh keberkahan adalah harapan setiap orang, begitu juga dengan saya. Yuk, kita tuliskan apa saja resolusi kita di tahun 2018. Jangan takut untuk bermimpi karena kita punya Allah yang Maha Besar. Tugas kita hanyalah berusaha, soal hasil serahkan pada Yang Maha Kuasa.


Nah, kalau saya berikut resolusi di tahun 2018:

1. Bikin Taman Baca Rumahan.
Sebetulnya ini resolusi tahun 2016 untuk tahun 2017, tapi belum terlaksana. Semoga di tahun 2018 hal ini bisa jadi kenyataan. Ingin rasanya bisa menularkan semangat membaca dan menulis kepada adik-adik. Daripada pulang sekolah mereka main game ke warnet kan lebih baik kumpul dengan teman sambil baca-baca buku. Pengen juga nanti bagi yang punya bakat nulis, saya akan simpan tulisannya bila sudah banyak bisa dijadikan buku. Dari mereka, oleh mereka, untuk mereka. Lengkapnya mengenai ini saya pernah tulis di sini : Bikin Taman Baca Anak Rumahan, Yuk!
2. Ingin mulai nulis buku kesehatan secara solo atau duet dan terbit di penerbit mayor.
Sebagai seorang penulis yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan, saya merasa perlu menuliskan tentang ini, gak lain yah agar bermanfaat ilmunya. Mengapa setahun ini saya gak langsung nulis buku kesehatan adalah saya paham bahwa setiap ilmu ada tekniknya termasuk menulis. Menulis tentang kesehatan tentu tidak bisa sembarangan, butuh riset, data dan fakta. Masa mau menampilkan tulisan sampah ke pembaca?

3. Ingin belajar ngaji dan bahasa Inggris
Hehe ... Dulu saya ngaji yang pake guru itu pas SD. SMA dan kuliah ada sih mentoring cuma ya kurang fokus aja ke teknik ngaji yang bener. Fokusnya saat itu lebih ke akhlak dan akidah. Sekarang pengen banget bisa ngaji yang bener sama belajar bahasa inggris. Kenapa? Yah, lagi-lagi soal kebermanfaatan sih, anehnya ini blog, warga Indonesia adalah pengunjung terbanyak kedua. Kalau bahasa inggrisnya udah keceh kan nanti bisa posting in english. Hahaa ...

4. Menjadi pribadi yang lebih baik.
Ini yang sulit diukur. Intinya sih ingin lebih baik di segala aspek. Ya spiritual, mental, intelektual, dan finansial. Sholat di awal waktu, ngajinya lebih banyak, sedekahnya juga, sayang orang tua termasuk mertua (suami mah gak usah ditanya ya), lebih sabar ke anak, makin kreatif dalam menemani anak bermain, lebih ikhlas jalanin hidup, lebih bersyukur dengan yang ada, diberi kelapangan rezeki. Pengen banget juga punya rumah tahfidz, yah buat investasi akhirat.

Semoga Allah perkenankan apa yang jadi hajat kita ya. Nah, ini resolusiku untuk tahun 2018, mana resolusimu?

4 komentar:

  1. Menjadi pribadi yang lebih baik harusnya menjadi prioritas utama kita ya mbak, karena kalau pribadi kita baik maka segala sesuatu yang terjadi dalam diri kita juga akan baik. Betewe pingin punya rumah tahfidz adalah juga cita-cita saya, semoga semua resolusi kita akan terwujud ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Yaa Mujibasailiin.

      Semoga ya mba, niat baik kita dimudahkan olehNya.

      Hapus
  2. Semoga tercapai ya mak resolusinya, terutama yang buku tuh, Amiin, Hehehe... Saya mau lho ditawarin nulis duetnya, wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Mujibasailiin...

      Alhamdulillah, hayuk mak. Semoga setelah resign banyak waktu produktif ya mak buat nulis buku kita.

      Hapus