Minggu, 26 Februari 2017

Pengalaman Potong Rambut Bersama Go-Glam dari Gojek Indonesia


Yuhuu ... gimana weekendmu hari ini? Kayanya banyak nih yang mau jalan sama keluarga. Semoga semua berjalan sesuai rencana ya. 

Kalau aku sendiri weekend gini sih lebih suka di rumah aja. Kumpul sama kuarga dan menikmati semuanya dari rumah.

Iya aku dan suami bukan tipe yang suka nge-mall. Kalau semua bisa dari rumah kenapa harus keluar? Selain biaya entertain yang keluar tidak terkendali juga waktu yang terbuang di perjalanan akibat macet, susah parkir, bisa bikin emosi. Jadi paling enak ya memanjakan diri di rumah.

Aku termasuk yang bersyukur dengan hadirnya Gojek. Pasalnya, Gojek ini solutif banget buat orang-orang seperti aku yang males keluar rumah. Secara keseluruhan sih aku puas dengan pelayanan yang ada. Paling sering Go-Food, pernah juga Go-Massage dan Go-Clean. Untuk Go-Clean aku sudah pernah review di sini

Nah, sabtu kemarin saking penasarannya aku cobain juga deh Go-Glamnya. Sudah dua minggu ini aku tuh pengen banget nyalon. Cuma karena salon muslimah yang ada cukup jauh, jadilah mengurungkan niat ke sana. 

Sudah lama aku pengen nyobain hair-cut dari Go-Glam ini cuma terlalu banyak pertimbannya. Mulai dari yang galau nentuin lokasi eksekusi karena aku gak punya kaca, bingung gimana nanti basahin rambut sampe yang dapat layanan plus-plus ga yah? Maksudnya kalau di salon kan biasanya adalah pijat-pijat kepala dan pundak dikit gitu biar relaks. Namun ya sudahlah karena saya cari reviewnya gak nemu ya saya coba sendiri aja. Ini demi kalian lho bu-ibu.

Sekarang untuk Go-Glam ada aplikasi sendiri di luar Go-jek namanya Go-Life. Bagiku ini cukup merepotkan karena bikin males aja gitu harus download lagi, daftar lagi, yah kurang praktislah.
Step 1 : Install Apk
Step 2 : Sign in dulu ya
Step 3 : Pilih Go-Glam
Step 4 : Pilih opsi hair-cut

Step 5 : Pilih gemder mau cewe atau cowo?
Step 6 : Pilih jam, tanggal, lokasi.

Nah, itu step-stepnya buat kamu pengguna awal aplikasi ini. Semoga membantu ya ...

Ohya aku nih sempet kaget juga begitu tau harganya yang ternyata cukup Wow, hehehe .. Sempet bikin maju mundur mau pake jasa ini. Cuma karena udah niat mau nyoba, yah lanjut aja deh.

Aku pilih jam 13.00 yah sesuai jam tidur anak, biar gak rempong. Elalah, ternyata si kecil malah penaasaran mau lihat. Capsterpun aku dapatkan dalam waktu singkat.

Dan ternyata si mbak ini sudah datang 15 menit lebih awal, good job mbakyuu.. Kesan pertamanya yang aku lihat sudah di luar ekspektasi, maklum biasa di salon muslimah jadi ya gitu deh walaupun mbanya sih ramah.

Kami pun masuk sesi inti dan ternyata benar aja kami sama-sama bengong dan bingung secara dia gak bawa kaca dan kita gak tau spot yang nyaman di mana. Akhirnya terpaksalah minjem kamar si mbak yang ada kacanya walaupun kamarnya remang-remang meski lampu sudah dinyalakan.

Satu hal lagi yang masih jadi tanda tanya, biasanyakan sebelum digunting, dikeramas dulu. Ini mau dikeramas dimana ya? Apa aku keramas sendiri? Hehe ... ternyata bener aja aku diminta basahin rambut secukupnya supaya mudah eksekusinya. Hmm ... baiklah. 

Terus si mba ini nanya mau dipotong apa? Yauda aku sebut aja potongan rambut favorit suamiku. Aku pikir dia membawa beberapa contoh model rambut ternnyata gak. Oke poin minus lagi menurut kacamataku

Tanpa babibu, si mba berinisial D ini mulai pasang apron, benerin posisi dan langsung krek.. krek ... krek ... dalam batinku memang begini ya prosesnya. Kami pun ngobrol ngalor-ngidul sampai akhirnya 30 menit berlalu lengkap dengan blownya dan selesai. Cepat, singkat, dan hasil potongannya ... memuaskan!

Cuma pas bayar kok rasanya gimana gitu 150.000 tanpa layanan plus-plus murni potong rambut dan Blow. Tapi buat kamu yang mau cepet, ini recomended banget. yang penting kamu sudah siapkan sejak awal mulai dari lokasi eksekusi ternyaman, kursi, hingga basahin rambut. jadi begitu mbaknya datang tinggal krek .. krek ... 30 menit selesaiiiiii ....

Ya sudahlah ini ceritaku minggu ini potong rambut di Go-Glam by Gojek Indonesia, apa ceritamu diminggu ini?

Cerita yuk walau ...

Kamis, 16 Februari 2017

For Ladies : Ini Nih Tanda Pasanganmu Belum Siap Menikah


Kapan Nikah Mas?
Maaak, kan udah nikah ngapain bahas beginian? Iya emak-emak itu suka gatel kalau gak cerita. Gegara banyak akuh temui orang sekitar yang punya masalah ginian jadilah sharing aja sama kalian pengalaman orang yang udah pada married.

Duuh, cewe mana sih yang suka "digantung"? Udah lama-lama menjalin kasih eh belum ada sinyal juga ke arah yang lebih serius. Bikin gregetan aja tiap ketemuan rasanya pengen ngomong jebret, tapi kan sebagai cewe suka malu mendahului pembicaraan kaya gini.

Terus-terus malesnya lagi kalau status kalian HTS (Hubungan Tanpa Status), TTM (Teman Tapi Mesra), beuh ... makin diaduk-aduk deh rasanya tuh hati. Hahah ...

Ya sudah dari pada berlama-lama yuk cek tanda-tanda yang mungkin si dia emang belom siap menikahi kamu.

1. Ngeles mulu ditanya soal nikah
Biasanya nih cowok yang emang belum siap nikah males banget ditanyain soal beginian. Reaksinya beragam mulai dari yang menunda-nunda jawaban, gak antusias, sampe mengalihkan pembicaraan, malah ada lho yang ujung-ujungnya ribut bahas beginian. Jawaban klisenya "kita jalanin dulu aja lah." What?? Sementara si cewek umurnya udah mau 30an!

2. Belum juga memperkenalkan kamu sama keluarganya
Bagi kalian yang sudah cukup lama menjalin tali kasih dengannya namun belum juga dikenalkan dengan keluarga terutama orang tuanya, hal ini bisa menjadi sinyal bahwa si dia memang belum siap menikah dengamu. Beragam alasan pun dilontarkan mulai dari yang lagi di luar kota-lah, lagi sibuk-lah, nunggu waktu yang tepat-lah, dan sebagainya.

3. Gak bisa nyelesein konflik
Lho kok konflik? Iyalah namanya hubungan ada aja lika-likunya. Perselisihan, perbedaan pandangan wajar adanya, asal jangan perbedaan prinsip aja (I think you know what I mean). Nah kemampuannya dalam menyelesaikan masalah ini bisa menjadi parameter bagaimana kelak saat si dia menjadi pemimpin untuk biduk rumah tangga kalian. Kalau masih childish aja, gak mau mengerti, mauny dimengerti mulu apalagi gak bisa jaga emosi, hmm jangan-jangan dia emang belom siap.

4. Senang nongkrong sama teman sampai larut malam
Dalam kehidupan rumah tangga kelak, prioritasnya bukan lagi berkumpul bersama teman apalagi hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas. Kelak ada kamu dan anak yang jauh lebih membutuhkan perhatiannya.

5. NATO
Mungki si dia sangat antusias membicarakan pernikahan, beragam visi misi masa depannya bersama kamu pun dikemukakan, dan janji manis lainnya juga udah bikin kamu yakin banget sama dia. Tapi kok tidak ada aksi nyata ya dalam membuktikan ucapannya? Ini namanya No Action Talk Only!

Ok ladies, pasti kalian gak mau kan menjalin hubungan yang gak jelas kapan akan berlabuh dalam biduk rumah tangga? Nah, sebaiknya dari pada menduga-duga coba tanyakan saja langsung kepadanya. Kalau memang si dia belum siap, lantas buat apa menunggu lebih lama lagi? Segera buka hati untuk dia yang lain yang sudah siap menjadi suami juga ayah dari anak-anak kalian.

Jangan lupa bahagia. Jangan lupa bercerita walaupun ...

Selasa, 07 Februari 2017

Satu Kata, Sejuta Asa ; FORGIVENESS



Pernah berbuat salah? Pasti! 

Ingin dimaafkan? Tentu dong!

Kenyataannya dua hal tersebut tidak mudah dilakukan, kecuali oleh mereka yang memiliki jiwa ksatria. Siapakah yang memiliki jiwa ksatria ini? Salah satunya ya anak-anak kita. Anak-anak balita dengan kelucuannya sering kali membuat kita jengkel bahagia. Di satu sisi senang melihatnya sehat, aktif, ceria. Namun di sisi lainnya rasa lelah ini seolah menguras tangki kesabaran kita. Sampai-sampai tanpa sadar karena anger management yang kurang baik anak jadi korbannya. Suka menyesal sih akhirnya apalagi saat melihat anak tidur dengan nyenyaknya. Aaah, baru nyadar ... Apa yang baru saja kulakukan padanya??? Heuheu ....

Perasaan merasa bersalah akhirnya kerap menghantui sebelum meminta maaf kepadanya juga sebelum mendapat maaf darinya. Aah, sampai heran sendiri sebenarnya hati anak balita ini terbuat dari apa sih Ya Allah? Mereka mudah banget memaafkan, terbukti gak cuma di bibir aja tapi dari perilakunya juga menunjukkan demikian. Yang langsung peluk-peluk bundanya ala teletubbies sampai yang nempel kaya prangko langsung bikin hati meleleh gak keruan.

Belajar tentang maaf-memaafkan, ternyata anak kecil terutama balita bisa menjadi guru yang sangat bijak. Kita sering kali menuntut anak meminta maaf atas hal yang belum mereka ketahui hakikat kebenarannya. Mungkin bagi seorang anak meminta maaf karena telah merebut mainan temannya sesulit kita meminta maaf telah memecahkan pot bunga kesayangan tetangga yang harga pot sama bunganya gak kira-kira. Ada rasa takut, malu, dan sebagainya. 

Mungkin awalnya sulit, mereka tidak mau, sifat keakuan mereka masih tinggi, yang mereka tahu adalah konsep enak, tidak enak, bukan baik, tidak baik. Karena meminta maaf itu tidak enak gak heran kalau awalnya enggan minta maaf. Tapi dengan memberikan pengertian dan pemahaman yang baik bahwa setiap hal yang melukai perasaan seseorang kita harus minta maaf lama-kelamaan akan terbiasa dan menjadi sesuatu yang mengganjal kalau gak dilakulan. 

Kedengarannya teori banget mungkin karena kita sering membenarkan yang biasa bukan membiasakan yang benar. Untuk kamu, aku, kita, mereka semoga bisa melatih anak dan menanamkan jiwa ksatria salah satunya berani meminta maaf dan ikhlas memaafkan. Aah ga cuma anak-anak, kita yang dewasa juga harus ikut latihan melakukan ini.

Bukankah kita juga mau Allah SWT menerima permintaan maaf kita? So, maafkan maka kau akan dimaafkanNya.

Terkadang ada perasaan takut juga untuk mencoba menulis ini. Why? Because, Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 2 "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?"

Termasuk anjuran meminta maaf dan memaafkan. Makanya saya sering menuliskan "this is written for myself" diujung postingan agar menjadi pengingat diri dan gak bermaksud menggurui. Termasuk tulisan ini pun demikian. Banyak kan kita jumpai sehari-hari pada akhirnya seseorang akan diuji pada apa yang diucapkannya. Termasuk oleh seorang motivator sekali pun.

Baiklah yang jelas menurut beberapa master di kelas online tentang pengembangan jiwa, meminta maaf dan memaafkan itu bisa menyembuhkan jiwa dan raga yang sakit. Karena keduanya berarti melepas energi negatif yang bersarang dalam tubuh.

Katanya sih kalau sulit melakukannya, bayangkanlah betapa kita ingin Allah mengampuni semua dosa-dosa kita.

Haah ... Buat kamu semua yang baca ini hayuklah tidak perlu nunggu lebaran untuk saling bermaafan.

Tulisan ini diikutsertakan dalam proyek #1minggu1cerita, demi menjaga konsistensi dalam menulis. Masa iya sih dalam seminggu gak ada yang bisa ditulis walau hanya ...

Jumat, 03 Februari 2017

The Unexpected Gifts

sumber pic : enkivillage.com

Assalamualaykum ... Sekarang lagi pengen bahas yang seneng-seneng ah. Bagaimana sih perasaan kalian saat mendapatkan rezeki yang gak disangka-sangka? Hmm ... Pasti seneng lah ya, gitu aja nanya! Hehe ... 

Di sini aku cuma mau share kebahagiaan aja sih. Mungkin ini hal kecil tapi bagi aku pribadi ini suatu nikmat yang harus disyukuri. Jadi ceritanya tuh malam kemarin aku mendapat DM di instagram dari sebuah akun bisnis di bidang kuliner. 

Aku gak ada feeling apapun. Aku pikir dia mau menggunakan jasaku untuk endorse. Hehe ... Sok ngartis dah ah! Soalnya aku lihat keterangan di profilnya kuliner ini dari Surabaya, mungkin temannya si mba Anisah kawanku kemarin. Aku pun nanya donk. "Iya malam ada yang bisa dibantu?" Sambil menunggu ia menjawab aku pun kepo-in lebih lanjut profilnya. Ternyata ketemulah ini, tara .... 

Whua, sempet mikir sih ini beneran atau gak ya, tapi ngeliat isi IG-nya lebih dalam kayanya gak ada yang aneh dan memang sebuah bisnis kuliner yang profesional. Aku pun segera meluncur ke DM dan langsung ngasi nama, alamat lengkap sama no handphoneku sekalian. Aah ... Bener-bener gak nyangka, seneng pastinya dapat rezeki makanan kesukaan apalagi dari bahan sayuran organik. Bahagia itu memang sederhana. Bahagia itu dalam hati. Bahagia itu tiba-tiba dikasih kejutan menyenangkan seperti ini sama Allah. 

Ya, rezeki yang gak disangka-sangka itu memang ada, memang nyata. Bahkan sudah Allah terangkan dalam Al Quran surat Ath-Thalaq : 2-3.
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." 

Ini hanya sekelumit kisah mengenai rezeki yang bisa Allah datangkan kapan saja. Tinggal berkata "KUN", secepat itulah Allah mampu merubah keadaan kita. Bayangkan, berkata "KUN" saja tidak sampai satu detik, dan Allah mampu merubah keadaan kita bahkan lebih cepat dari itu. Bagaimana ya perasaan orang-orang yang mendapat unexpected gifts yang lebih besar lagi misalnya tiba-tiba Allah izinkan seseorang untuk menjadi tamunNya, apalagi ini merupakan hal yang didambakannya sejak lama? Atau yang tiba-tiba mendapati dua garis merah di testpacknya setelah sekian tahun lamanya pasrah dalam kedamaian berdua sama pasangan? 

Tapi, bicara soal unexpected gifts kita jangan lupakan perihal ikhtiar. Soalnya kesannya ini tuh kaya lo gak ngapa-ngapain terus tetiba dapet durin runtuh gitu? Nope! Gak gitu juga gaes. Jadi di setiap keajaiban pun kita kudu tetep ada ikhtiarnya. Contohnya aja saat Nabi Musa alayhissalam terdesak saat dikejar Firaun, Allah SWT pun menyuruhnya untuk memukulkan tongkatnya, baru lah terbelah itu laut. Allah tidak serta merta membelahkan lautan itu. 

Tuh, buat orang yang berdoa mulu, ngaji mulu usaha kagak, eitts ... Siapa bilang ini bukan usaha? Berdoa, mengaji even kita gak tau artinya ini tetep diitung ibadah (baca: usaha) sama Allah. Insya Allah. Soalnya yang dibaca beda, ini Al Quran. Al Quran akan menjadi syafaat bagi siapa yang membacanya kala di dunia. Semoga kamu, aku, kita senantiasa diberikan nikmat iman, nikmat islam, nikmat beribadah dan istiqomah dalam menjalankannya. Aamiin ....

nb : Catatan ini sebagai pengingat diri saya dan juga saya persembahkan untuk ...

This entry was posted in

Zico, Mengantre Dong!


Sebelum menikmati libur panjang, sekolahku mengadakan field trip ke taman buah. Aku senang sekali apalagi Bunny, si Kelinci kesayanganku dibolehkan ikut. 
 
"Yuk, Alin lekas berangkat! Jangan terlambat, nanti kita bisa ditinggal." Ajak Bunny.
 
"Iya Bunny. Kamu cantik sekali dengan baju pink itu" Puji Alin.
 
Ketika sampai di sekolah, tiga buah bus pariwisata telah menanti. Alin dan Bunny pun bergegas mencari bu guru untuk mengabari kehadiran mereka. 
 
"Alin, itu Bu guru! Tunjuk Bunny ke arah Bu Kus.
 
"Iya betul, ayo kita ke sana." Ajak Alin kepada Bunny.
 
"Assalamualaikum Ibu Kus, maafkan hampir kami terlambat." Sapa Alin.
 
"Waalaikumsalam Aline sayang. Bus kita akan berangkat 10 menit lagi. Sekarang pakai name tag-nya dulu supaya petugas taman buah nanti mudah mengenali. Bunny juga ya pakai."
 
"Iya, terima kasih Bu Kus" ucap Alin dan Bunny bersamaan.
 
"Anak-anak, naik busnya antre ya. Semua berbaris rapi ke belakang. Pegang pundak teman di depan kalian." Seru Bu Kus kepada seluruh anak TK Cinta Bangsa.
 
"Alin, mengapa kita harus begini kaya kereta api saja?" Tanya Bunny penasaran.
 
"Iya Bunny kata Bunda kita harus membiasakan diri untuk mengantre supaya tertib. Kan kalau tertib jadi lancar."
 
"Jadi bisa lebih cepat ya kita masuk ke bus?" Tanya Bunny.
 
"Iya Bunny, betul sekali"
 
"Alin, lihat! Zico memotong antrean di depan." Teriak Bunny. 
 
Bu Kus yang mendengar teriakan Bunny, segera menoleh ke arah Zico. Ternyata Zico sedang berebutan naik bus dengan Naya.
 
"Hayo, Zico minta maaf sama Naya. Karena kamu baru datang jadi kamu ambil antrean paling belakang ya. Di sana ada Bu Ana kok"
 
Zico pun menuju barusan paling belakang, tepat di depan Bu Ana.

***
Sesampainya di taman buah. 
 
"Woow.. Bagus sekali ya Bunny taman buah ini. Rasanya aku ingin memakannya saja." Ucap Alin sambil melihat-lihat kebun buah.

 
"Bunny lihat! Ada kebun wortel, kamu pasti suka." Teriak Alin penuh semangat.
 
"Iya Alin, aku jadi laper nih." Jawab Bunny sambil memegang perutnya.
 
Karena sampai taman buah sudah siang. Anak-anak TK beserta para guru memilih makan siang terlebih dahulu. Semua sudah mengantre dengan rapi, tetapi ...
 
"Zico, antre dong. Kan kita semua juga sudah lapar" teriak Alin kepada Zico.

 
"Aah, aku kan sudah lapar." Jawab Zico
 
Alih-alih ingin cepat. Zico justru memperlambat laju antrean. Zico sempat bersitegang dengan Naya. Naya yang tidak mau mengalah membuat Zico marah. Akhirnya mereka berdua malah bertengkar. Bu Guru yang niatnya ingin langsung membagikan makanan jadi mendamaikan Zico dan Naya terlebih dahulu. 
 
"Ayo Zico minta maaf ya sama Naya. Akibat kamu menyerobot, teman-teman jadi harus mengantre lebih lama." Perintah Bu Kus kepada Zico.
 
"Naya, maafkan aku ya sudah menyerobot. Aku sudah lapar sekali."
Zico berkata sambil mengulurkan tangan kanannya.

"Iya Zico, sudah aku maafkan. Aku juga lapar" Jawab Naya yang juga mengulurkan tangan kanannya.

" Nah, kan anak-anak seandainya saja kalian mau tertib mengantre mungkin saat ini kita sudah kebagian makanan semua. Belajar untuk bersabar ya menanti giliran. Mengantre, walaupun kelihatannya lama tetapi kalau tertib dan rapi justru bisa mempercepat laju antrean." Terang Bu Kus.
 
"Hehehe ..." Tawa Zico dan Naya bersama-sama.
 
"Tuh kan Bunny, akibat tidak mau mengantre. Tidak hanya merugikan orang lain tapi juga diri sendiri." Ucap Alin kepada Bunny yang sedang memperhatikan Bu Kus mendamaikan Zico dan Naya.
 
"Iya ya Alin, sekarang aku mengerti mengapa kita harus mengantre"